System Sang Immortal

System Sang Immortal
Pengkhianatan


Fang Lin dan Yue berpelukan cukup lama, keduanya kemudian saling berciuman dengan rasa suka cita yang luar biasa.


"Aku mencintaimu, Fang Gege. Semoga, kita bisa bersama selamanya..." Yue tersenyum, dan ia memeluk kekasihnya itu dengan sangat erat.


Fang Lin sendiri tersenyum lembut dan mengelus pelan kepala Yue, "Tentu saja... Tidak ada yang boleh memisahkan kita, bahkan jika itu maut sekalipun." Sahutnya dengan suara pelan.


***


Alam Kegelapan, Istana Kaisar Iblis.


Zhou Fan sedang melayang di udara dengan kedua tangan yang melipat di punggung, tepat di hadapannya terdapat ratusan juta pasukan Iblis yang sedang berdiri tegap.


Suasana di sana begitu hening dan hanya terdengar suara helaan nafas saja, tidak ada yang berani berbicara satu patah katapun di hadapan sang Kaisar Iblis, Zhou Fan.


"Sudah tiga ratus tahun lebih kita mengumpulkan kekuatan, sekarang adalah saatnya bagi kita untuk berperang. Aku harap kalian semua sudah siap, baik secara mental ataupun kekuatan kalian." Zhou Fan berbicara, setiap kata-katanya mengandung Qi iblis yang begitu murni.


"Tidak ada banyak yang bisa aku sampaikan, tetapi jangan pernah berpikir untuk kalah. Aku Kaisar Iblis, bersumpah akan menghancurkan Alam Iblis dan juga membunuh Dewa Iblis!" Zhou Fan berseru lantang, daratan sejauh puluhan ribu kilometer bergetar hebat karenanya.


Lima belas pilar kemudian muncul di belakang Zhou Fan, masing-masing dari mereka kini sedang memegang senjata yang berbeda-beda.


"Ayo kita berangkat..." Zhou Fan langsung menghilang usai mengatakan itu.


Sedangkan kelima belas Pilar langsung mengarahkan seluruh pasukan yang ada ke kapal terbang masing-masing.


Dalam waktu yang relatif singkat 25 Kapal Terbang sudah bersiap untuk melakukan perjalanan. Di antara semua kapal terbang itu, Zhou Fan menempati satu-satunya kapal terbang yang paling mewah, ia saat ini sedang berada di ruang pengendali kapal bersama dengan Zhang Wei, salah satu pilar yang paling ia percayai.


"Apakah semuanya sudah siap?" Zhou Fan bertanya tanpa menoleh sedikitpun.


"Semua persiapan sudah selesai, Kaisar." Jawab Zhang Wei dengan suara tenang.


Zhou Fan mengangguk pelan, lalu berkata, "Bagus. Kalau begitu, ayo kita jalan..."


"Baik..."


Zhang Wei mulai mengalirkan Qi-nya, dan di saat yang bersamaan portal dimensi muncul tepat dihadapan kapal terbang. Ia kemudian menjalani kapal terbang dan memasuki portal dimensi itu.


Ketika kapal terbang yang ditempati oleh Zhou Fan sudah berjalan, kapal terbang yang lainnya langsung mengikutinya dari belakang.


.....


Enam bulan telah berlalu, kapal terbang Zhou Fan dan yang lainnya sebentar lagi akan keluar dari lorong dimensi dan sampai ke Alam Iblis.


Saat ini, Zhou Fan berada di sebuah ruangan yang tidak terlalu besar, ia sedang duduk di depan cermin dan menatap dirinya sendiri dengan wajah datar.


Meskipun terlihat seperti itu, Zhou Fan sekarang sedang dilanda oleh kegelisahan tak berujung. Sejujurnya ia tidak mempunyai keyakinan yang besar untuk menang dalam perang ini, walaupun sudah mempersiapkan banyak hal tetapi ia masih cukup ragu.


"Andai Tuan ada di sini, mungkin kemenangan sudah ada di tanganku..." Zhou Fan berulang kali menghela nafas panjang, setelah kepergian tuannya ia masih belum mendapatkan kabar sama sekali tentang keadaannya, "Apakah Tuan masih berperang melawan Alam Dewa, atau..."


Raut wajah Zhou Fan menjadi buruk, tetapi ia langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat, "Tidak mungkin Tuan mati, aku percaya dia akan kembali dalam keadaan baik-baik saja...."


"Ada apa?" Zhou Fan bertanya, ia berjalan lalu membuka pintu ruangan itu.


Bam!


