
PPFC 331 - Nampak Sehat Dan Besar
Akhirnya Fei Chen dapat kembali menggunakan Qi, dia memutuskan untuk membaringkan tubuhnya dan memperkuat jiwa serta roh tubuhnya. Namun para pendekar Benteng Lembah Pedang mengira Fei Chen dalam kondisi yang lemah.
“Tuanku, berkatmu kutukan yang diberikan Raja Iblis keparat itu telah lepas. Kami bukanlah budak ataupun peliharaannya. Untuk membantu ambisimu menghentikan Sembilan Kekacauan Surgawi, aku Hukong, Yulong, Deshe dan Fengxue akan membantu.” Hukong bersujud dan memberi hormat kepada Fei Chen yang tengah mengganti pakaian.
Fei Chen sendiri bisa merasakan energi dalam tubuhnya terasa berbeda, “Apa semua ini berkat Tubuh Dewa Naga? Jika benar begitu, maka untuk mengalahkan Sun Yelong, aku membutuhkan bantuan dari Yu‘er, Ya‘er dan Ying‘er yang telah menerima darah dan tubuh istimewa dari diriku.”
Hukong memberi saran, “Tuanku, kau tidak perlu bertarung sendirian, seharusnya kau melihat sekelilingmu. Bukankah kau memiliki banyak anggota yang hebat?”
Benar kata Hukong, anggota Istana Naga Neraka Terdalam bukanlah berisikan pendekar lemah. Fei Chen mengetahui hal itu bahkan rumor tentang pertempuran besar untuk membalas perbuatan Sun Yelong menggema di Kekaisaran Chu.
“Aku mengerti, Hukong. Aku mempercayai mereka semua. Aku hanya ingin membersihkan para keparat yang masih ada disekitar orang terdekatku agar aku bertarung tanpa mengkhawatirkan apa yang terjadi disini ataupun di Kekaisaran Ma,” ucap Fei Chen mantap.
“Setelah ini kita akan kemana Tuanku?” tanya Hukong.
“Aku akan mencari petunjuk terakhir di sekte ini dan Ibukota-” Fei Chen tidak menyelesaikan perkataannya saat merasakan hawa keberadaan Luo Rou mendekat.
“Cih, kenapa dia bergerak cepat ke kamarku?!” Fei Chen belum memakai pakaiannya, bahkan dia baru saja melepaskan pakaian kotornya sehingga saat pintu terbuka, Luo Rou melihat pemandangan polos Fei Chen.
“Chen‘er!”
Sementara Fei Chen berdiri tidak percaya, Luo Rou mematung menatap tubuh polos Fei Chen dan menelan ludah.
“Kata mereka kau terbaring lemah? Jadi Bibi bergegas kemari... ” Mulut Luo Rou membentuk huruf O dan berhenti berbicara saat matanya menatap inti Fei Chen dengan mata yang kagum.
“Rourou! Bagaimana keadaan Chen‘er?!” Qie Shie yang baru sampai langsung terkejut dan tanpa sadar berkata, “Sepertinya dia nampak sehat... Bentuknya ternyata seperti itu... Besarnya...”
“Kalian berdua dilarang melihat tubuh Tuanku!” Hukong mendorong kedua wanita paruh baya yang memerah wajahnya, sedangkan Fei Chen terlihat santai dan memakai pakaiannya.
“Tuanku, kenapa kau terlihat santai dan biasa saja? Seharusnya kau berteriak Kya! Atau kau tersipu malu!” Hukong menoleh kebelakang dan melihat Fei Chen yang menggelengkan kepalanya.
Hukong membatin, ‘Mentang-mentang sudah pulih dia berani mengancamku!’
Sementara itu Luo Rou dan Qie Shie masih terbayang-bayang bentuk tubuh Fei Chen yang indah dan menggoda. Paras yang rupawan dengan tubuh yang terjaga dan keperkasaan yang luar biasa tentu saja membuat sisi wanita kedua wanita paruh baya itu bangkit.
‘Kenapa aku malu? Bukankah dulu aku sering melihat Chen‘er mandi... Sepertinya kata Shieshie benar, Chen‘er bukanlah seorang bocah lagi... Dia menatapku sebagai seorang wanita dan bukan sebagai Ibu angkat.’ Luo Rou memejamkan matanya dan menghela nafas panjang, namun sesuatu yang muncul didalam kepalanya adalah keperkasaan Fei Chen.
Berulang kali Luo Rou menggelengkan kepalanya dan berusaha menghilang gambaran keperkasaan Fei Chen, namun tetap saja hal itu sulit dilakukannya.
Akhirnya Luo Rou bergerak menuju ruangannya dan berniat membersihkan tubuhnya. Sedangkan Qie Shie juga mengalami hal yang sama namun yang berbeda wanita paruh baya itu semakin tertarik untuk menggoda Fei Chen.
“Chen‘er, apa kau memiliki perasaan kepada Bibimu itu?” Melihat Fei Chen menuju teras, Qie Shie mengikutinya dan bertanya.
“Bibi Qie, jangan membahas itu. Daripada itu, aku merasa Deshe tidak kembali... Apa kalian berdua berhasil menjinakkannya?” Seperti biasa sikap Fei Chen yang seperti ini membuat Qie Shie tersenyum.
“Aku mengatakan padanya jika kami berdua adalah calon istrimu dan ternyata ular itu percaya. Sekarang dia sedang bergerak menuju tempat keberadaan Ranran, maksudku Bibi Hong mu.” Qie Shie menjelaskan.
‘Wanita dewasa berbahaya...’ Batin Fei Chen saat melihat senyuman Qie Shie.
Tak lama Qie Shie duduk disamping Fei Chen dan berbisik lembut, “Chen‘er, apa Bibi tidak pantas untukmu? Bibi memang memaksamu berjanji, tetapi saat itu hanyalah...”
Fei Chen menyentuh pipi Qie Shie dan mengecup singkat bibirnya, “Maaf membuatmu menunggu, Bibi Qie. Jangan katakan apapun lagi. Saat aku berjanji, pasti akan kutepati.”
Qie Shie tersenyum mendengarnya dan langsung mendekatkan kepalanya, “Besok aku butuh bukti darimu Chen‘er...”
Dengan lekuk tubuh yang menggoda, Qie Shie sengaja menggoyangkan pinggulnya dihadapan Fei Chen.
Setelah itu Qie Shie berjalan menuju ruangan Luo Rou meninggalkan Fei Chen yang duduk dengan tenang menatap dirinya.