
PPFC 44 - Lembah Naga
Jarak antara Lembah Pedang dengan Lembah Naga terbilang jauh, namun kabar tentang keluarnya Qie Xumao dari Lembah Pedang menyebar dengan cepat.
Rumor tentang dinginnya hubungan Lembah Pedang dengan Sekte Seribu Pedang kian menjadi perbincangan hangat.
Lembah Pedang yang merupakan sekte terkuat aliran putih tentu saja memiliki kekuatan setara dengan Sekte Seribu Pedang, namun dengan mundurnya Qie Xumao membuat kekuatan Lembah Pedang melemah.
Keberadaan Feng Lao yang patut diperhitungkan dan itu membuat Sekte Seribu Pedang tidak bertindak gegabah. Selain itu terbentuknya Aliansi Teratai Suci yang beranggotakan seluruh sekte aliran putih dan netral tidak bisa membuat sekte yang menjadi anggota Aliansi Teratai Suci bertindak sesuka hati mereka.
Kini semua pendekar aliran putih dan netral di Kekaisaran Yin berbondong-bondong mendatangi Lembah Naga. Setiap sekte mengirimkan perwakilan murid terbaiknya, namun bukan hanya sekte aliran putih dan netral saja yang mengikuti Turnamen Harimau Yin melainkan empat keluarga besar Kekaisaran Yin juga turut andil mengirimkan perwakilan terbaik mereka.
Turnamen seperti ini sangat sensitif dengan penyusupan. Kejadian itu seringkali terjadi dan membuat pengamanan di Lembah Naga lebih ketat dari biasanya.
Sosok pendekar terkuat aliran putih dan netral yang bernama Long Jirou yang menjabat sebagai Patriark Lembah Naga serta Ketua Aliansi Teratai Suci tentu akan membuat pendekar aliran hitam berpikir dua kali untuk menyusup ataupun menyerang Lembah Naga.
Dengan membunuh generasi muda aliran putih dan netral tentu akan membuat aliran hitam semakin diuntungkan dimasa depan, tetapi harga yang harus mereka bayar juga mahal.
Bisa dibilang Turnamen Harimau Yin tahun ini sangat istimewa karena sejumlah nama pendekar muda yang dilatih langsung oleh para pendekar ternama di Kekaisaran Yin.
Sebut saja Yue Lian yang merupakan cucu dari Dao Tao yang menjabat sebagai Patriark Lembah Persik dan ada juga Long Xiaoya yang merupakan cucu dari Patriark Lembah Naga dan masih banyak lagi salah satunya Yin Jinxia yang merupakan Tuan Putri Kaisar Yin.
Berkumpulnya para generasi muda ini tentu merupakan angin segar bagi aliran putih dan netral untuk membuktikan kualitas masa depan penerus mereka.
Ada beberapa nama yang dijagokan juara seperti Wei Hongyun, Lin She dan Qie Yang. Ketiga nama ini masing-masing mewakili Lembah Persik, Lembah Naga dan Sekte Seribu Pedang.
Setelah melewati hari yang panjang akhirnya hari yang telah dinanti tiba. Gerbang besar yang memiliki ukiran naga dipenuhi lentera untuk menyambut digelarnya Turnamen Harimau Yin yang akan digelar besok.
Saat ini Fei Chen sudah berada disalah satu penginapan yang disediakan Lembah Naga bersama Tian Hu, Jia Li dan Tian Zhou.
Dalam perjalanan Fei Chen mengenal sosok Tian Hu yang sangat merendah dan sangat perhatian kepada Tian Zhou termasuk dirinya dan Jia Li.
“Makanlah yang banyak kalian bertiga. Besok kalian akan menjalani hari yang berat. Sepertinya tahun ini sangat menarik.” Tian Hu membeli sejumlah makanan yang hanya bisa ditemukan di Lembah Naga seperti Sup Elang Halilintar dan Sate Ayam Petir.
“Zhou‘er, makanlah yang banyak. Kau juga harus makan yang banyak Chen‘er, Li‘er.” Tian Hu tersenyum lebar saat menawarkan makanan.
“Terimakasih, Tetua Hu. Junior akan makan yang banyak sesuai perintah Tetua Hu.” Berbeda dengan Jia Li, Fei Chen justru menambah santapannya dengan mengambil Sup Elang Halilintar dan Sate Ayam Petir.
“Dari daging Binatang Iblis dan rasanya sangat nikmat. Ini sangat membantu perkembangan kita bukan, Saudara Fei?” Tian Zhou terlihat menikmati Sate Ayam Petir dan juga Sup Elang Halilintar.
Fei Chen mengangguk. Dia sependapat dengan Tian Zhou. Saat di Lembah Pedang, dia selalu meminta Luo Rou membuat masakan dari daging Binatang Iblis yang dia simpan di Dimensi Naga.
“Apa kau tidak ingin menambah Li‘er?” Tian Hu tersenyum karena melihat Jia Li menahan diri.
Fei Chen mengambil kembali semangkuk Sup Elang Halilintar dan sepiring Sate Ayam Petir lalu memberikannya pada Jia Li.
“Jangan keras kepala, makanlah. Kita sudah melakukan perjalanan yang jauh. Walaupun tidak ada halangan yang berarti, tetapi besok kita harus bertanding di Turnamen Harimau Yin. Persiapan kita singkat, Lili.”
Fei Chen menyadari rombongannya sampai saat hari menjelang sore dan malamnya mereka menginap sedangkan keesokan harinya mereka akan langsung mengikuti Turnamen Harimau Yin.
Tidak ada waktu untuk beristirahat penuh selama sehari ataupun menikmati keindahan alam Lembah Naga. Fei Chen mengingatkan hal itu pada Jia Li agar tetap menjaga staminanya.
“Chen‘er, apa kau mengincar posisi pertama di turnamen ini? Dalam artian kau ingin menjadi juara.” Tian Hu bertanya di sela-sela perbincangan Fei Chen dan Jia Li.
Sejenak Fei Chen terdiam. Sebenarnya Fei Chen tidak terlalu berambisi ataupun tertarik mengikuti dan mengejar gelar di Turnamen Harimau Yin, tetapi dia ingin mengharumkan nama Feng Lao selalu gurunya ataupun Lembah Pedang yang telah menerima dirinya selama dua tahun belakangan ini.
“Tetua Hu, Junior hanya ingin mengetahui seberapa jauh perkembangan Junior selama dua tahun ini. Tetapi mengincar posisi puncak adalah tujuan utama Junior karena ini menyangkut nama Lembah Pedang dan Guru,” jawab Fei Chen.
Tian Hu tersenyum mendengar jawaban Fei Chen.
‘Semoga saja tidak terjadi hal yang diinginkan. Lembah Pedang sangat beruntung memiliki orang sepertimu yang menjadi anggotanya, Chen‘er.’ Tian Hu membatin sambil memperhatikan Fei Chen.
Menurut Tian Hu potensi Fei Chen tidak terbatas. Usianya masihlah muda bahkan lebih muda dari sederat nama yang dijagokan juara. Tian Hu sangat yakin dimasa depan Fei Chen akan melebihi dirinya ataupun Feng Lao.
“Jangan lupa setelah ini istirahat.” Tian Hu kembali memberi peringatan pada Tian Zhou, Fei Chen dan Jia Li agar tidak tidur terlalu larut malam.
Detik demi detik kian berlalu dan keramaian orang mulai mendatangi Lembah Naga demi menyaksikan langsung Turnamen Harimau Yin.