
Di dalam kamar Fang Lin.
Fang Lin saat ini sedang menidurkan dirinya di kasur, "Haaah... Lebih baik aku berisitirahat hari ini, Besok aku akan pergi ke Alam Tanah Monster" Ucap Fang Lin menghela nafas panjang lalu menutup matanya secara perlahan.
Di sisi lain Mue Lian yang berada di kamar sebelah hanya mendengus kesal, "Kenapa sih Fang Gege tidak ingin sekamar denganku" Ucap Mue Lian dengan nada yang sedikit marah. Setelah memasuki rumah, Fang Lin memintanya untuk tidur dikamar yang berbeda karena sedang tidak ingin diganggu, Tetapi dia yakin kalau alasan Fang Lin tidak sesederhana itu.
"Sudahlah... Memikirkan seperti itu tidak ada gunanya" Ucap Mue Lian lalu memulai bermeditasi di atas kasur.
.....
Keesokan harinya.
Fang Lin yang sedang tertidur perlahan membuka matanya saat sinar matahari menyinari wajahnya lewat jendela.
Fang Lin langsung berdiri dari tidurnya lalu membuka jendela, "Ini sudah pagi? Sial... Kenapa aku tertidur lama sekali?" Gumam Fang Lin saat melihat langit yang cerah, Ia lalu meregangkan badannya.
Beberapa saat meregangkan badannya, Fang Lin lalu keluar dari kamarnya dan diruang tamu tidak ada siapapun selain dirinya, "Hmm? Apakah Lian'er masih belum keluar dari kamarnya?" Ucap Fang Lin dengan nada heran lalu menyebarkan kesadarannya.
Terlihat Mue Lian yang masih berkultivasi dikamarnya, "Sepertinya dia akan naik tingkat sebentar lagi" Gumam Fang Lin saat merasakan energi langit dan bumi memenuhi ruangan tersebut.
Di sisi lain Mue Lian yang merasa dirinya diamati langsung membuka matanya secara perlahan, "Sepertinya Fang Gege sedang berada diluar" Gumam Mue Lian pelan.
Mue Lian langsung menyudahi kultivasinya dan berjalan keluar kamar. Saat berada diluar kamar, Mue Lian melihat Fang Lin yang kini sedang menatapnya sambil tersenyum lembut.
"Lian'er, Sekarang kamu pindah ke dunia jiwaku sementara ya... Hari ini aku ingin pergi ke alam tanah monster" Ucap Fang Lin sambil berjalan mendekati Mue Lian.
Mue Lian langsung terkejut ketika mendengar itu, "Kenapa harus sekarang? Bukankah Fang Gege bisa menundanya kapan saja?" Tanya Mue Lian dengan wajah memelas.
Fang Lin yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya pelan, "Tujuanku adalah mengelilingi seluruh alam semesta in dan menjadi kuat, Aku tidak bisa berdiam disini terlalu lama" Ucap Fang Lin pelan sambil mengelus kepala Mue Lian.
Mue Lian hanya menundukkan kepalanya, "Tak bisakah aku ikut? Aku tidak ingin berpisah dengan Fang Gege" Balas Mue Lian dengan pelan seperti sedang menahan kesedihan.
"Tidak bisa... Disana sangatlah berbahaya dan bahkan ada beberapa monster yang lebih kuat darimu" Ucap Fang Lin sambil mengangkat wajah Mue Lian.
"Tenang saja, Aku akan kembali dan menemui kamu serta seluruh orang yang berada di sana" Lanjut Fang Lin sambil tersenyum.
Mue Lian yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya berkali-kali lalu memeluk Fang Lin dengan erat, "Jangan terlalu memaksakan diri, Jika kamu terluka... Pulanglah" Ucap Mue Lian dengan suara yang sedikit serak.
Fang Lin hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, "Baiklah..." Jawab Fang Lin sambil membalas pelukan Mue Lian.
Beberapa saat kemudian, Fang Lin melepaskan pelukan dari Mue Lian, "Sekarang, Mari kita pergi ke dunia jiwaku" Ucap Fang Lin sambil memegang tangan Mue Lian.
"Em" Angguk Mue Lian pelan.
