
Bing Feng kemudian melepaskan pelukan itu setelah beberapa menit berlangsung, matanya lalu mengarah ke tempat Fang Lin berada dan melangkah maju, "Tolong maafkan aku karena sudah bertingkah kasar kepada anda, tuan Fang." Bing Feng berkata saat sudah beberapa meter di depan Fang Lin, dia menundukkan badan dan meminta maaf dengan tulus.
Fang Lin sendiri menggaruk kepala pelan lalu menatap Xue Hua, ia mendapati wanita cantik itu memberikan tatapan tajam padanya.
Glek.
Fang Lin langsung menelan ludahnya dengan kasar, lalu memegang pundak Bing Feng untuk tidak menunduk lagi, "Kau tidak perlu minta maaf padaku karena seharusnya aku yang melakukan itu..." Ucap Fang Lin, dia kemudian meminta maaf pada Bing Feng dan berjanji akan memberikan kompensasi yang setimpal untuknya.
Setelah itu berlalu, Xue Hua mengatakan pada Bing Feng kalau dia akan pergi dalam waktu yang tidak menentu, tapi ia menambahkan akan berkunjung jika Bing Feng menginginkannya.
"Memangnya kamu akan pergi kemana, Hua'er?" Tanya Bing Feng penasaran.
"Em..." Xue Hua ragu untuk menjawabnya, ia kemudian menoleh ke arah Fang Lin untuk meminta izinnya.
Fang Lin sendiri mengangguk pelan sebagai tanda kalau Xue Hua boleh memberitahunya.
"Aku akan pergi ke Dunia Jiwa Fang Gege, ada banyak teman-temanku yang tinggal di sana..." Jawab Xue Hua setelah mendapatkan persetujuan.
Bing Feng terdiam sejenak sebelum mengangguk paham, "Baiklah kalau begitu, lalu bagaimana caranya agar aku bisa menghubungimu?"
Xue Hua menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia sendiri juga tidak tau lalu kembali menatap kekasihnya untuk meminta solusi.
Fang Lin tersenyum tipis dan dia mengeluarkan dua giok merah seukuran kepalan tangannya, "Ini adalah Jade Sound, alat untuk kalian berkomunikasi antar dimensi. Kalian hanya perlu mengalirkan Qi dan memikirkan siapa yang ingin dihubungi. Syarat pemakaiannya, target harus mempunyai Jade Sound yang sama..." Jelas Fang Lin, lalu memberikan kedua giok merah itu kepada Bing Feng dan Xue Hua.
Bing Feng menerimanya dengan perasaan terkejut, ia melihat Jade Sound tersebut dengan teliti dan keterkejutan bertambah saat mengetahui kalau giok merah di tangannya adalah sebuah artefak tingkat Kuno.
"Wah! Bukankah itu benda yang sangat berguna?" Qiao Yu yang sedari tadi diam langsung berdecak kagum, "Kenapa waktu dulu Fang Gege tidak memberikan benda semacam itu pada kami?"
Fang Lin tersenyum kecut dan menjawab, "Aku baru memikirkan hal itu semenjak kehilangan kalian..."
Qiao Yu terdiam sejenak sebelum tersenyum lembut, "Terima kasih, Fang Gege..."
"Hm? Terima kasih untuk apa?" Tanya Fang Lin dengan alis yang terangkat.
"Untuk semua yang telah kamu lakukan..." Jawab Qiao Yu cepat.
Fang Lin tertawa kecil mendengar itu dan mengusap pelan kepala Qiao Yu, "Sama-sama..."
Di sisi lain, Xue Hua mencoba mengalirkan Qi-nya sambil memikirkan Bing Feng, dan sesaat setelah itu Jade Sound di tangannya mengeluarkan cahaya merah yang cukup terang.
Disaat yang bersamaan, Jade Sound milik Bing Feng ikut menyala dan suara Xue Hua keluar dari sana, "Benar-benar terhubung..." Bing Feng berdecak kagum beberapa kali, hal yang sama juga dilakukan oleh Xue Hua.
.....
"Baiklah, sampai jumpa kakak Bing. Jangan lupa untuk menghubungiku, ya!"
Xue Hua sekarang sedang berdiri di samping Fang Lin dan juga Qiao Yu, mereka bertiga hendak pergi dari sana karena sudah tidak ada urusan lagi.
