
PPFC 363 - Sayuri
Jugo dipenuhi selimut kebencian saat mengetahui Sayuri berada bersama Fei Chen. Perasaan cemburu dan kecewaan didalam hati Jugo membuatnya menatap Sayuri rendah.
“Pantas saja kau terlihat ingin sekali membunuhku! Rupanya kalian sudah saling mengenal! Kau mendapatkan pelayanan apa dari jalangg ini?!” Jugo tertawa mengejek setelah berteriak lantang pada Sayuri dan Fei Chen.
“Murahan...” Jugo melanjutkan dan membuat Sayuri meneteskan air mata.
“Jugo, aku mengira kau dapat menebus kesalahanmu tetapi rupanya tidak. Percuma aku berharap kau dapat berubah pikiran.” Fei Chen menghela nafas dan langsung menekan pergerakan Jugo dengan aura pembunuh.
“Tidak ada pilihan lain. Kau harus mati disini!” Fei Chen langsung memainkan pedangnya dan menyerang Jugo agresif.
Sebaliknya Jugo terkejut mendapatkan perlawanan yang sengit dari Fei Chen. Pertarungan keduanya untuk sementara terlihat seimbang namun pada akhirnya Fei Chen mendominasi sebelum Jugo dengan liciknya mengincar Sayuri.
Alih-alih berniat membunuh Sayuri, Jugo justru membuat terbunuh dengan kepala terpotont sebelum katana miliknya menyentuh Sayuri.
Melihat Jugo mati dengan cara mengenaskan, Sayuri menjadi syok. Sayuri syok bukan karena kematian Jugo, tetapi karena Jugo berusaha membunuhnya.
“Nyonya, maaf tetapi aku tidak memiliki waktu untuk memenangkan dirimu. Aku masih ada urusan untuk melawan rekan-rekan sialan ini.” Fei Chen hendak berpamitan namun Sayuri menahannya.
Sayuri menatap lekat Fei Chen dan langsung melepas paksa topeng iblis tersebut. Mata Sayuri melebar melihat paras Fei Chen.
“Nyonya apa yang anda lakukan?” Fei Chen mengambil kembali topeng tersebut namun Sayuri kembali menahannya.
“Kenapa kau melindungiku? Apa kau memilki perasaan padaku?” Sayuri ingin mencoba bagaimana perasaan Fei Chen sebagai pria. Apakah Fei Chen sama seperti pria lain yang ada dipikiran Sayuri atau justru sebaliknya.
“Saat aku mengatakan aku akan melindungimu, aku akan melindungimu. Aku pernah mengatakan bahwa kau akan baik-baik saja, jadi selama kau dibawah pengawasanku maka kau akan baik-baik saja Nyonya.” Jawaban Fei Chen tidak membuat Sayuri puas.
“Aku tanya bagaimana perasaanmu padaku...” Tangan Sayuri menyentuh dada Fei Chen dan kepalanya bersandar disana.
“Tidak ada. Untuk sekarang aku sama sekali tidak ada perasaan padamu Nyonya. Alasanku menolongmu karena kondisi tubuhmu istimewa. Kau memiliki Nadi Petir Bumi dan selama ini energi Yin milikmu masih suci. Aku tidak ingin kau ternoda Nyonya.” Fei Chen mengatakan yang sejujurnya kepada Sayuri.
Untuk orang yang mendapatkan Pedang Sembilan Petir, tentu saja Nadi Petir Bumi ditubuh Sayuri sangat berharga bagi Fei Chen.
“Kau memanfaatkan kondisi tubuhku! Kau mengatakan diriku masih suci dan nyatanya aku sudah ternoda! Aku menjijikkan-”
Jari telunjuk Fei Chen menyentuh bibir Sayuri. Lalu Fei Chen tersenyum hangat.
