
Setelah para bayangan inti-nya sudah memasuki bayangan-nya, Fang Lin langsung menelepati Diablo dan Fei Yulan untuk datang ke tempatnya berada.
Tak lama setelah itu, Diablo dan Fei Yulan datang ke tempat Fang Lin lalu memberi salam kepadanya, "Pertarungan anda sebelumnya sangat-lah hebat, Tuan..." Puji Diablo dengan nada kagum, Sedangkan Fei Yulan hanya mengangguk-kan kepala-nya setuju.
Mendapat pujian dari Diablo, Fang Lin hanya tersenyum tipis, "Terima kasih... Mungkin lain kali aku akan bertarung dengan kalian berdua, Agar aku bisa sedikit lebih serius dari sebelum-nya" Ucap Fang Lin dengan nada santai.
"Jika anda ingin melakukan-nya, Saya tidak akan keberatan, Tuan..." Jawab Diablo dengan suara tenang. Meskipun ekspresinya begitu tenang, Namun saat ini ia merasa tidak sabar untuk bertarung dengan tuan-nya dengan kekuatan penuh.
Fang Lin yang mendengar jawaban Diablo hanya tersenyum, Ia lalu menjentikkan jari-nya dan seketika mereka bertiga menghilang dari sana.
***
Dunia Abyss, Tepi Pantai.
Fang Lin, Diablo dan Fei Yulan kini berada di depan sebuah rumah es. Fang Lin sendiri langsung memasuki rumah tersebut dan menyuruh kedua bawahan-nya untuk menunggu di luar.
Saat masuk ke dalam Fang Lin dapat melihat Li Fan dan Yun Feng sedang duduk sembari mengobrol, "Sepertinya kalian sudah sangat akrab..." Ucap Fang Lin sambil berjalan ke arah mereka berdua.
Sedangkan Li Fan dan Yun Feng langsung menghentikan obrolan mereka ketika mendengar itu, Mereka berdua langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut dan mendapati Fang Lin yang kini sedang berjalan ke arah mereka.
"Guru!" Li Fan langsung berdiri dan memberi salam pada guru-nya dan di-ikuti oleh Yun Feng sambil menunduk-kan kepala-nya.
Fang Lin sendiri hanya tersenyum dan mengedarkan pandangan-nya, "Apakah Fang Ji masih memperkuat pondasi-nya di dalam ruangan?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran.
"Ya guru... Memang-nya ada apa?" Tanya Li Fan dengan nada heran.
"Tidak ada..." Balas Fang Lin lalu menimpali-nya, "Aku disini ingin memberitahu, Kalau aku akan berperang melawan musuh-ku... Apakah kalian ingin ikut?" Timpal Fang Lin bertanya.
Mendengar itu membuat Li Fan dan Yun Feng terkejut, Mereka berdua menatap satu sama lain lalu kembali menatap ke arah Fang Lin, "Aku dan Yun Feng akan ikut dengan guru!" Jawab Li Fan dan di-angguki cepat oleh Yun Feng.
"Bagus... Kalau begitu kalian tunggu di luar, Aku akan memberitahu masalah ini kepada Fang Ji" Ucap Fang Lin dan di-angguki oleh mereka berdua.
Li Fan dan Yun Feng langsung pergi dari sana, Sedangkan Fang Lin langsung berjalan ke arah satu-satunya ruangan yang ada di rumah es ini.
Di saat Fang Lin memasuki ruangan tersebut, Ia mendapati seekor phoenix yang sedang berendam di sebuah kolam yang luas.
Di sisi lain, Fang Ji langsung membuka matanya ketika merasakan aura tuan-nya, Ia langsung mengepakkan sayap-nya dan terbang ke arah Fang Lin, "Salam, Tuan..." Fang Ji memberi salam tepat di hadapan Fang Lin.
Fang Lin sendiri mengangguk-kan kepala-nya dan tanpa basa-basi langsung memberitahu kalau diri-nya akan berperang melawan Xiao Chen.
