
Satu jam berlalu. Para bawahan inti mulai berdatangan dengan pakaian yang terbilang cukup mewah, disaat itu juga sepuluh makhluk bayangan memainkan musik yang menghasilkan alunan suara indah.
"Halo tuan!" Hu Jiazhen menyapa sambil tersenyum.
"Ah, kau sudah datang. Darimana kau mendapatkan pakaian mewah ini?" Tanya Fang Lin penasaran.
"Dari Ji Xi, tuan. Selama beberapa tahun terakhir dia gemar dengan yang namanya menjahit, dan dia mulai memberikan beberapa pakaian kepada aku serta yang lainnya."
Fang Lin tertegun mendengarnya, "Seorang iblis gemar menjahit? Itu sesuatu yang baru bagiku..." Batinnya tertawa diam-diam, "Jadi, apa yang kau hadiahkan nanti kepada pengantin baru itu?"
Pertanyaan yang dilontarkan Fang Lin membuat Hu Jiazhen terdiam cukup lama, "Hmm... Saya belum menyiapkannya, tuan. Saya sendiri tidak tau harus memberikan mereka apa."
Fang Lin tersenyum tipis, "Kau tidak perlu berpikir keras untuk masalah hadiah. Berikan saja hadiah terbaik yang bisa kamu berikan, aku yakin mereka berdua akan menyukainya..." Ucapnya sambil menepuk pundak Hu Jiazhen.
"Terima kasih tuan, saya akan menyiapkan hadiahnya!"
Fang Lin hanya mengangguk dan kemudian Hu Jiazhen menghilang dari hadapannya. Ia yang mengetahui itu kembali mengedarkan pandangannya, "Suasana mulai ramai... Tetapi Li Fan dan Sylvia belum menunjukkan batang hidung mereka. Apa yang mereka lakukan?"
"Yue. Omong-omong kau melatih Diao Chan dimana? Bukankah lebih baik kau menyudahi pelatihannya untuk sementara waktu?" Tanya Fang Lin sambil menatap Yue yang ada di dekatnya.
"Sepertinya tidak bisa tuan, dia sedang berada dalam fase hibernasi..."
"Hibernasi? Bukankah dia hanyalah Demi-Human? Kenapa juga harus melakukan hibernasi?"
"Biasanya hibernasi dilakukan untuk menghemat energi, tetapi berbeda dengan kasusnya. Semakin lama dia hibernasi maka kekuatan serta energinya semakin meningkat, dan pada saat itu dilakukan sangat sulit untuk membangunkannya."
Mendengar penjelasan Yue membuat Fang Lin sedikit terpukau, "Enak sekali, hanya tidur tetapi dapat meningkatkan kekuatan serta Energi Spiritual. Lalu, dia sekarang sedang berada dimana? Aku sama sekali tidak merasa hawa kehadirannya di Dunia Jiwaku semenjak aku pergi melawan Alam Dewa."
"Dunia Abyss. Wilayah bersalju yang jaraknya jutaan kilometer dari tempat anda melakukan kultivasi tertutup..."
"Huh, bukankah itu terlalu jauh? Bagaimana kau bisa mengawasinya?"
"Hehehe... Saya menggunakan teknik penghalang disekitarnya yang dapat mengetahui situasi di sana. Bisa dibilang penghalang itu menjadi mata ketiga saya untuk mengawasi Diao Chan."
Fang Lin mengangguk paham dan tidak bertanya lebih lanjut mengenai itu. Beberapa saat kemudian, Li Fan dan Sylvia tiba-tiba saja muncul dihadapannya dengan pakaian yang diberikan olehnya beberapa saat lalu.
"Oh, kalian sampai..." Fang Lin tersenyum dan melihat keduanya dari bawah hingga atas, "Kalian berdua tampak serasi, aku harap kalian bisa hidup bahagia untuk selamanya."
Li Fan tersenyum lebar ketika mendengarnya, sedangkan Sylvia tersipu malu dengan wajah yang memerah, "Terima kasih, Guru!"
Fang Lin tersenyum, "Baiklah. Aku akan menyiapkan hidangan terlebih dahulu, kalian mengobrolah dengan yang lain." Ucapnya dan diangguki oleh mereka berdua.
Fang Lin langsung meninggalkan keduanya dan Yue terus mengikutinya dari belakang. Ketika sampai di pinggir halaman, Fang Lin melihat puluhan meja lingkaran yang ditutupi dengan kain putih tipis.
Fang Lin terdiam cukup lama setelah sampai di sana, hingga akhirnya ia menjentikkan jarinya dan memunculkan banyak makanan di puluhan meja tersebut.
"Seharusnya sudah cukup..." Fang Lin mengangguk lalu menoleh ke arah Yue yang ada di sebelahnya, "Hey, kenapa dirimu tidak mengucapkan sesuatu kepada mereka?"
