
Satu bulan berlalu.
Perang yang terjadi di Alam Iblis masih terus berlangsung, dan kali ini sudah hampir mencapai puncaknya. Kemunculan Tiga Iblis kekacauan membuat kubu Aliansi Istana Iblis menjadi cukup terpuruk, jika bukan karena Diablo-- kemungkinan besar alur perang ini sudah dikuasai oleh kubu Dewa Iblis.
Diablo yang dikenal sebagai Fang Dia kini menjadi salah satu tokoh populer di kalangan kedua kubu, pasalnya pemuda berambut putih itu mempunyai kekuatan yang tak terkalahkan-- tiada siapapun dari kubu Dewa Iblis yang bisa menang darinya jika bertemu.
Saat ini, Diablo sedang beristirahat di sebuah tebing yang tingginya ratusan meter. Ia duduk di tepi tebing tersebut sembari menatap langit yang menjelang malam.
"Kalian sudah berdiri di belakangku selama satu jam lebih, apa yang kalian inginkan?" Diablo berkata tanpa menoleh sedikitpun.
Beberapa belas meter di belakang Diablo saat ini terdapat tiga perempuan yang sedang berdiri dalam diam, mereka berasal dari ras Xana dan lebih tepatnya mereka adalah perempuan yang pernah ia selamatkan beberapa waktu lalu.
"Kami hanya ingin memberikan hadiah sebagai tanda terima kasih kami." perempuan bergaun biru berkata dengan raut wajah serius, dia adalah Mu Lan.
Jiao Mian dan Bao En menganggukkan kepala sesaat setelah Mu Lan mengatakan itu. Sedangkan Diablo sendiri terdiam sejenak sebelum melambaikan tangannya seolah mengusir, "Pergilah, aku tidak menerima hadiah dari siapapun. Lagipula, aku sangat yakin hadiah yang kalian berikan tdiak akan berguna bagiku." ucap Diablo malas.
"Kau~ Kalau barang kami tidak berguna, setidaknya terima saja dong!" Bao En memasang raut wajah kesal, dan Mu Lan langsung menenangkannya.
"Tuan Fang, kami tidak tidak tau barang apa yang berguna bagimu. Jika kau berkenan, beritahu kami dan kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikannya padamu." kali ini Jiao Mian yang berbicara.
Diablo menghela nafas panjang ketika mendengar itu lalu bangkit berdiri, ia berbalik dan menemukan tiga perempuan cantik yang saat ini sedang menatapnya, "Kalian keras kepala... Berikan aku satu bakpao per orang."
Mu Lan dan dua lainnya cukup terkejut mendengarnya, mereka saling menatap satu sama lain dan menganggukkan kepala secara bersamaaan.
"Baiklah, tunggu di sini. Kami bertiga akan memasakannya untukmu." ucap Mu Lan dengan suara tenang.
"Terserah kalian saja, aku akan pergi dari sini dalam satu jam. Jika kalian belum juga datang, aku tidak akan menunggu." balas Diablo cepat.
Ketiga perempuan itu tanpa banyak bicara lagi langsung pergi dari sana, mereka berniat kembali ke wilayah ras Xana untuk mencari bahan-bahan pembuatan bakpao.
Diablo sendiri tidak mengatakan apa-apa melihat kepergian mereka, ia kemudian menyebarkan kesadaran spiritualnya dan menemukan sebuah pertarungan berskala besar yang jaraknya cukup jauh dari tempatnya berada.
"Ciri-ciri itu..." Diablo sedikit menyipitkan mata, kalau tidak salah ingat ia pernah mendengar cerita tentang kemunculan tiga Iblis Kekacauan, rumor mengatakan kalau masing-masing dari mereka mempunyai kekuatan yang setara dengan Raja Iblis atau bahkan lebih kuat, "Dilihat dari jurus yang dia keluarkan, sepertinya dia adalah Gang Myok-- Poison Chaos Demon." gumam Diablo sembari mengelus dagunya.
"Aku harus membunuhnya, presentase kemenangan perang ini akan semakin tinggi jika aku membunuhnya." Diablo langsung melesat pergi dari sana usai menyelesaikan kata-katanya.
Dengan menggunakan kecepatan penuhnya-- Diablo bisa sampai di tempat Iblis Kekacauan itu berada dalam kurun waktu kurang dari satu menit.
