System Sang Immortal

System Sang Immortal
Membantai Lagi II


Saat ini Fang Lin sudah membunuh seluruh orang yang berada di lantai 2, Notifikasi system yang sedari tadi berbunyi membuat Fang Lin sedikit kesal.


Fang Lin berjalan menuju tangga untuk ke lantai 3. Tak lama kemudian Fang Lin sudah berada di lantai 3, Di lantai 3 memiliki luas yang cukup besar dan memiliki banyak ruangan.


~Whossh~


Fang Lin mengedarkan kesadarannya ke seluruh arah dan mendapati 11 orang yang berada di salah satu ruangan, "Hoo... Tingkat Tyrant, Bahkan sebelumnya paling tinggi aku bertemu kultivator tingkat asal mula di alam ini, Sepertinya mereka sudah siap-siap" Ucap Fang Lin tersenyum tipis lalu menghilang dari sana.


***


Di Markas Tengkorak Kematian, Ruangan Latihan para petinggi.


Kesebelas orang yang berada di situ sedang menatap tajam pintu masuk dan bersiap-siap menyerang siapa saja yang masuk ke ruangan itu.


"Dimana pemuda itu? Seharusnya dia sudah membantai seluruh orang yang berada di lantai 2" Ucap pemuda berpakaian hitam yang saat ini sedang memegang perisai berbentuk cangkang kura-kura.


Mendengar itu Ju Zhi hanya mengangkat bahunya, "Entahlah, Kesadaran ku tidak bisa mendeteksi orang itu" Ucap Ju Zhi pelan lalu memegang erat tombak merahnya.


"Tetaplah waspada, Walaupun kalian pembunuh bayaran tingkat tinggi, Bukan hal yang tidak mungkin kalian mati di pertarungan ini" Ucap Ju Qao, Dia adalah kakek dari Ju Zhi.


Para petinggi yang mendengar itu hanya menelan ludah kasar termasuk Ju Zhi, Mereka tau pasti kalau beberapa dari mereka akan mati akibat pertarungan ini.


"Tenang saja kalian akan mati semua, Aku tidak akan meloloskan satupun dari kalian" Ucap seseorang yang berada di belakang para petinggi.


Mereka semua yang tiba-tiba mendengar suara asing dibelakang langsung menyerang ke arah suara tersebut menggunakan senjata masing-masing.


~BOOM~


Ledakan terjadi ketika kesebelas orang itu menyerang ke arah suara dibelakangnya mereka, Asap berkumpul di satu tempat dan membuat kesebelas petinggi menyipitkan mata mereka.


~Whoossh~


Asap yang berkumpul di satu tempat itu tiba-tiba menghilang dan menampilkan sesosok pemuda tampan berjubah biru.


~Puk~


~Puk~


~Puk~


"Hampir saja bajuku menjadi kotor" Ucap Fang Lin menepuk-nepuk bajunya, Kemudian melihat kesebelas orang yang menatap matanya tajam.


Fang Lin tersenyum tipis melihat itu, "Karena kalian terlalu kasar menyambut ku, Aku akan membunuh kalian dengan rasa sakit" Ucap Fang Lin lalu mengeluarkan pedang Naga Hitamnya di inventory.


~Whoossh~


Fang Lin tiba-tiba muncul didepan pemuda berpakaian hitam dan langsung menusuk jantung pemuda itu, "Kau terlalu takut menghadapi kematian" Bisik Fang Lin ke telinga pemuda berpakaian hitam itu.


Mata pemuda berpakaian hitam itu melebar saat melihat sebuah pedang tertancap di dadanya, "Ugh... Bajing*n... A-apa salahku..." Ucap pemuda berpakaian hitam itu dengan serak.


~BOOM~


Pria berpakaian hitam itu menabrak dinding hingga retak dan langsung mati seketika, Fang Lin yang melihat itu hanya mendengus pelan, "Kesalahan mu banyak sialan" Ucap Fang Lin lalu melompat mundur.


[Ding! Membunuh Kultivator Tingkat Raja, Mendapatkan 2 Juta Poin System]


Melihat kematian teman mereka, Membuat para petinggi menjadi terkejut, Bagaimana tidak? Membunuh seorang tingkat raja dalam sekejap, Bahkan tanpa berkedip sedikitpun.


