
Saat ini Fang Lin, Tian Wai serta Tian Li Sia sedang mengobrol di ruang tamu. Tian Wai kini sedang menceritakan pengalaman-nya di benua tengah.
Tian Li Sia yang mendengar cerita keponakan-nya hanya bisa menahan napas-nya karna terkejut, Ia tidak menyangka kalau Tian Wai akan memasuki aliran hitam.
Usai menceritakan seluruh pengalaman-nya di benua tengah, Tian Wai langsung menceritakan bagaimana diri-nya bisa bertemu dengan tuan-nya saat ini, Fang Lin.
Butuh sekitar 5 menit untuk Tian Wai menceritakan hal itu. Di sisi lain, Tian Li Sia tidak bisa untuk tidak terkejut ketika mendengar cerita dari keponakan-nya, "A-apakah cerita-mu dapat di percaya nak?" Tanya Tian Li Sia dengan nada tidak percaya. Meskipun ia saat ini begitu terkejut dengan cerita dari Tian Wai, Namun ia masih belum sepenuhnya mempercayai hal itu.
Tian Wai mengangguk-kan kepala-nya pelan sambil tersenyum, "Percaya atau tidak... Aku mengatakan hal yang sebenar-nya" Jawab Tian Wai lalu berdiri dari tempat-nya.
"Bibi, Aku dan tuan-ku ingin pergi ke kamar adik Yu... Bisakah bibi membangunkan-nya?" Tanya Tian Wai sambil menatap bibi-nya.
Tian Li Sia sendiri hanya mengangguk kepala-nya cepat, Ia kemudian berdiri dan berjalan ke salah satu kamar di sana.
Tian Wai yang melihat kepergian bibi-nya langsung menatap tuan-nya yang ingin berdiri, "Tuan... Ayo ikuti saya..." Ucap Tian Wai dengan sopan.
Fang Lin hanya mengangguk-kan kepala-nya pelan untuk menanggapi itu dan berjalan mengikuti Tian Wai dari belakang.
Saat berada di kamar, Tian Yu Yu yang sedang tertidur tiba-tiba saja di bangunkan oleh bibi-nya, "Yu'er... Mari bangun, Ada seseorang yang ingin bertemu dengan-mu" Ucap Tian Li Sia dengan suara pelan.
Tian Yu Yu yang mendengar suara bibi-nya langsung membuka mata-nya secara perlahan, "Ehm... Memang-nya siapa yang ingin menemuiku?" Tanya Tian Yu Yu dengan suara serak.
"Adik Yu, Bagaimana kabar-mu" Terdengar suara yang familiar di telinga Tian Yu Yu dan membuat-nya melebarkan mata.
"K-kakak?..." Tanya Tian Yu Yu memastikan dengan mata yang berkaca-kaca.
Tian Wai yang mendengar-nya hanya tersenyum dan mendekati adik-nya, "Ya, Benar... Ini kakak" Ucap Tian Wai sambil memeluk tubuh adik-nya yang terbaring lemas di kasur.
Tian Yu Yu yang mengetahui kalau itu kakak-nya langsung menangis sekencang-kencangnya, Sedangkan Tian Li Sia yang melihat kedua saudara itu bertemu kembali hanya bisa tersenyum.
Butuh waktu sekitar 3 menit untuk mereka saling berpelukan. Tian Wai sendiri langsung menenangkan adik-nya dan menceritakan tujuan-nya kemari.
Setelah mendengar tujuan kakak-nya, Tian Yu Yu langsung melirik ke arah pemuda tampan berjubah hitam mewah di dekat bibi-nya, "T-tampan sekali..." Batin Tian Yu Yu kagum.
Di sisi lain, Fang Lin berjalan maju sambil tersenyum, Ia melambaikan tangan-nya ke samping dan mengeluarkan sebuah pil dari inventory-nya, "Tian Wai, Aku sudah mengetahui penyakit adik-mu dan kau hanya perlu menyuruh-nya menelan pil ini" Ucap Fang Lin sambil mengulurkan tangan kanan-nya ke Tian Wai.
Mendengar hal itu membuat Tian Wai sedikit terkejut, Namun ia dengan segera meraih pil hijau di tangan tuan-nya, "Terima kasih tuan!" Ucap Tian Wai berterima kasih sambil menunduk-kan kepala-nya.
Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya untuk menanggapi hal itu, Ia kemudian mundur beberapa langkah untuk mengawasi-nya dari jarak sedikit jauh.