Ketika pintu terbuka, Zhou Fan langsung terpental ke belakang karena menerima suatu serangan yang diarahkan padanya. Muntahan darah langsung keluar dari mulutnya, dan tidak lama setelah itu ratusan tangan pucat mulai bermunculan di tubuh Zhou Fan.


Tangan-tangan pucat itu memenuhi tubuh Zhou Fan, dan hanya menyisakan kedua matanya saja yang tidak ditutupi. Selain mengunci pergerakannya, tangan-tangan pucat itu juga menyegel kekuatannya.


"Oh, oh... Siapa ini? Bukankah kau adalah Kaisar Iblis?"


Seorang pria paruh baya berambut merah berjalan memasuki ruangan, dia mempunyai wajah yang tegas dan tinggi yang hampir mencapai tiga meter. Dia adalah Dewa Iblis, sosok yang telah lama ingin dibunuh oleh Zhou Fan.


Mata Zhou Fan sendiri melebar secara sempurna ketika mendapati Dewa Iblis di Kapal Terbangnya, pandangannya kemudian teralih ke arah Zhang Wei yang berdiri tidak jauh dari tempat Dewa Iblis berada.


"Hahahahaha...... Sayang sekali, kau malah dikhianati oleh bawahan yang paling kau percayai." Dewa Iblis tertawa lantang, dan aura iblis yang begitu kental langsung memenuhi tempat itu.


"Keparat... Kenapa kau malah mengkhianatiku, Zhang Wei?!" Zhou Fan merasa marah, ia terus-menerus mengutuk orang itu dalam hati.


"Pasti kau sedang mengumpat, ya? Hahahaha... Lucu sekali." Dewa Iblis kembali tertawa lantang, lalu menyeringai sambil memberikan tatapan sinis, "Apa kau berpikir selama ini aku tidak tau apa-apa? Hehehehe... Bodoh sekali. Kau tau? Sudah lama aku mengetahui rencanamu, dan selama itu juga aku selalu mengawasi seluruh pergerakan yang telah kau lakukan..."


Klik.


Dewa Iblis kemudian menjentikkan jarinya dan sebuah kepala tanpa tubuh muncul di tangan kanannya, belum sempat ia berbicara getaran tiba-tiba saja terjadi tetapi itu hanya berlangsung sesaat saja.


"Setelah seluruh kekuatan dan pergerakanmu dikunci, kau masih dapat melakukan hal itu? Hebat sekali..." Dewa Iblis berdecak kagum, dan ia mendekatkan kepala tersebut ke pandangan Zhou Fan, "Bagaimana perasaanmu ketika melihat kepala anakmu sendiri? Hehehe..."


Kepala yang ada di tangan kanan Dewa Iblis adalah kepala milik Zhou Liyan, anak dari Zhou Fan sang Kaisar Iblis.


Tentu saja setelah melihat itu, Zhou Fan langsung mengamuk tetapi tidak ada yang bisa dilakukan olehnya. Seluruh kekuatan dan pergerakannya sudah disegel oleh tangan-tangan pucat itu, sesuai dengan perkataan Dewa Iblis.


Saat ini, Zhou Fan hanya bisa menangis usai memandangi kepala pucat anaknya selama beberapa waktu. Amarahnya yang sudah memuncak perlahan digantikan dengan perasaan sedih dan bersalah, ia merasa kalau dirinya adalah orang tua yang paling buruk di antara yang terburuk.


Melihat Zhou Fan mengeluarkan air mata membuat Dewa Iblis tertawa lantang sampai-sampai menjatuhkan kepala Zhou Liyan. Namun tawa lantangnya langsung berhenti ketika suara langkah kaki terdengar dari belakangnya.


Dewa Iblis dan Zhang Wei tentu langsung berbalik dengan perasaan terkejut, keduanya menjadi begitu waspada ketika menemukan seorang pemuda berusia 20-an mengenakan kemeja berwarna hitam polos.


"Apa-apaan... Bagaimana cara dia bisa masuk ke dalam Kapal Terbang ini? Aku juga sama sekali tidak merasakan hawa keberadaannya, bagaimana bisa?" Dewa Iblis mengerutkan dahi saat memikirkan hal itu, ia melirik ke tempat Zhang Wei dan bertanya, "Apa kau mengenalinya?"


"Tidak..." Zhang Wei menjawab dengan cepat, ia sendiri baru pertama kali melihat orang itu.


"Wah, wah... Pantas saja aku merasakan ada yang tidak beres setelah menghancurkan penghalang yang menyelimuti kapal terbang ini, ternyata ada sesuatu yang terjadi di sini." Diablo melipat kedua tangannya di depan dada, kepalanya sedikit memiring dan seringai tipis terbentuk di bibirnya, "Jadi, dengan cara apa kalian ingin mati?"


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.