
Saat serangan dari Phoenix Api dan Ular berkepala 4 ingin bertemu, Tiba-tiba sebuah cahaya keemasan muncul ditengah-tengah serangan mereka berdua dan tak lama muncul seekor naga emas yang langsung mengibaskan ekornya ke serangan dari kedua Hewan Suci tersebut.
Api panas yang dikeluarkan Phoenix Api langsung berganti ke arah kiri, Sedangkan serangan 4 elemen dari ular berkepala 4 berganti ke arah kanan.
~BOOOMM~
~BOOOMM~
Seketika ledakan besar terjadi saat kedua serangan tersebut menyentuh tanah dan menghasilkan debu yang cukup tebal di area serangan tersebut.
Beberapa saat setelah debu tersebut mulai menghilang, Terlihat dua buah kawah yang cukup besar dan gelap di samping kiri dan kanan.
Di sisi lain, Phoenix Api dan Ular Berkepala 4 yang melihat itu menjadi terkejut dan langsung menatap ke arah Naga Emas tersebut, "Naga Emas? Sialan... Setiap kali bertemu naga itu semakin kuat saja" Batin Ular Berkepala 4 sambil berdecak kesal.
Sedangkan Phoenix Api sendiri hanya berdecak pelan saat melihat Naga Emas, Walaupun dirinya bisa dibilang dekat dengan Naga Emas akan tetapi dia sedikit kesal ketika api panasnya ditepis dengan mudah oleh Naga Emas.
"Hey Naga Emas apa yang kau lakukan?! Kau mengganggu pertarungan kami!" Teriak kepala api dengan nada kesal sambil mendongak atas.
Naga Emas yang mendengar itu hanya memutar bola matanya malas, "Aku hanya ingin menanyakan sesuatu, Apakah kalian melihat guruku? Telepati ku tidak diterima olehnya" Tanya Naga Emas lalu melihat ke arah sekitar.
Mereka berdua yang mendengar itu langsung tersentak, "Tuan Dewa Naga Emas kemari? Apakah dia yang mengurus manusia itu?" Tanya Phoenix Api dengan nada penasaran.
Naga Emas hanya menganggukkan kepalanya pelan, "Benar... Aku yang sudah memanggil guru, Akan tetapi dia masih belum terlihat juga setelah Wilayah Domainnya hancur" Jawab Naga Emas pelan, Namun terdapat rasa khawatir di dalam perkataannya.
"Entahlah, Dia sudah tidak ada setelah Wilayah Domain itu hancur" Ucap Ular berkepala 4.
Naga Emas langsung mengerutkan kedua alisnya ketika mendengar itu, "Apa yang terjadi pada guru? Hmm... Lebih baik aku menunggunya saja" Gumam Naga Emas lalu melihat ke arah Phoenix Api yang sedang melayang didekatnya.
"Aku memintamu untuk tidak bertarung saat ini, Karena keadaan Alam ini sedikit kritis dan aku takutnya manusia itu kembali lagi kesini" Ucap Naga Emas lalu berbalik dan melesat kembali ke sarangnya.
Phoenix Api yang mendengar itu hanya menghela nafasnya pelan, Ia juga paham dengan situasi saat ini, Dia lalu menatap Ular berkepala 4 dengan sinis, "Kau hanya beruntung... Ingat itu" Ucap Phoenix Api dengan nada sinis lalu melesat pergi tanpa mendengar jawaban dari ular berkepala 4.
Sedangkan Ular berkepala 4 yang mendengar itu hanya tertawa, "Hahahaha... Apakah burung itu menjadi gila?" Tawa Ular berkepala 4 dengan lantang.
***
Di Alam Dewa, Kediaman Dewa Naga.
Di sebuah Padang Rumput yang indah, Terlihat banyak hewan-hewan herbivora seperti kelinci, Domba dan tupai. Di dekat pohon besar yang cukup lebat, Tiba-tiba muncul kedua pria tampan yang satunya memiliki pupil mata biru safir dan pemuda disebelah memiliki pupil mata emas.
"Mulai dari sekarang kau akan latihan di tempat ini, Aku akan mengawasimu dari jarak jauh" Ucap Shen Liang sambil menatap Fang Lin.
Fang Lin hanya menganggukkan kepalanya pelan, "Baik guru" Jawab Fang Lin singkat sambil menundukkan kepalanya.
