Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 167 - Kota Pertanian, Wujin.


PPFC 167 - Kota Pertanian, Wujin.


Sesampainya di Daerah Wujin, Fei Chen disambut hangat oleh seorang kakek sepuh bernama Wu Hutong.


“Selamat datang di Wujin, Yang Mulia...” Wu Hutong bersujud dihadapan Fei Chen dan Fei Chen menahan tindakan yang akan dilakukan oleh Wu Hutong tersebut.


“Kakek, tidak perlu sejauh itu. Bagaimanapun aku ini lebih muda darimu.”


Wu Hutong tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Dia tetap memberi hormat kepada Fei Chen dan itu membuat semua penduduk Wujin yang melihat hal ini langsung berdatangan.


“Bagaimanapun anda adalah seorang Kaisar Ma. Tidak peduli seberapa muda usia anda, sudah seharusnya hamba melakukan ini pada penguasa negeri ini.”


Fei Chen terdiam mendengar ucapan Wu Hutong sebelum akhirnya dirinya diajak untuk pergi ke kediaman kakek sepuh tersebut.


“Kakak Liu, kondisi disini sepertinya cukup parah...” Jia Li bisa melihat jelas jika banyak orang-orang yang kelaparan serta bangunan yang tidak layak digunakan.


“Aku tidak tahu Kekaisaran Ma separah ini...” Liu Xianlin merasa sedih saat mengetahui jika orang-orang disekitarnya mengalami keterpurukan.


Setelah tiba di kediaman Wu Hutong yang sangat sederhana, Wu Hutong mengajak Fei Chen masuk kedalam bersama Liu Xianlin dan Jia Li.


“Yang Mulia, apa tujuan anda kemari?” Wu Hutong langsung bertanya dan terlihat kakek sepuh itu seperti ketakutan.


Fei Chen bisa mengetahui jika dirinya ditatap penuh kebencian oleh penduduk Wujin. Mengetahui jika kebanyakan penduduk Wujin masih terpengaruh oleh kekejaman kekuasaan Ma Zhangsun membuat Fei Chen mengatakan tujuannya kepada Wu Hutong.


Wu Hutong terkejut mendengar tujuan mulia Fei Chen. Pemuda itu berterus terang dan membuat Wu Hutong merasa bersalah karena mengira Fei Chen sama seperti Ma Zhangsun.


“Kakek Wu, mungkin aku akan berada disini selama sebulan lebih. Selama itu aku ingin mengetahui struktur wilayah Wujin.” Fei Chen berkata.


Wu Hutong menaruh tiga cangkir berisi minuman hangat dan juga cemilan ala kadarnya. Sedangkan Fei Chen melihat ke arah ranjang peyot dimana terlihat seorang wanita tua renta sedang sakit terbaring disana.


“Kakek Wu, jika tidak keberatan bisakah aku memeriksa kondisi istrimu?” Fei Chen menebak jika wanita itu adalah istri Wu Hutong.


Wu Hutong menceritakan jika Daerah Wujin dikenal memiliki banyak para pekerja kasar yang tidak mendapatkan upah dan mereka semua bekerja dibawah perintah Guan Ji Ma atas izin Ma Zhangsun.


Fei Chen hanya mengangguk pelan sambil memeriksa denyut nadi istri Wu Hutong. Racun didalam tubuh istri Wu Hutong memang sudah tertanam lama tetapi Fei Chen dapat menyerapnya menggunakan Tubuh Raja Neraka dengan cara menarik aura yang dimiliki istri Wu Hutong.


Proses ini berlangsung singkat dan itu membuat Wu Hutong, Jia Li dan Liu Xianlin yang menyaksikan tercengang saat tiba-tiba tubuh istri Wu Hutong bangkit dari tidur panjangnya.


“Istriku...” Wu Hutong yang berlinang air mata langsung memeluk tubuh istrinya.


“Kakek Wu, berikan ini padanya secara rutin mengingat dirinya tidak menggerakkan tubuhnya selama beberapa tahun.” Fei Chen memberikan sejumlah sumber daya pada Wu Hutong.


Lalu Fei Chen memberikan ruang pada Wu Hutong berbicara dengan istrinya. Perbuatan Fei Chen ini membuat Jia Li dan Liu Xianlin bertanya pada pemuda itu tentang kondisi istri dari Wu Hutong.


“Dia baik-baik saja. Daripada itu, malam ini kita tidak memiliki tempat untuk tidur bukan?” Fei Chen menghela nafas mengingat Daerah Wujin memiliki banyak keterbatasan.


“Yang Mulia, terimakasih! Aku ucapkan beribu-ribu terimakasih padamu! Katakan padaku bagaimana aku membalas kebaikanmu ini?!” Wu Hutong bersujud di depan Fei Chen dan membuat pemuda tersenyum canggung.


“Aku tidak pamrih, Kakek Wu. Angkat kepalamu...” Tiba-tiba suara Fei Chen terdengar tenang dan itu membuat Wu Hutong mengikuti ucapan pemuda itu.


“Kakek Wu, besok kita akan mulai untuk merenovasi seluruh bangunan yang ada di Wujin. Aku mohon bantuannya...”


“Merenovasi?” Wu Hutong kebingungan namun akhirnya dia menyanggupi permintaan Fei Chen.


___


Jangan baca doang.


Support penulis dengan cara memberikan poin/koin sebagai bentuk dukungan penuh kalian kepada penulis. Kalaupun tidak memberikan memberikan poin/koin, kalian bisa support penulis dengan cara lain seperti memfollow akun penulis, memberikan like dan komentar serta membagikan karya ini kepada teman kalian. Apresiasi kalian sangat berarti untuk penulis agar semangat update disetiap chapternya.