
PPFC 108 - Kematian Sang Pangeran
Fen Liuya mendekati Ling Ye dan berkata, “Nona Muda Ling, sebaiknya kita pergi dari sini...”
“Pangeran, peranmu sudah berakhir.”
Fen Liuya terkejut mengetahui pergerakan Fei Chen yang sangat cepat dan sudah memegang leher Pangeran Fuchu, mencekik lehernya dan mengangkat tubuh pria itu tinggi-tinggi.
“Siapapun yang menghalangiku akan mati...” Melihat leher Pangeran Fuchu dihancurkan membuat Fen Liuya dan Ling Ye memejamkan matanya.
“Dia benar-benar monster!”
“Pangeran Fuchu telah mati! Ini masalah besar!”
Gu Fang dan Xiang Kuan berkeringat dingin melihat Fei Chen membunuh Pangeran Fuchu dengan mudahnya.
‘Aura ini...’ Mata Fei Chen melebar. Dia melepaskan aura tubuhnya sebesar-besarnya untuk mengetahui kondisi Ling Shan dengan merasakan aura nya termasuk aura yang pernah dia kenal.
Ada sama-sama aura yang dia kenal mendekat ke Ibukota Jiayang dengan kecepatan tinggi bersama hawa keberadaan ratusan orang.
‘Sebaiknya aku bergegas dan menghabisi mereka semua, setidaknya aku membiarkan dia orang ini hidup dan membuat dia membunuhnya.’ Fei Chen menatap Gu Fang dan Xiang Kuan yang berkeringat dingin sebelum membunuh pendekar Gunung Golok Kembar yang ada dibelakang kedua pria itu.
Permainan pedangnya penuh akan darah. Fei Chen melakukan serangan yang membunuh satu demi satu pendekar Gunung Golok Kembar dan menyisakan Gu Fang dan Xiang Kuan yang berada di ruangan itu.
“Ye‘er, Bibi Fen, kalian berdua jangan terlalu jauh dariku.” Fei Chen menoleh kebelakang sambil memperhatikan Fen Liuya dan Ling Ye.
“Chen‘er, aku akan membawa Nona Muda Ling ketempat yang aman.” Fen Liuya berniat membawa Ling Ye menjauh dari rumah hiburan.
“Chen‘er? Bibi Fen?” Ling Ye menatap penuh selidik. Intuisinya mengatakan telah terjadi sesuatu diantara Fei Chen dan Fen Liuya.
Akhirnya Fen Liuya pergi membawa Ling Ye menuju ruangan lainnya, sedangkan Fei Chen keluar rumah hiburan sambil memaksa Gu Fang dan Xiang Kuan keluar dari ruangan.
“Kenapa mereka ada di Ibukota Jiayang?”
Para penduduk terlihat ramai berada diluar rumah hiburan menonton Xiang He yang tersungkur dikelilingi anggotanya.
“Aku tidak ingin tempat yang baru kubeli ini hancur... Kalian harus mengganti rugi biaya kerusakan ini dengan nyawa kalian...”
Fei Chen melepaskan aura pembunuh sambil menatap dingin Xiang He. Melihat itu Xiang He memberi tanda pada anggotanya untuk menyerang.
Para penduduk berlarian dan sebagian pendekar anggota Gunung Golok Kembar yang menyamar menggunakan kesempatan tersebut untuk menyerang penduduk.
Namun Fei Chen telah menyadarinya dan melakukan pergerakan selangkah lebih cepat, “Tarian Api Neraka!” Tanpa peringatan Fei Chen melepaskan satu tebasan yang langsung membunuh sepuluh pendekar Gunung Golok Kembar dan membuat yang lainnya terluka parah.
Kemudian Fei Chen menghabisi satu demi satu pendekar yang berniat menyerangnya dan hanya menyisakan Xiang He, Xiang Kuan dan Gu Fang.
“Tidak mungkin! Jangan bilang kau yang membunuh Saudara San?!” Xiang He berkeringat dingin setelah melihat kemampuan Fei Chen dengan mata kepalanya sendiri. Sekarang dia yakin jika Fei Chen adalah orang yang membunuh Gu San.
“San? Siapa itu?” Fei Chen membiarkan Xiang He yang sudah bersiap melarikan diri menuju Istana Jia.
“Aku tidak mengenalnya...”
Xiang He mengepalkan tangannya sebelum melepaskan dua serangan golok nya yang dilapisi petir. Xiang He menggunakan kesempatan itu untuk melarikan diri termasuk Xiang Kuan dan Gu Fang.
Fei Chen tersenyum tipis, ‘Apa mereka berpikir bisa melarikan diri dariku?’
Sambil menyarungkan Pedang Raja Neraka, Fei Chen melepaskan Aura Raja Naga sambil menatap telapak tangannya.
“Seni Nafas Naga Petir...”
Dalam satu kali tarikan nafasnya Fei Chen bergerak mengejar ketiganya dengan kecepatan tinggi.