
Beberapa hari berlalu setelah acara Perjamuan Pesta selesai. Saat ini, di domain Penjara Es Suci terdapat Fang Lin dan juga Yue.
Tepat di hadapan mereka berdua, ada sembilan makhluk bayangan yang berada di ranah Supreme Being tingkat puncak. Mereka semua adalah makhluk-makhluk yang dulunya berada di bawah perintah Lian Zhiping dan dihabisi oleh Yue.
"Mengingat mereka adalah Supreme Being tingkat puncak, sepertinya kamu hanya bisa menamai dua dari mereka untuk satu waktu." Yue memberitahu hasil analisanya.
"Apakah mereka juga akan naik ke tingkat Absolute?" tanya Fang Lin penasaran.
"Hmm... Kemungkinannya 50:50, sepertinya ada yang mencapai Absolute dan ada yang tidak." jawab Yue dengan tenang.
"Begitu, ya? Itu sedikit mengecewakan..." gumam Fang Lin pelan, lalu melanjutinya, "Tapi yah, itu tidak masalah. Mereka bisa berkembang tanpa batas hanya dengan bertarung saja."
Fang Lin kemudian memasukkan kembali tujuh makhluk bayangan dan menyisakan dua saja, ia terdiam sejenak selama beberapa waktu sebelum memberikan nama Chun Xien sesuai dengan namanya di masa lalu dan juga Ga Ling."
Ketika Fang Lin memberikan nama pada mereka berdua, aura kegelapan yang entah muncul dari mana mulai memenuhi domain dan menyerap sebagian besar energi di tubuhnya.
"Keugh..." Fang Lin bertekuk lutut dengan nafas yang memburu, sementara Yue langsung memegang pundak kirinya dan mulai memberikan energi padanya.
Tidak membutuhkan waktu yang lama sampai akhirnya Fang Lin mampu bangkit berdiri kembali, aura kegelapan perlahan mulai menghilang dan memperlihatkan Chun Xien serta Ga Ling dalam posisi berlutut.
"Terima kasih karena telah memberikan kami nama, Tuan." ucap mereka berdua serempak.
Fang Lin bisa melihat kalau mereka berdua telah berada di ranah Absolute, ia cukup beruntung karena berhasil menjadi mereka Absolute dalam sekali percobaan.
"Kamu berhasil." ucap Yue sembari tersenyum, lalu melanjutinya "Sekarang adalah saatnya untukmu beristirahat, kita akan melanjutkannya nanti setelah energimu pulih."
Fang Lin mengangguk kecil untuk menanggapi itu, kemudian memerintahkan Chun Xien dan Ga Ling untuk masuk ke dalam bayangannya.
Setelah itu, Fang Lin dan Yue menghilang dalam sekejao dari domain Penjara Es Suci dan kembali muncul di aula Istana Es.
Keempat istrinya yang melihat suami mereka dipapah oleh Yue membuat mereka merasa khawatir.
"Apakah menamai makhluk bayangan sampai membuatnya lemas seperti ini?" Qiao Yu adalah orang yang pertama kali bertanya, diikuti oleh yang lainnya.
Yue sendiri hanya bisa menanggapi mereka dengan sabar, ia sekalian dibantu oleh mereka untuk membawa Fang Lin ke sofa.
"Aku baru pertama kali melihat kamu selemas ini..." Mue Lian memijat lengan kiri suaminya.
Shui Ru mengangguk setuju dan berkata, "Sama, padahal sewaktu selesai bermain dengan kita dia masih terlihat baik-baik saja."
"Astaga, kamu memang mesuk, saudari Ru." Xue Hua menggelengkan kepalanya pelan.
Shui Ru hanya cengegesan seperti anak kecil ketika mendengar itu, sementara Qiao Yu bertanya mengenai kapan pulihnya Fang Lin pada Yue.
"Kalau di Dunia Abyss sambil mengkonsumsi cairan Penyerapan Surgawi, mungkin dia membutuhkan waktu beberapa jam untuk pulih sepenuhnya. Namun jika berada di sini, mungkin sekitar satu minggu..." ucap Yue dengan tenang.
Qiao Yu mengangguk beberapa kali, dan bertanya, "Kalau begitu, kenapa kamu tidak membawanya ke Dunia Abyss?"
"Karena dia baru mencapai ranah Absolute, tubuhnya masih belum terbiasa dengan energi besar pada Dantiannya. Aku takut kalau nantinya itu akan menimbulkan dampak buruk yang membuat kerusakan secara permanen pada dirinya." jawab Yue menjelaskan.
