
Akhirnya semua orang termasuk 12 monster buas sudah berkumpul di satu tempat setelah mengumpulkan seluruh Kristal Energi yang ada di daratan mati.
Han Baise melakukan beberapa pertukaran kata dengan beberapa orang di ranah Supreme Being sebelum akhirnya terbang mendekati Fang Lin.
"Teman Dao, kita akan menggunakan Giok teleportasi untuk keluar dari dimensi ini. Maka dari itu, aku memerlukan setetes darahmu untuk memenuhi persyaratan agar dirimu bisa ikut di teleportasikan." ucap Han Baise sembari menunjukkan Giok berwarna biru yang dia genggam di telapak tangan kanannya.
Fang Lin terdiam sejenak, darahnya miliknya mempunyai warna merah keemasan dan jikalau mereka melihatnya mungkin hal itu akan menimbulkan pertanyaan mengenai identitasnya.
"Aku mengerti." ucap Fang Lin sembari mengangguk kecil, ia tidak punya pilihan lain karena teknik teleportasinya tidak bisa digunakan di dimensi ini.
Fang Lin kemudian membuat luka kecil di jempol kirinya dan setetes darah mulai turun lalu jatuh ke Giok biru di tangan Han Baise.
"Hm?" Han Baise mengangkat alisnya ketika mendapati warna darah Fang Lin berwarna merah keemasan, "Maafkan kalau tidak sopan, tapi apakah itu adalah warna darah dirimu sejak lahir?"
"Tidak, aku mengalami suatu kejadian yang membuat darahku berubah seperti itu." jawab Fang Lin tanpa berbohong.
"Begitu, ya..." Han Baise tidak menanyakan lebih jauh, lalu mulai mengalirkan Qi miliknya ke Giok biru di genggamannya.
Tak lama kemudian, lingkaran kuno muncul di atas semua orang yang ada di sana dan mengeluarkan cahaya terang sebelum memindahkan mereka dalam sekejap mata.
***
Dunia Xiangu, adalah Dunia yang di mana Guard Emperor adalah pemimpinnya. Dunia ini hanya mempunyai satu daratan dan juga satu lautan, sebagai besar kultivator di sana sudah mencapai ranah Golden Soul dan tidak sedikit dari mereka berada di ranah Heavenly God.
Perlu diketahui, Dunia ini adalah salah satu Dunia tertua di Alam Semesta ini. Tidak mengherankan jika ada ratusan bahkan ribuan Supreme Being di sini.
Fang Lin bersama Han Baise serta lainnya muncul di atas langit dengan daratan yang dipenuhi rumput hijau. Mulai di tempat ini, mereka sudah bisa menyebarkan Kesadaran Spiritual yang sebelumnya tidak dapat digunakan.
Tanpa banyak berpikir, Fang Lin menyebarkan Kesadaran Spiritualnya ke segala arah dalam radius seratus juta kilometer dan dirinya menemukan kultivator yang tak terhitung jumlahnya sedang melakukan berbagai aktivitas.
Nafas Fang Lin kemudian sedikit tertahan saat menemukan beberapa kultivator dan monster buas berada di ranah Supreme Being tingkat tinggi.
"Banyak sekali makhluk-makhluk kuat di Dunia ini, ya?" tanpa sadar Fang Lin mengucapkan itu.
Han Baise yang tidak sengaja mendengarnya sedikit tersenyum tipis, ia sudah mengetahui kalau Fang Lin telah menyebarkan Kesadaran Spiritualnya dengan cepat.
"Seharusnya kau menemukan satu Istana berwarna putih yang sangat megah, bukan?" tanya Han Baise sembari melirik ke arah Fang Lin di sebelahnya.
Fang Lin mengangguk kecil, ia bisa menemukan ada belasan kultivator ranah Supreme Being di sana. Menurut sepenglihatannya tidak ada makhluk yang berada di tingkat puncak, hanya ada di tingkat tinggi saja yang bisa dirinya temukan.
Melihat anggukkan dari Fang Lin, Han Baise langsung memberitahu kalau tempat itu adalah kediaman dari tuan mereka yang tidak lain adalah Guard Emperor.
"Begitukah? Apakah Guard Emperor berada di tingkat tinggi, bukan puncak?" tanya Fang Lin penasaran.
"Tidak, dia berada di tingkat puncak. Apakah kau sedang berusaha mencarinya?" Han Baise sedikit memiringkan kepalanya.
Fang Lin tidak langsung menjawab karena ia sedikit terkejut kalau dirinya tidak bisa merasakan kehadiran Guard Emperor yang berada di tingkat puncak.
