
Fang Lin bersama Heng Zhanjin muncul di dimensi yang menjadi tempat terakhir dirinya dan Yue berpisah. Di langit, awan sudah tidak lagi gelap dan mereka berdua tidak merasakan adanya fluktuasi energi yang besar di sekitar.
"Hm? Kupikir tempat ini akan menjadi kacau balau..." Fang Lin sedikit memiringkan kepalanya, lalu menyebarkan Kesadaran Spiritualnya untuk mencari keberadaan Yue.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Fang Lin untuk menemukan keberadaan istrinya itu. Tampaknya, Yue sedang berdiri di daratan yang sekitarnya terdapat ratusan senjata tak terhitung jumlahnya.
"Dia... Siapa?"
Heng Zhanjin yang menemukan keberadaan Yue melalui Kesadaran Spiritualnya bertanya dengan kedua mata melebar secara sempurna.
"Dia ada istriku, Yue. Ada apa?" Fang Lin bisa menyadari ekspresi aneh yang ditunjukkan oleh pria paruh baya itu.
"Makhluk sekuatnya kenapa mau menjadi pasanganmu? Apa itu sesuatu yang masuk akal?" Heng Zhanjin bertanya, dan pertanyaan itu sedikit menyakiti hati Fang Lin.
"Sudah jelas jawabannya, bukan? Karena aku tampan..." Fang Lin menjawab sembari mendengus kesal, ia melesat pergi dari sana setelahnya.
"Sombong sekali, Tuanku sebelumnya jauh lebih tampan darimu." Heng Zhanjin mendengus kecil, "Tapi aku benar-benar penasaran, kenapa makhluk sekuatnya berada di sisi seorang Supreme Being tingkat puncak?"
Heng Zhanjin menggeleng kecil untuk menepis semua pertanyaan itu, ia merasa tidak akan menemukan jawaban atas pertanyaan tersebut dalam waktu dekat.
Di sisi lain, Fang Lin menghampiri Yue sembari tersenyum.
"Sayang, apa kamu penasaran dengan warisan macam apa yang kumiliki?" Fang Lin bertanya, senyumannya semakin melebar.
"Hm, apa itu?" Yue bertanya dan ia ikut tersenyum seperti suaminya.
"Absolute! Aku mendapatkan bawahan Absolute!" jawab Fang Lin dengan girang, kemudian menoleh ke belakang yang di mana sudah ada Heng Zhanjin, "Dia adalah Naga Absolute yang pernah dikatakan oleh Iblis Kerbau itu, namanya adalah Heng Zhanjin!"
"Woah... Absolute? Bukankah kamu sangat beruntung akhir-akhir ini?" Yue bertanya tanpa memudarkan senyum manisnya itu.
Fang Lin mengelus dagunya, entah kenapa ia juga berpikir demikian. Perjalanan untuk menuju ke Dimensi Peninggalan Celestial Absolute menurutnya cukup lancar, tapi itu semua berkat adanya Yue di sisinya.
"Yah, kau benar. Mungkin memang keberuntungan sedang membantuku meningkatkan kekuatan tempur..." Fang Lin mengangguk beberapa kali, lalu bertanya, "Omong-omong, di mana Absolute yang kau lawan?"
"Hmph! Dia kabur setelah melihat kekuatanku." Yue sedikit mengangkat dagunya, nadanya terdengar sombong.
Fang Lin sedikit mengangkat alisnya, lalu mengacak-acak rambut wanita cantik itu, "Hahahaha... Sejak kapan istriku yang cantik ini menjadi sombong, huh?" tanya Fang Lin dengan nada menggoda.
"Ugh, rambutku jangan di acak-acak..." Yue berkata, tapi dia tidak berusaha menghentikan suaminya.
Fang Lin tertawa kecil melihat wajah Yue yang sedikit merah merona, ia kemudian berhenti lalu mengedarkan pandangannya, "Apa yang harus kita lakukan pada Dimensi ini? Ada banyak sekali senjata berkualitas tinggi di sini."
"Bakar saja, semuanya cuma sampah..." ucap Heng Zhanjin acuh tak acuh.
Fang Lin yang mendengar itu langsung menggelengkan kepalanya, meskipun semua senjata yang ada di dimensi hanya berada di bawah tingkat Semesta tetapi itu tetaplah berharga di mata para kultivator Supreme Being maupun yang ada di bawahnya.
"Kamu serahkan saja pada Guard Emperor dan biarkan dia mengurus sisanya, kurasa dia lebih bijak dibanding orang tua bernama Ling Mo itu..." ucap Yue dengan tenang.
"Kau benar, sepertinya Guard Emperor memang bisa mengurus dimensi ini dengan bijak." Fang Lin mengangguk setuju, ia tidak banyak berpikir lagi untuk memutuskan siapa yang akan menjadi penguasa dimensi ini.
