Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 150 - Menerima Takdirnya


PPFC 150 - Menerima Takdirnya


Keesokan harinya suasana di Lembah Naga masih sunyi terlebih para pendekar melakukan pembersihan secara gotong royong.


Saat Fei Chen sedang duduk dengan tenang setelah bermeditasi, Murong Liuyu menghampirinya dan menanyakan hubungan antara pemuda itu dengan wanita berambut putih.


Fei Chen memberitahu kepada Murong Liuyu jika Su Xiulan adalah istri pertamanya. Melihat pemuda itu tidak menyangkal sedikitpun tentang sebuah hubungan khusus dengan Su Xiulan membuat wajah Murong Liuyu memerah.


“Istri pertama? Ucapanmu seolah-olah akan memiliki istri kedua, ketiga dan seterusnya...”


Murong Liuyu menatap Fei Chen tajam dan penuh kecurigaan jika wanita bertubuh seksi dengan gaun berwarna merah muda juga adalah istrinya.


“Entahlah... Mengapa Senior Murong penasaran dengan hal itu?” Fei Chen menatap Murong Liuyu untuk memastikan.


“Aku...” Murong Liuyu terlihat acuh walaupun sebenarnya dia begitu penasaran, “Aku tidak peduli! Terserah dirimu memiliki istri lima puluh sekalipun itu adalah hak mu dan tidak ada hubungannya denganku!”


Setelah mengatakan itu Murong Liuyu pergi meninggalkan Fei Chen.


“Ada apa dengannya itu?” Fei Chen menggelengkan kepalanya sebelum akhirnya dia meratapi kejadian ini.


“Kekacauan ini hanyalah awalnya...” Fei Chen bergumam pelan sebelum akhirnya Su Xiulan datang secara tiba-tiba dan duduk disampingnya.


“Ya, ini adalah awalnya Suamiku...”


Fei Chen tersentak kaget karena dia tidak pernah mendeteksi hawa keberadaan Su Xiulan yang menghilang.


“Saat Lima Raja Iblis Agung melakukan pergerakan. Mereka tidak mengotori tangannya kecuali situasi benar-benar terdesak. Kekacauan di Benua Sembilan Petir dan Benua Tujuh Bintang hanyalah awal.”


Su Xiulan menjelaskan pada Fei Chen jika Lima Raja Iblis Agung terikat janji untuk tidak saling menyerang. Namun berbeda jika mereka menggunakan pihak ketiga ataupun dengan memanipulasi orang lain.


Selain itu yang paling dikhawatirkan oleh Su Xiulan adalah tindakan Raja Iblis Mao Gang dan Raja Iblis Naga Sun Yelong.


“Suamiku, aku adalah Jelmaan Dewi Iblis. Tujuan utama Mao Gang adalah mencariku dan mereka tidak menemukan petunjuk. Aku yakin Mao Gang mencari Tujuh Permata Bintang karena ingin memancing dirimu walaupun tujuan utamanya membuat kekacauan dengan membuka gerbang Dunia Bawah.”


Jika bukan karena Kekaisaran Yang dan Kekaisaran Jia dikendalikan oleh Raja Iblis lainnya, maka Raja Iblis Naga Sun Yelong akan melanjutkan pembantaian.


“Xiu‘er, bukankah Sun Yelong kuat? Bagiku dia sangat kuat karena dapat berubah menjadi Naga yang membawa kehancuran. Apa dia takut terhadap Mao Gang dan orang dibalik layar Kekaisaran Yang?”


Mendengar Fei Chen bertanya justru membuat Su Xiulan tersenyum bangga. Wanita berambut putih itu mencubit gemas pipi Fei Chen.


“Pertanyaan yang bagus muridku.” Senyuman manis Su Xiulan membuat Fei Chen tersenyum tipis.


“Mereka memang kuat tetapi kau harus tau jika mereka bertempur maka kerugian besar akan menimpa mereka. Selain itu pertempuran antar Raja Iblis Agung akan melemahkan kekuatan mereka dan membuat yang lainnya semakin kuat. Mereka bertindak secara hati-hati dan tidak gegabah.”


Su Xiulan menatap Fei Chen saat pemuda itu terlihat seperti sudah menemukan jawabannya.


“Jadi apa yang akan kau lakukan, Suamiku?”


Fei Chen berdiri dan mengulurkan tangannya sebelum menjawab, “Aku akan memperkuat dan memperluas pengaruh Istana Naga Neraka Terdalam.”


“Ide yang menarik, aku akan membantumu. Tetapi kau harus ingat Suamiku jika identitasmu adalah Kaisar Ma. Kau harus ingat jika seorang Kaisar itu harus kuat, bijaksana dan memiliki banyak wanita.”


Su Xiulan menceritakan bahwa di tanah kelahirannya yang telah menghilang dari peta dunia memiliki seorang Kaisar yang sangat bijaksana dan memiliki empat puluh wanita yang menjadi permaisuri dan selirnya.


“Aku harap kau menjadi Kaisar yang seperti itu.” Su Xiulan ingin Fei Chen menjadi Kaisar Ma yang bijaksana dan mampu membuat negeri itu menjadi tempat yang damai.


Namun Fei Chen salah mengartikan ucapan Su Xiulan, ‘Empat puluh wanita? Apa dia ingin aku menjadi penguasa yang memiliki segalanya dan memiliki banyak wanita?’


Su Xiulan memperhatikan ekspresi serius Fei Chen dan bertanya, “Apa kau memikirkan hal aneh?”


“Ah, tidak. Hanya saja aku akan berusaha menjadi orang seperti yang kau minta. Tetapi jangan terlalu berharap karena aku lebih menyukai diriku yang seperti ini dan aku tidak ingin melakukan kepalsuan menjadi orang lain.”


Setelah berkata demikian Fei Chen berjalan menuju tempat pertemuan untuk membahas masalah masa depan dunia persilatan bersama tokoh Lembah Naga dan Lembah Persik yang tersisa.


Fei Chen sendiri sudah memutuskan untuk menerima takdirnya menjadi salah satu pemilik kekuatan Sembilan Kekacauan Surgawi dan dia berniat menjadikan Benua Tujuh Bintang dan Benua Sembilan Petir sebagai wilayah kekuasaannya.