
Tim Pertama dipimpin oleh Yang Jian, Dia akan memimpin 3 ribu pasukan di ranah Spiritual God Perak Tanda Putih.
Tim Kedua dipimpin oleh Guo Ren, Dia akan memimpin 3 ribu pasukan di ranah Spiritual God Perak Tanda Putih.
Tim Ketiga dipimpin oleh Bai Hu, Dia akan memimpin 4 ribu pasukan di ranah Spiritual God Perak Tanda Putih.
Tim Keempat dipimpin oleh Pi Yu, Dia akan memimpin 4 ribu pasukan di ranah Spiritual God Perak tanda putih.
Tim Kelima dipimpin oleh Ji Xi, Dia akan memimpin 4 ribu pasukan di ranah Spiritual God Perak Tanda Putih.
Tim Keenam dipimpin oleh Nie Li, Dia akan memimpin 5 ribu pasukan di ranah Spiritual God Perak Tanda Putih.
Tim Ketujuh dipimpin oleh Zhong Li, Dia akan memimpin 5 ribu pasukan di ranah Spiritual God Perak Tanda Putih.
Tim Kedelapan dipimpin oleh Naga Putih, Dia akan memimpin 3 ribu pasukan di ranah Spiritual God Perak Tanda Putih.
Tim Kesembilan dipimpin oleh Fei Yulan, Dia akan memimpin 8 ribu pasukan di ranah Spiritual God Perak.
Tim Kesepuluh dipimpin oleh Li Fan dan Yun Feng, Mereka berdua akan memimpin 6 ribu pasukan di ranah Spiritual God Perak Tanda Putih.
Setelah membagi kesepuluh tim tersebut Fang Lin langsung mengalihkan pandangan-nya ke arah orang tuanya dan juga calon istri-nya, Ia kemudian berjalan ke arah mereka dan berhenti ketika sudah beberapa langkah di hadapan mereka.
"Maafkan aku.... Tetapi aku tidak akan mengizinkan kalian untuk mengikuti perang" Ucap Fang Lin dengan nada pelan.
Mendengar itu kedua orang tuanya langsung tersenyum lembut mereka tentu mengetahui alasan Fang Lin tidak memperbolehkan mereka untuk ikut, "Aku mengerti alasan-mu Fang'er... Tetapi bisakah ayah ikut dalam peperangan? Memang ayah masih berada di ranah Half-God tetapi kekuatan ayah mungkin akan kamu perlukan nanti" Pinta Fang Qin dengan nada tenang.
Fang Lin menggelengkan kepala-nya dan berkata, "Tidak bisa ayah... Aku tidak tau apa yang terjadi di medan perang nanti, Aku tidak ingin kehilangan orang-orang yang paling kusayangi..."
Fang Qin yang mendengar itu diam-diam merasa terharu, Ia kemudian menghela nafas pendek dan tersenyum, "Baiklah... Aku tidak akan memaksa, Tetapi berjanjilah pada ayah dan ibu kalau kamu serta yang lainnya akan kembali dengan selamat" Ucap Fang Qin dan di-angguki pelan oleh Xia Mei.
"Ibu juga akan mengikuti kemauan-mu jika kau berjanji kalau kau akan kembali dengan selamat setelah peperangan-mu selesai" Sambung Xia Mei cepat.
Fang Lin sendiri hanya tersenyum lembut, Ia kemudian berjanji pada orang tuanya kalau ia akan kembali dalam keadaan selamat.
Setelah berjanji seperti itu Fang Lin langsung menoleh ke arah para calon istri-nya yang tidak jauh dari sana, Ia diam-diam tersenyum kecut ketika melihat raut wajah mereka yang begitu murung.
"Hey... Kenapa raut wajah kalian begitu murung?" Tanya Fang Lin saat sudah berada di dekat mereka.
"A-ku ingin berada di dekat Fang Gege... Aku takut Fang Gege kenapa-kenapa" Qiao Yu mengatakan itu sambil memeluk Fang Lin.
"Aku juga... Apakah Fang Gege tidak bisa membiarkan kami ikut?" Xue Hua menyambung perkataan Qiao Yu dan ikut memeluk Fang Lin.
"Aku juga berjanji akan menikahi kalian setelah peperangan ku selesai" Timpal Fang Lin dan membuat mereka ber-empat terkejut bahkan membuat Qiao Yu serta Xue Hua melepaskan pelukan mereka.
