Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 145 - Kedatangan Sekte Seribu Pedang


PPFC 145 - Kedatangan Sekte Seribu Pedang


Dihari kesebelas pertempuran puncak yang terjadi di Lembah Naga itu memakan banyak korban jiwa. Yang lebih mengenaskan kedua belah pihak kebanyakan kehilangan pilar mereka ataupun pendekar muda berbakat.


Pertarungan antara Liang Shao melawan Lin Zhou berakhir dengan kematian Lin Zhou. Luka yang diterima Liang Shao parah bahkan pria itu sudah diambang batas.


Tidak lama setelah kematian Lin Zhou, pertempuran kembali dibuat gempar dengan kematian Wei Hongyun.


“Yu‘er, Lian‘er, kalian berdua pergilah dari sini! ” Fang Huo melihat pertempuran ini semakin kacau.


Murong Liuyu sendiri tidak pernah menyangka dirinya akan terlibat dalam pertempuran besar ini terlebih melawan Lembah Naga.


Tanpa menoleh Murong Liuyu membawa Yue Lian pergi namun keduanya dihadang oleh Long Xiaoya.


“Aku tidak akan membiarkan kalian berdua pergi!” Long Xiaoya menatap dingin Murong Liuyu dan Yue Lian sebelum menciptakan sepuluh Elang Api dan sepuluh Harimau Api yang mengepung keduanya.


Disaat Murong Liuyu hendak menarik pedangnya, tiba-tiba suara lantang Liang Shao menggema.


“Turunkan senjata kalian semua! Pertempuran telah berakhir!”


Semua orang menatap kearah Liang Shao yang berdiri di hadapan Lin Zhou sambil memegang pedang milik Lin Zhou.


“Jangan biarkan amarah merasuki kalian! Semoga dengan ini kita bisa kembali seperti dulu lagi!”


Liang Shao menusuk ulu hatinya dan merobek perutnya. Semua orang terkejut melihat kejadian ini saat melihat ekspresi senyum Liang Shao sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.


“Tetua Liang!”


Murong Liuyu dan Yue Lian terkejut melihat hal yang dilakukan Liang Shao. Disisi lain kedua belah pihak mulai berhenti bertempur akibat seruan lantang Liang Shao sebelum menjelang kematiannya.


Di awan terlihat Dao Tao dan Long Jirou yang sama-sama imbang dan telah kehilangan banyak tenaga dalam. Keduanya sudah tidak dalam kondisi fit untuk melanjutkan pertarungan.


“Hanya beberapa saja yang tersisa? Apa yang kita dapatkan dari semua ini?” Long Jirou tersenyum kecut dan terbang rendah.


Dao Tao menyadari sulitnya untuk berdamai setelah melihat bagaimana kematian banyak pendekar muda. Bahkan di pihaknya sekarang Wei Hongyun mati ditangan Ce Changlai.


“Saudara Long, sebaiknya kita hentikan pertempuran ini.”


Dao Tao terbang rendah dan hendak berdiri disamping Long Jirou, namun sebelum Dao Tao melakukan itu sebuah pedang menghunus perutnya dan itu dilakukan Ce Changlai.


“Kau tidak akan bisa menghentikan pertempuran ini!”


Ce Changlai gagal menusuk organ vital Dao Tao dan pemuda itu segera menjaga jarak saat Dao Tao melepaskan aura pembunuh.


Dao Tao hendak menoleh melihat Long Jirou, namun kondisi kakek sepuh itu sama seperti dirinya karena ditusuk oleh Yun Zhangzhang.


“Junior Yun, apa yang kau lakukan?!”


Yun Zhangzhang berhasil menusuk perut Long Jirou, walaupun Long Jirou berhasil menghindari tusukan itu mengenai organ vital.


“Bukankah sudah jelas?! Aku ingin membunuhnya! Tetapi sayang sekali dia menghindari seranganku ini!”


Yun Zhangzhang tersenyum menyeringai sebelum suara tulang-tulang dalam tubuhnya terdengar seperti dentumam retakan.


“Drama yang sangat menarik! Bukankah sudah saatnya untuk mengakhiri semuanya benar bukan Saudaraku Ce?!” Tubuh Yun Zhangzhang tiba-tiba dipenuhi aura pekat mengerikan bahkan kemampuannya sekarang setara dengan Pendekar Langit Tahap Menengah.


Dao Tao dan Long Jirou kesulitan bernafas berada di sekitar Yun Zhangzhang bahkan keduanya langsung terduduk lemas. Hal yang sama terjadi pada Ce Changlai yang tiba-tiba tubuhnya berubah menjadi warna merah darah.


“Sangat membosankan selama puluhan menyamar jadi anggota kalian... Tetapi semuanya berakhir hari ini. Era baru akan lahir dengan musnahnya dua sekte terkuat ini.”


Ce Changlai tersenyum menyeringai saat melihat wajah tidak percaya Long Jirou.


“Tidak mungkin! Jadi kau adalah dalang semua ini?!” Long Jirou tidak habis pikir jika selama dirinya tidak sadar akan pengkhianatan Ce Changlai.


Sosok Ce Changlai dimatanya tidak pernah memiliki ambisi yang berlebihan bahkan kemampuan biasa saja, namun semenjak kematian Lin She, pemuda itu berubah.


Dan semua itu hanyalah kepalsuan belaka. Hal yang sama juga terjadi pada Yun Zhangzhang yang menurut Dao Tao adalah pria termuda yang menjadi Tetua Lembah Persik.


“Aku yang telah membunuh Wei Biao, Partriark Long.” Ce Changlai tersenyum lebar saat mengatakan itu sebelum kembali berkata, “Dan aku juga yang telah membunuh anaknya.”


Dao Tao dan Long Jirou segera menatap Yun Zhangzhang yang tertawa keras sambil memegang kepalanya.


“Aku yang membunuh Lin She dan Liu Chuxing agar perang ini tercipta! Aku tidak peduli siapa pemenangnya tetapi semua ini berjalan sesuai rencana!”


Saat Yun Zhangzhang dan Ce Changlai menunjukkan identitasnya, tiba-tiba serangan dari arah timur datang dan membuat para pendekar yang terluka dari kedua belah pihak langsung tewas.


“Akhirnya datang juga.” Yun Zhangzhang tersenyum lebar karena mengetahui siapa yang datang.


Sementara itu ekspresi Dao Tao dan Long Jirou memburuk begitu juga dengan semua pendekar Lembah Naga dan Lembah Persik yang tidak mungkin melanjutkan pertempuran.


“Sepertinya aku belum terlambat menyaksikan kematian kedua jagoan terhebat di Kekaisaran Yin!”


Suara yang tidak asing terdengar dan membuat Dao Tao dan Long Jirou langsung mengenal pemilik suara tersebut.


“Qie Xuexuan!”