
Semua orang yang ada di sana cukup terkejut dengan perkataan Dian Qi.
"Masuk akal... Kemungkinan Pi Yu berkhianat karna ingatan-nya telah di manipulasi" Ucap Dian Wei dan membuat para petinggi mengangguk-kan kepala setuju.
"Apakah orang yang memanipulasi ingatan Pi Yu berasal dari Alam 100 Pelangi?" Tanya Dian Wu dengan nada penasaran.
"Tentu saja... Memang-nya siapa lagi yang berani membuat masalah pada Alam Agung?" Balas Dian Wei cepat.
Dian Wu yang mendengar-nya hanya mengangguk-kan kepala-nya paham.
Mereka semua kemudian berhenti membicarakan Pi Yu dan Ki Teng lalu mengganti topik tentang perencanaan ulang taktik perang.
***
Di Alam 100 Pelangi, Daratan Fuzhou.
Di atas langit, Tiba-tiba saja muncul sebuah portal hitam yang cukup besar. Tak lama setelah itu, Sebuah kapal terbang mewah keluar dari portal tersebut.
Di sisi lain, Fang Lin yang berada di dalam kapal terbang tersebut langsung keluar dari sana, Ia segera melompat turun dari atas kapal kemudian menyimpan kapal terbang-nya ke inventory.
Saat berada di daratan, Fang Lin hanya bisa melihat padang rumput tanpa ujung saja, "Setau-ku perang akan dilakukan di benteng Alam 100 pelangi, Namun aku tidak mengetahui lokasi jelas benteng tersebut" Gumam Fang Lin pelan. Ia lalu mengaktifkan mata dewa-nya untuk melihat jarak yang lebih jauh lagi.
Saat Fang Lin mengedarkan pandangan-nya ke seluruh penjuru arah, Ia berhenti ketika melihat sebuah benteng yang begitu besar di selatan.
Disana Fang Lin dapat melihat jutaan tenda yang di-isi oleh kultivator, Ia mengangguk-kan kepala-nya dan menon-aktifkan mata dewa-nya, "Disana adalah medan perang-nya" Ucap Fang Lin yakin lalu kembali mengeluarkan kapal terbang Star Universe-nya.
Setelah mengeluarkan kapal terbang-nya, Fang Lin teleportasi ke dalam ruang pengendalian kapal terbang tersebut lalu mengalirkan Qi dewa-nya.
~Whooooshhhh~
Beberapa saat kemudian, Kapal terbang Fang Lin melesat secepat cahaya ke arah benteng Alam 100 Pelangi.
Butuh waktu sekitar 30 detik untuk Fang Lin sampai ke dekat benteng tersebut. Ia kemudian teleportasi keluar dari kapal terbang-nya lalu menyimpan-nya ke inventory disaat diri-nya telah melayang di udara.
Setelah memasuk-kan kapal terbang-nya ke inventory, Fang Lin langsung terbang ke tenda para kultivator. Di sana ia dapat melihat jutaan kultivator yang kini sedang melakukan aktivitas mereka masing-masing, Seperti Berpesta, Berlatih dan mengasah senjata.
"Jika aku membunuh mereka semua, Pasti-nya kekuatan tempur-ku akan meningkat drastis" Gumam Fang Lin pelan lalu mengalihkan pandangan-nya ke salah satu tenda yang lebih besar dari tenda lain-nya.
Fang Lin mengaktifkan kembali mata dewa-nya untuk melihat ke dalam tenda tersebut, "Mungkin-kah salah satu dari mereka adalah raja dari Alam 100 Pelangi?" Gumam Fang Lin saat melihat puluhan Spiritual God sedang mengadakan rapat di meja bundar.
Saat melihat ke dalam tenda tersebut, Fang Lin sedikit melebarkan mata-nya ketika melihat salah satu dari mereka berada di ranah dewa, "Ranah dewa? Apakah dia berasal dari Alam yang lebih tinggi?" Gumam Fang Lin bertanya-tanya.