“Nyonya, kau tidak menjijikkan dan kau tidaklah kotor. Selama ini kau tidak menemukan pria yang menerimamu apa adanya. Kau harus mengetahuinya, aku tidak akan bertindak lebih pada seorang wanita jika aku tidak tertarik dengannya. Saat kau mengatakan diriku ini sama seperti mendiang suamimu, aku melihat sejuta kebencian dimatamu. Maka dari itu aku memilih diam,” ucap Fei Chen.
Sayuri terkejut. Wajahnya bersemu merah, ‘Kenapa aku malu? Dia lebih pantas menjadi anakku dibandingkan seorang pria!’ Batin Sayuri bergelut.
“Jadi kau bertindak sejauh ini karena memiliki perasaan padaku...” Sayuri memeluk tubuh Fei Chen dan menangis.
Sebelum Fei Chen menyelesaikan ucapannya Sayuri menciumnya. Fei Chen terkejut untuk sesaat namun tak lama dia membalas bahkan lebih panas.
Sayuri yang memulai dan Fei Chen terbawa suasana hingga akhirnya mereka berdua berada didalam kamar.
“Nyonya-” Fei Chen hendak melepaskan pakaian atas Sayuri namun wanita itu menahannya.
“Panggil aku Bibi Sayuri, bocah. Buat aku percaya padamu jika kau memiliki perasaan padaku...” Sayuri membuka pakaian atasnya sendiri lalu kembali berbaring.
Fei Chen mengangguk dan menindih tubuh indah Sayuri. Keduanya berpacu dengan waktu sebelum akhirnya mata Sayuri melebar dan mulutnya tercekat.
“Bocah! Ini...” pekik Sayuri saat melihat tubuh polos Fei Chen.
Fei Chen mendekat dan menindih tubuh Sayuri sambil membuka kedua pahanya lebar.
“Bibi Sayuri, boleh aku memulainya?” Fei Chen bertanya.
Sayuri menelan ludah dan mengangguk. Dengan dorongan yang lembut pekikan Sayuri terdengar keras.
“Haaaakkksss!” Sayuri meneteskan air mata. Dia merasa dirinya kembali seperti perawan saat Fei Chen menyatukan tubuh mereka.
Bulir-bulir keringat mulai membasahi tubuh mereka berdua saat Sayuri terbiasa menerima Fei Chen dalam dirinya.
“Bibi Sayuri, aku akan bertanggung jawab.” Fei Chen berkata lembut dan menghunjamkan tubuhnya dalam.
Sayuri merasakan dirinya benar-benar penuh. Tubuhnya bergetar hebat dan dia sudah tiga kali merasakan hal ini, sedangkan Fei Chen hanya sekali dengan hentakan yang kuat.
“Aaaaaahhhhh!”
Sayuri memeluk tubuh Fei Chen dan tidak menyangka akan menerima siraman kehangatan Fei Chen dalam tubuhnya.
Nafas Sayuri lemah dan Fei Chen dengan lembut membelai setiap inchi bagian tubuhnya. Bahkan pemuda itu memuji keindahan tubuhnya dan membuat Sayuri merasa bangga.
“Istirahat Bibi Sayuri... Aku akan kembali setelah mengurus pembunuh suruhan Raido.” Fei Chen mengecup bibir Sayuri dan meremas kedua dada kenyalnya secara bergantian.
Lalu tangannya mengelus perut Sayuri yang putih dan sedikit membuncit itu.
“Bibi Sayuri... Sayangku, mulai hari ini kau adalah kekasihku.” Setelah mengatakan itu Fei Chen memakai pakaiannya dan kembali ke Kota Seifu meninggalkan Sayuri yang tergeletak lemas.
‘Seumur hidup aku tidak pernah merasakan ini... Fei Chen berbeda dari pria lainnya... Dia perkasa dan sangat perhatian padaku...’ Hati Sayuri merasa bangga dan bahagia karena telah melakukan Teknik Dunia Jiwa Yin Yang dengan Fei Chen.
Tetapi Sayuri tidak bisa memungkiri jika dirinya bergelut dengan perasaannya sendiri karena Fei Chen lebih pantas menjadi anak dibandingkan suaminya.