
PPFC 249 - Dunia Bulan Dan Dunia Matahari
Ying Xie memperlihatkan sebuah portal yang menuju Dunia Lain. Pemandangan portal teleportasi yang ada dikamar Ying Xie membuat Fei Chen tercengang.
“Chen‘er, dunia yang kita tinggali ini adalah Dunia Bulan dan portal teleportasi adalah pintu menuju Dunia Matahari.” Ying Xie sulit untuk menjelaskan mengingat informasi mengenai Dunia Matahari sangat minim.
“Dan semua itu karena kekacauan di Era Para Dewa, Chen‘er. Kau bilang ingin menghentikan Sembilan Kekacauan Surgawi bukan? Aku memiliki tujuan yang sama denganmu, namun aku sadar kekuatanku tidak akan bisa menghentikan pergerakan para Raja Iblis Agung ataupun Liu Fang!” Ying Xie menambahkan membuat Fei Chen mengerutkan keningnya.
“Aku akan menghentikan Sembilan Kekacauan Surgawi dan menantang Dunia Atas, Guru...” Fei Chen menjawab lalu bertanya, “Liu Fang, kau terlihat sangat membencinya Guru. Apakah orang itu mengincar tempat ini Guru?”
Ying Xie menceritakan bagaimana dirinya mampu menyegel kekuatan Liu Fang namun dirinya harus kehilangan beberapa titik-titik meridiannya. Semua itu menjadi awal penyebab kekalahan dirinya dari Mao Gang dan Sun Yelong.
“Dia mengincarku dan tempat ini. Kemungkinan besar orang itu juga akan mengincarmu Chen‘er.”
Fei Chen merenungkan masalah besar yang akan dia hadapi. Jelas sekarang dirinya sudah berurusan dengan Sun Yelong yang merupakan penguasa dari Kerajaan Binatang Buas. Cepat atau lambat perang besar akan terjadi di Benua Tujuh Bintang.
“Guru, aku akan menjadikan Benua Tujuh Bintang dan Benua Sembilan Petir sebagai wilayah kekuasaanku. Bukan berarti aku merebutnya darimu Guru. Tetapi bisakah kau menyerahkan bebanmu itu padaku?” ucap Fei Chen mantap membuat Ying Xie tertegun.
“Chen‘er, aku belum bisa menjawabnya sekarang...“ jawab Ying Xie dan untuk pertama kalinya dia merasa malu bertatapan dengan seorang pria.
Fei Chen menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis melihat Ying Xie.
____
Selama beberapa minggu Fei Chen menyempurnakan semua teknik Raja Neraka dibawah bimbingan Ying Xie. Dan selama beberapa minggu itu Fei Chen berhasil menciptakan beberapa jurus sendiri.
Selama itu Fei Chen dan Ying Xie berpindah tempat menggunakan portal teleportasi. Ying Xie menciptakan segel teleportasi di beberapa tempat yang Fei Chen anggap penting.
“Sudah saatnya aku kembali. Xiu‘er sudah menunggu...” gumam Fei Chen.
Setelah merasa cukup Fei Chen berniat kembali ke Istana Ma namun Ying Xie menahannya. Ying Xie menjelaskan kepada Fei Chen jika saat ini Sun Yelong tengah melakukan pergerakan begitu juga dengan Raja Iblis Agung yang lainnya.
Sebenarnya Ying Xie ingin ikut bersama Fei Chen menuju Kekaisaran Kai, namun wanita berambut putih itu memilih untuk menetap di Kekaisaran Ma karena pergerakan Raja Iblis Agung yang lainnya.
“Mao Gang patut diwaspadai, namun jangan melupakan Xiao Ho Chi. Pria itu sangat berbahaya.”
Tentu saja mendengar ucapan Ying Xie membuat Fei Chen penasaran dengan Xiao Ho Chi.
“Kalau begitu murid berpamitan Guru...” Fei Chen memberi hormat kepada Ying Xie sebelum pergi meninggalkan Danau Kabut Tersembunyi.
Ying Xie tersenyum menatap kepergian Fei Chen sedangkan Shu Zhui terlihat jengkel karena Fei Chen semakin dekat dengan Ying Xie.
“Ratu, kenapa tidak ikut dengannya membantu persalinan istrinya?” Shu Zhui bertanya saat Ying Xie terlihat seperti merindukan sosok Fei Chen yang baru saja pergi.
“Kita akan pergi. Bukankah lebih baik bersiap Zhui‘er. Aku sedikit gugup bertemu dengan Dewi Kematian Su Xiulan...” terang Ying Xie.
Akhirnya Ying Xie dan Shu Zhui menyiapkan oleh-oleh sebelum mengikuti Fei Chen menuju Istana Ma menggunakan portal teleportasi.
Fei Chen berhasil mematahkan kutukannya dan sekarang dia akan menapaki kerasnya dunia persilatan ditengah kekacauan yang terjadi.
____
ARC 7 — KUTUKAN RAJA NERAKA END