System Sang Immortal

System Sang Immortal
Turnamen Semesta IX


Setelah beberapa jam melesat di udara, Fang Lin bisa menemukan melalui Kesadaran Spiritualnya kalau ada pertempuran yang melibatkan belasan Absolute sekaligus.


Di antara mereka terdapat Marak, salah satu anggota kelompoknya yang pernah berdebat dengan Childe. Kondisinya saat ini terlihat menyedihkan, tangannya kanannya putus dan ada banyak luka disekujur tubuhnya.


Tidak ada tanda-tanda Marak ingin beregenerasi ataupun menciptakan tangan baru menggunakan skill Absolutenya.


"Dia sudah hampir mencapai batasnya, ya?" Fang Lin melipat kedua tangannya di belakang pinggang, "Sulit untuk membantunya, haruskah aku membiarkannya?"


Fang Lin termenung selama beberapa saat, pikirannya saat ini dipenuhi dengan berbagai kemungkinan yang akan terjadi jika dirinya menolong orang itu.


"Yah, sepertinya aku harus menghadapi resiko untuk mengurangi tingkat kekalahan dalam Pertempuran Kelompok ini." Fang Lin menghela nafas panjang sembari mengeluarkan pedang Pembunuh Absolute yang tersarung di pinggang kanannya.


Setelah itu, Fang Lin menggunakan sihir Stealth untuk menyembunyikan keberadaannya sampai tak tersisa sedikitpun. Meskipun ada resiko ketahuan, tapi kemungkinan itu tidak akan sampai satu persen.


Fang Lin bisa meyakini kemungkinan tersebut karena Yue sendiri sudah tidak dapat merasakan keberadaannya setelah sihir Stealth di tingkatkan secara berulang kali.


Di sisi lain, ekspresi Marak memburuk setiap detiknya karena harus berhadapan para Absolute ini. Meskipun belasan Absolute tersebut berasal dari kelompok yang berbeda-beda, tetapi dirinya tetap saja merasa kesulitan karena hanya bertarung seorang diri sana.


"Sialan, aku tidak bisa kabur dari sini. Setiap aku mencobanya, pasti akan ada satu Absolute dari kedelapan kelompok itu mengejar dan menahanku." gumam Marak kesal, meskipun pada akhirnya mereka akan saling bertarung satu sama lain tetapi itu masih membatasi pergerakannya, "Terlebih lagi, keadaanku sudah seperti ini. Senjata bajingan itu benar-benar mengerikan sampai bisa menghentikan regenerasi dan teknik penciptaanku."


Marak masih bisa hidup sejauh ini karena setiap kelompok lawan saling berseteru satu sama lain, kalau ada satu kelompok yang hendak membunuhnya maka kelompok lainnya akan datang menyelamatkan dirinya dengan tujuan untuk membunuhnya dengan tangan mereka sendiri.


Memang itu termasuk keberuntungan bagi Marak, tetapi peristiwa itu membuat harga dirinya menjadi tepuruk sehingga membuatnya benar-benar marah.


Marak sebenarnya mempunyai niat meledakkan dirinya sendiri untuk melampiaskan kemarahannya itu, namun tujuannya ada di sini adalah untuk selamat dan menjadi pemenang dari Turnamen Semesta.


"Aku harus kabur mau bagaimanapun caranya!" Marak berkata dengan penuh lantang, tetapi peserta lain tidak menanggapinya sama sekali karena sudah mustahil bagi orang itu untuk keluar hidup-hidup dari sini.


"Tekad yang bagus..."


Sesaat setelah Marak berkata demikian, suara telepati masuk ke dalam kepalanya dan membuatnya terkejut.


"Kau... Fang Lin?!" Marak sedikit melebarkan matanya, tetapi itu hanya berlangsung sesaat sebelum dirinya kembali bereaksi seperti sebelumnya, "Ada di mana kau?"


"Jangan terkejut, sekarang ini aku ada tepat di sampingmu."


Setelah Fang Lin menjawab seperti itu, Marak bisa merasakan kalau ada sebuah tangan yang menyentuh pundak kirinya.


Sebenarnya Marak ingin bereaksi ketika merasakan itu, namun mengingat situasinya saat ini ia lebih memilih untuk mengurungkan niatnya tersebut.


"Teknik menghilang, ya?" Marak berkata dalam hati, lalu melanjutinya, "Tapi, teknik ini tidak seperti pada umumnya. Absolute sepertiku dan juga mereka tidak bisa merasakan kehadirannya, apa ini sesuatu yang masuk akal?"


Walaupun Fang Lin menyentuh pundak Marak saat ini, tapi tidak ada tanda-tanda di pundaknya kalau ada sesuatu yang sedang menyentuhnya.


