System Sang Immortal

System Sang Immortal
Salah Paham


Di Kekosongan tanpa batas.


Fang Lin sekarang sedang memperhatikan Xue Hua yang sedang disembuhkan oleh Api Putih, suasana begitu hening sampai akhirnya Qiao Yu bertanya, "Fang Gege, bagaimana kamu tau kalau saudari Hua tidak menyukai balik orang itu?"


Fang Lin menggaruk kepalanya dan menjawab, "Mungkin ini tindakan yang tidak sopan, tapi aku dapat mengetahuinya lewat ingatan Hua'er"


Qiao Yu mengangguk kepalanya pelan dan terdiam sejenak, dia ingin menanyakan sesuatu tapi cukup ragu.


"Apa yang ingin kamu tanyakan, Yu'er?"


Qiao Yu tersentak lalu menatap Fang Lin, "Ehmm.... Jika semisalkan saudari Hua menyukai orang itu dan melupakanmu, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?"


Fang Lin tertawa kecil mendengarnya, "Tidak mungkin itu terjadi. Wanita mana yang akan berpindah hati jika kekasihnya setampan diriku..." Jawab Fang Lin sambil tersenyum bangga.


"Ihh! Aku serius! Bayangkan saja kalau itu terjadi, apa yang akan kamu lakukan." Qiao Yu mencubit lengan atas Fang Lin.


"Aw! Aw! Baik, baik, kupikirkan dulu sebentar." Fang Lin mengusap lengan atasnya yang baru saja dicubit oleh Qiao Yu, "Tapi apa alasannya kamu menanyakan itu?"


"Aku hanya penasaran saja dengan reaksimu." Jawab Qiao Yu cepat.


Fang Lin mengangguk beberapa kali, lalu mengelus dagunya, "Hmm... Kalau Hua'er berpindah hati, aku akan meninggalkannya."


"Bukankah itu terlalu sederhana? Apa kau tidak berencana untuk memperjuangkannya lagi?" Qiao Yu sedikit terkejut mendengar jawaban kekasihnya.


Fang Lin tersenyum lembut, "Jika kamu mencintai dua orang dalam satu waktu, itu artinya kamu tidak mencintai orang pertama dengan sepenuh hati. Jadi lebih baik aku meninggalkan Xue Hua dan membiarkannya hidup bahagia dengan orang yang kedua..." Jawab Fang Lin dengan nada bijak, alisnya kemudian sedikit terangkat melihat Qiao Yu mengembungkan pipinya dan menunjukkan wajah kesal.


"Kenapa? Apa perkataanku ada yang salah?" Tanya Fang Lin keheranan, perasaannya sedikit tidak enak mengenai hal ini.


Qiao Yu melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap Fang Lin dengan tatapan tajam, "Itu artinya Fang Gege tidak mencintai aku sepenuhnya begitu?! Dan-"


Belum sempat menyelesaikan kata-katanya, Fang Lin langsung memotong, "Tidak! Tidak! Kasusku berbeda! Kapasitas cintaku tidak terbatas dan aku bisa mencintai kalian dengan sepenuh hati..." Ucap Fang Lin dengan nada panik.


"Oh... Begitu, ya! Berarti kamu juga bisa mencintai seluruh wanita di alam semesta ini dengan kapasitas cintamu yang tidak terbatas itu?! Apakah Fang Gege berniat membuat harem yang melebihi seratus wanita?!" Qiao Yu menyipitkan mata dan bertanya dengan nada tinggi, "Apa tidak cukup hanya memiliki empat kekasih saja?!"


"Tidak!!! Kau salah paham!" Fang Lin semakin panik, "Maksudku, aku bisa mencintai kalian sepenuh hati tanpa membeda-bedakan kalian!"


"Hmph! Alasan saja!" Qiao Yu mendengus kesal dan ketika ingin membuang mukanya ke arah yang lain, ia tak sengaja melihat Xue Hua sudah bangun dan sedang menatap keduanya sambil berusaha menahan tawa, "Saudari Hua! Akhirnya kamu bangun!"


Qiao Yu berlari kecil dan memeluk dengan erat wanita cantik yang sedang duduk itu, air matanya terjatuh karena sudah lama merindukannya.


"Eh?" Fang Lin tersentak, ia berbalik dan mendapati Xue Hua yang sudah bangun.


Xue Hua tersenyum, namun tak lama kemudian dia mulai menangis karena tidak bisa menahan perasaan sedihnya itu.


