System Sang Immortal

System Sang Immortal
Diablo Vs Dewa Iblis


"Tunggu... Berarti getaran yang tadi..." Dewa Iblis tidak bisa berkata-kata lagi, pantas saja-- tidak masuk akal bagi Zhou Fan bisa menggetarkan seisi kapal setelah kekuatan dan pergerakannya dikunci, "Sebenarnya kau ini siapa, apa yang ingin kau lakukan di sini?"


Diablo sedikit mengangkat alisnya sebelum menghela nafas pendek, "Kenapa juga aku harus memberitahumu?"


Usai mengatakan itu, tiba-tiba saja Dewa Iblis dan Zhang Wei ditelan oleh kegelapan tanpa batas.


"Domain?!" Dewa Iblis menahan nafasnya, "Sialan, Zhang Wei! Apa kau mengkhianati aku juga?!"


Dewa Iblis menoleh ke arah kakek tua di sampingnya, ketika dia baru saja menoleh-- kepala Zhang Wei tiba-tiba saja lepas dari tubuhnya dan jatuh.


Buk!


Dewa Iblis yang menyaksikan itu melebarkan matanya secara sempurna, tanpa banyak bicara lagi aura iblis yang begitu pekat langsung merembes keluar dari tubuhnya. Di saat yang sama, sebuah sabit raksasa muncul di tangan kirinya dan ia dengan segera melakukan posisi kuda-kuda.


"Serangannya sangat cepat, mataku tidak bisa mengikutinya..." keringat dingin mulai muncul di pipi Dewa Iblis, ia mengedarkan pandangannya dan hanya mendapati kegelapan tanpa batas saja, "Aku tau dia adalah lawan yang kuat, tapi apa-apaan ini..."


Sejak Dewa Iblis melihat Diablo, ia merasakan ada aura Iblis yang tidak pernah dilihatnya seumur hidup. Aura Iblis itu terasa sangat kuat dan murni, dalam sekali lihat ia dapat tau kalau Diablo adalah seorang Iblis yang posisinya jauh lebih tinggi darinya.


"Aku ditugaskan oleh Tuan untuk membantu Zhou Fan mengalahkan Dewa Iblis dalam peperangannya. Terima kasih... Dengan kehadiranmu di sini membuat tugasku jauh lebih cepat diselesaikan." Diablo tiba-tiba saja muncul beberapa ratus meter di hadapan Dewa Iblis.


Dewa Iblis sendiri tanpa basa-basi langsung mengayunkan sabitnya dengan sangat cepat.


Whooosh!


Sabit tersebut menembus tubuh Diablo seolah wujudnya itu hanyalah sebuah Ilusi semata. Tentu saja Dewa Iblis tidak bisa untuk tidak terkejut, ia kembali menyerang dan kali ini serangannya bertubi-tubi karena berpikir kalau Diablo memakai sebuah Trik untuk melakukan itu.


Mau sekuat atau secepat apapun serangannya, tidak ada satupun yang bisa mengenai Diablo. Padahal, Dewa Iblis sudah mengalirkan Qi yang begitu melimpah di setiap serangannya.


"Tidak akan kubiarkan! Kau... Aku akan membunuhmu!" Dewa Iblis meraung marah, lingkaran kuno muncul di belakang punggungnya dan tangan-tangan aura hitam yang tak terhitung jumlahnya keluar dari sana.


Namun baru sesaat mereka berada di domain tersebut, tangan-tangan hitam itu langsung lenyap dan menyatu dengan kegelapan tanpa batas.


Dewa Iblis yang menyaksikan itu tidak bisa untuk tidak terkejut, ia langsung membatalkan lingkaran kuno di belakangnya lalu memunculkan lingkaran kuno lainnya. Kali ini, puluhan raksasa yang tercipta dari elemen api muncul dan mengelilingi Dewa Iblis. Masing-masing dari mereka mempunyai kekuatan yang setara dengan Dewa Pemula.


Tetapi tidak sampai sepuluh tarikan napas, puluhan raksasa api itu langsung menghilang dalam sekejap seolah tidak pernah ada.


"Keparat... Apa-apaan ini semua." Dewa Iblis berusaha mengambil alih domain ini menggunakan domainnya, tetapi mau seberapa keras usahanya ia tetap tidak bisa melakukanya, "Sebenarnya tempat apa ini?!!" keringat dingin Dewa Iblis kian membanyak, ketakutan dan kegelisahan mulai tertanam di dalam hatinya.


Dewa Iblis mengeluarkan beberapa artefak pelindung miliknya, dan ia berusaha melakukan segala cara untuk keluar dari domain ini.


"Kurasa Tuan terlalu berlebihan menceritakan kekuatanmu. Kau hanyalah seekor semut, bagaimana bisa Tuan memintaku untuk waspada terhadapmu?" Diablo menggeleng dan berulang kali berdecak pelan.