Keempat wanita cantik itu menganggukkan kepala setelah mendengar penjelasan dari Yue, sementara Fang Lin mendengar semua yang mereka bicarakan dalam diam.
***
Kurang lebih selama dua bulan bagi Fang Lin untuk menamai semua makhluk bayangan di ranah Supreme Being puncak itu. Tidak seberuntung percobaan pertama, hanya ada satu makhluk bayangannya yang naik ke ranah Absolute.
Jadi kalau ditotalkan, Fang Lin mempunyai tiga makhluk bayangan di ranah Absolute sementara enam lainnya masih berada di ranah Supreme Being tingkat puncak.
Saat ini, Fang Lin berada di dalam Domain Penjara Es Suci seorang diri. Ia kemudian mengeluarkan 9 kartu bawahan Dewa dan 14 karti bawahan iblis dari inventorynya.
"Yue berkata kalau maksimal kekuatan dari makhluk-makhluk yang dipanggil setidaknya berada di ranah Supreme Being tingkat puncak." gumam Fang Lin pelan, lalu melanjutinya, "Jadi tidak akan masalah jika aku menggunakan semuanya, bukan?"
Selain menghemat waktu, Fang Lin juga ingin mengetahui batas kekuatannya setelah mencapai ranah Absolute.
Tanpa banyak berpikir lagi, Fang Lin langsung menggunakan semua kartu bawahan tersebut.
Dalam sekejap, berbagai macam jenis portal mulai bermunculan dan mengeluarkan puluhan makhluk yang mempunyai kekuatan luar biasa.
"Kebanyakan kartu bawahan iblis adalah Monster, ya?" Fang Lin bergumam ketika melihat semua makhluk yang ada di sana sudah saling waspada.
Plok!
Ketika mereka masih saling waspada terhadap satu sama lain, Fang Lin menepuk sekali tangannya dan membuat semua perhatian teralih padanya.
"Nah, kan senang melihat perhatian kalian teralih padaku..." Fang Lin tersenyum tipis usai mengatakan itu.
"Apa maksudnya ini...? Siapa kau!"
"Ada di mana kami?! Kenapa kau mengumpulkan kami semua di sini?!"
Berbagai pertanyaan dilontarkan semua orang pada Fang Lin, dan pemuda tampan itu tidak menanggapi mereka selama beberapa waktu sampai akhirnya berseru dengan lantang, "Mereka yang lemah akan mati di tanganku, sementara yang berbakat akan menjadi bawahanku!"
Setelah Fang Lin menyelesaikan seruannya berbagai umpatan langsung datang padanya, tetapi ia tidak menanggapi mereka secara serius dan mengeluarkan Niat Membunuh miliknya.
Whooosh!
Ketika Niat Membunuh merembea keluar dari tubuh Fang Lun, barulah suasana di sekitar menjadi hening karena terkejut.
Niat Membunuh Fang Lin semakin besar sehingga menimbulkan perasaan gelisah pada mereka.
"A-a-apaaan itu..."
Beberapa sudah mulai ketakutan, tetapi adapula yang merasa semangat karenan situasi ini.
"Akan kuhitung sampai sepuluh, kalau tidak ada satupun dari kalian yang menuerangku maka kematian akan mendatangi satu-persatu dari semua orang di sini." Fang Lin berkata dengan tenang, dan itu langsung membuat kericuhan di sana.
Whookosh!
Beberapa Monster Iblis tanpa banyak berpikir lagi langsung menyerang Fang Lin dengan berbagai cara, namun semua serangan mereka tida ada yang berpengaruh satupun.
"Keugh.... Apa-apaan orang ini?"
"Dia benar-benar kuat!"
"Apa kita semua bisa menghabisinya bahkan jika bekerja sama?"
Kegelisahan dan ketakutan mulai menyelimuti hati mereka, padahal Fang Lin tidak bergerak sedikitpun akan tetapi tidak ada satupun dari mereka yang bisa melukai pemuda itu.
Fang Lin sendiri menguji bakat serta kemampuan mereka dengan tenang, ia menyadari kalau sebagian dari mereka hanyalah sampah yang bahkan tidak pantas untuk dijadikan makhluk bayangan.
"Aku akan membunuh yang tidak berguna terlebih dahulu."