Bing Feng tersenyum sambil melambaikan tangan kanannya, "Tentu, aku akan sering menghubungimu, Hua'er..."
Xue Hua tersenyum lebar mendengar itu, Fang Lin sendiri kemudian menatap Ji Shaolong lalu Yuang Chong, "Kalau tidak salah kau adalah salah satu Demi-God yang ada di aula ruang dan waktu saat itu, bukan?" Fang Lin bertanya dengan senyum tipis terukir di wajahnya.
Jantung Yuang Chong seakan berhenti berdetak saat mendengarnya, tentu saja ia tau kalau pertanyaan itu dilemparkan untuknya.
Yuang Chong langsung mundur beberapa langkah, ia begitu gugup sampai-sampai tidak bisa mengeluarkan suaranya.
"Fang Gege, apa maksud dari perkataanmu itu?" Tanya Qiao Yu penasaran, Xue Hua juga sama penasarannya.
Fang Lin tersenyum tipis dan menjawab, "Tidak ada maksud tertentu, aku hanya pernah bermain di Alam Dewa..."
"Alam Dewa?! Keberadaan Alam itu ternyata benar-benar ada, ya?!" Qiao Yu melebarkan mata dan begitu terkejut mendengarnya, sedangkan reaksi Xue Hua terlihat kebingungan karena dirinya tidak mempunyai pengetahuan tentang itu.
"Apa kamu mau pergi ke sana?" Tanya Fang Lin sambil menatap Qiao Yu.
Qiao Yu sendiri langsung mengangguk dengan antusias, ia merasa penasaran dengan Alam Dewa yang seringkali diceritakan oleh orang tuanya dulu.
"Fang Gege, apa itu Alam Dewa?" Tanya Xue Hua sambil menggaruk kepalanya.
Fang Lin mengusap kepala Xue Hua dan menjawab, "Alam Dewa adalah tempat yang diisi oleh orang-orang kuat, sebagian besar dari mereka setidaknya bisa menghancurkan Alam Tanah Immortal semudah membalikkan telapak tangan"
Xue Hua yang mendengar itu langsung menahan nafasnya, "Bukankan itu berarti keberadaan 'Alam Dewa' sungguh mengerikan?" Tanya Xue Hua dengan raut waiah terkejut.
Fang Lin tertawa kecil dan menganggukkan kepalanya pelan, "Bisa dibilang begitu..."
Xue Hua tidak bertanya lebih jauh lagi, sedangkan Fang Lin kembali mengalihkan pandangannya ke arah Yuang Chong, ia dapat melihat kalau pemuda berjubah putih itu sedang mengalirkan Qi ke seluruh tubuh.
"Kau tidak perlu sampai seperti itu, aku tidak akan melakukan apapun padamu..." Fang Lin tersenyum tipis saat mengatakannya.
Yuang Chong merapatkan gigi, ia hanya diam tanpa menurunkan kewaspadaannya.
Fang Lin menggeleng pelan melihat Yuang Chong tidak menurunkan kewaspadaannya, "Ya sudahlah, kami pergi dulu. Sampai jumpa..."
Tanpa banyak basa-basi lagi Fang Lin, Qiao Yu dan Xue Hua langsung menghilang dari sana dalam sekejap.
Beberapa saat setelah itu, Domain Penjara Es Suci hancur berkeping-keping dan digantikan dengan sebuah tempat yang megah, mereka bertiga sekarang sudah kembali ke bangunan yang menjadi tempat rapat sebelumnya.
Yuang Chong sendiri langsung terjatuh lemas, seluruh tubuhnya bergetar hebat karena merasa hampir memasuki pintu kematiannya.
Ji Shaolong juga sama hanya saja dia tidak sampai ke tahap Yuang Chong berada, berbeda dengan Bing Feng yang masih berdiri tegap meski ada sedikit ketakutan dalam hatinya.
***
Dunia Jiwa.
Fang Lin dan kedua kekasihnya muncul di Istana Es, suasana di dalam aula Istana sangat sepi sampai akhirnya muncul Fang Qin dan Xia Mei.
Fang Qin dan Xia Mei langsung memeluk Qiao Yu serta Xue Hua, mereka berempat berpelukan bersama-sama dengan perasaan yang campur aduk.
Mereka berempat tentu masih mengingat jelas kejadian itu di masa lalu dan membuat keempatnya merasa lega karena bisa berkumpul bersama lagi.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.