System Sang Immortal

System Sang Immortal
Memulai Kembali Pelelangan


Melihat reaksi peserta lelang Manajer A hanya tersenyum tipis, "Baik-lah... Kalau begitu mari kita lanjutkan pelelangan ini!" Ucap Manajer A dengan nada semangat dan disambut tepukan meriah dari para peserta lelang.


Manajer A tersenyum lebar lalu menyuruh algojo untuk membawa budak ke-19, Sang algojo menerima perintah Manajer A lalu berjalan ke arah belakang panggung.


Beberapa saat kemudian, Sang algojo kembali ke tengah sambil membawa penjara besi berukuran kecil, Ia lalu menaruh penjara tersebut ke dekat Manajer A.


Manajer A sendiri langsung mengambil penjara besi tersebut lalu mengulurkan tangan-nya yang sedang memegang penjara besi ke arah penonton, "Kalian dapat lihat, Ini adalah seekor Phoenix Api! Tetapi phoenix ini sudah berada di ambang kematian dan pihak pelelangan tidak mempunyai obat yang dibutuh-kan phoenix ini" Ucap Manajer A menjelaskan.


"Meskipun begitu kalian dapat memanfaatkan apa yang dimiliki tubuh phoenix ini sebelum dia menjadi abu" Lanjut Manajer A menjelaskan.


"Jadi saya akan memulai-nya dari 50.000 koin emas!" Ucap Manajer A dengan semangat.


Para peserta hening dan tidak ada satupun orang yang mengangkat tangan-nya untuk menawar Phoenix tersebut.


"Cih... Meskipun itu adalah seekor Phoenix Api, Tetapi untuk apa membeli-nya kalau sudah berada di ambang kematian"


"Benar hahaha, Setau-ku juga tubuh fisik Phoenix Api akan menghilang jika dia mati, Jadi untuk apa membuang-buang uang untuk membeli hal yang tidak berguna"


"Jika saja salah satu peserta ada yang mengerti kegunaan tubuh Phoenix Api, Mungkin dia akan menawar-nya dengan cepat"


Hampir seluruh peserta lelang bergumuruh membicarakan Phoenix tersebut, Sedangkan Fang Lin yang berada di kursi kelas 1 hanya diam.


Fang Lin kemudian mengangkat satu tangan-nya dan membuat diri-nya menjadi pusat perhatian semua orang, "100.000" Ucap Fang Lin dengan nada tenang.


Hening...


Suara yang tadi-nya bergemuruh seketika menjadi hening ketika mereka semua melihat ada yang berani menawar Phoenix sakit tersebut.


"Wah... Apakah dia bangsawan kaya? Kenapa dia membeli suatu hal yang tidak berguna?"


"Bodoh! Bisa saja orang itu mengerti kegunaan Phoenix Api dan dia menawar Phoenix tersebut karena ingin dijadikan obat-obatan"


Suara kembali bergumuruh dan peserta lelang mulai membicarakan pemuda bertopeng yang duduk di bangku kelas 1.


Sebagian dari mereka mencibir Fang Lin karena tindakan-nya membeli Phoenix tersebut adalah tindakan bodoh, Namun sebagian lain-nya memilih diam karena mereka mengira kalau Fang Lin mengerti kegunaan tubuh Phoenix Api.


Di sisi lain, Manajer A hanya tersenyum kecut saat melihat hanya 1 orang saja yang menawar Phoenix Api yang dipegang-nya.


Manajer A lalu mengambil palu kayu yang di dekat meja lalu berkata dengan nada lantang, "Seperti-nya tidak ada lagi yang menawar, Maka Phoenix ini terjual oleh peserta no.07!"


Selesai mengatakan hal tersebut, Manajer A memberi tanda ke algojo untuk mengambil penjara besi yang dipegang-nya saat ini.


Sang algojo mengangguk mengerti dan mulai berjalan mendekati Manajer A. Namun langkah-nya terhenti ketika pria bertopeng hitam menyuruh-nya berhenti.


"Berhenti! Biar-kan aku membayar Phoenix itu sekarang" Ucap Fang Lin lalu berdiri dari duduk-nya dan berjalan ke arah panggung.


Manajer A mendengar itu sedikit menaik-kan alis-nya, "Maaf tuan, Tetapi pembayaran hanya bisa dilakukan di akhir pelelangan" Ucap Manajer A dengan nada ramah.