"Kalau begitu, ayo keluar dari sini." ucap Fang Lin dan diangguki cepat oleh Yue, sebelum mereka pergi ia lebih dulu menatap Heng Zhanjin lalu bertanya, "Omong-omong, apa kau ingin tinggal di Dunia Jiwaku atau mengikutiku ke Dunia Xiangu?"
"Aku mengikutimu saja." balas Heng Zhanjin cepat.
Fang Lin mengangguk pelan dan tidak bertanya lebih jauh lagi, ia kemudian bersama Yue serta pengikut barunya itu menghilang dari sana dalam sekejap.
***
Dunia Xiangu.
Fang Lin bersama Yue dan Heng Zhanjin muncul di dalam Istana Guard Emperor. Sebenarnya kemunculan mereka sangat tidak sopan sebagai orang asing, namun ia terpaksa melakukan karena terlalu malas menghadapi orang-orang Ming Qaoshi.
Ming Qaoshi sendiri tentu terkejut dengan kemunculan mereka bertiga, ia sebenarnya merasa kesal dengan itu tetapi setelah melihat sosok tersebut adalah Fang Lin dirinya langsung mengendalikan kekesalannya.
"Apa kau sudah menyelesaikan tujuanmu?" Ming Qaoshi bertanya sesaat setelah dirinya berada di hadapan mereka bertiga, jantungnya mulai berdegup kencang ketika mendapati Heng Zhanjin mengeluarkan aura yang kuat dari tubuhnya.
"Ya, begitulah. Aku cukup beruntung bisa mendapatkan warisannya dengan lancar." jawab Fang Lin sembari tersenyum.
Ming Qaoshi sedikit melebarkan matanya, kemudian bertanya, "Lalu, bagaimana dengan Dunia Hanggu? Apakah sekte Bintang Abadi musnah?"
"Tentu saja tidak, aku mendapatkan gioknya tanpa ada pertumpahan darah sedikitpun." Fang Lin kembali menjawab, dan secara reflek ia menjelaskan situasinya.
Setelah mendengar cerita dari Fang Lin membuat Ming Qaoshi merasa senang, sepertinya hubungan mereka tidak akan lagi berada dalam status musuh.
"Sepertinya dia menyesal karena akibat dari keserakahannya itu membuat putri satu-satunya berada dalam kondisi mengenaskan." gumam Ming Qaoshi.
"Dia adalah orang tua baik, hanya saja orang-orang di sekitarnya yang perlu diperbaiki." Fang Lin menambahkan, lalu bertanya, "Apakah kau mempunyai kecurigaan terhadap sesuatu?"
"Maksudmu tentang rumor yang menyebar itu?" Ming Qaoshi bertanya untuk memastikan.
"Ya, memangnya apa lagi?" Fang Lin mengangkat kedua pundaknya.
"Aku cukup yakin kalau itu adalah bagian dari rencana kelompok Setan Kuno, dia sengaja membuat rumor yang membuat Dunia Xiangu dan sekte Bintang Abadi saling menyerang satu sama lain." ucap Ming Qaoshi memberitahu pemikirannya selama ini.
Fang Lin mengangguk setuju ketika mendengar ucapan Ming Qaoshi, jelas sekali kalau kelompok Setan Kuno berniat menghancurkan keduanya dengan cara licik.
Setelah percakapan mengenai itu berakhir, Ming Qaoshi menanyakan alasan Fang Lin datang kemari
"Ah..." Ming Qaoshi menatao Giok hitam polos di tantan Fang Lin, lalu bertanya, "Apakah ini tidak terlalu berlebihan? Kesepakatan kita berakhir, dan kita bukanlah teman..."
"Aku tidak peduli kita teman atau bukan. Tujuanku memberikan ini supaya dimensi itu tidak jatuh ke tangan orang yang salah, lagipula daripada harus membakar semuanya menjadi abu lebih baik memberikannya pada orang yang membutuhkan." sahut Fang Lin cepat.
Ming Qaoshi berkedip beberapa kali sebelum tersenyum, ia mengerti kalau Fang Lin ingin dirinya membangun hubungan dengan sekte Bintang Abadi sekali lagi supaya tidak mudah runtuh ke depannya.
"Kalau begitu, terima kasih atas kemurahan hatimu. Aku dengan senang hati menerimanya..." Ming Qaoshi menerima Giok hitam itu, lalu menangkupkan tangannya untuk menunjukkan rasa hormat.
Fang Lin juga sama, tetapi tidak dengan Yue dan Heng Zhanjin. Mereka berdua tak ada hubungannya dalam hal ini jadi tidak melakukan tindakan seolah-olah mereka ikut terlibat.
***
Setelah bertukar beberapa kata dengan Ming Qaoshi, Fang Lin memutuskan untuk kembali ke Dunia Jiwanya.
Fang Lin kembali muncul di halaman depan Istana Es bersama Yue dan juga Heng Zhanjin.
"Aku akan mengurusnya terlebih dahulu, kembali lah ke dalam dan aku akan menyusulmu nanti." ucap Fang Lin sembari mengusap kepala Yue.