Menggunakan kecepatan Fang Lin yang sekarang, ia bisa bergerak tanpa ada satupun dari mereka semua yang menyadari kalau dirinya sedang bergerak.
Kematian mulai terjadi pada Iblis maupun makhluk yang disebut sebagai Dewa, yang tersisa sekarang hanya sebelas makhluk saja dan mereka mempunyai potensi yang bagus untuk menjadi bawahan intnya.
"Mereka perlu diasah supaya bisa menjadi sebuah berlian cantik." Fang Lin bergumam kecil, dan berkata dengan nada sedikit lantang, "Tes selesai, kalian semua yang masih hidup telah berhasil lolos."
Pada saat Fang Lin berkata demikian, ada perasaan lega di hati mereka. Tapi beberapa ada yang merasa sangat marah karena mereka dipaksa bertarung layaknya binatang peliharaan, dan dihabisi kalau sudah tidak berguna lagi.
Fang Lin jelas mengetahui perasaan mereka saat ini, tetapi ia tidak akan mengatakan apapun untuk sekarang dan membiarkan mereka mengikuti alur yang sudah dirinya siapkan.
Fang Lin kemudian memberikan perintah kepada sebelas makhluk tersebut untuk berbaris rapi di hadapannya, dan mereka hanya bisa menuruti perkataannya dengan perasaan yang campur aduk.
"Perkenalkan, namaku adalah Fang Lin. Aku adalah orang yang telah memanggil kalian dan memaksa kalian untuk menyerangku." ucap Fang Lin dengan tenang, tapi nadanya terdengar tegas, "Aku membunuh makhluk sampah, dan membiarkan hidup yang berbakat saja. Kalau kalian masih hidup sampai sekarang ini, itu artinya kalian adalah makhluk berbakat yang berhasil kupilih."
Fang Lin kemudian memberikan pidato singkatnya mengenai alasan dan mengapa mereka dibiarkan hidup olehnya.
"Aku akan memberikan kalian dua pilihan. Mengabdi padaku dan mendapatkan kekuatan yang besar, atau diasingkan ke Dunia yang mungkin bukan berasal dari tempatmu." ucap Fang Lin dengan tenang.
"Apakah kami hanya bisa memilih dua pilihan saja?"
Seorang pemuda berjubah hitam bertanya dengan tangan kanan yang terangkat ke atas.
"Pilihan ketiga adalah kematian." Fang Lin menjawab pertanyaan pemuda itu dengan sudut bibir yang terangkat.
Mereka semua jelas terkejut ketika mendengar itu, sebelas makhluk yang terdiri dari Monster, Manusia dan Iblis mulai menatap satu sama lain.
Beberapa saat kemudian, enam dari sebelas makhluk memilih untuk diasingkan sementara lima yang tersisa memilih mengikuti Fang Lin.
Sebenarnya cukup beresiko mengikuti Fang Lin, tetapi mereka yakin kalau diasingkan ke Dunia yang bahkan mereka sendiri tidak tau nama tempatnya jauh lebih beresiko daripada itu.
Melihat ada lima yang mengikutinya dan enam yang memilih untuk diasingkan membuat Fang Lin tersenyum tipis, "Apakah kalian semua sudah yakin dalam mengambil keputusan?"
Suasana hening dan tidak ada satupun dari mereka yang ingin mengganti pilihan.
Fang Lin yang melihat mereka tetap tidak mengubah pilihan setelah diberikan kesempatan kedua langsung memberikan arahan untuk membagi menjadi dua kelompok dengan pilihan yang berbeda.
Fang Lin sebenarnya bisa saja membuat mereka patuh untuk mengikutinya, tapi sayangnya ia mempunyai prinsip untuk tidak melakukan sesuatu seenaknya sendiri.
Setelah orang-orang itu telah dibagi menjadi dua kelompok, Fang Lin langsung memindahkan enam orang yang ingin diasingkan ke Dunia Wuxing.
Kelima orang yang masih ada di sana sedikit terkejut dengan menghilangnya kelompok di sebelah mereka.
Fang Lin sendiri kemudian memanggil Yue dan memintanya untuk menguji hati mereka semua. Kemunculan wanita cantik itu jelas membuat kelima orang di sana terkejut sekaligus terpana.
Yue sendiri mengatakan kalau tidak ada satupun dari mereka yang akan berkhianat jika dihadapkan situasi apapun itu.
