
Di sebuah gang sepi, Fang Lin tiba-tiba saja muncul. Tepat di hadapannya terdapat seorang pria berbadan besar sedang duduk bersila sembari mengalirkan Qi-nya ke tongkat hitam yang tertancap di tanah.
Sementara tongkat hitam tersebut mengeluarkan Qi yang begitu tipis ke langit dan perlahan menyebar membentuk lapisan pelindung.
Fang Lin yang menyaksikan itu hanya diam dan mengamati, ia sekarang sedang menyusun beberapa rencana di dalam otaknya.
Beberapa saat kemudian, Fang Lin menghela nafas sebelum maju beberapa langkah dan menyentuh pundak pria berbadan besar itu.
Pria berbadan besar itu begitu terkejut ketika merasa kalau ada seseorang yang menyentuh pundaknya, ketika dia hendak melancarkan serangan pandangannya seketika berubah menjadi gelap selama beberapa detik.
"Dimana ini...?"
Fang Lin sendiri muncul di hadapan pria berbadan besar itu ketika dia sedang mengedarkan pandangannya, pupil matanya berubah menjadi merah dengan simbol aneh dan dalam sekejap kultivator di ranah Supreme Being tingkat awal tersebut meledak menjadi potongan-porongan daging.
Hujan darah terjadi pada saat tubuh pria berbadan besar itu dihancurkan menggunakan Mata Kehancuran.
Telapak tangan kanan Fang Lin langsung menutupi kedua matanya karena rasa sakit yang diakibatkan dari penggunaan Mata Kehancuran.
"Setiap kali dipakai efeknya semakin parah." Fang Lin berdecak kesal karena tidak bisa membuka matanya selama beberapa detik, kemudian ia membuka matanya dan menemukan roh dari pria berbadan besar tersebut sedang menatapnya dari kejauhan.
Pria berbadan besar itu tampaknya belum menyadari bahwa dia sudah menjadi roh sekarang ini.
"Kau bajingan yang sebelumnya, bukan?! Bagaimana bisa kau membawaku kemari?" tanya pria berbadan besar itu dengan nada marah.
"Kau sungguh tidak sopan untuk seseorang yang sudah mati, haruskah kuhancurkan roh-mu juga?"
Ketika Fang Lin berkata demikian, roh yang dimaksudnya langsung mengerutkan alis dan merasa kebingungan.
"Aku tidak mengerti apa maksudmu, keparat."
Fang Lin mendengus kecil dan Qi Dewa segera berfluktuasi di telapak tangan kanannya, "Maka aku akan memberitahumu situasinya..." balas Fang Lin sebelum mengangkat tangan kanannya tersebut ke depan lalu menarik roh pria berbadan besar itu dan mencengkeram lehernya, "Apakah kau sudah menyadari situasimu?"
Keuggggu~
Roh pria berbadan besar itu berusaha memberontak tetapi semua usaha yang dilakukannya sia-sia.
"Omong-omong, maafkan aku karena sudah membunuhmu secara tiba-tiba. Kau adalah bagian dari rencanaku, jadi mau tak mau aku harus membunuhmu." ucap Fang Lin yang membuat roh tersebut tambah kebingungan.
Fang Lin tidak berlama-lama lagi lalu mengeluarkan Boneka Bayangannya dan memasuki roh tersebut ke dalam makhluk tersebut.
Tindakan yang Fang Lin lakukan sekarang adalah menyatukan roh tersebut ke dalam diri boneka bayangannya, kalau hal ini berhasil maka Boneka Bayangannya akan mengambil alih roh tersebut dan membuat keberadaan asli dari roh pria berbadan besar itu lenyap.
Bisa dibilang hal ini mirip ketika Fang Lin melenyapkan roh Xu Yuan tetapi menyisakan kesadarannya dan menjebaknya di dalam lubang ilusi tak berujung, namun bedanya di sini adalah kesadaran pria berbadan besar itu yang ia lenyapkan sementara rohnya akan menjadi entitas tanpa identitas yang bisa diambil alih oleh siapapun.
Setelah beberapa saat, wujud boneka bayangan berubah menjadi pria berbadan besar itu. Tadinya boneka bayangan hanyalah sebuah objek tanpa adanya Roh, sekarang boneka bayangan telah mempunyai Roh yang bisa merasakan emosi atau semacamnya.
"Saya sudah bisa merasakannya, Raja."
