
Satu jam berlalu dan sparring tersebut akhirnya dihentikan ketika Arthur sudah tepar karena kehabisan stamina serta kekuatan fisik.
"Untuk spparing yang pertama kali, tidak buruk kau bisa bertahan selama satu jam." puji Fang Lin sembari duduk di singgasana es yang baru saja ia ciptakan, "Kita akan sparring kembali setelah 30 menit."
"E-eh? Master, apa yang baru saja kamu katakan?" Arthur langsung bangkit, nafasnya masih memburu dan seluruh keringat membasahi tubuhnya.
"Hm, apa perkataanku barusan kurang jelas?" Fang Lin sedikit mengangkat satu alisnya.
"T-tidak, tidak... Maksudku, aku sudah kehilangan sebagian besar stamina dan kekuatan fisik. Bagaimana aku bisa mulai bertarung kembali setelah kehabisan semua itu?"
"Aku mempunyai pil yang dapat memulihkan stamina dan kekuatan fisik, Mana-mu sebagian juga sudah habis, 'kan? Aku akan memberikan pil berguna yang bisa memulihkan sekaligus meningkatkan kapasitas Mana-mu."
"A-apa...?" Arthur mematung setelah mendengar itu, lalu bertanya, "Apakah Master tidak sedang bercanda?"
"Setelah melalui semua ini, apa kau pikir aku melakukannya karena ingin bercanda denganmu?" Fang Lin bertanya, dan Arthur langsung menggelengkan kepalanya cepat, "Ketahuilah ini, kesempatan yang sekarang sedang kau hadapi adalah kesempatan yang mungkin mustahil untuk didapatkan kedua kalinya. Aku akan mengatakan ini sebagai terakhir kalinya, serap dengan baik semua hal yang sudah kau pelajari dariku. Berlatihlah sampai kau mengira besok adalah hari kematianmu."
Arthur terdiam selama beberapa kali sembari mengangguk kuat, ekspresinya menjadi serius dan ia menjawab, "Aku mengerti, Master!"
Fang Lin tersenyum melihat tanggapan semangat dari Arthur, ia bisa melihat tekad kuatnya mulai terbentuk.
Setelah hening selama beberapa waktu, Arthur membuka mulutnya dan bertanya, "Master, bagaimana aku harus memanggilmu di akademi nanti? Apakah tetap dengan sebutan 'Master'?"
"Apakah kau keberatan jika memanggilku Master saat di Akademi?"
"Tidak, sama sekali tidak! Aku hanya berpikir kalau Master adalah tipe orang yang enggan menarik perhatian."
"Kenapa kau berpikir demikian?"
"Karena Master tidak memasang ekspresi senang ketika dikerumuni oleh banyak wanita."
"Hahahaha... Terlihat jelas, ya? Meskipun aku memasang ekspresi tidak senang seperti yang kau bilang, tetapi semua wanita itu tidak berusaha menjauhiku."
"Mungkin mereka tidak menyadarinya?"
"Ya, itu bisa jadi." Fang Lin menganggukkan beberapa kali, kemudian menjawab pertanyaan Arthur sebelumnya, "Panggil aku dengan namaku, tapi jangan terlalu dekat seolah kita saling mengenal."
"Ah..." Arthur menganggukkan kepalanya, raut wajahnya sedikit terlihat sedih.
Fang Lin tentu menyadarinya dan langsung tersenyum tipis, "Jangan salah paham, bocah. Bukan berarti aku tidak suka ada seorang pecundang yang sok dekat denganku saat di Akademi, tetapi aku hanya tak mau menimbulkan kecurigaan."
"Apa maksudnya itu?" Arthur sedikit memiringkan kepalanya.
"Kalau kekuatanmu meningkat dengan pesat setelah berteman denganku, itu bisa saja menimbulkan kecurigaan dari beberapa orang bahkan jika kemungkinan hanya satu persen." ucap Fang Lin menjelaskan.
"Begitu, ya. Aku mengerti."
Mendengar itu, Fang Lin mengeluarkan beberapa pil lalu menyuruh Arthur untuk mendekat ke tempatnya.
Arthur sendiri langsung mematuhinya, kedua alisnya sedikit terangkat melihat tiga pil dengan warna yang berbeda-beda.
Sebelum Arthur bertanya, Fang Lin lebih dulu membuka mulut dan menjelaskannya, "Sesuai dengan yang kukatakan sebelumnya, ini adalah tiga pil yang bisa memulihkan Stamina, Kekuatan Fisik dan juga Mana-mu. Namun pil ini tidak hanya sekadar memulihkan saja tetapi juga dapat meningkatkannya."