"Tidak mungkin... Aku adalah Dewa Iblis! Bagaimana bisa aku dikalahkan oleh satu orang saja?! Sialan, ini mustahil! Mustahil!" Dewa Iblis kembali meraung marah, aura iblis yang merembes keluar dari tubuhnya semakin kental.


"The Demon God's ancestral art, the Immortal Bat destroys the World!"


(Seni leluhur Dewa Iblis, Kelelawar Abadi menghancurkan Dunia!)


Diablo yang melihat itu tetap tenang, ia melakukan segel mantra dengan sangat cepat lalu muncul sepuluh siluet raksasa bertudung yang memegang sabit besar.


Kieeekkk~!


Sesaat setelah kemunculan dari kesepuluh siluet tersebut, gelombang suara yang begitu menakutkan keluar dari moncong siluet kelelawar berkepala naga itu.


Kesepuluh siluet yang berada di belakang Diablo tidak tinggal diam, mereka mengayunkan sabit dengan cepat dan memunculkan lekungan energi kegelapan.


Bam! Bam! Bam!


Ledakan beruntun terjadi ketika serangan yang dilancarkan sepuluh siluet itu bertabrakan dengan gelombang suara, dampak dari ledakan itu membuat ruang domain mengalami keretakan seukuran ibu jari.


Diablo yang mengetahuinya langsung mendengus dingin, ketika hendak memulihkan keretakan tersebut, matanya melebar saat merasakan ada sesuatu yang keluar dari domainnya.


"Sialan! Aku lengah!" Diablo yang mengetahui kalau Dewa Iblis baru saja keluar langsung membatalkan teknik domainnya, ia kemudian mengedarkan pandangannya dan sama sekali tidak menemukan jejak keberadaan Dewa Iblis.


Diablo berdecak kesal berulang kali, ia menyesal karena terlalu meremehkan lawannya padahal ia bisa saja membunuhnya dengan cepat jika serius sejak awal.


"Ah, sial. Benar-benar menyebalkan..." Diablo menggaruk dahinya yang terasa gatal, matanya kemudian teralih kepada Zhou Fan yang tubuhnya masih dipenuhi dengan tangan-tangan pucat, "Seharusnya dia bisa menghancurkan tangan-tangan itu dengan mudah mengingat pemiliknya sudah tidak ada lagi, apa yang dia lakukan?'


Diablo bertanya-tanya dalam hati, ia kemudian menggunakan Qi-nya untuk melepaskan jeratan tangan-tangan itu dari tubuh Zhou Fan.


"Ah, apakah dia sedang memandangi kepala itu?" Diablo baru menyadari kalau ada sebuah kepala yang tidak jauh dari tempat Zhou Fan berada, "Hei... Aku tidak tau hubunganmu dengan pemilik kepala itu, tetapi untuk sekarang, bangunlah..."


Zhou Fan tersentak dan ia sejenak menatap Diablo dengan tatapan kosong, "Siapa kau?" Zhou Fan bertanya dengan suara serak.


"Aku Diablo, bawahan Tuan Fang Lin." Jawab Diablo cepat, lalu melanjutinya, "Aku diperintahkan oleh Tuan untuk membantumu melawan Alam Iblis. Sebelumnya aku sudah datang dan kebetulan kapal terbang kalian sudah bersiap untuk memasuki portal dimensi, jadi aku diam-diam mengikuti kalian dari belakang. Lalu, beberapa saat yang lalu ada penghalang yang begitu tipis menutupi kapal ini, karena merasa ada sesuatu yang tidak beres jadi aku datang untuk memeriksanya." Jelas Diablo panjang lebar.


Mata Zhou Fan sedikit melebar dan ia bertanya, "Tuan Fang Lin... Apakah dia berhasil mengalahkan Alam Dewa?"


Diablo langsung tersenyum bangga ketika mendengar itu dan dengan cepat menjawab, "Tentu saja Tuan berhasil memenangkan perang itu, tidak ada sesuatu yang mustahil bagi dirinya."


"Begitu, ya... Aku turut senang." Zhou Fan mulai tersenyum, lalu melanjutinya, "Lalu, bagaimana dengan kabar Tuan saat ini?"


"Tuan baik-baik saja, dia sedang memasuki masa ketenangannya. Itu juga termasuk alasan kenapa aku dikirim kemari... Dia percaya kalau aku bisa membantu Aliansi Istana Iblis untuk mengalahkan Dewa Iblis."


Zhou Fan terdiam sejenak sebelum senyum pahit terukir di wajahnya, "Aku sudah tidak lagi mempunyai alasan untuk memerangi Alam Iblis, anakku telah dibunuh oleh Dewa Iblis dan sekarang aku tidak tau harus melakukan apa." Ucapnya sembari menatap kepala Zhou Liyan yang sudah pucat.


Diablo mengangkat satu alisnya, ia ikut menatap kepala tersebut selama beberapa saat dan mulai mengerti situasinya. Ia kemudian memejamkan mata dan mengabari Tuannya tentang masalah ini.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.