"Tidak, aku hanya sekadar bertanya saja." jawab Fang Lin sembari menggeleng pelan.
Han Baise tidak membicarakan itu lebih jauh lalu mulai menuntun Fang Lin ke Istana megah tersebut bersama Yang Kai dan yang lainnya.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi mereka untuk sampai di sana, Han Baise kemudian terbang turun diikuti oleh Fang Lin dan lainnya.
Di sana hanya ada beberapa orang saja yang menjaga pintu masuk Istana, masing-masing dari mereka mempunyai ranah Heavenly God tingkat satu sampai tujuh.
"Apakah situasinya baik-baik saja selama kami pergi?" tanya Han Baise dengan senyuman tipis di wajahnya.
"Situasi Istana dan sekitarnya aman terkendali, Tuan. Tidak ada pergerakan dari kelompok Setan Kuno sejauh ini..." jawab salah seorang penjaga dengan tenang.
"Baguslah, kalau begitu tetap semangat dalam berjaga. Kita semua tidak tau kapan kelompok Setan Kuno akan kembali bergerak." ucap Han Baise sembari menepuk pundak penjaga tersebut.
"Kami mengerti, Tuan."
Mereka menjawab dengan serempak, suaranya lantang seperti teriakan prajurit pada umumnya.
Han Baise kemudian masuk ke dalam setelah mendengar seruan mereka, mata Fang Lin dengan beberapa penjaga saling bertemu selama beberapa saat.
Tampaknya mereka bingung dengan kehadiran asing yang bersama Han Baise dan juga lainnya.
Setelah melewati pintu masuk Istana, Fang Lin bisa menemukan ruangan yang luas dengan hiasan yang begitu mewah.
Han Baise sendiri kemudian mengangkat tangan kanannya ke depan, lalu lapisan Array tingkat tinggi yang jumlahnya ratusan mulai menghilang di ruangan itu.
Setelah itu, mereka kembali berjalan dan melewati beberapa ruangan lainnya yang dilindungi oleh Array tingkat tinggi.
Han Baise dan Fang Lin akhirnya sampai di ruangan pribadi Guard Emperor, ruangan tersebut benar-benar luas dan ada cukup banyak patung yang tercipta dari Material khusus.
Dalam sekali lihat, Fang Lin bisa mengetahui kalau patung-patung tersebut adalah Golem hidup yang mempunyai basis kultivasi cukup tinggi.
"Oh, ada tamu... Siapa dia?" seorang anak kecil yang mempunyai wajah tampak berusia 10 tahun muncul belasan meter di hadapan mereka semua.
Seketika, Han Baise serta yang lainnya berlutut di hadapan anak kecil tersebut kecuali Fang Lin seorang diri.
"Salam sejahtera, Guard Emperor." ucap mereka serempak.
"Kalian tampaknya membawa orang baru yang kuat, siapa dia?" anak kecil itu bertanya sembari tersenyum, senyumnya sangat hangat dan membuat siapa saja bisa tenang hanya dengan melihatnya.
"Dia adalah kultivator yang terjebak di Land of Destruction, dan katanya portal hitam di angkasa yang membawanya ke sana." Han Baise memberitahu secara singkat namun jelas.
Alis Guard Emperor langsung mengerut ketika mendengarnya, "Portal hitam...?"
Pandangan anak kecil itu kemudian mengarah ke Fang Lin dan mata mereka berdua saling bertemu.
"Tolong jawab pertanyaanku, apakah kamu tidak berbohong atau semacamnya?" pupil mata Guard Emperor yang tadinya berwarna ungu gelap kini berubah menjadi emas ketika menanyakan hal tersebut.
Fang Lin sedikit mengangkut alisnya, pupil mata milik Guard Emperor saat ini sangat mirip dengan Mata Dewa.
"Aku tidak berbohong, tidak ada alasan bagiku untuk melakukannya." jawab Fang Lin tenang.
Guard Emperor terdiam setelah mendengar jawaban dari Fang Lin, ia bisa memastikan kalau pemuda tampan itu tidak berbohong mengenai portal hitam.
Setelah Guard Emperor terdiam selama beberapa saat, dia menjentikkan jarinya dan sebuah buku tebal dengan sampul hitam pekat muncul di tangan kanannya.
Di sampul tersebut tertulis 'Sejarah Perang Satu Juta Tahun', kemungkinan besar buku itu adalah cerita mengenai perang di Land of Destruction yang dilakukan oleh dua kubu Absolute.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.