Kemunculan Diablo membuat pertarungan antara Gang Hyok dengan seseorang dari ras Giant Api berhenti. Pasalnya, mereka berdua bisa merasakan aura membunuh yang begitu kental merembes keluar dari tubuh pemuda berambut putih itu.
"Siapa kau?" Gang Hyok lebih dulu bertanya dengan hati-hati.
Diablo tidak menjawab dan sorot matanya mengarah ke Giant Api yang sedang menatapnya dengan tatapan cukup santai, sepertinya dia mengetahui kalau Diablo adalah sosok terkenal yang berasal dari kubunya.
Gang Hyok yang menyadari kalau Giant Api yang menjadi lawannya barusan sedang bersikap santai langsung mengerutkan alisnya, "Kalian dari kubu yang sama, ya? Hmph! Sungguh merepotkan." Gang Hyok melakukan segel tangan, dan ketika ia ingin mengaktifkan jurusnya-- tiba-tiba saja kegelapan tanpa batas menelannya.
Di sisi lain, Giant Api sedikit melebarkan matanya saat mengetahui keberadaan Diablo dan Gang Hyok menghilang dalam sekejap saja.
"Ternyata benar... Sesuai dengan cerita yang kudengar, dia membawa lawannya ke dimensi lain lalu menghabisinya." gumam Giant Api mengangguk beberapa kali, "Dan katanya-"
Belum sempat Giant Api itu menyelesaikan kata-katanya, ia tersentak melihat Diablo kembali tanpa adanya luka sedikitpun.
"Benar... Dia bisa membunuh lawannya hanya dalam beberapa detik saja." Giant Api tersenyum tipis, ia kemudian menghampiri Diablo dan memberikan salam hormat, "Tuan Fang Dia, terima kasih karena anda telah menolong saya."
Diablo mengangguk pelan, dan ketika ia ingin mengatakan sesuatu matanya sedikit menyipit. Tentu saja tingkah pemuda berambut putih itu disadari oleh Giant Api dan membuatnya bertanya.
"Apa ada sesuatu, Tuan Fang?" tanya Giant Api dengan hati-hati.
"Pergilah dari tempat ini, ada dua Chaos Demon yang sedang kemari. Sepertinya mereka berdua menyadari kematian rekannya..." Diablo berkata dengan raut wajah cukup serius.
"Baiklah, Tuan Fang. Aku harap kau tidak terluka..." balas Giant Api tersebut, lalu pergi dari sana dengan kecepatan tinggi.
Diablo tidak menjawab dan ia hanya menatap ke satu arah. Tidak lama kemudian, muncul ribuan serangan yang datang entah dari mana dan mengarah ke tempat pemuda berambut putih itu berada.
Diablo menatap seluruh serangan itu dalam diam, ia mengangkat tangan kanannya ke depan dan muncul pusaran hitam yang menutupi area sekitarnya.
Ketika seluruh serangan itu bertemu dengan pusaran hitam, mereka semua lenyap tanpa tersisa sedikitpun. Bahkan tidak ada satupun dari semua serangan itu yang memberikan dampak seperti gelombang kejut atau ledakan.
Dua Iblis Kekacauan yang menyaksikan itu dari kejauhan tidak bisa untuk tidak terkejut, mereka berdua saling menatap dan saat keduanya mengumpulkan energi spiritual untuk menciptakan sebuah serangan gabungan-- kegelapan tanpa batas menelan mereka berdua.
"Apa-apaan?!"
"Sialan! Kita terperangkap di dalam Domain."
"Ayo ambil alih domain ini sebelum situasi gawat terjadi!"
Kedua Iblis Kekacauan mencoba mengambil alih domain kegelapan tanpa batas yang mengurunt mereka, tetapi semua usaha yang mereka lakukan sama sekali tidak membuahkan hasil. Sudah sangat jelas kalau domain yang diciptakan Diablo jauh melebihi kekuatan mereka.
"Keparat... Siapa sebenarnya orang itu? Dan kenapa Dewa Iblis menyinggungnya?!"
"Kita tidak pilihan lagi, ayo serang tempat--"
"A-apa?"
Tanpa mereka sadari, kepala mereka kedua sudah terlepas dari tubuh. Di detik-detik terakhir, mereka dapat melihat seorang pemuda berambut putih yang sedang berjalan menghampiri mereka-- dia memperlihatkan senyum mengejek dan membuat dua Iblis Kekacauan merasa tak percaya dengan apa yang terjadi saat ini.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.