~Swooshh~
***
Fang Lin dan Mue Lian tiba-tiba muncul di sebuah hutan yang cukup lebat. Fang Lin melihat sekitarnya sebentar lalu kembali menatap Mue Lian, "Kita saat ini berada di hutan terlarang dan kita juga akan berpisah disini, Setelah ini kau amati Qiao Yu dan Xue Hua lalu ajarkan mereka bertarung sampai aku kembali" Ucap Fang Lin sambil tersenyum.
Mue Lian yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya pelan, "Baiklah... Aku memang sudah berencana melakukan itu" Jawab Mue Lian sambil tersenyum lembut.
Fang Lin hanya tersenyum mendengar itu lalu menepuk kepala Mue Lian pelan, "Aku pergi" Ucap Fang Lin sambil tersenyum dan beberapa saat kemudian dia langsung menghilang dari sana.
Melihat kepergian Fang Lin, Mue Lian hanya diam namun terdapat kesedihan di dalam hatinya, "Haah... Semoga kita cepat bertemu kembali" Ucap Mue Lian sambil menghela nafas panjang lalu menghilang dari sana.
***
Di luar dunia jiwa, Gunung Kabut Merah.
Saat ini suasana gunung kabut merah sangat sunyi seperti tidak ada satupun makhluk hidup yang tinggal disana.
Di sebuah batang pohon yang cukup besar, Tiba-tiba muncul seorang pemuda tampan berjubah biru disana, Yap... Tidak lain adalah Fang Lin, Ia saat ini sedang mengedarkan kesadarannya sambil bergumam, "Sebelumnya aku merasakan aura yang cukup kuat disekitar sini"
Sebelumnya saat memasuki gunung ini bersama Mue Lian, Fang Lin sempat merasakan sedikit aura yang kuat, Namun dia mengabaikannya karena ingin membantai terlebih dahulu dan menyerap aura pembunuh, Tetapi setelah berbulan-bulan menghilang akibat bertarung dengan Zorva membuat Fang Lin kasihan kepada Mue Lian yang sudah menunggunya.
Fang Lin sudah berencana setelah membawa Mue Lian ke dunia jiwa, Dia akan kembali ke sini dan mencari tau dimana asal dari aura kuat yang dia rasakan sebelumnya.
Fang Lin langsung menyebarkan kesadarannya ke seluruh gunung kabut merah, Bahkan dia juga menyebarkan kesadarannya ke bawah gunung.
Tak butuh waktu lama, Fang Lin langsung menemukan dari mana asal aura kuat tersebut, "Apa itu? Sebuah artefak?" Batin Fang Lin saat melihat kotak kecil yang mengeluarkan aura kuat di sebuah gua yang tertutup array ilusi.
"Aura kuat itu keluar dari segel yang ditanamkan kotak tersebut bukan dari isinya" Gumam Fang Lin dengan nada terkejut.
"Sekuat apa segel itu? Bahkan aura yang dipancarkan tidak main-main dan terlebih lagi kotak itu ditempatkan di sebuah gua yang tertutup array ilusi" Gumam Fang Lin sambil mengerutkan alisnya.
Fang Lin yang memikirkan itu hanya menggelengkan kepalanya pelan, "Apakah barang itu cukup berharga? Hingga disembunyikan dan disegel seperti itu?" Gumam Fang Lin dengan nada yang penasaran.
Tidak ingin berlama-lama lagi, Fang Lin langsung menghilang dari tempatnya dan tiba-tiba muncul didepan gua yang dia maksud, "Sepertinya ini array tingkat langit" Gumam Fang Lin lalu langsung mengayunkan tangannya secara horizontal ke arah mulut gua didepannya.
~BOOM~
Ledakan besar terjadi ketika Fang Lin merobek array tersebut, "Bahkan array tersebut meledak ketika dihancurkan" Gumam Fang Lin pelan lalu memasuki gua tersebut dengan berjalan santai.
Bersambung...
NOTE: Cuma pengen basa-basi aja biar seribu kata, Follow ig author: @wijayaputra_24 jangan gak follow.
LIKE >> VOTE >> RATE >> COMMENT.