
Kesadaran Spiritual Fang Lin berhenti menyebar ketika menemukan puluhan Absolute asing yang mengeluarkan aura kuat berbeda-beda, jumlah mereka setidaknya hampir menyentuh angka 50.
"Banyak juga, ya? Apa itu sudah semuanya?" Fang Lin bertanya-tanya dengan raut wajah serius.
"Tetap tenang, sayang. Kamu sudah menetapkan hukum Anti-Manipulasi pada setiap makhluk bayanganmu, 'kan?" Yue mengirimkan telepati dari Dunia Jiwa.
"Ya, aku sudah melakukannya." Fang Lin langsung menjawab.
"Kalau begitu, lakukan serangan pada semua Absolute itu." Yue memberikan arahan, dan Fang Lin langsung melakukannya tanpa banyak berpikir.
Puluhan juta pasukan bayangan tersebut melesat ke arah sejumlah Absolute itu, berbagai serangan dilancarkan namun sayangnya serangan mereka dapat dilenyapkan dengan mudah.
Dalam beberapa detik saja, ratusan ribu makhluk bayangan dikalahkan dengan sangat mudah. Meskipun regenerasi mereka tidak sampai satu detik tetapi serangan para Absolute itu mampu membuat makhluk bayangan Fang Lin tidak dapat berbuat apa-apa.
"Ternyata percuma, ya?" Fang Lin bergumam setelah menyaksikan semua itu selama beberapa waktu, "Meskipun ada sangat banyak makhluk bayangan di ranah Heavenly God sampai Supreme Being, mereka masih seperti semut di mata makhluk Absolute."
Fang Lin mempererat genggamannya yang memegang pedang Pembunuh Absolute, lalu menghampiri para Absolute asing itu menggunakan skill Teleportasi.
"Fang Lin, pemilik kubah ini. Apakah aku benar?" seorang pemuda tampan dengan jubah yang cukup mewah bertanya sambil menyeringai tipis.
"Sepertinya aku cukup terkenal di kalangan orang brengsek seperti kalian, ya?" Fang Lin mengangkat sudut bibirnya.
"Wah, mulutmu cukup kasar kepada tamu yang baru saja datang ke rumahmu. Apakah itu memang kebiasaan burukmu?" tanya pemuda itu dan mengakhirinya dengan tertawa kecil.
"Ya, kebiasaan ini hanya kugunakan untuk para orang brengsek seperti kalian." Fang Lin masih menanggapinya, lalu mengangkat pedang Pembunuh Absolute ke depan, "Omong-omong, bukankah kau terlalu santai untuk seorang penjajah?"
"Kukuku... Untuk apa aku harus serius di hadapan makhluk lemah sepertimu?"
"Lucu sekali..." Fang Lin mengayunkan dengan sangat cepat pedangnya ke samping, tapi pedangnya itu dihentikan oleh aura hitam yang mengandung energi semesta murni.
"Kau terlalu terburu-buru, aku datang kemari untuk menawarkan suatu kesepakatan." ucap pemuda itu, lalu segera melanjutinya, "Namun sebelum kita saling bertukar kata lebih jauh lagi, biarkan aku memperkenalkan diriku terlebih dahulu."
"Namaku Yun Shandes, aku adalah peserta Turnamen Semesta yang menduduki peringkat satu." Yun Shandes tersenyum lebar, lalu melanjutinya, "Jujur saja, aku datang kemari karena ingin mengambil alih kubah ini dan menjadikannya sebagai wilayah kekuasaanku yang baru."
"Jadi singkatnya kau ingin membiarkanku hidup dan menjadikanku sebagai bawahanmu?" Fang Lin bertanya karena sudah bisa menebak alur percakapannya.
"Kau sungguh cepat tanggap!" Yun Shandes mengangguk kuat seolah puas dengan jawabannya.
"Sungguh kepercayaan diri yang luar biasa." Fang Lin tertawa kecil, dan energi semesta murni yang begitu melimpah mengelilingi pedang Pembunuh Absolute, "Sudah cukup, aku sudah membuang banyak waktu untuk mendengar bualanmu."
Fang Lin tidak lagi menyembunyikan kekuatannya, ia mulai melancarkan berbagai macam serangan sehingga membuat Yun Shandes dan 46 Absolute yang mengikutinya mundur menjauh dari sana.
Tidak sampai di sana, Fang Lin mengeluarkan tujuh komandan bayangan yang sudah berada di ranah Absolute. Mereka langsung menyerang para Absolute musuh itu secara membabi buta menggunakan energi semesta murni.
