
Halaman Mansion, Atas Panggung Es.
Fang Lin berdiri di sana dalam keadaan tegap, dibelakangnya terdapat sepuluh makhluk bayangan yang sedang memainkan alat musik. Ia menyuruh mereka untuk memelankan alunan musiknya lalu berdehem pelan, "Harap perhatian..."
Ucapan Fang Lin langsung membuat obrolan terhenti seketika. Kedua orang tuanya, kekasih dan bawahan inti memerhatikannya dari bawah panggung.
"Aku disini ingin mengucapkan selamat kepada Li Fan dan Sylvia. Sebenarnya aku tidak menyangka kalian berdua ingin menikah, kabar tersebut cukup membuatku terkejut." Ucap Fang Lin dengan suara tenang sambil tersenyum "Ya, aku mendoakan kalian akan menjadi pasangan yang berlangsung selamanya."
Li Fan dan Sylvia tersenyum bahagia mendengarnya dan saling bergandengan, keduanya naik ke atas panggung es ketika Fang Lin memberikan tanda.
"Terima kasih, Guru. Jika anda tidak ada, mungkin kami berdua tidak akan pernah bertemu..." Li Fan tersenyum dengan penuh kebahagiaan.
"Saya juga berterima kasih, tuan. Andai anda tidak menyelamatkan saya waktu itu, mungkin aku tidak akan pernah mengenal laki-laki seperti Li Fan..." Sylvia menimpali sambil tersenyum penuh arti.
Fang Lin tertawa pelan, "Aku senang kalian berdua bertemu... Takdir memang sulit untuk ditebak." Ucapnya lalu menimpali, "Baiklah, apa ada lagi yang ingin kalian berdua sampaikan?"
Li Fan dan Sylvia saling menatap lalu menggelengkan kepala secara bersamaan. Fang Lin yang melihatnya hanya tersenyum dan memulai pestanya dengan meriah.
Alunan musik kembali diperkeras dan membuat suasana menjadi ramai. Fang Lin sendiri langsung turun dari panggung es, begitu juga dengan Li Fan dan Sylvia.
"Bersenang-senanglah kalian berdua, aku akan pergi..."
Li Fan dan Sylvia mengangguk, "Ya, tuan." Jawab keduanya serempak.
Di ujung halaman mansion. Shui Ru mengamati pestanya dari sana sendiri tanpa ditemani siapapun, raut wajahnya menunjukkan rasa sedih.
"Apa yang terjadi?" Fang Lin tiba-tiba saja muncul dihadapan wanita cantik itu.
Shui Ru tersenyum pahit, "Tidak ada. Aku hanya sedang memikirkan hal yang tidak berguna saja..."
"Hal yang tidak berguna?"
"Sudah kubilang tidak ada. Omong-omong, apa hadiah yang kamu berikan kepada mereka, Gege?" Tanya Shui Ru mengalihkan topik pembicaraan.
Fang Lin terdiam sejenak dan menjawab, "Mansion ini akan menjadi rumah mereka, kuanggap itu sebagai hadiah atas pernikahan mereka..."
Shui Ru berdecak kagum mendengarnya, "Bagaimana bisa kamu membangun mansion sebesar ini? Apakah kau memiliki trik khusus?!" Tanyanya dengan raut wajah antusias.
Fang Lin tersenyum, "Hee... Apakah kamu sangat penasaran?"
Shui Ru tidak menjawab dan hanya mengangguk cepat. Fang Lin tertawa pelan melihat tingkahnya, "Kalau begitu, tebaklah trik khusus yang kumiliki... Jika kamu menjawab dengan benar, aku akan memberikanmu sebuah hadiah."
Shui Ru tersenyum senang mendengarnya, ia tanpa berpikir panjang langsung mencoba menebak satu persatu trik khusus yang dimiliki kekasihnya itu.
Beberapa menit kemudian. Shui Ru sama sekali tidak menemukan jawabannya dan dia memilih untuk menyerah. Fang Lin yang melihat wajah imut dari kekasihnya itu langsung mengacak-acak rambutnya, "Hahahaha... Kamu cepat sekali menyerah." Ucapnya dan membuat wajah Shui Ru memerah.
"Baiklah, akan kuberitahu trik khusus milikku..." Fang Lin melepaskan tangannya dari kepala Shui Ru lalu menciptakan Miniatur Rumah Kayu seukuran telapak tangan.