Fang Lin menghela nafas lega melihat Xue Hua bangun, "Maafkan aku karena tidak bisa menemukan dirimu dengan cepat..."


Fang Lin jongkok di samping Xue Hua yang masih berpelukan erat dengan Qiao Yu, lalu mengusap pipi wanita cantik itu yang dipenuhi dengan air mata.


Xue Hua memeluk Fang Lin dan menangis sekencang-kencangnya. Fang Lin sendiri tersenyum dan mengelus rambut perak Xue Hua dengan lembut, "Jangan menangis... Kita sudah bertemu sekarang..."


Xue Hua menangis lebih lama dari Qiao Yu, air mata dan ingusnya mengotori jubah mewah Fang Lin.


Beberapa waktu berlalu, Xue Hua sudah berhenti menangis dan hanya terisak saja, dia kemudian melepaskan pelukannya dan cukup terkejut melihat jubah kekasihnya kotor karena ingusnya.


Fsng Lin tentu menyadari itu dan dia tersenyum tipis, "Aku penasaran dengan reaksi orang lain melihat wanita cantik sepertimu mengeluarkan ingus sebanyak ini." Goda Fang Lin sambil menunjuk jubahnya yang kotor.


Xue Hua langsung cemberut dan berusaha membersihkan wajahnya yang basah dengan air mata, "Itu adalah hal yang normal tau!" Ucap Xue Hua dengan nada kesal.


Fang Lin hanya tertawa kecil dan membersihkan jubahnya dengan Qi. Setelah bersih, matanya kemudian mengarah ke Xue Hua, "Apa kamu sudah baik-baik saja?"


Xue Hua mengangguk dan bangkit berdiri, "Aku baik-baik saja!" Jawab Xue Hua, lalu bertanya, "Ah, iya. Bagaimana cara Fang Gege menemukan keberadaanku?"


Fang Lin tersenyum dan dia juga bangkit berdiri, "Aku akan menceritakannya nanti setelah menjemput Mue Lian..." Jawab Fang Lin, lalu menimpalinya, "Ngomong-ngomong, apa yang terjadi padamu selama ini? Kenapa kamu bisa terlibat dengan peperangan? Apa kamu sadar kalau hal itu bisa membahayakanmu?"


Xue Hua menahan nafasnya ketika dihujani banyak pertanyaan, kepalanya menunduk dan merasa bersalah karena tau kalau Fang Lin menunjukkan rasa khawatirnya lewat itu semua.


"Maafkan aku, Fang Gege..." Xue Hua berkata dengan suara pelan, lalu menceritakan apa yang dilakukannya setelah pindah ke alam Tanah Immortal dan hubungannya dengan aliran putih.


Xue Hua juga sesekali menyinggung Bing Feng, dia adalah pria yang selalu membantunya semasa di alam Tanah Immortal dan Xue Hua sudah menganggap dia sebagai saudara laki-lakinya.


Beberapa saat kemudian, Fang Lin mengangguk beberapa kali ketika mendengar cerita Xue Hua, ia kemudian mengelus kepala wanita cantik berambut perak itu, "Kamu melakukannya dengan baik. Apa kamu ingin mengucapkan perpisahan dengan orang-orang yang kamu kenal di sana?"


Xue Hua terdiam cukup lama sebelum menganggukkan kepala, "Kalau bisa, aku mau Gege..."


Fang Lin tersenyum tipis, "Baiklah. Ayo pergi..."


***


Alam Tanah Immortal.


Beberapa saat setelah raungan Bing Feng menggema di seluruh markas sementara Aliran Putiih, ratusan Spiritual God langsung mendatangi tempatnya.


Mereka tidak bisa untuk tidak terkejut saat melihat Bing Feng dalam posisi berlutut dan menangis sambil menghadap ke atas, tidak peduli kedua tangannya yang terpotong Bing Feng menggumamkan nama 'Xue Hua' berkali-kali.


Ji Shaolong yang pertama datang langsung menghampirinya, tentu saja dia tau hal ini diperbuat oleh siapa namun dirinya tidak memiliki nyali untuk membuka mulut.


Beberapa Spiritual God mencoba untuk menenangkan Bing Feng akan tetapi mereka sulit untuk melakukannya karena pemuda berambut perak itu mengeluarkan aura dingin yang begitu luar biasa.


Membutuhkan usaha yang keras untuk Ji Shaolong dan Spiritual God lainnya menenangkan Bing Feng.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.