System Sang Immortal

System Sang Immortal
Invansi Berakhir


Fang Lin menghabisi kelompok Setan Kuno yang masih menginvasi kota di Dunia Xiangu, ia kemudian menyadari kalau jumlah mereka mulai berkurang seiring berjalannya waktu.


"Kalau tidak salah, itu jimat teleportaai, bukan?" gumam Fang Lin ketika melihat salah seorang anggota Setan Kuno yang buru-buru merobek kertas kecil berwarna kuning, "Jadi, mereka mundur?"


Fang Lin diam di tempatnya selama beberapa saat, lalu menyebarkan Kesadaran Spiritualnya sampai ke batas yang dirinya mampu.


"Kurasa mereka mundur karena telah kehilangan banyak pasukan..." Fang Lin menyeringai tipis, lalu pergi dari sana sembari bersenandung kecil.


Masalah invansi yang dilakukan oleh kelompok Setan Kuno akhirnya selesai untuk saat ini.


***


Dunia Abyss, padang rumput tanpa ujung.


Fang Lin sekarang sedang melakukan posisi lotus sembari menggenggam dua botol Cairan Penyerapan Surgawi.


"Haah... Aku sebenarnya ingin membangun koneksi terlebih dahulu dengan Guard Emperor, tapi aku hanya mempunyai sedikit waktu sampai kelompok Setan Kuno mulai menginvasi kembali Dunia Xiangu." Fang Lin menghela nafas panjang ketika menggumamkan hal itu, sebenarnya ia ingin lepas tangan mengenai masalah ini tetapi jikalau dirinya sudah membangun koneksi dengan Guard Emperor maka akan sulit baginya untuk menolak permintaan bantuan darinya di masa depan nanti.


Tadinya Fang Lin berpikir untuk melupakan membangun koneksi dengan Guard Emperor, tapi entah kenapa hati kecilnya melarang dirinya melakukan itu.


"Kalau membangun koneksi dengan Guard Emperor adalah hal yang baik, aku tidak akan keberatan jika harus berkultivasi untuk meningkatkan kekuatanku." ucap Fang Lin dalam hati, lagipula dirinya juga sebentar lagi akan naik ke tingkat menengah, "Aku perlu menghubungi istri dan juga orang tuaku..."


Fang Lin kemudian melakukan telepati pada kelima istrinya dan memberitahu mereka kalau dirinya akan berkultivasi selama beberapa tahun ke depan.


Setelah memberitahu kabar tersebut Fang Lin langsung mendapatkan keluhan dari beberapa istrinya, mereka mengatakan kalau nantinya ia tidak akan bisa melihat anak-anak tumbuh menjadi dewasa.


Fang Lin memang sudah kepikiran mengenai hal itu, namun karena ada alasan kuat mengapa dirinya harus berkultivasi maka dirinya mau tak mau harus melewatkan momen tersebut selama dua tahun.


"Apakah kamu benar-benar yakin, sayang?"


"Memangnya apa alasanmu ingin berkultivasi, bukankag kamu yang sekarang sudah sangat kuat?"


Qiao Yu dan Mue Lian bertanya pada saat yang bersamaan, sementara Fang Lin langsung menjelaskan situasinya kepada kelima istrinya.


"Untuk apa kamu ikut campur? Biarkan saja mereka berperang, kamu kan bisa mencari sosok kuat lainnya untuk dijadikan teman."


Kali ini Xue Hua yang bertanya, jelas sekali dirinya tidak suka kalau suaminya harus berkultivasi untuk menghadapi bahaya di masa depan.


"Aku sudah memikirkan itu sebelumnya, tapi aku merasa kalau Guard Emperor adalah orang yang tepat untuk kujadikan teman." balas Fang Lin dengan tenang.


Suasana hening setelah Fang Lin berkata demikian, sampai akhirnya Yue mengucapkan sesuatu dan memecahkan keheningan yang ada.


"Aku tidak masalah kalau kamu ingin bertambah kuat dengan berkultivasi selama dua tahun, tapi apakah kamu sudah benar-benar yakin dengan keputusanmu?"


"Kurang lebih aku sudah cukup yakin, tapi jika kalian tidak setuju maka tidak masalah kalau aku membatalkannya."


Fang Lin harus menghargai pendapat dari mayoritas istrinya, kalau ia bertindak sesuka hati tanpa mempedulikan perkataan dari orang-orang yang dirinya sayangi maka untuk apa bersama dengan mereka?


Keheningan kembali terjadi dan itu berlangsung selama beberapa menit, satu-persatu istrinya mulai menyetujui keinginan Fang Lin untuk berkultivasi selama dua tahun penuh sampai akhirnya tinggal Xue Hua yang belum menjawabnya.


"Bagaimana dengan kamu, Hua'er? Aku akan tetap membatalkannya meskipun hanya kamu saja yang menolaknya." Fang Lin enggan membuat istrinya itu sedih.


"Aku... Tidak masalah. Tapi..."


"Tapi...?"


"Tapi berjanjilah ketika sudah mencapai ranah Absolute, kamu harus tinggal di Dunia Jiwa sampai Turnamen Semesta dimulai!"


Fang Lin sedikit terkejut sebelum senyum tipis terukir di wajahnya, "Baiklah, aku berjanji akan terus berada di Dunia Jiwa setelah mencapai ranah Absolute."


