Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 56 - Jia Li vs Yin Jinxia


PPFC 56 - Jia Li vs Yin Jinxia


Liu Chuxing memanggil dia nama peserta selanjutnya yakni Jia Li dan Yin Jinxia. Keduanya maju kedepan secara bersaman.


Yin Jinxia menatap tajam Jia Li dan merasakan jelas jika Jia Li memiliki persamaan dengan dirinya. Paras Jia Li ataupun kemampuannya.


Fei Chen duduk di bangku peserta dengan ekspresi kosong tanpa emosi. Yue Lian dan peserta lain menatapnya heran, kebanyakan dari mereka mengagumi sosok Fei Chen.


‘Apa aku yang terlalu berharap? Kemenangan yang kuraih ini sama sekali tidak membuatku senang. Aku tidak merasakan apapun, selain kehampaan.’ Fei Chen bahkan tidak terlalu tertarik melawan kedua peserta dibawah sana yang akan menang dan bertemu dengannya.


Terlihat Qie Yang tidak berani duduk didekat Fei Chen dan ekspresi wajahnya begitu buruk setelah melihat langsung bagaimana perbandingan antara kekuatan keduanya.


Yue Lian ingin mempelajari pertarungan Jia Li dan Yin Jinxia, sementara itu Long Xiaoya sedikit melirik kearah Fei Chen karena tidak menyangka kemampuan Fei Chen berada diatas para generasi muda yang dikatakan jenius.


Tian Hu dan Tian Zhou memperhatikan Fei Chen dari kejauhan. Keduanya bisa melihat jelas bagaimana Fei Chen yang terlihat tidak tertarik dengan turnamen ini.


“Zhou‘er, apa Chen‘er selalu memasang ekspresi seperti itu?” Tian Hu bertanya karena dirinya baru pertama kali melihat ekspresi Fei Chen yang kosong dan dingin.


Tian Zhou menggelengkan kepalanya, “Aku mengenal Saudara Fei sepenuhnya. Jika menjadi lawan, dia sangat menakutkan namun saat menjadi kawan, berada didekatnya akan merasakan nyaman.”


‘Ini diluar dugaan. Dua perwakilan Lembah Pedang mendominasi babak final dan Chen‘er berada diatas mereka semua.’ Tian Hu menghela nafas dan merasa bimbang karena kemampuan Fei Chen yang bisa dibilang mengerikan.


Dibawah sana Jia Li sudah menarik pedangnya begitu juga dengan Yin Jinxia. Keduanya saling menatap dingin sebelum bergerak secara bersamaan melepaskan serangan.


Yin Jinxia tidak berniat menahan diri sejak awal pertandingan begitu juga dengan Jia Li. Keduanya sama-sama memiliki tekad untuk memenangkan pertandingan.


‘Aku harus menang dan melawannya! Aku tidak boleh kalah disini!’ Yin Jinxia terobsesi akan kemampuan Fei Chen yang membuatnya kagum dan menggoyahkan kepercayaan dirinya selama ini.


Sementara itu Jia Li fokus menyambut serangan Yin Jinxia dan membalasnya. Pertukaran kedua serangan itu menciptakan gelombang api.


Jia Li tetap tenang dan tidak terburu-buru, dia mengamati situasi dengan baik. Berkat latih tandingnya selama ini dengan Fei Chen, Jia Li bisa memberikan perlawanan sengit pada Yin Jinxia.


Menyadari ada yang tidak beres saat melakukan pertukaran serangan dengan Jia Li, akhirnya Yin Jinxia menarik nafas panjang dan mengatur aliran pernafasannya.


‘Tubuhku tidak bisa menyerap api miliknya? Ini aneh, dia belum menunjukkan kemampuannya yang sesungguhnya.’ Yin Jinxia tersenyum tipis menyadari Jia Li belum bertarung serius.


Yin Jinxia telah menunjukkan kartu as miliknya di babak sebelumnya saat melawan Long Xiaoya dan dia tidak bisa sembarangan bertarung menggunakan cara yang sama melawan Jia Li.


Yin Jinxia menciptakan serpihan es sambil menatap tajam Jia Li yang berlari kearahnya. Tidak butuh waktu lama bagi keduanya untuk melakukan pertukaran serangan.


