
PPFC 199 - Ratapan Liuyu
Arus sungai menyeret tubuhnya dan keheningan tebing membuatnya membisu saat tubuhnya terdampar di suatu tempat yang tidak gadis ini kenal. Namun gadis ini mengetahui jika tempat ini merupakan bagian wilayah Lembah Sunyi.
“Sudah hampir dua hari aku hanyut dan racun didalam tubuhku ini sepertinya tidak bisa diselamatkan...” Gadis ini adalah Long Xiaoya yang sekarang sedang mengistirahatkan tubuhnya didalam gua.
“Apakah Senior Murong baik-baik saja?” Membayangkan apa yang terjadi pada Murong Liuyu membuat Long Xiaoya berdiri dan bergegas pergi namun seketika tubuhnya lunglai tak bertenaga.
“Arrgggg!” Long Xiaoya merasakan jantungnya yang begitu sakit seperti diremas dan membuatnya mengerang kesakitan.
Nafasnya lemah dan wajahnya pucat pasi sebelum akhir Long Xiaoya pingsan karena kehilangan kesadarannya.
Racun yang ada dicambuk Shu Houshan akan merenggut nyawanya begitu juga dengan nyawa Murong Liuyu jika keduanya tidak segera mendapatkan pertolongan. Namun melihat kondisi Long Xiaoya yang sudah parah, nyawa gadis ini terancam melayang.
Sementara itu Murong Liuyu terus menyusuri Lembah Sunyi dan mencari keberadaan Long Xiaoya, dirinya mendapatkan luka dalam yang sangat parah. Gadis ini memaksakan tubuhnya untuk bergerak hingga sekarang wajahnya pucat pasi dan membiru.
“Uhuk... Uhuk...” Murong Liuyu batuk darah dan ini sudah dia alami selama dua hari belakangan ini.
Kondisi Murong Liuyu sekarang lebih parah dari Long Xiaoya karena gadis ini mencoba untuk terus bergerak dan memulihkan tenaga dalamnya secara paksa tanpa mempedulikan titik-titik meridiannya yang terbuka dan membuat racun itu masuk ke dalam sel-sel saraf nya.
Tindakan ini membuat Murong Liuyu selangkah lebih cepat dari Long Xiaoya menjadi lumpuh. Parahnya sekarang Murong Liuyu menahan rasa sakit jantungnya yang seperti diremas dan ingin menghancurkannya.
“Argh!” Murong Liuyu berguling di tanah dan mengerang kesakitan sambil memegang dadanya yang membiru.
“Kenapa aku berakhir menyedihkan seperti ini?” Murong Liuyu menangis putus asa karena baru menjalankan tugasnya sebagai Matriark Benteng Lembah Persik, namun dia bertindak berdasarkan amarah dan kebenciannya untuk melenyapkan aliran hitam secara total.
Saat Murong Liuyu meratapi nasibnya yang menyedihkan, suara langkah kaki terdengar disusul suara orang-orang yang mengobrol.
“Senior Houshan, apa benar ada yang menyusup ke Lembah Sunyi? Sepertinya kehadiran Istana Mawar Biru sangat mengganggu kita! Terlebih kedatangan dua tikus betina itu!”
‘Suara ini!’ Murong Liuyu langsung berkeringat dingin saat mengetahui jika dirinya dalam berbahaya. Langkah kaki itu semakin mendekat, dengan cepat Murong Liuyu bersembunyi.
Entah karena keberuntungannya atau ini akan menjadi akhir darinya, namun saat itu juga titik-titik meridian dalam tubuh Murong Liuyu telah menyatu dengan racun membuat dirinya kehilangan hawa keberadaan dan kesempatan menjadi seorang pendekar.
‘Ini lebih baik, daripada aku berakhir menjadi mainannya mereka...’ Perih Murong Liuyu merasakan ketidakberdayaannya.
“Tdak ada siapapun disini, Senior Houshan!” Salah satu pria berbadan kekar menyapu seluruh wilayah disekitarnya namun tidak menemukan siapapun selain beberapa hewan seperti rusa dan kelinci yang sedang memakan rumput.
“Dan aku tidak merasakan hawa keberadaan siapapun disini...” lanjut pendekar berbadan kekar tersebut.
Shu Houshan juga demikian. Dia sangat yakin dirinya merasakan hawa keberadaan seseorang. Merasa lokasi yang dia datangi tidak ada seorang penyusup, akhirnya Shu Houshan mengajak anggotanya kembali markas.
Namun di tengah perjalanan mereka bertemu dengan Guan Han yang merupakan adik dari Guan Zhou. Mengetahui Guan Han berniat menangkap dua penyusup yang terdeteksi aura tubuhnya, Shu Houshan meminta Guan Han menyerahkan dua penyusup itu pada dirinya.
“Aku tidak masalah, tetapi apa kau tidak menemukan siapapun di gua tempat biasa kau menikmati para gadis dan wanita Sekte Seribu Pedang dahulu?” ledek Guan Han seraya tertawa.
Shu Houshan berdecak kesal, “Tiga hari yang lalu aku kehilangan dua tikus betina itu! Aku akan melampiaskan kemarahanku ini dengan membunuh dua penyusup ini! Aku sangat yakin dua penyusup yang kau maksud adalah mangsaku yang sempat melarikan diri!”
Kembali Guan Han tertawa mendengar jawaban Shu Houshan. Keduanya bergerak ke lokasi yang mereka tujuan dan berpisah. Guan Han berniat kembali namun dia ingin memastikan lebih dulu perkataan Shu Houshan karena dia merasakannya sendiri jika ada tiga hawa keberadaan yang memasuki Lembah Sunyi.
Bersama bawahannya Guan Han bergerak menuju lokasi yang telah dia tentukan.
“Ambisiku untuk menguasai tahta gagal! Aku sudah membunuh Guan Zhou bersama Guan Ji Ma, tetapi dia sudah mati ditangan bocah keparat itu!“ Guan Han tiba-tiba melepaskan aura pembunuh yang membuat Binatang Iblis berlari ketakutan.
‘Bagaimanapun juga rencana kami akan berhasil, selagi beliau tidak mengetahui maksud tujuanku dan Ketua Sun.’ Guan Han membatin dan menatap gua yang menjadi tempat persinggahan Murong Liuyu sebelum menyusuri wilayah tersebut menuju tebing bekas tempat pertempuran.