"Karena hidupmu adalah pilihanmu, apa kau mau menyelamatkan dirimu sendiri?" Fang Lin bertanya melalui telepati, nada suaranya terdengar serius.


"Tentu saja aku mau!" Marak menjawab dengan tegas.


"Tsk, baiklah." meskipun tidak menyukainya, Marak tidak mempunyai pilihan lain, "Apa rencanamu?"


"Aku akan menciptakan asap hitam tebal yang tidak bisa ditembus oleh Kesadaran Spiritual dan juga tidak bisa diganggu oleh angin atau semacamnya." ucap Fang Lin, lalu segera melanjutinya, "Pada saat itu terjadi, kau harus langsung lari sekuat tenagamu. Jangan pernah gunakan Kesadaran Spiritual karena itu membuang-buang energimu, lebih baik terus melesat kembali ke wilayah kita tanpa harus menoleh sedikitpun."


"Baiklah, aku mengerti." Marak mengangguk paham, "Tapi, kau bisa menciptakan asap hitam semacam itu?"


Meskipun hal tersebut bukan sesuatu yang mustahil di kalangan Absolute, tetapi itu tidak akan berguna jika digunakan pada sesama Absolute.


"Tenang saja, kau hanya perlu mengikuti instruksiku saja." Fang Lin membalas dengan santai.


Marak terdiam sejenak sebelum mengiyakannya, telepati di antara mereka berdua kemudian terputus dan dirinya bersiap untuk melakukan apa yang Fang Lin instruksikan barusan.


Sementara itu, Fang Lin melapisi tubuh Marak dengan lapisan pelindung Cahaya Segel Kuno tanpa diketahui oleh orangnya. Selesai melakukannya, ia menatap telapak tangan kanannya dan muncul sebuah kalung yang tidak lain adalah 'The Necklace Illusion of Reality'.


[Absolute '?' mengangkat sudut bibirnya, dia sudah menduga hal ini akan terjadi]


[The King of Adventure sedikit mengerutkan alisnya, ia bertanya kepada peserta apakah senjata yang diberikannya juga masih ada?]


"Meskipun menggunakan sihir Stealth, mereka masih mengetahui gerak-gerikku, ya?" Fang Lin berkata dalam hati, lalu melanjutinya, "Tapi, bagaimana bisa? Apa mereka semua jauh lebih kuat dari Yue?"


Fang Lin sejenak larut dalam semua pertanyaan yang berputar di kepalanya, ia kemudian menggelengkan kepalanya dan menepis semua pertanyaan itu.


"Tidak ada gunanya memikirkan itu sekarang, aku harus menjalankan rencanaku sebelum ada variabel tak terduga." Fang Lin mengenakan kalung berwarna ungu kehitaman itu, lalu mengaktifkannya.


Whoooosh!


Sesaat setelah kalung tersebut diaktifkan, asap hitam yang entah berasal dari mana memenuhi wilayah tersebut. Tentu saja itu hanya berlaku di mata orang-orang yang Fang Lin pilih, mereka merasa kalau mereka sedang dikelilingi kabut hitam tanpa ujung akan tetapi nyatanya sama sekali tidak, yang mereka lihat sekarang ini tidak lebih dari sekadar ilusi sederhana.


Marak menjadi bingung dengan apa yang terjadi pada belasan Absolute di sekitarnya, mereka tampak menggila tetapi tidak mengeluarkan serangan apapun dan hanya diam di tempat dengan tubuh yang bergetar hebat.


"Sekarang pergilah, aku hanya bisa menahan mereka selama sepuluh menit." ucap Fang Lin pada Marak setelah membatalkan sihir Stealthnya.


Marak jelas terkejut dengan kemunculan Fang Lin yang tidak jauh dari tempatnya berada, matanya sedikit melebar tetapi segera menepis semua perasaannya saat ini dan segera melarikan diri dari sana.


Fang Lin yang melihat kepergian Marak hanya diam, ia memegang kalung yang terpasang di lehernya dan berkata dalam hati, "Biaya energi untuk mengaktifkan kalung ini sangat banyak... Padahal aku sudah berusaha untuk memperkecilnya saat proses penciptaan dimulai, tetapi sepertinya itu tidak mengubah terlalu banyak dari yang aslinya."


Fang Lin kemudian menatap para Absolute yang masih terjebak dalam ilusi, lalu mengeluarkan pedang Pembunuh Absolute dari sarungnya.


"Baiklah, sekarang saatnya menjarah..." Fang Lin mengangkat sudut bibirnya sebelum menghilang dari tempatnya dalam sekejap mata.


Bersambung......


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.