Fang Lin mengangguk beberapa kali, lalu berkata, "Bagus, ini sempurna."
Rencana Fang Lin adalah membiarkan Boneka Bayangannya ini menggantikan tugas dari pria berbadan besar tadi.
Sebenarnya Fang Lin bisa saja membunuh pria berbadan besar tadi lalu melenyapkan roh sekaligus kesadarannya tanpa tersisa sedikitpun, namun karena ia tidak mengetahui siapa dan kemampuan apa yang dimiliki oleh pihak lain maka akan beresiko jika membiarkan boneka bayangan menyamar hanya dari wujud saja.
Ada kemungkinan kalau pihak lain mempunyai kemampuan yang bisa merasakan Roh makhluk hidup dan juga perbedaannya, kalau itu benar maka rencana Fang Lin akan menjadi kacau jika seandainya penyamaran boneka bayangan berhasil terbongkar.
"Kirimkan ingatan dia tentang rencana di kota Hanzhong." ucap Fang Lin memberi perintah.
Boneka bayangan mengangguk sembari mengiyakannya, kemudian ia mengirimkan ingatan tentang pria berbadan besar yang bernama Wong ini ke Rajanya.
Fang Lin menerima ingatan asing tersebut dan menyerapnya dalam diam, ingatan yang ia dapatkan berisi tentang kelompok Setan Kuno dan juga rencana mereka untuk merebut Dunia Xiangu.
Langkah pertama yang akan dilakukan oleh kelompok Setan Kuno adalah mengambil alih kota-kota besar di Dunia ini, tentu saja itu hanyalah kota yang berhasil mereka susup sebaik mungkin selama 4 tahun lamanya.
Rencana mereka ini bisa dibilang cukup pintar dikarenakan kelompok Setan Kuno membuat rencana untuk menyerang semua kota yang berhasil disusupi pada waktu yang bersamaan, itu dilakukan untuk memperlambat Guard Emperor dalam mengambil keputusan.
Fang Lin mengelus dagunya dan merasa tertarik untuk ikut campur, tetapi mengingat peringatan dari Yue sebelumnya membuat dirinya menjadi ragu.
"Tapi kalau aku ikut campur untuk menyelamatkan banyak nyawa, seharusnya tidak menjadi masalah bukan?" Fang Lin masih terdengar ragu meskipun berpikir demikian, ia tadinya ingin menghubungi Yue untuk meminta pendapatnya namun dirinya langsung menggeleng pelan dan merasa bahwa itu tidak diperlukan, "Aku akan ikut campur, kelompok Setan Kuno mungkin sudah membuat keresahan di Dunia Xiangu ini... Kalau aku membantu mengusir atau melenyapkan mereka, mungkin aku bisa membangun koneksi dengan Guard Emperor."
Mengingat Ming Qaoshi adalah seorang Supreme Being tingkat puncak, Fang Lin sangat ingin membangun koneksi dengannya. Mungkin itu tidak akan diperlukan kalau dirinya sudah mencapai ranah Absolute, tetapi tidak ada salahnya kalau berteman dengan orang yang lebih kuat darinya sekarang ini, bukan?
Fang Lin mengangguk kuat seolah keputusannya sudah bulat, ia kemudian memerintahkan Boneka Bayangannya untuk melakukan tugas yang dilakukan pria berbadan besar bernama Wong.
"Mungkin kekacauan internal akan terjadi setelah mengetahui fakta bahwa Wong akan berkhianat nantinya..." Fang Lin memasang ekspresi tidak sabar, ia sangat menantikan raut wajah dari kelompok Setan Kuno yang berara di kota ini.
Setelah semua persiapan selesai, Fang Lin dan Boneka Bayangan yang menggantikan Wong menghilang dari Domain Penjara Es Suci.
Mereka berdua sekarang berada di gang sepi sebelumnya, tongkat hitam yang tertancap di tanah sudah tidak lagi mengeluarkan Qi dan pada saat itu boneka bayangan memberitahu kalau dia mendapatkan telepati dari orang lain.
"Jawab saja, orang yang menelepatimu pasti ingin mencari tau ke mana kau pergi barusan." ucap Fang Lin dengan tenang, karena ia sudah memakai sihir Stealth sebelum sampai di sini membuat keberadaannya tidak diketahui oleh berbagai Kesadaran Spiritualnya yang mengarah ke tempat ini.
Boneka bayangan mengangguk patuh dan mulai melakukan arahan yang diberikan oleh Rajanya.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.