
Para pasukan yang tersisa tidak bisa untuk tidak terkejut ketika melihat setengah dari mereka terbunuh hanya dalam satu serangan. Perasaan keputusaasaan, ketakutan dan kegelisahan yang tak berkesudahan mulai meneror hati mereka.
Sebagian besar dari mereka tidak peduli lagi dengan perang dan berusaha kabur dari wilayah ini, sedangkan sisanya hanya bisa mematung karena masih syok dengan kejadian barusan.
Diablo sendiri yang melihat itu tidak tinggal diam saja, ia sekali lagi mengangkat pedangnya ke atas dan energi spiritual yang tak terhitung jumlahnya mulai berkumpul di satu tempat.
"Akan kuberikan kalian kematian yang mudah." Diablo berkata dengan suara pelan, "Tebasan Naga Yang Diarahkan pada Dewa..."
Swooosh!
Tiba-tiba saja siluet kepala Naga muncul di ujung pedang Diablo, ketika ia mengayunkan secara vertikal-- kepala Naga tersebut langsung bergerak di udara dengan sangat cepat dan jalur yang dilewatinya meninggalkan cahaya prismatik yang indah.
Sebelum ledakan yang begitu dahsyat terjadi, Diablo sudah menghilang dari tempatnya dan kembali muncul di dekat Lian Qianchen berada.
Tanpa basa-basi, Diablo langsung menggunakan energi spiritualnya untuk melindungi perempuan bergaun merah itu.
Duar!
Ledakan besar terjadi sesaat setelah Diablo menciptakan penghalang Qi, ruang menjadi terdistorsi dan daratan sejauh belasan ribu kilometer hancur seketika. Awan gelap yang menutupi langit juga langsung menghilang ketika ledakan itu terjadi.
Lian Qianchen yang menyaksikan semua itu dengan mata kepalanya sendiri hanya bisa menahan nafas tak percaya. Selama hidupnya berlangsung, ia sama sekali tidak pernah melihat ledakan dengan skala yang sebesar ini.
"Luar biasa, Diablo. Apa kau yang melakukannya?" Lian Qianchen menoleh ke arah Iblis yang ada di sampingnya.
"Memangnya siapa lagi?" Diablo memberikan ekspresi datar, lalu melanjutinya, "Sepertinya ada beberapa makhluk yang lolos..."
"Oh, benarkah? Aku minta maaf, ada cukup banyak Spiritual God yang kabur. Jadi aku membutuhkan waktu untuk membunuh mereka." Lian Qianchen sedikit menundukkan kepala, ia kesal karena merasa tidak berguna.
Diablo tersenyum dan memegang kepala perempuan bergaun merah itu menggunakan tangan kirinya, "Kau tidak perlu sedih, aku sedari awal memang sudah menganggapmu tidak berguna."
Mendengar hal itu membuat Lian Qianchen kesal, "Apa-apaan kau, Diablo?! Seharusnya kau menghiburku, tapi kenapa- Ugh! Menyebalkan!" Lian Qianchen melotot ke arah Iblis di sampingnya sebelum mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Diablo langsung tertawa mengejek melihat tingkah perempuan bergaun merah itu, "Ayo pergi..."
Diablo menghilangkan penghalang dan ia langsung melesat terbang meninggalkan Lian Qianchen.
Lian Qianchen yang mengetahui Diablo meninggalkannya tidak bisa untuk tidak mengumpat kesal, ia jadi bingung alasan dirinya menyukai iblis itu.
***
Zhou Fan atau bisa dibilang Dao Yen-- saat ini sedang berkumpul bersama beberapa pilar di sebuah wilayah gurun mati, "Berapa waktu perkiraan pasukan kita akan datang?"
"Sekitar satu jam lagi, Kaisar." jawab Mo Fuli cepat.
Dao Yen tidak menjawab dan hanya mengangguk pelan, raut wajahnya terlihat serius karena sedari tadi dirinya tidak menemukan keberadaan Diablo, "Sebenarnya kemana Iblis itu? Kalau aku membiarkannya membantai kubu-ku, bisa-bisa aku mati di tangan Dewa."
Tugas Dao Yen sebenarnya adalah mengawasi pergerakan Diablo, tapi setelah melihat ingatan milik Zhou Fan-- ia tidak bisa bertindak gegabah.
