
Fang Lin kembali ke Dunia Jiwa untuk menempatkan Diablo dan Fei Yulan di sana. Setelahnya, ia pergi dari sana dan menuju ke Dunia Abyss.
Di Dunia Abyss. Fang Lin melayang di langit dengan mengenakan jubah merah cerah, ia kemudian meminta kabar kepada sepuluh klonnya lewat telepati, namun mereka memberitahu kalau belum menemukan jejak sedikitpun. Padahal kecepatan lesatan mereka beberapa kali lipat lebih cepat dari kecepatan cahaya.
"Aku harus cepat mencarinya..." Fang Lin bergumam dan kemudian ratusan klon keluar dari tubuhnya, "Cari dia..."
Whooosh!
Dalam sekejap ratusan klon tersebut menghilang dari sana tanpa jejak. Fang Lin yang melihatnya hanya menghela nafas panjang, "Jika aku menemukannya, aku tidak akan ragu menggunakan domain Penjara Es Suci milikku." Batinnya lalu memejamkan mata perlahan.
***
Beberapa hari kemudian.
Fang Lin yang masih melayang di udara perlahan membuka matanya, "Sudah ketemu? Kirim koordinatnya sekarang..."
"Baik."
Sesaat setelah menerima jawaban dari telepati, Fang Lin mendapatkan sebuah ingatan yang berisi koordinat markas Xu Yuan.
"Akhirnya..." Gumam Fang Lin dan kemudian mengabarkan seluruh bawahannya untuk bersiap-siap.
Setelah mengabarkan mereka, Fang Lin dalam sekejap menghilang dari sana dan tiba-tiba saja muncul di tempat yang berbeda.
Istana Hitam, adalah tempat yang menjadi markas Xu Yuan. Istana tersebut melayang di langit dan tepat dibawahnya terdapat lautan luas yang menjadi sarang ribuan Naga dengan basis kultivasi setara dengan Para Dewa Inti di Alam Dewa.
"Wah, wah. Kau menemukan tempatku lebih cepat dari dugaanku." Suara Xu Yuan menggema di langit dan beberapa saat kemudian muncul ratusan juta makhluk bayang di langit.
"Apa kau ingin mengulur waktu menggunakan para sampah ini?" Tanya Fang Lin dengan suara dingin.
"Kau ini jahat sekali... Mereka itu setara dengan para Dewa loh, hehehe... Jangan meremehkan mereka karena bisa-bisa kau yang mati."
Fang Lin terkekeh pelan, "Hahaha~ Mati?" Satu tangannya terangkat ke atas, "Ayo kita lihat, siapa yang akan mati."
"Sang Kerakusan: Lahap!" Pusaran hitam muncul di tangan Fang Lin dan mulai meluas ke penjuru arah sejauh ratusan ribu kilometer.
Whusssh!
Angin kencang muncul dan pusaran hitam yang menutup langit mulai menyerap apa saja yang ada di bawahnya. Namun meski begitu, Istana Hitam dan para Naga yang ada di daratan tidak berkutik sedikitpun.
"Ada sesuatu yang menahan mereka..." Fang Lin bergumam karna samar-samar ia merasakan energi misterius.
Pada saat ini, ratusan juta makhluk bayangan itu terhisap ke dalam pusaran hitam yang diciptakan oleh Fang Lin. Mereka semua tentu menggunakan seluruh kekuatan agar tidak terhisap ke dalamnya, namun usaha mereka sia-sia.
Fang Lin membatalkan Budidaya sang Kerakusannya itu dan dalam sekejap pusaran hitam yang menggelapi daratan hilang bagaikan ditelan bumi.
Yang tersisa sekarang hanyalah Istana Hitam, ribuan Naga dan daratan kering tanpa ujung. Fang Lin tersenyum tipis dan berkata, "Bagaimana? Tampaknya kau terkejut dengan kekuatanku."
Tidak ada jawaban dan hanya ada keheningan semata, mengetahui itu Fang Lin menjadi tambah senang karena ia tau saat ini Xu Yuan sedang marah besar. Bagaimana mungkin dia tidak bisa marah? Ratusan juta makhluk bayangan yang kemungkinan dia kumpulkan susah payah lenyap dalam satu waktu, itu pasti adalah sesuatu yang tidak pernah dibayangkan olehnya.
"Tidak ada jawaban, nih? Haa... Ternyata kau ini lemah, ya." Fang Lin menghela nafas kecewa, "Sepertinya sia-sia aku melatih komandan pasukanku untuk bersiap melawanmu."
"Fang Lin... Kau ini berisik sekali, ya." Suara Xu Yuan menggema dan ruang mengalami penyimpangan, "Kita lihat, setelah ini apa kau masih bisa berbicara angkuh atau tidak..."