Jia Li menghancurkan serpihan es yang hendak menghujam tubuhnya sebelum memanipulasi aura tubuhnya menjadi air.


Mata Yin Jinxia melebar melihat kemampuan Jia Li. Dia membekukan air yang keluar dari bilah pedang Jia Li.


“Api dan air, jadi ini kemampuanmu...” Yin Jinxia semakin percaya diri.


“Ya, ini adalah kemampuanku...” Jia Li kembali memanipulasi aura tubuhnya menjadi api membuat es mencair, lalu mengalirkan tenaga dalam pada bilah pedangnya dan melepaskan satu serangan yang langsung mengarah pada Yin Jinxia.


“Mengoyak Langit!”


Kedua pedang yang saling bersentuhan itu menggema seisi arena naga. Tubuh keduanya mundur kebelakang beberapa langkah sebelum kembali maju secara bersamaan.


‘Saat bertarung melawan Chenchen, aku tidak pernah memiliki keyakinan untuk menang. Tetapi saat melawan orang segenerasi denganku selain Chenchen, aku merasa tidak akan kalah...’


Jia Li semakin mendominasi serangan saat Yin Jinxia terlambat melakukan tempo serangannya lebih cepat. Sebenarnya kemampuan keduanya bisa dibilang lebih unggul Yin Jinxia, namun tekad Jia Li untuk memenangkan pertandingan ini lebih besar dari Yin Jinxia.


Jia Li melepaskan tenaga dalam lebih besar dari sebelumnya dan menghilang dari pandangan Yin Jinxia. Seketika Jia Li muncul dibelakang Yin Jinxia sambil mengayunkan pedangnya yang seolah-olah membentuk gelombang api.


Serpihan es muncul dibelakang tubuh Yin Jinxia bersamaan dengan Yin Jinxia yang memutarkan tubuhnya sambil menebaskan pedangnya sekuat tenaga menciptakan badai api.


Pertarungan keduanya menguras tenaga dan terlihat jelas tidak ada yang mau mengalah. Keduanya sama-sama melancarkan serangan yang menggunakan tenaga dalam berjumlah besar.


Baik Yin Jinxia ataupun Jia Li menyadari jika salah satu dari mereka menang, maka salah satu dari mereka tidak akan mampu memberikan perlawanan berarti pada Fei Chen mengingat jumlah tenaga dalam mereka yang benar-benar terkuras.


Jia Li kembali menggunakan Teknik Pedang Langit untuk menekan pergerakan Yin Jinxia.


“Langit Hitam!”


Serangannya kali ini berhasil memancing Yin Jinxia melepaskan serangan yang mengandung tenaga dalam sama besarnya.


“Tarian Rembulan Api!”


Yin Jinxia menyerang dari dua arah yang berbeda menggunakan ilmu meringankan tubuh.


“Tarian Rembulan Es!”


Aksi keduanya berhasil memukau para penonton hingga akhirnya keduanya terlihat kelelahan. Pertarungan yang mereka lakukan menguras mental dan tenaga.


Mengingat tidak ada yang mau mengalah, keduanya kembali maju secara bersamaan sebelum melepaskan serangan penghabisan.


Pedang Yin Jinxia memancarkan cahaya merah keemasan, sedangkan bilah pedang Jia Li dipenuhi petir berwarna putih.


“Mentari Menyinari Jagat Raya!” Yin Jinxia melepaskan serangannya dan disusul oleh Jia Li.


“Naga Petir Mengarungi Langit!”


Kedua jurus itu mengandung tenaga dalam berjumlah besar. Saat kedua jurus itu bertemu, ledakan besar tercipta dan membuat tubuh keduanya terkapar ditanah.


Liu Chuxing tersenyum karena melihat kedua peserta sama-sama telah kehabisan tenaga.


‘Jika seperti ini, maka siapa yang akan bertanding di partai final melawan bocah dari Lembah Pedang?’ Liu Chuxing menghela nafas sebelum menatap Long Jirou.


Long Jirou mengangguk dan membicarakan masalah ini dengan para pendekar senior yang hadir untuk menyaksikan langsung Turnamen Harimau Yin.


Akhirnya suara keputusan telah bulat. Fei Chen keluar sebagai juara Turnamen Harimau Yin, juara kedua diraih Yin Jinxia yang berhasil memenangkan pertandingan ulang dengan Jia Li.