Saat Tian Wai memasuk-kan pil hijau tersebut ke dalam mulut adik-nya, Tiba-tiba saja tubuh Tian Yu Yu mengeluarkan sinar hijau terang dan membuat Tian Wai serta Tian Li Sia menutup mata mereka.
Sedangkan Fang Lin hanya diam dan terus menatap Tian Yu Yu tanpa kesulitan sedikit-pun.
Beberapa saat kemudian, Sinar hijau yang keluar dari tubuh Tian Yu Yu perlahan mulai meredup dan membuat penglihatan Tian Wai serta Tian Li Sia normal kembali.
Tian Wai sendiri sedikit melebarkan mata-nya ketika melihat Tian Yu Yu yang kini sedang duduk di kasur, Ia dengan segera memeluk adik-nya itu dan di-ikuti oleh Tian Li Sia.
Mereka bertiga langsung berpelukan dengan suasana yang mengharukan. Di sisi lain, Fang Lin yang melihat kesembuhan Tian Yu Yu hanya tersenyum tipis, Ia turut senang karena pil hijau yang dia berikan dapat menyembuhkan-nya.
Cukup lama mereka bertiga berpelukan untuk melepaskan rasa senang mereka. Beberapa saat kemudian, Mereka bertiga menghadap ke arah Fang Lin dan menunduk-kan kepala mereka sampai badan.
"Terima kasih tuan karena telah menyembuhkan adik saya" Tian Wai mengucapkan rasa terima kasih sedalam-dalamnya kepada tuan-nya.
Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya pelan, "Sama-sama... Aku turut senang dengan kesembuhan adik-mu" Ucap Fang Lin sambil tersenyum.
"Kalau begitu, Tian Wai kau dapat merundingkan bersama mereka tentang pilihan yang ku-berikan" Timpal Fang Lin dan diangguki oleh Tian Wai.
Tian Wai sendiri langsung menatap bibi dan juga adik-nya, Ia kemudian menjelaskan dua pilihan yang di berikan oleh tuan-nya.
Pilihan pertama, Tian Wai pergi bersama Fang Lin dan meninggalkan Tian Li Sia serta Tian Yu Yu di sini. Pilihan kedua, Mereka bertiga mengabdi kepada Fang Lin dan bersiap mempertaruhkan nyawa mereka untuk Fang Lin.
Mendengar kedua pilihan itu dari Tian Wai. Tian Li Sia dan Tian Yu Yu tanpa ragu memilih pilihan yang kedua, Karna bagi mereka Tian Wai adalah salah satu orang yang penting dalam hidup mereka, Jadi tidak mungkin mereka ingin berpisah dengan Tian Wai dalam jangka waktu yang tidak bisa di tentukan.
Fang Lin yang melihat mereka bertiga memilih untuk mengabdikan diri kepada-nya hanya tersenyum puas, "Kalau begitu, Masuk-lah ke dalam gerbang ini... Di sana kalian akan dilatih dengan keras oleh seekor beruang" Ucap Fang Lin sambil tersenyum.
Tian Wai, Tian Li Sia dan juga Tian Yu Yu mengangguk-kan kepala-nya patuh, "Baik Tuan" Ucap mereka bertiga serempak dan mulai masuk ke dalam gerbang satu persatu.
Di sisi lain, Fang Lin yang melihat mereka bertiga sudah masuk ke dalam langsung menghilangkan gerbang dunia jiwa-nya.
"Yue, Seharus-nya beberapa bulan lagi perang antar alam 100 pelangi dan alam agung di mulai bukan?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran.
[Benar tuan, Lebih Tepat-nya 5 bulan dari sekarang]
Fang Lin yang mendengar itu mengangguk-kan kepala-nya pelan, "Waktu yang sudah lebih dari cukup untuk mengambil seluruh budak yang ada di benua tengah" Gumam Fang Lin pelan lalu berjalan keluar rumah.
Saat sampai di luar rumah, Fang Lin menjentik-kan jari-nya dan seketika rumah milik Tian Li Sia menjadi bongkahan es.
~Cracckkkk~
~Trassssshh~
Bongkahan es yang berisi rumah Tian Li Sia tiba-tiba saja retak dan tak lama kemudian pecah menjadi serpihan debu. Fang Lin sendiri yang melihat itu langsung teleportasi pergi dari sana.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.