Mengetahui kalau akan ada sesuatu yang akan terjadi Fang Lin langsung menciptakan armor dari Elemen Es Sucinya, sorot matanya menatap tajam ke Istana Hitam dan kewaspadaannya meningkatkan ke titik tertingginya.
Whuuuuungg!
Fang Lin mengerutkan alisnya, ia sama sekali tidak terganggu dengan cahaya tersebut akan tetapi dengan apa yang terjadi setelahnya.
Doooom!
Beberapa saat setelah cahaya tersebut keluar, dentuman yang keras sekaligus nyaring terdengar dan membuat siapa saja merinding ketika mendengarnya.
Beberapa saat kemudian, cahaya perlahan meredup. Fang Lin yang mendongakkan kepalanya ke atas melebarkan mata ketika melihat seseorang yang mempunyai wujud mirip sepertinya.
"Apa-apaan..." Fang Lin sulit untuk melanjutkan kata-katanya.
Fang Lin sangat terkejut karena sosok tersebut tidak hanya menyerupai wujudnya saja, tetapi aura, tingkat tubuh dan juga basis kultivasinya, "Artefak macam apa itu..." Gumamnya terkejut.
"Hehehe... Terkejut, bukan? Aku tau itu, sialan!" Suara Xu Yuan memenuhi langit, "Sekarang kita lihat, apakah kau mampu melawan dirimu sendiri..."
Whoooosh!
Tiba-tiba saja sosok itu muncul di depan Fang Lin dan kemudian menyerangnya dengan tangan kosong.
Fang Lin tentu menanggapi serangannya dengan serius, karna memang kecepatan yang dimilikinya benar-benar setara dengannya.
"Sialan..." Fang Lin mengumpat kesal, baru kali ini ia menemukan lawan yang setara dengannya.
Pertarungan keduanya dimulai dan mereka berdua bertarung di berbagai tempat, setiap wilayah yang didatangi oleh mereka akan hancur dalam kurun waktu kurang dari tiga detik.
Di sela-sela pertarungan, Fang Lin palsu mengeluarkan sebuah serangan yang tercipta dari Energi Semesta dan mempunyai kemurnian lima puluh persen.
Fang Lin asli yang telat menyadarinya menerima serangan tersebut dan terpental ke daratan, ia terseret di tanah sampai membuat jurang yang panjang.
"Huff... Sepertinya Instingku menumpul karna sudah tidak bertarung seperti ini selama puluhan tahun..." Fang Lin menghela nafas yang terasa dingin, ketika ingin bangun, muncul Fang Lin palsu dan kembali menyerangnya.
Fang Lin asli bereaksi dengan sangat cepat untuk menghindarinya, ia kemudian menggunakan teknik Penyegel Langit dengan tujuan menyegel Dantian dari sosok yang menyerupainya.
Namun anehnya, teknik itu tidak bereaksi sama sekali dan membuat Fang Lin asli menyadarinya, "Ternyata dia ini hanyalah sebuah tubuh tanpa Dantian..." Gumamnya lalu mengeluarkan Pedang Raja Surgawi dan Pedang Totshuka.
Ketika kedua pedang tersebut dikeluarkan Fang Lin asli, ia langsung menyerang musuhnya. Tetapi ada sesuatu yang mengejutkan, Fang Lin palsu juga mengeluarkan dua pedang yang persis sepertinya di udara kosong.
"Tidak hanya aku saja yang kau salin, tetapi juga senjataku? Hahaha... Dasar peniru keparat!"
Whooosh!
Dalam sekejap Fang Lin asli muncul di depan Fang Lin palsu dan menyerangnya secara liar.
Fang Lin asli sudah mengabari Yue mengenai Fang Lin palsu dan memintanya untuk mencari cara agar mengalahkan tanpa mengeluarkan jurus ataupun teknik, ia tidak ingin kalau peniru itu meniru semua jurus yang dikeluarkan olehnya.
Fang Lin asli yakin kalau Xu Yuan sengaja membuatnya bertarung dengan peniru itu agar jurus dan senjatanya dapat ditiru, dan itu pasti akan merugikannya karena menambah kekuatan tempur musuhnya.
Fang Lin asli juga menjadi ragu untuk mengeluarkan Elemen Es Suci dan Mata Kehancuran, ia tidak tau sampai mana batas untuk peniru itu meniru jurusnya, akan bahaya jika dia bisa meniru Mata dan Elemen terkuatnya itu.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
NOTE: Mampir ke novel author satunya lagi yang berjudul 'Legenda Raja Kultivator'. Udah 40 Chapter.