Fang Lin merasa senang mendengarnya, ia jadi tidak perlu membuang mereka yang tidak setia pada dirinya.
"Apa kamu ingin menjadikan mereka sebagai bawahan inti?" tanya Yue penasaran.
"Yah, begitulah. Aku akan meningkatkan kekuatan tempurku sebelum Turnamen Semesta dimulai, meskipun masih cukup lama tapi tidak ada salahnya untuk mempersiapkan diri dari sekarang, bukan?" Fang Lin tersenyum tipis saat mengatakan itu.
Yue mengangguk sekali dan mengatakan kalau itu tidaklah salah, kemudian dirinya izin pamit dari sana karena masih harus mengawasi beberapa bawahan inti yang sedang dirinya latih.
"Baiklah, sampai jumpa..." Fang Lin melambaikan tangan kanannya, dan Yue juga melakukan hal serupa sembari tersenyum.
Setelah Yue menghilang dari sana dalam sekejap, Fang Lin kembali memperhatikan kelima orang tersebut dan berkata, "Mulai sekarang kalian akan berbaur dengan bawahanku yang lainnya, kuharap kalian semua bisa mengakrabkan diri."
Fang Lin melakukan beberapa pidato lainnya yang membuat kepercayaan mereka terhadap dirinya meningkat.
Kemudian, Fang Lin membawa mereka berlima ke Dunia Jiwa dan memerintahkan Yang Jian untuk menuntun mereka ke tempat tinggal baru.
***
Beberapa hari berlalu setelah Fang Lin berhasil merekrut lima bawahan dari semua kartu bawahannya yang tersisa. Ia saat ini kembali membentuk pelatihan khusus yang terdiri dari Diablo, Yang Jian, Bai Hu, Yun Feng, Li Fan, Nie Li, Mo Chan dan Tao Yun.
Tao Yun adalah seorang pria paruh baya pengguna pedang besar yang Fang Lin berhasil rekrut dari kartu bawahan Iblis. Meskipun rupanya tampak seperti Manusia, namun faktanya dia adalah seorang Iblis Berdarah Dingin.
"Tao Yun, adalah Iblis jahat yang suka sekali membunuh. Walaupun sifatnya buruk, tetapi kesetiaannya itu tidak boleh diremehkan..." ucap Fang Lin dalam hati, lalu melanjutinya, "Tapi tetap saja aku harus memperbaiki sifatnya, kalau aku mengabaikannya dia bisa menjadi biang masalah di masa depan nanti."
Fang Lin menghubungi Diablo lewat telepati dan mengatakan pada Iblis Primordial itu untuk membangun kembali mental Tao Yun supaya nantinya dia tidak membuat banyak masalah karena sifatnya.
Tentu saja Diablo langsung menerima perintah dari Tuannya itu.
Fang Lin kemudian memulai pelatihannya yang berlangsung sampai sore hari.
......................
Pelatihan yang Fang Lin lakukan sudah berlangsung selama lima minggu lamanya.
Fang Lin bisa merasakan kalau Tao Yun sudah mulai berubah sedikit demi sedikit, entah apa yang Diablo lakukan tetapi ia cukup yakin kalau dia tidak melakukan kekerasan terhadapnya.
***
"Tuan, bolehkah saya bertanya sesuatu?" Yang Jian mengangkat satu tangannya ketika mereka sedang berbaris rapi di hadapan Fang Lin.
"Silahkan..." Fang Lin mempersilahkannya untuk bertanya.
"Sebenarnya tujuan kami berlatih dengan anda itu untuk apa?" Yang Jian sudah tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya.
Fang Lin terdiam sejenak sebelum menjawab dengan tenang, "Masing-masing dari kalian yang ada di sini mempunyai potensi tinggi di antara semua bawahan lainnya. Aku mempunyai niat untuk menjadikan kalian sebagai kelompok khusus yang nantinya akan ditempatkan di sisiku atau anak-anakku kelak..."
Yang Jian dan bawahan lainnya sedikit terkejut sebelum menganggukkan kepala paham ketika mendengar itu.
"Apakah aku juga termasuk, Guru?" Li Fan bertanya dengan satu tangan yang terangkat ke atas.
"Apa kamu bersedia jika aku memintanya?" Fang Lin tidak langsung menjawab melainkan menanyakan kesediaan muridnya itu.
"Tentu saja aku dengan senang hati bersedia, semua yang Guru berikan sejauh ini padaku masih tidak akan cukup untuk kubalas meskipun aku harus mengabdi padamu maupun anak-anakmu selamanya." ucap Li Fan dengan antusias.