"Aku mengerti. Tapi, bukankah pil semacam ini adalah sumber daya yang sangat berharga? Apakah aku pantas mendapatkannya?" Arthur merasa cukup ragu, padahal mereka berdua tidak punya hubungan khusus di masa lalu tetapi kenapa Master-nya sampai rela membiarkannya mengkonsumsi sesuatu yang berharga?
"Jadi kau tidak mau?" Fang Lin memainkan ketiga pil itu di telapak tangannya, ia memasang seringai tipis.
"Aku mau! Tapi... Aku ragu menerimanya." intonasi suara Arthur yang di awal tinggi perlahan menjadi rendah.
Kata-kata Fang Lin memang terdengar sangat sombong tetapi itu adalah fakta yang harus diterima oleh Arthur.
Arthur sama sekali tidak tersinggung dengan perkataan itu karena dia sendiri sudah mengetahui situasinya.
"Kalau begitu, aku akan menerimanya." Arthur mengambil ketiga pil di atas telapak tangan Master-nya, "Omong-omong, pil mana dulu yang harus kukonsumsi, Master?"
"Langsung saja semuanya, ketiga pil itu berada di tahap Sempurna jadi tidak akan menimbulkan efek samping." jawab Fang Lin santai.
Arthur mengangguk paham sebelum menelan satu-persatu dari ketiga pil di tangannya.
"Lakukan meditasi dan coba untuk tidak melakukan apa-apa." ucap Fang Lin memberi arahan.
"Baik."
Arthur langsung melakukan posisi meditasi di dekat singgasana Master-nya, kemudian matanya terpejam dan membiarkan tubuhnya menyerap energi melimpah yang keluar dari salah satu pil tersebut.
Fang Lin mengamati muridnya itu dalam diam, Mata Dewa-nya aktif untuk melihat sirkulasi energi di tubuh Arthur.
"Arthur sekarang berada di Mana Circle tingkat dua, seharusnya dengan mengkonsumsi pil itu dia bisa meningkat sampai Mana Circle tingkat empat."
Karena ketiga pil itu berada di tingkat Dewa dengan kemurnian Sempurna, seluruh khasiat di dalam semua pil itu bisa diserap secara maksimal oleh tubuh.
Dan perlu diketahui, Mana Circle seperti tingkatkan kultivasi di Dunia Kultivasi.
Mana Circle di tingkat empat setara dengan Ranah Saint.
"Dengan meningkatnya kekuatan dia secara pesat, aku yakin Guru Rena dan beberapa murid lainnya akan curiga. Haruskah aku memberikan dia Artefak yang bisa menyembunyikan Mana Circle-nya?"
Fang Lin berpikir sejenak, ia juga memikirkan hal lain setelah satu bulan ini berakhir.
"Aku mungkin akan menghapus semua ingatannya tentangku, aku tidak terlalu peduli jika manusia yang melihatnya. Tapi, para Dewa itu... Mungkin mereka akan menjadi masalah yang merepotkan."
Seluruh kemungkinan yang beresiko selalu Fang Lin pikirkan secara hati-hati, bahkan ia juga memikirkan jika ada kejadian tak terduga suatu saat nanti.
Selama Fang Lin belum mencapai ranah Absolute, ia tidak mau mengambil langkah-langkah yang akan menyulitkannya di masa depan.
......................
Beberapa batang dupa terbakar.
Arthur menghela nafas panjang lewat mulut dan di saat yang bersamaan matanya terbuka secara perlahan.
Sesuai yang Fang Lin perkirakan, Arthur akan mencapai Mana Circle tingkat empat.
"Luar biasa... Master, pil yang kau berikan sungguh ajaib. Aku tidak mengira akan berkembang sepesat ini dalam waktu kurang dari satu jam!"
"Tentu saja, sudah kubilang kalau pil itu akan sangat berguna untukmu, bukan?" Fang Lin tersenyum, lalu bangkit berdiri, "Karena kau sudah pulih dan bahkan lebih kuat dari sebelumnya, mari kita sparring kembali. Aku akan meningkatkan kesulitannya, jadi lakukan dengan serius."
Raut wajah Arthur seketika berubah menjadi serius, ia menganggukkan kepalanya lalu bangkit berdiri sembari mengambil pedang di dekatnya.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.