Shui Ru yang menyaksikan itu dengan mata kepalanya sendiri sangat terkejut. Itu bukanlah barang yang keluar dari dimensi berbeda, melainkan baru saja tercipta.
Fang Lin yang melihat raut wajah terkejut Shui Ru hanya tertawa pelan, "Kamu ingin memilikinya?"
Shui Ru tersentak dari lamunannya, ia terdiam sejenak sebelum menganggukkan kepalanya, "Kamu memiliki teknik penciptaan semacam itu, bukankah sudah sangat hebat?!" Shui Ru menjadi antusias sambil menerima Miniatur Rumah Kayu.
"Kalau begitu, ayo pergi makan. Sepertinya yang lain ingin melakukannya juga..."
"Baik, Gege."
Fang Lin dan Shui Ru pergi ke tempat hidangan berada. Ketika sampai, keduanya disambut oleh bawahan inti yang sedang memakan hidangan yang ada.
Fang Lin dan Shui Ru hanya tersenyum untuk menanggapi mereka. Keduanya mengisi perut dengan hidangan di meja, lalu Fang Lin memulai acara untuk pemberian hadiah kepada pengantin baru.
Acara tersebut tidak berlangsung terlalu lama. Usai melakukan pemberian hadiah, Fang Lin kembali melanjutkan pesta.
Beberapa jam kemudian, pesta berakhir. Para bawahan inti satu-persatu mulai pulang ke tempat tinggal masing-masing, begitu juga dengan kedua orang tua Fang Lin.
"Gege, aku juga akan pulang. Apakah kamu akan ke istana nanti?" Tanya Shui Ru penasaran.
Fang Lin menggelengkan kepalanya pelan, "Sepertinya tidak. Selesai mengantar Diablo dan Fei Yulan, aku tidak akan kembali ke Dunia Jiwa dan berkultivasi di Dunia Abyss." Jawabnya cepat
Shui Ru mengangguk paham, "Kalau begitu sampai jumpa lagi." Ucapnya dan diangguki oleh Fang Lin.
Shui Ru dalam sekejap menghilang dari sana. Fang Lin yang melihat itu membalikkan badannya dan mendapati Diablo serta Fei Yulan.
"Kalian juga ingin kembali sekarang?" Tanya Fang Lin memastikan.
Keduanya mengangguk secara bersamaan, "Ya, tuan. Saya ingin mencari identitas 'orang itu' secepat mungkin..."
Fang Lin tersenyum, "Tunggulah sebentar..." Fang Lin berjalan pergi dari sana.
Di sisi lain, Li Fan dan Sylvia saat ini sedang mengobrol dengan beberapa bawahan inti yang belum kembali pulang. Kedatangan Fang Lin tentu membuat mereka menghentikan pembicaraan.
"Hey, aku akan pergi untuk mengantar Diablo dan Fei Yulan kembali. Aku tidak akan kemari lagi, jadi kuharap tidak perlu menunggu." Ucap Fang Lin dengan suara tenang, "Dan juga, semua yang ada di halaman mansion ini ingin aku yang membersihkan atau kalian? Aku hanya perlu satu detik untuk melakukannya, jadi jangan merasa tidak enak."
Li Fan menggelengkan kepalanya pelan, "Tidak perlu, Guru. Biarkan aku dan Sylvia yang membersihkannya..."
Fang Lin mengangguk, "Kalau begitu, aku pergi." Ucapnya lalu menghilang dari sana dalam sekejap, Diablo dan Fei Yulan juga sudah ikut menghilang.
***
Alam Longxu, Istana Shadow Monarch.
Fang Lin, Diablo dan Fei Yulan sedang berdiri di tempat yang sama seperti sebelumnya.
"Kalau begitu, aku pergi." Ucap Fang Lin dan diangguki oleh keduanya.
Sebelum pergi dari sana, Fang Lin diam-diam mengeluarkan dua boneka bayangan dan memasuki bayangan Diablo serta Fei Yulan tanpa mereka berdua sadari.
Fang Lin melakukannya hanya untuk berjaga-jaga, ia teringat dengan perkataan orang-orang tadi dan cukup penasaran dengan sosok yang dimaksud, "Aku harap tidak ada masalah yang membahayakan nyawa kalian..."
Fang Lin langsung menghilang dari sana usai membatin seperti itu. Kepergian tuan mereka, Diablo dan Fei Yulan langsung keluar dari ruangan tersebut, mereka sekarang ingin menyelesaikan masalah yang ada.
Bersambung....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.