Diablo mempunyai sifat yang penuh dengan kewaspadaan, meskipun dia terlihat santai dari luar-- tetapi ia selalu mengawasi situasi sekitar tanpa melewatinya sedikitpun. Jika seandainya Dao Yen bertindak mencurigakan, kemungkinan besar identitas aslinya akan langsung diketahui-- walaupun ia sudah menggunakan Artefak Dewa untuk menyembunyikan keberadaannya di dalam tubuh Zhou Fan.
Pada saat Dao Yen sedang berada dalam lamunannya, ia tersentak kaget ketika Dewa Iblis menelepatinya.
"Sial, pasti ada sesuatu yang tidak beres." Dao Yen mengumpat sebelum menjawab telepati tersebut.
Belum sempat mengatakan sesuatu, Dao Yen langsung menerima ocehan dari Dewa Iblis. Ia hanya diam dengan raut wajah yang buruk, jantungnya berdebar cukup kencang saat mengetahui kalau Diablo baru saja membantai ratusan ribu pasukan dari kubunya.
Setelah Dewa Iblis menghentikan ocehannya, barulah Dao Yen mengatakan sesuatu. Pertama-tama ia meminta maaf karena tidak bisa. memenuhi tugasnya, dan selanjutnya ia mulai menjelaskan alasan dirinya tidak bisa mengawasi Diablo.
.....
Setelah mendengar penjelasan dari Dao Yen, Wang Ling hanya bisa mengumpat berulang kali. Ia tidak bisa menyalahkan Dao Yen sepenuhnya-- karena akan menjadi resiko tinggi jika Raja Iblis itu memaksakan tugas yang diberikan.
"Kalau begitu, panggil dia untuk bergabung bersamamu. Gunakan alasan yang masuk akal, dan jangan sampai membuat dia curiga." titah Wang Ling dengan raut wajah serius.
"Hamba mengerti, Dewa." jawab Dao Yen cepat.
Wang Ling tidak mengatakan hal lain lagi dan langsung memutuskan telepatinya. Ia memijat keningnya yang mulai terasa sakit, kehilangan ratusan ribu pasukan sebelum perang puncak dimulai adalah pukulan besar bagi pihaknya.
"Dasar keparat... Aku bersumpah akan membunuhmu." raut wajah Wang Ling menjadi dingin, "Ketika Artefak itu aktif, akan kupastikan kau mati dengan rasa sakit yang tidak akan bisa kau lupakan."
***
Selama melesat di udara, Diablo terus mencari keberadaan musuh lewat Kesadaran Spiritualnya. Sedangkan Lian Qianchen hanya diam tak berbicara satu patah katapun, ia tau kalau Iblis di dekatnya ini sedang sibuk-- jadi dirinya memilih untuk tidak mengganggunya.
Selang beberapa waktu, Diablo mendapati telepati dari Zhou Fan. Tentu saja ia langsung menjawabnya, dan bertanya apa yang terjadi.
"Diablo, sebentar lagi puncak perang akan terjadi. Apakah kau bisa kemari dan membantuku?"
"Hm? Tapi, bukankah aku tidak masuk ke dalam strategi perang kau buat sebelumnya?"
"Ya, tapi dengan adanya dirimu di sini. Kekuatan tempur pasukanku akan bertambah, dan aku yakin kalau Dewa Iblis akan muncul pada saat puncak perang dimulai."
Diablo terdiam sejenak mendengarnya, lalu bertanya, "Memangnya lokasi puncak perang sudah ditentukan?"
"Aku sudah menyelidiki beberapa wilayah dan ada satu tempat yang terdapat pasukan dari kubu Dewa Iblis."
"Berapa jumlahnya?"
"Em... Aku tidak tau pastinya, tetapi perkiraan kasarnya jumlah mereka ada lebih dari sepuluh miliyar dan itu sudah termasuk dengan monster yang mereka bawa."
"Begitu, ya. Dimana lokasimu sekarang?"
"Aku adalah di daratan gurun mati, wilayah ras Kalajengking Pasir. Jika kau tidak tau, bergerak saja ke arah timur dan cepat atau lambat kau akan menemukan lokasiku."
"Kurasa akan lebih mudah jika kau mengirimkan koordinatmu sendiri."
"Eh, ah! Benar, aku lupa dengan hal itu karena terlalu banyak pikiran. Hehehe..."
Dao Yen kemudian mengirimkan koordinatnya, dan setelah itu Diablo langsung memutuskan telepatinya.
"Sialan... Aku jadi sedikit gugup dengan Diablo setelah mendengar cerita dari Dewa." Dao Yen mengumpat dalam hati sebelum menggelengkan kepalanya pelan.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE >> COMMENT.