"Ah, apakah anda risih dengan saya karena selalu mengikuti?"
Fang Lin menggelengkan kepala pelan, "Aku tidak berpikir seperti itu, hanya saja pertanyaan barusan terlintas di pikiranku begitu saja..."
Yue mengangguk paham, "Saya akan melakukannya ketika pesta di mulai. Omong-omong, anda tidak mengabari mereka tentang pesta ini?"
"Siapa yang kau maksud?" Tanya Fang Lin dengan satu alis terangkat.
"Diablo dan Fei Yulan. Apakah anda melupakan mereka berdua?"
***
Alam Longxu, Istana Shadow Monarch.
Di sebuah ruangan yang dimana batu kristal dijadikan sebagai penerangan, terlihat seorang pria berpakaian kemeja hitam polos sedang duduk di sebuah tempat duduk yang cukup mewah. Tepat dihadapannya terdapat meja panjang yang dikelilingi oleh orang-orang dengan usia beragam.
Diablo saat ini sedang mengadakan rapat yang biasa diadakan selama satu bulan sekali, disampingnya juga terdapat Fei Yulan yang mengenakan gaun elegan berwarna kuning. Jika ada seseorang yang baru melihat keduanya, dia pasti akan mengira kalau mereka berdua adalah sepasang kekasih yang sempurna.
Di sela-sela pembicaraan. Diablo mengangkat sedikit satu tangan kanannya ke atas dalam keadaan mengepal, itu sebagai tanda untuk menghentikan pembicaraan.
"Apakah ada sesuatu yang terjadi, tuan Diablo?" Tanya seorang kakek tua berjubah putih. Dia adalah salah satu tokoh terkuat di Dunia Longxu.
Diablo tidak mengatakan apa-apa dan hanya menatap tajam, kakek tua tersebut yang menyadari tatapan darinya langsung bergidik ketakutan.
"Diablo, bagaimana kabarmu dan Fei Yulan?"
"Saya dan Fei Yulan baik-baik saja, tuan. Anda sendiri bagaimana?"
"Sama sepertimu, aku juga baik-baik saja. Ah, iya... Sekarang kau berada di Alam mana?"
"Saya menetap di Alam Longxu, salah satu alam tinggi yang sudah saya kuasai..."
"Apakah ada masalah besar selama kau ada di sana?"
'Tidak ada, tuan. Saya, Fei Yulan dan yang lainnya melakukan misi ini dengan lancar, tidak ada sesuatu yang membuat kami gagal dalam penaklukan berlangsung."
"Baguslah. Aku menelepatimu karena ingin memberitahu sesuatu, Li Fan dan Sylvia menikah dan aku mengadakan pesta untuk mereka berdua... Jadi aku harap kau dan Fei Yulan bersiap, aku akan menjemput kalian."
"Woah~! Mereka berdua menikah. Saya pastikan akan memberikan hadiah untuk mereka yang layak! Jadi tuan datang kemari beberapa jam lagi, saya akan mengirim koordinat Alam Longxu setelah ini."
"Hmm... Sepertinya tidak bisa jika beberapa jam lagi, sebab pesta akan dimulai kurang dari tiga puluh menit lagi."
"....."
"Baiklah kalau begitu, saya akan menyiapkannya secepat mungkin. Datanglah dalam sepuluh menit lagi, tuan."
"Bagus."
Percakapan keduanya berakhir sampai disitu. Diablo menghela nafas panjang lalu berkata, "Carikan aku hadiah untuk pernikahan yang layak! Aku membutuhkannya dalam sepuluh menit. Jika tidak ada, aku akan memenggal semua kepala yang ada disini."
Pernyataan yang dilontarkan Diablo secara tiba-tiba membuat suasana di sana menjadi hening selama beberapa detik, hingga akhirnya salah satu dari mereka berdiri dan bergegas keluar dari ruangan tersebut.
Ketika dia pergi yang lainnya ikut pergi dalam keadaan panik, mereka langsung menghubungi orang-orang terdekat untuk mencarikan hadiah yang dimaksud oleh Diablo.
"Hey, apa yang terjadi? Kenapa kau tiba-tiba mengatakan hal itu?" Fei Yulan yang berada di sebelahnya tidak bisa menahan rasa penasarannya.
Diablo langsung menjelaskan detail dari percakapan dirinya dengan Fang Lin saat melakukan telepati barusan. Setelah mendengar itu, Fei Yulan memegang kepalanya sambil menggeleng pelan, "Kau ini... Kupikir kau sudah gila." Ucapnya lalu menghilang dari sana tanpa jejak.
"Kau sendiri tampaknya buru-buru mencari hadiah untuk mereka berdua..." Diablo tertawa pelan ketika melihat Fei Yulan menghilang dalam sekejap.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.