Beberapa saat memikirkan itu, Fang Lin menjadi yakin kalau orang yang berada di ranah Dewa itu berasal dari Alam Tinggi. Pasal-nya tidak mungkin bagi seseorang yang berasal Alam Menengah bisa mencapai ranah dewa, Kecuali dia mempunyai system yang sama seperti diri-nya.
Saat turun dari langit, Fang Lin sekejap menjadi pusat perhatian orang-orang, Namun beberapa saat kemudian mereka berhenti memerhatikan Fang Lin dan kembali melanjutkan aktivitas mereka masing-masing.
Fang Lin yang mengetahui kalau orang-orang sudah tidak memerhatikan-nya langsung berjalan ke salah satu tenda kosong di dekat sana.
Saat masuk ke tenda kosong tersebut, Fang Lin dapat melihat sebuah matras besar berwarna coklat menutupi tanah, Ia langsung duduk di pojok tenda dan melakukan posisi bermeditasi.
"Sepertinya aku harus menghabiskan waktu untuk berkultivasi" Ucap Fang Lin lalu melirik ke arah pintu masuk tenda.
Baru saja menatap pintu masuk tenda, Tiba-tiba saja sekelompok pria masuk ke dalam tenda sambil tertawa.
Namun kelompok yang berjumlah 4 orang itu langsung terdiam ketika mendapati seorang pria bertopeng hitam sedang melakukan posisi meditasi di ujung tenda.
"Siapa kau?" Tanya salah satu dari mereka dengan nada penasaran.
Fang Lin yang mendengar itu langsung berdiri dan menangkupkan tangan-nya, "Salam kenal saudara, Saya adalah Fang Lin. Salah satu kultivator yang mengikuti perang ini" Ucap Fang Lin memperkenal-kan diri.
"Lalu? Kenapa kau ada di tenda kami?" Tanya seorang pria muda yang memiliki umur ratusan tahun.
Mendengar itu Fang Lin langsung menjawab, "Saya tersesat ketika bersama dengan kelompok saya. Jadi mau tak mau, Saya harus mencari tenda kosong untuk dijadikan tempat peristirahatan" Jawab Fang Lin lalu menimpali-nya dengan cepat, "Secara tidak sengaja saya menemukan tenda ini kosong, Jadi saya berpikir untuk ber-istirahat di tenda ini sampai perang di mulai" Timpal Fang Lin mengarang.
Ke-empat pria yang mendengar penjelasan Fang Lin langsung menatap satu sama lain. Mereka ber-empat mengangguk-kan kepala secara bersamaan dan kembali menatap Fang Lin.
"Baik-lah saudara Lin, Kami akan memberikan-mu izin untuk ber-istirahat disini sampai perang di mulai" Ucap salah satu pria sambil tersenyum.
Fang Lin yang mendengar itu kembali menangkupkan tangan-nya, "Terima kasih saudara... Saya akan membalas hal ini di masa depan nanti" Balas Fang Lin berterima kasih.
Ke-empat pria itu hanya tersenyum ketika mendengar-nya, Mereka ber-empat kemudian mendekati Fang Lin dan menangkupkan tangan secara bersamaan, Satu per-satu dari mereka mulai memperkenal-kan diri masing-masing.
Di sisi lain, Fang Lin yang melihat mereka memperkenal-kan diri mau tak mau harus menanggapi mereka. Zu Huan, Li Cao, Li Bei, Ma Cao, Itu adalah nama dari ke-empat pria tersebut.
Usai memperkenal-kan diri, Mereka berlima langsung duduk dan mulai mengobrol satu sama lain.
"Saudara Lin, Kau saat ini berada di ranah apa? Kenapa aku tidak bisa melihat ranah-mu sama sekali?" Tanya Li Cao dengan nada penasaran dan di angguki oleh tiga orang lain-nya.
Fang Lin sendiri yang mendapat pertanyaan itu langsung mengeluarkan aura ranah tyrant, "Aku hanya berada di satu tingkatan atas dengan kalian" Ucap Fang Lin sambil tersenyum.
Ke-empat orang itu yang merasakan aura Tyrant Fang Lin hanya mengangguk-kan kepala, Mereka kemudian mengganti topik dan mulai kembali membicarakan apa yang mereka bisa bicarakan.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.