System Sang Immortal

System Sang Immortal
Hampir Ditelan Oleh Amarah


Zhang Liong sudah melakukan apa yang disarankan oleh pamannya selama tiga tahun penuh, ia bahkan sampai menunda waktu latihannya selama itu.


"YinYin... Kapan kita akan terus begini?" Zhang Liong menghela nafas berat, ia sudah mengubah nama Mue Lian menjadi Zhang Yinhua dan tentu saja itu hanya diketahui oleh dirinya serta pamannya.


Zhang Liong menoleh dan mendapati wajah datar Yinhua, memang insting wanita itu sudah menurun semenjak ia terus menghabiskan waktu bersamanya, tetapi mereka hanya bisa sampai ke tahap ciuman bibir dan tidak ke tahap yang lebih intim.


Ketika kepala Zhang Liong sedang dipenuhi banyak pikiran, ia begitu terkejut dengan kemunculan seorang pemuda yang begitu tampan di depannya.


"Siapa kau?" Zhang Liong mengerutkan alisnya, ia tidak pernah mengingat pemuda itu pernah ada di Pulau Melayang.


"Apa yang kau lakukan pada Lian'er?"


Pertanyaan dari pemuda itu awalnya membuat Zhang Liong kebingungan sebelum jantungnya berdegup dengan cepat karena menyadari sesuatu, "Tunggu... Bagaimana kau tau nama YinYin yang dulu?! Siapa kau?!" Zhang Liong dengan raut wajah terkejut bertanya dengan nada sedikit panik.


"Aku bertanya dan kau menjawab, itu adalah etika sederhana. Dasar keparat..."


Belum sempat Zhang Liong bereaksi, dia langsung tersungkur ke tanah dan kehilangan kesadarannya.


***


Fang Lin kembali muncul di Pulau Melayang yang sudah terjatuh ke daratan, ia mendapati Mue Lian yang sedang dikerumuni oleh banyak orang.


"Hei, para bajingan. Kalian harus bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan oleh bocah yang bernama Zhang Liong..." Fang Lin turun dari atas langit dan melayang di atas kerumunan orang itu.


Kemunculan Fang Lin tentu membuat semua orang yang ada di sana terkejut, ketika mereka ingin melakukan sesuatu tiba-tiba saja tubuh mereka terjatuh karena ditimpa oleh sebuah aura yang begitu kuat.


Fang Lin perlahan turun dan dia menginjak dua kepala orang sebagai pijakan kakinya, "Aku sebenarnya bukan orang yang pemarah, tapi karena ini menyangkut orang yang kusayangi membuatku tidak bisa menahan amarahku." Fang Lin berkata dengan suara tenang, sembari melangkahkan kakinya di tumpukan manusia yang sedang dalam posisi terbaring atau bersujud.


"Lian'er, maafkan aku karena terlambat..." Fang Lin mengelus pelan kepala Mue Lian, dan kemudian memindahkan wanita cantik itu ke kekosongan tanpa batas.


Setelah Mue Lian tidak ada, aura naga Fang Lin semakin kuat dan membuat beberapa dari mereka hancur tulangnya, "Kalian pasti tidak mengerti alasan aku bertindak seperti ini dan mulai mengutuk Zhang Liong karena berani menyinggung orang sepertiku..." Fang Lin tersenyum mengejek, tanpa membaca isi pikiran mereka ia jelas sudah mengetahuinya, "Kalau begitu, akan kuberikan alasan kenapa kalian harus bertanggung jawab atas tindakannya, meskipun tidak ada sangkut pautnya dengan kalian, aku sama sekali tidak peduli."


Klik.


Fang Lin menjentikkan jari dan dalam sekejap ingatan-ingatan asing muncul di dalam otak mereka.


Tentu saja setelah menerima ingatan asing tersebut, orang-orang yang mengenal Zhang Liong dengan baik langsung kecewa. Mereka juga menjadi sangat marah kepada Zhang Li dan mulai mengutuknya karena dia adalah dalang dari semua ini.


"Karena kalian sudah mengetahui alasannya, aku tidak perlu basa-basi lebih jauh lagi." Sorot mata Fang Lin berubah menjadi dingin, ratusan orang yang tersungkur karena auranya itu kemudian menghilang dalam sekejap dan berpindah ke tempat Zhang Liong berada.


Setelah berada di kekosongan, mereka semua tanpa sadar sudah terjebak di dunia ilusi yang seperti Neraka. Teriakan-teriakan yang memekakkan telinga langsung memenuhi kekosongan tanpa batas itu, mereka menangis dan memohon ampun seperti orang gila karena tidak kuat menahan rasa sakit yang terasa sangat nyata.