"Hey bocah sialan! Turuti apa yang dia katakan! Kau mengganggu jalan-nya pelelangan!!"


"Benar! Kau sangat mengganggu bocah bangs*t"


Beberapa umpatan keluar dari mulut para peserta lelang, Mereka cukup kesal ketika pria bertopeng hitam itu melakukan sesuatu yang mengganggu jalan-nya pelelangan.


Fang Lin sendiri hanya mengabaikan umpatan yang keluar dari para peserta lelang, Ia sadar apa yang dia lakukan ini menghambat jalan-nya pelelangan, Namun apa boleh buat karena diri-nya dapat melihat kalau Phoenix tersebut sudah benar-benar di ambang kematian.


Jika saja Fang Lin menunggu sampai pelelangan ini berakhir, Maka bisa dipastikan kalau Phoenix tersebut akan mati.


Sedangkan Manajer A hanya menghela nafas panjang, Ia meraih kantung emas yang berada di tangan Fang Lin dan menyerah-kan penjara besi yang berada di tangan-nya.


Fang Lin hanya tersenyum ketika melihat Manajer A meraih kantung emas-nya, Ia dengan segera mengambil penjara besi yang berisi Phoenix tersebut lalu membalik-kan badan-nya.


Fang Lin langsung berjalan kembali ke kursi-nya sambil membawa penjara besi yang berisi Phoenix Api.


Di sisi lain, Para peserta lelang lain-nya hanya menatap sinis Fang Lin yang sedang berjalan kembali ke tempat duduk, Mereka mengeluarkan niat membunuh mereka secara bersamaan dan mengarahkan-nya ke arah Fang Lin.


Manajer A yang menyadari itu berniat untuk memperingat-kan mereka untuk tidak bertarung, Namun niat-nya langsung diurung-kan saat merasa-kan aura membunuh yang pekat keluar dari tubuh pria bertopeng hitam itu.


~Whoooshh~


"Semut seperti kalian berani sekali mengarahkan niat membunuh ke arah-ku. Andai saja kalian melakukan ini di luar pelelangan, Aku sudah menebas kepala kalian sedari tadi" Ucap Fang Lin dengan nada dingin lalu menarik aura membunuh-nya kembali.


Para peserta lelang langsung terdiam ketika mendengar-nya, Mereka masih dalam keadaan terkejut ketika aura membunuh mereka dikalah-kan dengan mudah oleh aura membunuh pria bertopeng hitam itu.


Para peserta lelang hanya bisa diam saat menyadari kalau mereka telah salah menyinggung orang lain, Raut wajah mereka berubah menjadi gelisah karena takut jika diluar pelelangan nanti mereka semua akan dibunuh oleh pria bertopeng hitam itu.


Fang Lin sendiri yang menyadari ketakutan mereka hanya diam dan duduk kembali ke kursi-nya, Ia kemudian mengeluar-kan pil kehidupan dari inventory-nya dan menghela nafas-nya pelan saat melihat pil kehidupan, "Haah... Ini adalah pil kehidupan terakhir yang kumiliki, Memang pil ini adalah nyawa tambahan-ku jika aku dalam keadaan sekarat, Tetapi mau bagaimana lagi..." Gumam Fang Lin dengan nada pasrah. Mau tak mau diri-nya harus merelakan pil kehidupan terakhir-nya untuk Phoenix Api yang dibeli-nya.


Sebelum-nya Fang Lin sudah bertanya kepada Yue saat diri-nya ingin membeli Phoenix Api, Namun Yue mengatakan hanya Pil kehidupan saja yang dapat menyembuhkan Phoenix tersebut.


Memang ada beberapa pil lain-nya yang dapat menyembuhkan sang Phoenix, Akan tetapi pil tersebut tidak dijual oleh system karena versi system yang masih terlalu kecil.


.....


Tidak ingin berlama-lama lagi, Fang Lin langsung membuka penjara besi tersebut dan mengeluarkan Phoenix Api dari sana.


Tentu yang dilakukan Fang Lin saat ini langsung menjadi pusat perhatian para peserta lelang, Termasuk Manajer A yang berada di atas panggung.


Namun Fang Lin menghiraukan tatapan mereka dan fokus dengan apa yang dia lakukan saat ini.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.