
PPFC 109 - Saling Bunuh
“Apa ada kata-kata terakhir yang ingin kalian katakan?” Jia Gunglai berbicara kepada Ling Han dan Ling Shan dimana tubuh keduanya diikat dan dipamerkan di hadapan penduduk yang disandera oleh pendekar Gunung Golok Kembar yang menyamar sebagai Gunung Cakrawala Hitam.
Saat Jia Gunglai menertawakan Ling Han dan Ling Shan, salah satu prajurit militer Kekaisaran memberitahu Jia Gunglai mengenai kedatangan pendekar Gunung Cakrawala Hitam yang dipimpin Qiu Niu.
“Sekte mereka telah berakhir. Qiu Niu sang Dewi Racun Hitam, dia sudah menjadi mainan ku dan aku menjualnya ke anak Zhou Furou. Tidak kusangka dia akan berani menentang diriku kembali.” Jia Gunglai tertawa sebelum melepaskan aura pembunuh berjumlah besar.
Kedatangan pendekar dari Gunung Cakrawala Hitam memang tidak diperkirakan oleh Jia Gunglai tetapi menurut pria itu kedatangan sekte aliran hitam tersebut bukanlah masalah berarti untuknya.
Para penduduk Ibukota Jiayang baru menyadari jika penyamaran yang dilakukan Gunung Golok Kembar adalah isu yang benar.
“Jika kalian menyerang! Para penduduk ini akan mati!” Jia Gunglai berseru lantang saat Qiu Niu dan seluruh anggota Gunung Cakrawala Hitam berada di alun-alun tengah kota.
“Cai Gunglai! Hari aku bersumpah akan membunuhmu walaupun harus mati! Aku tidak peduli dengan nyawa mereka! Yang aku pedulikan hanyalah nyawamu!” Qiu Niu menjawab dengan lantang dan membuat para penduduk yang disandera ketakutan.
“Mulutmu itu harus diberi pelajaran lagi, Qiu Niu.” Feng Xuanzhang berkata sambil berjalan mendekati Jia Gunglai.
Saat seluruh pendekar dari Gunung Golok Kembar bersiap membunuh penduduk kota dan pendekar dari Gunung Cakrawala Hitam bersiap menyerang, sesuatu yang mengejutkan terjadi.
“Jadi kau keparat yang membunuh orang tua Lili?!” Suara pemuda berseru lantang menggema diiringi kepala manusia yang terbang kearah Jia Gunglai.
Mata Jia Gunglai dan Feng Xuanzhang melebar melihat kepala Xiang He terbang ke arah mereka berdua.
“Kau...” Qiu Niu terkejut melihat kedatangan Fei Chen yang telah membunuh Xiang He, “Chen‘er...”
“Bibi Niu, dua orang ini kuserahkan padamu. Untuk mereka berdua bisa serahkan padaku?” Fei Chen tersenyum tipis untuk sesaat dan tanpa menunggu jawaban Qiu Niu, Fei Chen bergerak cepat menciptakan dinding api yang mengurung pendekar dari Gunung Golok Kembar beserta Gunung Cakrawala Hitam.
Setelah itu Fei Chen menyelamatkan Ling Han dan Ling Shan. Tindakan Fei Chen ini membuat Jia Gunglai menjadi waspada karena kemampuan pemuda tersebut.
“Senior Shan, aku serahkan para penduduk kota padamu.” Fei Chen menatap Ling Shan yang tersenyum padanya.
“Ya, pastikan kau kembali hidup-hidup. Aku merestui hubunganmu dengan Ye‘er.” Ling Shan tertawa walaupun wajahnya lebam.
“Sekarang kita bisa saling bunuh hingga tak bersisa. Jalan keluar dari dinding api ini adalah terbang ke atas dan membunuhku. Kalian bisa memilih salah satu atau keduanya.”
Ucapan Fei Chen membuat Jia Gunglai tersenyum lebar. Seolah-olah dirinya dihina, Jia Gunglai bergerak menyerang Fei Chen, sedangkan Qiu Niu sudah melakukan pertukaran serangan melawan Gu Fang dan Xiang Kuan.
Qiu Nue mengamati jalannya pertempuran terlebih dahulu, ‘Dia memiliki kemampuan yang begitu hebat... Siapa dia? Bagaimana Ibu bisa mengenalnya?’
Saat Qiu Nue mengamati jalannya pertempuran, dia melihat Feng Xuanzhang berniat menyerang Qiu Nue sehingga dirinya memilih untuk menahan pria itu.
“Berniat menghalangiku? Percuma saja! Kemampuanmu tidak cocok untuk pertarungan! Kau lebih pantas memuaskanku diranjang!” Feng Xuanzhang melepaskan satu tebasan dari dua golok kesayangannya dan membuat tubuh Qiu Nue terpental jauh kebelakang.
“Aku sudah mencicipi Ibunya sekarang saatnya aku merasakan anaknya-”
Feng Xuanzhang mengangkat alisnya tidak menyelesaikan perkataannya saat tubuh Jia Gunglai terlempar kearahnya.
“Senior Cai?”
Fei Chen tidak memberikan kesempatan pada Jia Gunglai untuk melakukan serangan balik bahkan saat tubuhnya bertabrakan langsung dengan Feng Xuanzhang.
Feng Xuanzhang yang menyadari hal itu segera mengalirkan tenaga dalam pada kedua golok kesayangannya dan melancarkan sejumlah tebasan.
“Cih!”
Fei Chen menghindar dan berdiri disamping Qiu Nue.
“Berhenti menahan diri jika kau tidak ingin mati dengan cepat.” Fei Chen mendecakkan lidahnya dan menatap Jia Gunglai yang terkekeh.
“Menarik, kau memiliki kemampuan yang sama denganku. Xuanzhang, mari kita tunjukkan pada bocah ini artinya penyesalan.”
Kini Fei Chen berhadapan langsung dengan dua Pendekar Langit Tahap Puncak yang menjadi penentu masa depan Kekaisaran Jia.