"K-kau! Siapa kau!?" Tanya Ju Qao dengan nada sedikit bergetar, Ia ketakutan bukan karena pemuda berjubah biru itu membunuh tingkat raja dalam sekejap, Tetapi saat pemuda itu tidak sengaja mengeluarkan sedikit auranya dan dalam sekali lihat Ju Qao tau kalau pemuda tampan didepannya sangat menakutkan.


Di sisi lain, Ju Zhi yang melihat kakeknya ketakutan membuat detak jantungnya seakan berhenti, Baru pertama kali Ju Zhi melihat kakeknya ketakutan, Bahkan jika kakeknya menghadapi lawan yang lebih kuat kakeknya tidak akan ketakutan seperti ini.


Fang Lin yang mendengar itu hanya tertawa pelan, "Anggap saja aku seorang malaikat pencabut nyawa yang akan mencabut nyawa kalian" Ucap Fang Lin lalu melesat dengan cepat lagi.


~Whossh~


Tidak sampai 3 detik, 7 petinggi langsung mati tanpa perlawanan, Kepala mereka semua langsung berjatuhan setelah Fang Lin menebasnya.


Saat ini hanya tersisa 3 orang yaitu Ju Zhi, Ju Qao dan Shui Ru. Mereka bertiga menahan nafas ketika melihat para petinggi pembunuh bayaran mati dengan cepat, Ketakutan mereka bertiga mulai memuncak saat pemuda tampan berjubah biru itu menyeringai lebar.


"T-tuan... Tolong maafkan kami, Jika di masa lalu kami bertiga melakukan kesalah, T-tolong maafkan kami" Ucap Shui Ru sambil bersujud, Dia adalah seorang wanita cantik yang memiliki dada yang besar dan pantat yang montok.


Ju Zhi dan Ju Qao tersentak dengan kelakukan dari Shui Ru, Wajah mereka memerah karena marah, Sebab di tengkorak kematian, Seorang pembunuh bayaran akan memilih mati dari pada berkhianat, Tetapi kelakuan dari Shui Ru bukanlah tindakan dari pembunuh bayaran.


Fang Lin menaikkan satu alisnya melihat itu, "Kau pikir dengan permintaan maaf mu, Bisa menghidupkan kembali manusia yang telah kau bunuh?" Ucap Fang Lin sinis.


"SHUI RU?!! APA PANTAS PEMBUNUH BAYARAN TINGKAT TINGGI BERSUJUD MEMINTA PENGAMPUNAN?!" Teriak Ju Zhi dengan raut wajah marah.


Shui Ru yang mendengar itu hanya diam dan terus bersujud meminta pengampunan, Di sisi lain Fang Lin hanya menatap Shui Rui dalam diam.


[Tuan, Yue sarankan untuk menjadikan wanita bernama Shui Ru itu sebagai pengikut anda]


"Apa maksudmu Yue? Kau memintaku untuk menjadikan wanita itu sebagai pengikutku?! Tidak, Tidak... Aku tau selama dia jadi pengikut ku, Aku pasti akan menjadikannya sebagai calon istri juga" Balas Fang Lin dengan nada membantah lalu melihat wanita yang bersujud didepannya dengan teliti.


"Lihatlah dia, Mempunyai wajah yang cantik dan tubuh yang bagus, Mustahil jika aku membawanya karena itu akan menggodaku, Lebih baik aku bunuh sekarang" Ucap Fang Lin sambil mengangkat pedang Naga Hitamnya tinggi-tinggi.


Saat Fang Lin ingin membunuh Shui Ru, Tiba-tiba serangan muncul dari samping, Fang Lin langsung menangkis serangan itu dengan cepat lalu menatap tajam ke arah serangan barusan.


"Ck, Pak tua... Kau jangan menggangguku, Aku akan membunuhmu dengan cepat" Ucap Fang Lin sambil menatap tajam Ju Qao.


Ju Qao yang mendengar itu hanya mendengus kesal, "Karena kau lebih kuat dariku, Kau pikir aku takut untuk menyerangmu?" Balas Ju Qao sinis.


Fang Lin hanya mendengus pelan saat mendengar itu, "Kau cukup bagus untuk dijadikan sebuah samsak" Ucap Fang Lin lalu melesat ke arah Ju Qao.


Bersambung....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.