Mendengar itu Fang Ji terdiam sesaat lalu mengangguk-kan kepala-nya, "Saya akan mengikuti peperangan itu, Tuan..." Jawab Fang Ji memutuskan dan disaat yang bersamaan tubuh-nya mengeluarkan cahaya terang berwarna putih.
Beberapa saat kemudian, Cahaya tersebut perlahan meredup dan memperlihatkan sosok pria tampan berjubah merah dengan rambut hitam panjang.
"Bisa-bisanya ada makhluk hidup yang lebih tampan dari-ku" Gumam Fang Lin menghela nafas tak percaya. Bahkan seseorang sekelas Dewa saja tidak dapat menyamai ketampanan-nya, Akan tetapi Fang Ji dapat mengimbangi-nya? Itu tidak permah terpikirkan oleh-nya.
Fang Ji sendiri yang tidak sengaja mendengar gumam-man tuan-nya langsung tersenyum tipis, "Tuan tidak perlu bersedih... Meskipun aku lebih tampan dari tuan, Tetapi itu adalah hal yang wajar karena saya adalah seekor Phoenix" Ucap Fang Ji mencoba menghibur tuan-nya
Fang Lin yang mendengar itu hanya berdecak pelan, Ia kemudian keluar dari ruangan tersebut dan di-ikuti oleh Fang Ji.
Setelah keluar dari rumah es, Li Fan, Yun Feng dan Fei Yulan tertegun dengan ketampanan Fang Ji.
"Woahhh... Saudara Ji, Kau begitu tampan memakai wujud manusia..." Puji Li Fan dengan nada kagun.
"Kau benar... Aku saja baru kedua kalinya melihat seseorang setampan Fang Ji setelah tuan" Sambung Yun Feng memuji.
Fang Ji yang mendengar itu langsung menggaruk-kan kepala-nya yang tidak gatal, Ia sedikit malu karena telah dipuji oleh mereka berdua.
Sedangkan Fang Lin yang melihat kelakukan mereka diam-diam tersenyum tipis, Ia kemudian menjentik-kan jari-nya dan seketika mereka ber-enam menghilang dari sana.
***
Dunia Abyss, Kota Fang.
Di salah satu lapangan kota tersebut, Puluhan ribu manusia dan monster kini berkumpul di satu tempat. Mereka semua adalah penduduk kota Fang dan penghuni hutan terlarang.
Suasana begitu ramai karena mereka saling mengobrol satu sama lain sembari menunggu tuan mereka datang.
Di sisi lain, Fang Lin dan yang lain-nya kini berada di atas awan kota Fang, Ia sengaja tidak turun ke bawah karena sedang memikirkan siapa saja yang akan mengikuti perang.
Fang Lin tentu tidak akan membiarkan orang tua-nya dan para calon istri-nya untuk mengikuti perang melawan Xiao Chen, Ia takut kalau terjado sesuatu yang diluar dugaan-nya dan membahayakan mereka.
Setelah beberapa menit, Akhirnya Fang Lin turun ke daratan dan di-ikuti oleh yang lain-nya. Kedatangan Fang Lin tentu menjadi pusat perhatian dan membuat suasana yang sebelum-nya ramai kini menjadi hening.
Fang Lin dan lain-nya mendarat di tanah yang sedikit lebih tinggi dari penduduk kota Fang dan penghuni hutan terlarang, Di sana terdapat orang tua-nya, Para calon istri dan bawahan inti-nya.
Setelah Fang Lin turun ia menoleh ke arah orang tua dan calon istri-nya lalu tersenyum, Ia kemudian kembali menatap para penduduk serta penghuni hutan terlarang, "Karena kalian semua sudah berkumpul disini, Aku akan membagi kalian menjadi beberapa tim yang dipimpin oleh bawahan inti-ku" Ucap Fang Lin dengan suara tenang namun dapat di dengar oleh mereka semua.
Fang Lin tanpa basa-basi langsung membagi tim menjadi 10 tim dan di setiap tim tersebut terdapat 3 sampai 5 ribu pasukan.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.