Yue sendiri mengangguk kecil untuk menanggapi itu, lalu berjalan pergi dari sana tanpa berbicara satu patah katapun.
Melihat Yue sudah masuk ke dalam istana Es, Fang Lin langsung menatap Heng Zhanjin dan berkata, "Aku akan mengenalkanmu pada beberapa bawahan intiku, kuharap nanti kalian bisa akrab..."
"Apa yang ingin kau lakukan setelah ini?" Heng Zhanjin bertanya.
"Hm, kenapa kau bertanya?" Fang Lin tidak menjawab pertanyaan tersebut.
"Aku penasaran apa yang akan kau lakukan, ini untuk menilai apakah kau pantas menjadi Tuanku atau tidak." ucap Heng Zhanjin menjelaskan niatnya.
Fang Lin menghela nafas pendek dari mulut, lalu berkata, "Aku ingin memurnikan Energi Semesta di dalam Dantianku, dan kenjdian menambahkan seluruh pengetahuan tentang hukum Alam Semesta."
"Kalau tidak salah itu adalah persyaratan untuk naik ke ranah Absolute, bukan?" tanya Heng Zhanjin memastikan, dan Fang Lin hanya mengangguk kecil sebagai tanggapannya, "Apa perlu aku membantumu?"
"Tidak, Yue bilang kalau dia sendiri yang akan membantuku." Fang Lin menolak dengan sangat cepat.
"Baiklah, terserahmu." balas Heng Zhanjin.
Fang Lin menggelengkan kepalanya melihat kelakuan pria paruh baya itu, pasti membutuhkan waktu lama baginya untuk menerimaku sebagai Tuan barunya.
Fang Lin kemudian tidak berkata lebih jauh lagi, lalu mengajak Heng Zhanjin bertemu dengan beberapa bawahan yang jaraknya paking dekat dari istana Es.
Awalnya Heng Zhanjin bertindak acuh tak acuh, tapi setelah bertemu Bai Hu dia mulai mengakrabkan diri dengan baik.
***
Istana Es, aula.
"Fuhhh... Ternyata sulit juga membuat orang semacamnya bergaul." Fang Lin menghela nafas panjang, lalu menatap sekitarnya dan menemukan Xue Hua dan Shui Ru yang terlelap tidur di sofa, "Hm, kenapa mereka tidur di sana?"
Fang Lin berjalan mendekati keduanya, ia bisa melihat Xue Hua dan Shui Ru tampak mengenakan pakaian yang tipis sehingga membuat beberapa bagian terbuka.
"Kenapa juga mereka memakai pakaian semacam itu di sofa? Apakah mereka tidak malu kalau anak-anak datang dan melihat?" Fang Lin menggelengkan kepalanya, lalu mengangkat mereka berdua menggunakan Qi.
Whooosh!
Dalam sekejap mereka bertiga menghilang dari sana dan kembali muncul di dalam kamar yang luas.
"Apa ini...?" Fang Lin bisa menemukan ketiga istrinya yang lain memakai pakaian yang tipis.
Sesaat Fang Lin berkata demikian, ia merasa pergerakan di Qi-nya dan menemukan Shui Ru serta Xue Hua sudah bangun.
"Apakah kalian membuat rencana semacam ini untuk mengundangku ke kamar?" Fang Lin akhirnya mulai mengerti situasinya.
Mereka berlima mengangguk cepat sembari tersenyum lebar. Fang Lin tentu saja tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut lalu meletakan Shui Ru dan Xue Hua di atas kasur.
"Kalau begitu, mari kita lakukan seharian penuh!" Fang Lin dengan semangat membuka pakaiannya, dan menyerbu kelima istrinya yang berada di atas kasur seperti anjing kelaparan.
***
Setelah menikmati malam yang indah bersama dengan kelima istrinya, Fang Lin sekarang berada di ruangan khusus untuk berkultivasi.
"Apa kamu tau berapa lama untuk memurnikan semua energi semesta milikku?" tanya Fang Lin penasaran pada Yue di dekatnya.
"Karena aku membantumu melakukan pemurnian itu, setidaknya membutuhkan lima tahun untuk melakukannya." jawab Yue setelah memperhitungkannya secara kasar.
"Cepat juga, setauku lumayan sulit untuk memurnikan energi semesta di dalam dantian secara menyeluruh." gumam Fang Lin pelan.
"Itu benar, tapi karena kamu dibantu oleh seorang Absolute prosesnya menjadi jauh lebih cepat." balas Yue yang tidak sengaja mendengar suaminya bergumam.
Fang Ljn mengangguk paham, lalu tanpa banyak bertanya lagi mulai melakukan pemurnian energi semesta miliknya.
Sementara Yue duduk bersila di belakang Fang Lin, lalu menyentuh punggung suaminya itu menggunakan kedua tangannya. Matanya perlahan terpejam, dan dirinya mulai membantu memurnikan energi semesta yang berada di dalam tubuh suaminya.
Bersambung......
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.