Di sisi lain, Fang Lin berulang kali menghela nafas panjang, setelah semua yang telah ia lakukan kepada mereka kemarahannya masih belum mereda sedikitpun.


"Aku harus menyiksa orang-orang di tempat ini juga." Fang Lin mengepalkan tangannya dengan erat, aura membunuh perlahan merembes keluar dari tubuhnya.


Ketika hendak pergi, Fang Lin sedikit melebarkan mata saat Yue tiba-tiba saja muncul di hadapannya.


"Hentikan itu, Fang Gege..." Yue menggeleng pelan.


"Yue, tolong jangan halangi aku..." Fang Lin berkata dengan raut wajah serius, "Aku tau apa yang harus kulakukan."


Fang Lin merapatkan giginya "Aku paham, Yue. Tapi, aku tidak bisa menerima Lian'er diperlakukan seperti itu, mau bagaimanapun dia adalah Kekasihku. Hukuman yang berat harus diberikan kepada orang-orang di alam ini!" Ucapnya dengan tegas.


"Kamu tidak boleh berpikir seperti itu, Fang Gege. Hukuman harus didapatkan kepada orang-orang yang bersalah, jangan melakukan hal tersebut kepada mereka yang tidak ada sangkut pautnya." Yue berjalan mendekati Fang Lin dan memeluknya dengan erat, "Aku paham kalau kamu sakit hati, tapi jangan buat hal itu menjadi alasan untukmu berbuat jahat."


Fang Lin terdiam cukup lama setelah mendengar perkataan itu, jika dipikirkan kembali perkataan Yue sama sekali tidak salah.


"Maafkan aku..." Fang Lin membalas pelukan Yue, disaat yang bersamaan amarahnya mulai mereda.


Yue tersenyum dan mengangguk pelan, "Tak apa, tapi jangan mengulangi hal ini lagi..."


"Aku mengerti."


.....


"Apa yang akan kamu lakukan kepada orang-orang tadi?" Yue bertanya sembari menatap wajah kekasihnya.


"Aku akan melepaskan mereka yang tidak terhubung dengan masalah itu..." Fang Lin menjawab dengan cepat.


"Bagus, kamu melakukannya dengan benar." Yue tersenyum tipis, "Kalau begitu, aku akan kembali ke Dunia Jiwa."


"Tunggu dulu, Yue. Aku punya sebuah permintaan..." Fang Lin menahan kepergian wanita cantik itu, "Tolong ubah ingatan Lian'er, aku tidak mau dia menjadi trauma setelah mendapatkan kembali kesadarannya."


Perlu diketahui, meskipun kesadaran Mue Lian sudah disegel oleh Gelang Sabit Kesadaran akan tetapi dia masih dapat mengingat seluruh kejadian yang terjadi padanya sebelumnya


Fang Lin yakin kalau hal itu akan terus membekas di ingatan Mue Lian, jadi dia memutuskan untuk menghapusnya dan menggantinya dengan ingatan yang baru.


Yue langsung setuju mendengar itu, "Baiklah, dimana kamu menempatkan Mue Lian?"


"Aku akan memindahkanmu..." Jawab Fang Lin, dan sebelum Yue bereaksi dia sudah lebih dulu menghilang dari tempatnya.


Fang Lin sendiri terdiam sejenak setelah Yue dipindahkannya ke kekosongan, ia kemudian menatap sekitar dan merasakan ada ribuan kultivator yang mengawasinya lewat kesadaran spiritual.


"Maafkan aku karena telah membuat kekacauan ini..." Fang Lin menggerakkan bibirnya, tapi tidak ada suara yang keluar dari mulutnya.


Whoosh!


Dalam sekejap Fang Lin menghilang dari tempatnya, tidak lama setelah itu ia kembali muncul bersama dengan orang-orang yang memiliki hubungan dengan Zhang Liong.


Saat ini kondisi mereka dalam keadaan tidak sadar, ilusi yang diciptakan oleh Fang Lin hampir membuat mereka menjadi gila.


"Sepertinya aku harus memulihkan jiwa mereka." Fang Lin tersenyum pahit, lalu menjentikkan jarinya.


Whooom!


Seketika api emas menyelimuti masing-masing orang yang tidak sadarkan diri itu, jiwa mereka kemudian pulih dan menjadi sedikit lebih kuat dari sebelumnya.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.