"Wah, wah... Jadi ini yang disebut sebagai makhluk bayangan?" Yun Shandes berdecak kagum, lalu menciptakan cambuk yang terbuat dari Qi Semesta, "Dasar nakal, aku akan menghukum kalian!"
Yun Shandes hendak mengarahkan cambuknya ke komandan bayangan yang paling dekat, namun Fang Lin tiba-tiba saja muncul dan menangkis serangannya itu menggunakan pedang.
"Kau banyak bicara, ya?" Fang Lin mendengus kecil, lalu melihat belasan Absolute musuh datang untuk membantu pemimpin mereka.
Fang Lin sama sekali tidak peduli dengan itu, ia kembali melancarkan serangannya dan kali ini dirinya menggunakan beberapa jurus yang mempunyai daya hancur luar biasa.
Yun Shandes hanya tersenyum ketika menangkis dan menghindari semua serangan yang dilancarkan oleh Fang Lin, meskipun begitu dirinya merasa cukup kesulitan karena pola serangannya yang rumit.
"Pengalaman bertarung, kekuatan dan setiap jurus yang dia lancarkan benar-benar tidak boleh diremehkan. Kalau aku lengah sedikit dan menerima serangan itu secara mentah-mentah, situasi bisa menjadi sangat merepotkan." Yun Shandes berkata dalam hati, ia mengirim telepati kepada pengikut yang sedang membantunya dan meminta mereka memberikan serangan yang mempunyai dampak besar pada area sekitar.
Tujuan Yun Shandes ingin membuat lawannya itu kerepotan, namun sayangnya Fang Lin sudah memperkirakannya sehingga dia menciptakan sepuluh klon di ranah Absolute dan membiarkan mereka bertarung dengan belasan Absolute itu.
"Wah, serius? Sepuluh klon di ranah Absolute..." Yun Shandes cukup terkejut ketika melihat para klon itu, "Kau ini bodoh atau memang punya penyimpanan energi yang luar biasa?"
Fang Lin tidak menjawab dan kemudian menciptakan domain Penjara Es Suci dengan sangat cepat.
Yun Shandes tidak bereaksi banyak ketika dirinya dikurung di dalam domain tersebut, ia mengedarkan pandangannya dan perlahan raut wajahnya berubah menjadi serius.
"Sepertinya domain ini cukup spesial..." ucap Yun Shandes dengan suara pelan.
"Kau memang terlalu banyak bicara!" Fang Lin melesat maju menyerang lawannya, ia menggunakan kecepatan penuhnya dan melakukan berbagai pola serangan menggunakan pedang Pembunuh Absolute.
Yun Shandes melebarkan matanya melihat kecepatan Fang Lin yang begitu cepat, ia merapatkan giginya ketika menerima serangan tanpa henti dari berbagai arah.
Fang Lin sendiri mencoba melenyapkan beberapa hukum di domainnya, namun itu tidak berpengaruh terlalu banyak karena lawannya adalah seorang Absolute berpengalaman.
"Percuma, aku tidak bisa memanfaatkan hukum Domain padanya." Fang Lin berdecak pelan, lalu melapisi pedang Pembunuh Absolute menggunakan Api Hitam.
Yun Shandes yang melihat senjata Fang Lin dilapisi oleh Api Hitam langsung mengetahui kalau itu sangatlah berbahaya, ia mengayunkan cambuknya dan menciptakan gelombang energi secara berulang kali.
Yun Shandes juga melancarkan jurus yang tak terhitung jumlahnya dan menghasilkan ledakan mengerikan.
Domain Penjara Es Suci berulang kali bergetar hebat, retakan mulai terlihat di dindingnya karena sudah tak kuat menerima dampak dari serangan kedua Absolute itu.
Fang Lin tentu saja mengetahui dengan jelas kondisi dari Domain miliknya, ini adalah pertama kalinya domain Penjara Es Suci mengalami kerusakan sangat parah.
"Meskipun baru bertukar serangan selama satu jam tetapi domainku sudah hampir mencapai batasnya..." Fang Lin bergumam, ia merasa ngeri dengan kekuatan Yun Shandes, "Aku harus lebih berhati-hati padanya."
Fang Lin dan Yun Shandes terus bertukar serangan dengan kecepatan yang bahkan Absolute sendiri sulit untuk melihatnya.
Mereka berdua mengerahkan kecepatan terbaik mereka dalam pertarungan ini sampai akhirnya domain Penjara Es Suci hancur berkeping-keping karena sudah tidak kuat lagi menerima dampak dari dua Absolute itu.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.