"Aku senang, sangat senang! Jangan lupakan janjimu, mengerti?!" Xue Hua tiba-tiba saja menjadi antusias.


Fang Lin mengangguk beberapa kali dan menjawab, "Aku mengerti, sayang."


"Kalau begitu, sampai jumpa!"


Xue Hua langsung memutuskan telepatinya, dan diikuti oleh istri-istrinya yang lain setelah melakukan beberapa pertukaran kata.


Fang Lin menghela nafas panjang setelah semua telepati dengan kelima istrinya terputus, kemudian ia menghubungi kedua orang tuanya dan itu tidak memerlukan waktu yang lama katena mereka berdua tidak terlalu mempermasalahkannya.


Setelah selesai menghubungi kedua orang tuanya, Fang Lin tanpa banyak bicara langsung membuka tutup botol Cairan Penyerapan Surgawi dan meminumnya satu persatu.


Karena Fang Lin sudah menjadi penguasa di kubah Dunia Abyss ini, dirinya tidak perlu lagi menciptakan lapisan pelindung dari elemen Es Suci ataupun Supreme Barrier.


Fang Lin perlahan memejamkan matanya dan mulai fokus menyerap energi di sekitarnya.


***


Beberapa minggu setelah invasi kelompok Setan Kuno selesai, seluruh keamanan di seluruh kota yang ada di Dunia Xiangu mulai diperketat.


Guard Emperor memberikan perintah pada semua Supreme Being yang berada di bawah perintahnya untuk menjaga semua kota dan membunuh siapa saja yang mempunyai bukti kalau dia adalah anggota dari kelompok Setan Kuno, ia akan menggunakan hampir semua kekayaannya untuk memperbesar kekuatan tempurnya.


Saat ini, Guard Emperor sedang duduk di kursi kayu sederhana sembari membaca sebuah buku yang tampak kuno.


Whooosh!


Beberapa saat kemudian, satu sosok berpakaian hitam muncul beberapa belas meter di hadapan Guard Emperor sembari berlutut.


"Bagaimana...?"


"Maafkan atas ketidakmampuan saya, Tuan. Namun, pemuda yang berkontribusi besar atas penyelamatan kota dari invasi Setan Kuno telah menghilang tanpa meninggalkan jejak sedikitpun."


"Begitu, ya? Lalu, bagaimana dengan pemuda yang bernama Fang Lin?"


"Saya tidak bisa menemukan keberadaannya, Tuan. Menurut informasi yang saya dapatkan, dia terakhir kali terlihat saat berada di kota Hanzhong sambil menikmati arak di salah satu restoran terkenal."


"Kota Hanzhong?"


"Benar, Tuan."


"Kalau tidak salah aku menempatkan kelompok khusus di sana, bukan? Apakah mereka pernah melihat sosoknya?"


"Maaf, Tuan?"


"Panggil kelompok khusus yang kutempatkan di kota Hanzhong, sekarang."


"Saya mengerti, Tuan."


Sosok berpakaian hitam itu menghilang dalam sekejap dari tempatnya, dan kemudian dia kembali setelah lima menit berlalu.


"Salam Sejahtera, Tuan."


Ming Qaoshi mengangguk kecil, lalu bertanya pada mereka berlima di ranah Supreme Being tingkat rendah, "Apakah kalian mengetahui wajah dari pemuda yang berkontribusi besar dalam menyelamatkan kota Hanzhong?"


"Kami sempat membicarakan dia lewat Kesadaran Spiritual, Tuan. Jadi bisa dibilang, kami berlima mengetahui wajahnya."


Senyum lebar langsung terukir di wajah Ming Qaoshi, "Itu bagus! Salah satu dari kalian, kirimkan ingatan tentang dia padaku."


Mereka berlima mengangguk patuh sebelum berdiskusi sebentar untuk memutuskan siapa yang akan mengirimkan ingatan pada Guard Emperor.


Tidak membutuhkan waktu lama untuk memutuskan itu, seorang pria paruh baya langsung mengirimkan ingatannya tentang pemuda yang dimaksud kepada Guard Emperor.


Ming Qaoshi menerima ingatan tersebut dengan tenang, ia menyerapnya lalu mulai melihat ingatan asing yang baru saja didapatnya.


"Ternyata benar, dugaanku tidak salah." Ming Qaoshi bergumam, lalu menyuruh kelima Supreme Being itu pergi dari sana.


"Kemana dia pergi?" Apakah dia bersembunyi untuk memulihkan kekuatan atau terluka parah di suatu tempat?" Ming Qaoshi memikirkan beberapa kemungkinan, lalu menatap sosok pria berpakaian hitam yang masih berada di ruangan, "Tugasmu sekarang adalah mencari pemuda yang bernama Fang Lin."


Setelah memberikan perintah demikian, Ming Qaoshi mengirim ingatan mengenai rupa Fang Lin agar mempermudah sosok tersebut.


"Saya mengerti, Tuan."


Sosok berpakaian hitam tersebut menghilang dari tempatnya berada setelah mendapatkan tugas dari Guard Emperor.


Melihat sosok itu sudah menghilang darisana, Ming Qaoshi menghela nafas panjang lalu sedikit mendongakkan kepalanya, "Semoga kita bisa bertemu kembali."


Bersambung......


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.