Shen Liang dengan cepat menghilang dari sana dan tiba-tiba muncul di sebuah lembah yang menjulang tinggi, "Sepertinya jarak segini sudah cukup jauh, Sekarang aku bisa mengawasinya sambil bersantai" Gumam Shen Liang lalu melakukan posisi duduk santai.
"Yue, Bisa kau jelaskan teknik apa itu?" Tanya Fang Lin meminta penjelasan.
[Teknik Mata Dewa, Sebuah teknik yang dapat membaca pikiran seseorang, Melihat ingatan, Mengetahui kondisi jiwa, Melihat jarak puluhan ribu kilometer, Mengetahui berbohong atau tidak, Melihat Tembus Pandang. Inti dari teknik mata dewa ini, Dapat melihat apa saja kecuali terdapat penghalang yang lebih kuat dari Teknik Mata Dewa]
Mendengar penjelasan dari Yue membuat Fang Lin menganggukkan kepalanya pelan, "Sepertinya aku sudah memahami sebagian besar teknik ini" Gumam Fang Lin sambil mengeluskan dagunya.
"Yue, Buat pemahaman teknik ini hingga 100% menggunakan Poin Pemahaman Dewa, Oh iya... Jangan biarkan rune-rune kuno muncul disekitar tubuhku agar tidak dicurigai guru"
[Baik Tuan]
[Ding! Membeli 1 Juta Poin Pemahaman Tingkat Dewa, Harga: 500 Juta Poin]
[Ding! Meningkatkan Pemahaman Teknik Mata Dewa menggunakan Poin Pemahaman Tingkat Dewa]
[Ding! Proses pemahaman sedang berlangsung dan membutuhkan waktu selama 18 Jam]
Fang Lin langsung berjalan pelan ke samping pohon yang lebat itu kemudian memposisikan dirinya menjadi bermeditasi lalu menutup kedua matanya, Seketika sensasi hangat muncul ditubuh Fang Lin dan membuatnya merasa nyaman, Dalam waktu bersamaan ingatan-ingatan asing juga muncul dikepalanya.
Di sisi lain, Shen Liang yang melihat Fang Lin seperti itu sedikit mengerutkan keningnya, "Apakah dia memilih untuk mengingat semuanya dulu? Apa sebenarnya dia memang pintar?" Gumam Shen Liang sedikit keheranan, Karena menurutnya lebih mudah untuk mengingat satu bab terlebih dahulu lalu mempraktekkannya daripada menghafalkan semuanya.
Shen Liang lalu tersenyum tipis, "Tapi ini menjadi sedikit menarik, Jika dia dapat mengingat lalu bisa mempraktekkan semuanya, Maka dia adalah manusia paling jenius yang pernah aku temui setelah kakakku" Ucap Shen Liang dengan nada tidak sabar, Dia ingin segera mengetahui, Apakah Fang Lin bisa melakukan hal tersebut atau tidak.
Shen Liang lalu menonaktifkan mata dewa dan meniduri dirinya di atas tanah dengan alas Qi yang tipis, Ia berpikir jika Fang Lin akan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mengingat teknik itu.
.....
18 Jam kemudian.
Seluruh ingatan yang masuk kedalam otak Fang Lin, Kini hampir seluruh ingatan sudah diterima, Hingga beberapa saat kemudian Fang Lin membuka matanya secara perlahan sambil tersenyum puas, "Mempelajari teknik dewa saja tidak butuh waktu lama" Gumam Fang Lin lalu berdiri dari posisi meditasinya.
Di sisi lain, Shen Liang tiba-tiba membuka matanya lalu bangun dari tidurnya, "Anak itu... Apakah dia memutuskan untuk mengingat satu per satu saja?" Gumam Shen Liang dengan nada sedikit kecewa saat melihat Fang Lin sedang mengedarkan pandangannya.
Fang Lin yang sedang melihat ke penjuru arah sedikit mengerutkan alisnya, "Dimana guru? Apakah dia mengawasiku dengan jarak yang lebih jauh lagi?" Ucap Fang Lin yang tidak melihat gurunya sama sekali dalam jarak pandangnya.
"Tetapi ini kesempatan yang bagus untuk menguji Mata Dewa" Ucap Fang Lin tersenyum tipis lalu mengaktifkan mata dewanya.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
NOTE: 200 Like baru up.