System Sang Immortal

System Sang Immortal
Kerajaan Zhou


Di perjalanan Fang Lin menuju kerajaan Zhou dia sama sekali tidak mendapatkan masalah karena hanya dalam beberapa jam saja untuk mencapai ke kerajaan Zhou, Dirinya melewati banyak sekali desa dan beberapa kota kecil maupun besar, Fang Lin juga terbang di atas awan agar tidak terlihat oleh orang lain karena menurutnya akan sangat merepotkan jika seseorang melihatnya terbang.


~Whoosshh~


Fang Lin terus terbang dalam kecepatan tinggi tanpa istirahat sedikitpun, Dirinya bahkan tidak perlu mengisi ulang Qi berkat tubuh barunya yang dapat menyimpan Qi tak terbatas, Di kejauhan dia dapat melihat sebuah kota yang sangat besar yang dikelilingi oleh dinding besar yang memiliki tinggi 50 Meter dan diujung kota tersebut terdapat sebuah gunung yang cukup besar bahkan lebih besar dari dinding kota, Didepan gunung tersebut terdapat sebuah istana yang mewah nan megah dan juga disekitar istana banyak sekali penjaga yang berjaga disana.


"Walaupun hanya kerajaan tetapi cukup makmur dan besar" Ucap Fang Lin berdecak kagum.


"Lebih baik aku turun agak jauh dari tembok kota, Agar tidak ada yang melihatku" Batin Fang Lin kemudian turun disebuah hutan dekat kerajaan zhou.


"Pedang Neraka aku datang" Ucap Fang Lin tersenyum lebar, Kemudian dia berjalan ke arah gerbang kota dengan santai.


Di gerbang kerajaan Zhou, Terlihat antrian yang cukup banyak disana, Kebanyakan dari mereka adalah pedagang yang menggunakan kereta kuda, Fang Lin saat ini juga ikut berbaris di antrian tersebut.


"Lihatlah... Apakah dia seorang pangeran? Dia sangat tampan dan lagi bajunya juga cukup mewah" Bisik salah satu perempuan.


"Entahlah, Tapi mana mungkin seorang pangeran jalan kaki? Aku pikir dia adalah seorang perampok tampan"


"Perampok? Dia memiliki kulit semulus perempuan bahkan lebih mulus dari kulitmu, Jika saja dia benar perampok aku juga tetap tidak peduli hahaha, Selama dia tampan aku akan selalu setia"


"Cih... Dasar pelacur" Ucap salah satu pria berotot kesal.


"Hahaha apa kau iri? Dasar jelek"


"Diam kau! Sebelum mulutmu kujahit"


"Hahaha jelek, Kau liat dari mana aku berasal?" Ucap perempuan itu sambil mengeluarkan sebuah lencana.


"Cih, Pelacur" Gumam pria berotot tersebut, Dia tidak ingin mencari masalah dengan sekte mawar biru yang merupakan sekte aliran putih menengah.


Wanita tersebut tersenyum puas melihat pria berotot tersebut menciut nyalinya.


Fang Lin yang mendengar pertengkaran itu hanya diam dan terus menatap ke gerbang kerajaan, "Jika saja aku jadi pria itu, Sudah lama kutebas kepala perempuan itu" Batin Fang Lin dengan ekspresi datar.


...


Sudah cukup lama mengantri, Kini Fang Lin sudah berada di gerbang kota, Para penjaga langsung menghadang Fang Lin.


"Mana kartu identitas mu?" Tanya Penjaga 1


"Kartu indentitas? Aku belum punya" Ucap Fang Lin.


Penjaga tersebut menyipitkan matanya mendengar jawaban dari pemuda didepannya, Ia lalu melirik Fang Lin dari atas sampai bawah dan tidak menemukan ada yang aneh.


"100 koin perak biaya masuk dan setelah itu kau harus membuat kartu identitas agar tidak perlu membayar" Ucap Penjaga 1 menjelaskan.


"Baik, Ini..." Ucap Fang Lin sambil melemparkan 1 koin emas.


"Tunggu" Ucap Penjaga 1 lalu merogoh kantong celananya.


"Kembalinya" Ucap Penjaga 1.


Fang Lin langsung tersenyum, "Terima kasih" Balas Fang Lin lalu berjalan masuk.