"B-benarkah?!" Mue Lian yang tidak jauh dari sana langsung memastikan perkataan Fang Lin barusan.
Fang Lin menoleh ke arah Mue Lian dan mengangguk-kan kepala-nya sambil tersenyum, "Tentu... Kenapa juga aku harus berbohong" Jawab Fang Lin dan seketika raut wajah mereka ber-empat berubah menjadi gembira.
Melihat perubahan ekspresi mereka Fang Lin hanya tersenyum lembut, "Kalau begitu kalian tidak sedih lagi bukan?" Tanya Fang Lin dan membuat mereka mengangguk-kan kepala cepat.
Di sisi lain, Sylvia yang berada di dekat Shui Ru langsung mengangkat satu tangan-nya, "Tuan... Maaf mengganggu percakapan anda, Tetapi bisakah saya mengikuti perang yang ingin anda laksanakan?" Tanya Sylvia dengan nada penasaran. Ia meminta untuk ikut peperangan karena dirinya penasaran dengan perang yang dilakukan oleh para kultivator, Meskipun hal tersebut membahayakan diri-nya akan tetapi Khatz telah memperbolehkan-nya untuk ikut.
Setelah bertahun-tahun Sylvia tinggal disini, Ia mulai memahami dasar-dasar dari dunia kultivator karena selalu di ajarkan oleh Qiao Yun dan juga Xue Hua. Dunia Kultivator dan Dunia Evangellion sebenarnya tidak jauh berbeda, Hanya saja kedua dunia tersebut memakai cara yang berbeda-beda.
Mendengar permintaan Sylvia membuat Fang Lin terdiam, Ia tidak yakin untuk membawanya ikut akan tetapi dia tidak memiliki hak untuk melarangnya, "Baik-lah... Kau dapat ikut, Tetapi apa alasan-mu untuk ikut?" Fang Lin mengizinkan dan kemudian bertanya.
"Saya hanya penasaran saja tuan..." Jawab Sylvia cepat.
Fang Lin yang mendengar alasan tersebut diam-diam menghela nafas-nya, Ia kemudian memanggil Diablo dan tak lama setelah itu Diablo muncul dihadapan-nya sambil berlutut.
"Salam, Tuan..." Diablo memberi salam lalu melirik ke arah Sylvia yang berada di sebelah-nya.
"Hmm? Ras Elf? Kenapa mereka ada di dunia ini?" Batin Diablo penasaran dengan alis terangkat.
Di sisi lain, Fang Lin yang melihat kedatangan Diablo langsung menunjuk ke arah Sylvia, "Selama peperangan berlangsung, Tolong jaga dia..." Fang Lin tanpa basa-basi langsung memberi perintah kepada Diablo.
Diablo sendiri langsung mengangguk-kan kepala-nya patuh, "Baik, Tuan..." Jawab Diablo cepat lalu berdiri, Ia kemudian menatap Sylvia sesaat lalu menunduk-kan sedikit badan-nya, "Salam kenal nona... Saya adalah Diablo, Dan saya akan menjaga anda selama peperangan berlangsung" Timpal Diablo dengan suara tenang.
Sylvia sendiri langsung tersenyum lembut dan berkata, "Terima kasih dan maaf karena telah merepotkan anda" Sylvia ikut menunduk-kan badan-nya usai mengatakan itu.
"Anda memiliki peliharaan yang bagus, Nona..." Ucap Diablo sambil tersenyum tipis.
"Eh? Apa maksud-" Belum sempat menyelesaikan kata-katanya tiba-tiba saja tubuh Sylvia mengeluarkan aura yang begitu mendominasi dan membuat semua orang yang ada di sana terkejut.
Diablo sendiri semakin melebarkan senyum-nya ketika merasakan aura yang dikeluarkan oleh Sylvia, "Khatz... Kau terlalu bersemangat untuk seekor rubah" Diablo berkata dengan suara yang sedikit tinggi.
Di sisi lain, Fang Lin mengangkat satu alis-nya ketika melihat itu semua, "Aku tidak pernah berpikir kalau mereka akan mengenal satu sama lain, Meskipun mereka berasal dari dunia yang sama" Gumam Fang Lin pelan. Sebenarnya Fang Lin juga sengaja mempertemukan Diablo dan Sylvia, Ia melakukan itu hanya ingin tau apakah mereka saling mengenal atau tidak.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT