System Sang Immortal

System Sang Immortal
Kekesalan Yue


Pertukaran serangan terjadi dengan sangat cepat, gelombang kejut dan energi terus menerus bermunculan tanpa henti di area pertarungan itu.


Sementara, semua Heavenly God yang sudah menjauh dan juga menyebar ke berbagai arah mulai melancarkan jurus masing-masing. Meskipun mengkonsumsi cukup banyak energi tetapi demi mengalahkan pemuda yang bernama Fang Lin itu mereka tidak keberatan sama sekali.


Raut wajah Fang Lin semakin serius seiring berjalannya waktu, semangatnya menggebu-gebu karena dua lawannya ini hampir sebanding dengan dirinya tanpa menggunakan Mata Kehancuran, Es Suci, ataupun Api Hitam.


"Aku tidak boleh meremehkan mereka lagi..." ucap Fang Lin dalam hati.


Fang Lin menjadi serius dan menggunakan sebagian besar kemampuannya untuk mengalahkan mereka berdua.


Kedua Supreme Being itu yang mengetahui kalau kekuatan serta kecepatan Fang Lin langsung berubah berkali-kali lipat dari sebelumnya langsung menggertakkan gigi.


"Apa-apaan ini...? Apakah dia benar-benar mempunyai basis kultivasi yang sama denganku?!!" jerit Patriark klan Mu dalam hati, meskipun lawannya juga berada di tingkat yang sama dengan dirinya akan tetapi kemampuan mereka berdua bagaikan langit dan bumi, "Kalau tidak ada pak tua itu, entah bagaimana nasibku sekarang..."


Patriark klan Mu benci mengakuinya tetapi Zhang Waqiao sangatlah berkontribusi di pertarungan ini, dia selalu menutup celah rekan sementaranya yang terbuka dan menyerang Fang Lin secara intens.


"Entah berapa usianya, dia begitu berbakat." Zhang Waqiao berdecak kagum beberapa kali, lalu menambahkan, "Kehebatannya sudah jelas di atasku, kalau tidak ada Mu Zhan mungkin aku akan kalah dengan cepat."


Mereka bertukar serangan selama kurang dari satu jam sebelum akhirnya Mu Zhan yang tidak lain adalah Patriark klan Mu melakukan jurus area untuk memperlebar jarak.


Booom!


Kali ini gelombang kejut yang berbeda dari lainnya tercipta setelah Mu Zhan berhasil mengeksekusi jurusnya, dia sudah menjauh sebanyak ribuan kilometer dari musuhnya bersama dengan rekan sementaranya.


"Ini pertarungan yang sulit, tapi bukan berarti kita tidak bisa menang." Zhang Waqiao berkata lewat telepati tanpa mengalihkan pandangannya dari depan.


Mu Zhan mengangguk kecil, perkataan kakek tua itu tidaklah salah. Mereka berdua mempunyai kesempatan untuk menang melawan Fang Lin asalkan bisa bekerja sama dengan baik.


"Bisakah kau memberikanku waktu sepuluh menit?" tanya Zhang Waqiao penasaran.


"Kau tidak mencoba untuk kabur, bukan?" Mu Zhan merasa sedikit curiga, tetapi kecurigaannya tersebut langsung ditepis oleh kakek tua itu.


"Kau sudah gila, ya? Untuk apa aku kabur sementara kita berdua tidak bisa mengambil alih ataupun keluar dari Domain ini." nada Zhang Waqiao menjadi sinis.


Mu Zhan mendengus kecil, lalu bertanya, "Jadi, apa rencanamu?"


"Aku mempunyai jurus yang mungkin bisa melukainya, namun memerlukan waktu setidaknya sepuluh menit untuk mempersiapkannya." jawab Zhang Waqiao tenang.


Mu Zhan terdiam sejenak, dari kejauhan ia bisa menemukan Fang Lin yang mulai bergerak dan muncul di hadapan mereka berdua dalam waktu kurang dari satu detik.


"Sialan, bajingan ini bahkan tidak membiarkan kami beristirahat sejenak." Mu Zhan berdecak kesal, lalu dirinya menimbang rencana Zhang Waqiao yang belum dijawabnya.


Setelah pertukaran serangan selama beberapa menit, akhirnya Mu Zhan memutuskan untuk mengikuti rencana Zhang Waqiao. Meskipun itu sedikit beresiko tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba.


Mu Zhan kemudian menciptakan sepuluh klon dirinya, setiap klon miliknya tersebut mempunyai lima persen energinya.


Boooom!


"Aku tidak tau seberapa lama diriku bisa menahan, tapi aku cukup yakin jika bisa menahannya setidaknya selama sepuluh menit." ucap Mu Zhan lewat telepati.


Zhang Waqiao mengangguk sebelum membalas, "Aku mengerti."


Setelah berkata demikian, Zhang Waqiao mundur menjauh dari area pertarungan. Sementara Mu Zhan mengeluarkan seluruh kemampuan penuhnya bersama sepuluh klon miliknya.


Fang Lin sendiri yang menyaksikan itu langsung mengetahui rencana mereka, ketika dirinya sedang sibuk memikirkan beberapa rencana ada telepati yang masuk.


"Sayang, kamu sedang apa?" Yue bertanya, nadanya terdengar penasaran.


"Um, kenapa memangnya?" Fang Lin tidak langsung menjawab karena dirinya ragu untuk memberitahu situasinya sekarang ini.


Tidak ada balasan dari Yue selama beberapa saat, kemudian dia menjawab, "Aku hanya ingin mengetahui kabarmu..."


"Ya, apa yang sedang kamu lakukan sekarang?" Yue kembali bertanya, nadanya terdengar kuat kali ini.


Fang Lin bisa menyadari kalau Yue mulai mencurigai dirinya, ia sebenarnya ingin berbohong tetapi niatnya itu langsung diurungkan dan menjelaskan situasinya secara singkat.


"Bertarung? Apakah mereka membuat masalah denganmu?" Yue bertanya.


Fang Lin tidak menjawab selama beberapa saat sebelum akhirnya memutuskan untuk memberitahu kalau dirinya adalah orang yang membuat masalah dengan mereka.


"Kamu... Apa yang sudah kamu pikirkan?"


Suara Yue tampak kecewa sehingga membuat Fang Lin menelan ludahnya.


"Y-yah... Aku merasa bosan, jadi aku membuat masalah dengan mereka hehehe..."


"Hentikan itu, keluarkan mereka dan bertemu di kekosongan yang kutandai. Mengerti?"


"Eh...! Kenapa...?!"


"Di sini masalahnya adalah kamu, kenapa kamu membunuh mereka sementara tidak ada yang pernah menyinggungmu atau semacamnya?"


"Bukankah itu pantas karena hukum Dunia bagi para kultivator adalah memakan atau dimakan?"


"Memang benar itu adalah hukum Dunia dan pengetahuan umum bagi semua makhluk hidup, tapi hanya karena memiliki kekuatan bukan berarti kamu bisa semena-mena! Aku tidak mau tau, selesaikan masalah di situ tanpa membunuh satupun dari mereka lalu pergi ke kekosongan sekarang juga."


Yue memutuskan telepatinya sesaat setelah berkata demikian dan membuat raut wajah Fang Lin langsung berubah menjadi buruk, untuk pertama kalinya ia mendengar suara Yue yang semarah ini.


Di sisi lain, Mu Zhan yang melihat raut wajah Fang Lin berubah menjadi buruk sedikit mengerutkan alisnya, "Kenapa dia? Wajahnya sangat tenang beberapa saat lalu, kenapa sekarang jadi berubah seperti itu?"


Ketika Mu Zhan sedang bertanya-tanya, tiba-tiba saja pandangannya menjadi begitu gelap sehingga tidak bisa melihat apapun.


"A-apa...?" Mu Zhan sedikit panik, ia berniat mengeluarkan energinya untuk menghasilkan cahaya akan tetapi energi miliknya itu selalu lenyap tanpa sisa ketika ingin dikeluarkan, "Tidak, jangan begini... Aku tidak mungkin terjebak di sini selamanya~!"


Pada saat Mu Zhan berseru lantang, kegelapan tanpa batas itu menghilang dalam sekejap dan cahaya kembali muncul. Kedua matanya perlahan melebar secara sempurna karena terkejut saat mendapati dirinya telah kembali ke medan peperangan di daratan Wuxing.


Di sana terdapat Zhang Waqiao dan puluhan Heavenly God lainnya, mereka tampak bingung karena mengalami hal yang serupa seperti Mu Zhan.


"Apakah kau mengetahui sesuatu?" Zhang Waqiao langsung bertanya setelah berada di dekat Mu Zhan.


Mu Zhan terdiam sejenak, kemudian menceritakan kalau dirinya melihat raut wajah Fang Lin yang berubah menjadi buruk sebelum peristiwa tadi terjadi.


"Hanya itu saja?" Zhang Waqiao bertanya untuk memastikan sekali lagi, dan Mu Zhan mengangguk kecil sembari memasang ekspresi bahwa dirinya tidak berbohong sama sekali.


Keheningan menyelimuti mereka berdua sampai akhirnya para Heavenly God dari dua kubu datang menghampiri.


"Patriark!"


"Leluhur~"


Meskipun dua kubu itu adalah musuh tetapi mereka tidak akan mempermasalahkannya untuk saat ini.


Zhang Waqiao kemudian mengatakan pada Mu Zhan untuk menunda perang selama beberapa waktu, Patriark klan Mu itu sebenarnya enggan namun setelah masalah yang sudah mereka lalui membuatnya mau tak mau menyetujuinya.


Kedua kubu itu kemudian saling berpisah dan mengumpulkan pasukan yang masih ada di medan pertempuran untuk kembali ke tempat masing-masing.


Bersambung......


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.