"Hmm... Dimana ya toko antik itu" Gumam Fang Lin yang melihat sekitarnya, Ia sedikit lupa karena tata letaknya sedikit berbeda dari kehidupan sebelumnya.


Fang Lin terus berjalan sambil melihat sekitarnya, Fang Lin menjadi pusat semua orang karena wajah tampannya dan bajunya yang mewah bahkan ada beberapa wanita yang menggodanya secara terang-terangan, Namun Fang Lin mengabaikan mereka semua dan mulai memasukinya gang kecil untuk mencari-cari toko senjata antik itu, Sesekali dirinya juga menanyakan kepada beberapa orang.


...


30 menit berlalu, Fang Lin diberitahu jika ada toko senjata antik di dekat lokasinya, Ia langsung saja menuju ke toko senjata antik itu, Benar saja tak butuh waktu lama Fang Lin menemukan toko senjata antik yang sama persis dengan toko yang ada


di ingatan masa lalunya. Tanpa membuang-buang waktu Fang Lin langsung memasuki toko antik tersebut


~Krringgg~


Suara lonceng terdengar ketika Fang Lin memasuki toko antik tersebut, Ia langsung disambut oleh kakek tua yang memiliki rambut putih polos disertai dengan jubah putih yang elegan.


"Selamat datang anak muda!" Ucap kakek tua menyambut Fang Lin dengan wajah tersenyum.


Fang Lin sedikit terkejut dengan kakek tua dihadapannya, Ia merasakan kalau kakek tua ini cukup kuat, Namun Fang Lin tidak mengekspresikan keterkejutannya dan membalas perkataan kakek tua itu dengan senyuman.


"Kakek tua nama kau siapa?" Tanya Fang Lin sambil melihat-lihat senjata walaupun dia sudah melihat pedang raja neraka.


"Namaku? Em... Pi Yu" Jawab Pi Yu memberi tahu namanya.


Fang Lin yang tidak melihat kebohongan dari kakek tua itu hanya mengangguk pelan dan memegang senjata Raja Neraka, Seperti sebelumnya Pedang Raja Neraka sangat ringan untuk dipegang bahkan ketajamannya bisa memotong batu dengan rapih, Pedang Raja Neraka memiliki gagang berwarna merah dan bilah berwarna hitam, Jika dilihat oleh orang lain pedang Raja Neraka seperti pedang sampah yang layak untuk dibuang karena memiliki motif polos seperti pedang para prajurit. Fang Lin mengayunkan pedang tersebut beberapa kali ke kiri dan kanan.


~Wusshh~


~Wusshh~


"Senjata yang bagus... Oh iya Pi Yu bolehkah aku bertanya sesuatu?" Tanya Fang Lin sambil melirik Pi Yu yang sedang tersenyum.


"Boleh tuan muda" Jawab Pi Yu cepat.


"Dari mana kau mendapatkan pedang ini?" Tanya Fang Lin sambil melihat seluruh sisi pedang Raja Neraka.


"Saya mendapatkan pedang itu dari gunung yang berada di benua lain" Jawab Pi Yu.


"Kau berbohong" Ucap Fang Lin yang masih melihat sisi pedang Raja Neraka.


"Hahahaha, Tuan muda bisa saja... Saya sama sekali tidak berbohong" Ucap Yu Pi sambil menggarukan kepalanya yang tidak gatal.


"Kakek tua siapa sebenarnya dirimu? Kenapa seorang Spiritual God berada di alam kecil ini? Bukankah itu melanggar peraturan dari alam tertinggi?" Ucap Fang Lin melirik Pi Yu, Ia melihat raut wajah Pi Yu berubah ketika mendengar ucapannya.


"Nak? Siapa kau?!" Ucap Pi Yu mengeluarkan aura Spiritual God tingkat Perak bertanda Merah.


Melihat kakek tua tersebut mengeluarkan aura Spiritual Godnya membuat Fang Lin tertawa kecil, Walaupun saat ini dia berada di tingkat True God tapi selama dirinya memakai pelindung tak kasat mata menggunakan Qi Dewa bahkan jika True God tingkat berlian sekalipun masih belum bisa untuk mengintimidasinya.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


Note: Kalian tau cara naikin level karya? Gua yang setiap hari up kok belum naik ya? Padahal kata adminnya tanggal 6 naik.