Fang Lin tersenyum senang mendengar jawaban dari Li Fan, "Aku tau kalau kamu anak yang baik, Fan'er. Tapi tujuanku melatihmu karena aku adalah Guru mu, dan juga aku ingin melihatmu berkembang dengan mata kepalaku sendiri."
Li Fan jelas senang ketika mendengar itu, ia menangkupkan tangannya dengan badan yang menunduk serendah mungkin, "Terima kasih, Guru!"
Fang Lin tersenyum lembut sebelum menganggukkan kepalanya, "Berbarislah seperti yang lain, kita akan kembali memulai latihannya."
Li Fan mengangguk cepat dan dia kembali ke posisinya seperti semula.
Mereka akhirnya kembali melakukan latihan yang Fang Lin ajarkan, tidak ada satupun dari mereka yang bermalas-malasan karena sudah mengetahui tujuan Tuan dibalik semua ini.
***
"Eh, kamu memintaku untuk membuka kotak hitam yang kutemukan di Gunung Kerajaan Wei?" Fang Lin bertanya untuk memastikan kembali pendengarannya.
"Ya, karena kamu telah mencapai ranah Absolute. Sudah waktunya untuk membuka itu..." ucap Yue dengan tenang.
Saat menemukan kotak hitam pekat tersebut, Fang Lin mempunyai kecurigaan kalau Yue ada sangkut pautnya dan sepertinya kecurigaannya itu tepat sasaran mengingat istrinya membahasnya secara tiba-tiba.
"Apakah kamu mengetahui isinya?" Fang Lin bertanya.
Yue tersenyum sebelum menjawab, "Itu adalah hadiah dariku untukmu..."
"Hadiah...?" Fang Lin sedikit memiringkan kepalanya, "Hadiah atas dasar apa?"
"Karena kamu mengaktifkan artefak Cawan Suci." Yue menjawab dengan tenang.
Fang Lin terdiam sejenak dan tidak memikirkannya lebih jauh, ia mengeluarkan kotak hitam pekat tersebut dan membukanya.
Ketika Fang Lin membukanya, ia menemukan sebuah cincin perak yang tanpa mempunyai motif sedikitpun. Tapi dirinya bisa merasakan kalau cincin tersebut mempunyai sesuatu yang spesial.
"Apakah ini semacam Artefak?" Fang Lin bertanya sesaat setelah mengambil cincin tersebut dari kotak.
"Ya, cincin itu mampu menampung energi sebanyak seorang Absolute. Setiap pemilik dari cincin ini kehabisan energi dalam dantiannya, cincin itu akan memberikan semua energi yang tersimpan di dalamnya." ucap Yue menjelaskan.
"Woah, bukankah itu sangat luar biasa?" Fang Lin tanpa sadar berkata demikian, lalu bertanya, "Apakah aku boleh memakainya?"
"Tentu saja, kamu adalah pemilik cincin itu." jawab Yue sembari mengangguk kecil.
Fang Lin yang mendengar itu tanpa banyak berpikir langsung memakai cincinya, ia bisa merasakan kalau cincin tersebut sedang menyerap energi di sekitarnya.
"Terima kasih, ini adalah barang yang berharga." ucap Fang Lin senang.
Yue hanya mengangguk untuk menanggapi itu.
Setelah suasana menjadi hening selama beberapa waktu, Fang Lin menciptakan cincin serupa dan memberikannya pada Yue.
"Eh...?" Yue tampak terkejut ketika melihat Fang Lin menciptakan cincin dengan manfaat yang serupa melalui skill Creator, "Kenapa kamu menciptakan dan memberikannya padaku?"
"Hm, apa itu sesuatu yang salah?" Fang Lin sedikit memiringkan kepalanya.
"Ah, tidak..." Yue menerima cincin tersebut, lalu berterima kasih pada suaminya.
"Sama-sama..." Fang Lin tersenyum tipis, lalu kembali berkata, "Kalau begitu, aku pergi dahulu."
"Baiklah..." Yue mengangguk kecil, dan dalam sekejap mata suaminya itu menghilang dari sana dalam sekejap.
"Dia tetap sama seperti dulu meskipun telah bereinkarnasi berkali-kali..." Yue menatap cincin yang dikenakannya sembari tersenyum lembut.
Bersambung......
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.