System Sang Immortal

System Sang Immortal
Persiapan Untuk Menghadapi Badai


Lapangan Kecil, Wilayah Tempat Tinggal Bawahan Inti.


Fang Lin berdiri tegap didepan kumpulan para Bawahan Inti. Selama sepuluh menit setelah mereka berkumpul, Fang Lin belum mengeluarkan suara sedikitpun.


Hingga akhirnya, Fang Lin membuka mulutnya, "Perang melawan peserta turnamen semesta terakhir akan segera dimulai. Jadi, persiapkan mental kalian dan jangan pernah berpikir untuk kalah walaupun hanya sesaat." Ucapnya lalu menimpali, "Para komandan makhluk bayanganku sudah dilenyapkan olehnya. Informasi ini belum bisa dibenarkan, tetapi aku ingin memberitahu hal terburuknya saja..."


Tentu kata-kata yang baru saja dikeluarkan oleh Fang Lin membuat para bawahan inti terkejut, bagaimana tidak? Sosok yang disebut sebagai 'Komandan Bayangan' sangatlah kuat bahkan kemungkinan lebih kuat dari mereka, wajar saja kalau kabar tersebut mengejutkan mereka.


Para bawahan inti yakin kalau Xu Yuan tidak jauh lebih kuat dari tuan mereka, meskipun mereka mengetahui fakta tersebut tidak ada satupun dari mereka yang gentar, malah sebaliknya mereka semakin bersemangat untuk peperangan yang akan terjadi di masa depan.


Fang Lin yang melihat raut wajah para bawahan inti tersenyum tipis, "Aku akan memanggil Diablo dan Fei Yulan untuk mengikuti peperangan ini, mungkin mereka tidak akan menjadi komandan yang mengatur pasukan bayangan karena tidak mengikuti pelatihan dari Yue..." Lanjutnya lalu memunculkan berbagai jenis senjata di tingkat Dewa, "Kalian dapat memilih senjata baru jika menginginkannya, aku tidak memaksa kalian untuk mengganti senjata kalian yang sekarang."


Tidak hanya itu saja, Fang Lin juga memberikan armor tingkat Dewa yang terbilang spesial di kalangan para Dewa sekalipun. Ia mengeluarkan banyak poin untuk semua ini, tetapi tidak ada penyesalan sedikitpun karena keselamatan para bawahan intinya lah yang utama.


Beberapa dari bawahan inti mengambil senjata yang memang ingin mereka ganti, sedangkan untuk armor mereka memang diwajibkan untuk memakainya.


Usai pemilihan senjata tersebut, Fang Lin menyimpan kembali yang tersisa ke dalam inventorynya, "Baiklah. Mari sudahi ini, aku akan pergi menjemput Diablo dan Fei Yulan..." Ucapnya lalu menimpali, "Aku pesankan untuk kalian selalu berada dalam posisi siaga, setidaknya sampai peperangan melawannya berakhir."


"Baik tuan! Kami akan selalu mengingatnya!" Jawab mereka secara serempak.


Fang Lin mengangguk, ia kemudian menoleh ke arah kedua orang tuanya, "Ayah, Ibu. Kalian berdua tidak perlu khawatir, aku tidak akan pernah sekalipun mengikutsertakan kalian... Aku berjanji."


Fang Qin tersenyum, begitu juga dengan Xia Mei, "Jangan pernah berjanji seperti itu, nak. Kami berdua akan selalu membantumu bahkan jika harus mengorbankan nyawa, tidak perlu bersusah payah melindungi kami dan pikirkan dirimu sendiri." Ucap Xia Mei sambil memegang pipi anaknya.


"Benar kata ibumu. Jika kau kalah dalam peperangan ini, kami berdua akan merasa sangat bersalah karena tidak membantumu... Jadi jangan pernah ungkan meminta bantuan, kami adalah orang tuamu." Timpal Fang Qin cepat.


Fang Lin tersenyum haru, "Terima kasih ayah, ibu. Aku akan mengingat ini..." Jawabnya sambil memeluk keduanya.


Setelah berpelukan selama beberapa saat, mereka bertiga mengobrol dan kemudian kedua orang rua Fang Lin izin pergi dari sana.


"Gege, biarkan aku ikut bersamamu dalam peperangan yang akan datang. Jika kau tidak mau melakukannya, aku akan marah selamanya padamu!" Pinta Shui Ru dengan nada tegas. Ia tidak ingin hanya menunggu di dalam Dunia Jiwa, sedangkan kekasihnya berperang melawan musuh yang kuat.


Fang Lin menepuk kepala Shui Ru, "Baiklah. Aku akan membawamu..." Balasnya mengabulkan permintaan wanita di depannya.


Raut wajah Shui Ru langsung berubah menjadi antusias, "Benarkah?! Kalau begitu, berjanjilah padaku!"


Fang Lin mengangguk, "Aku berjanji akan membawamu ke peperangan yang nanti akan datang." Ucapnya berjanji.


Shui Ru menjadi senang mendengarnya, ia langsung izin pergi dari sana untuk mempersiapkan dirinya.


Setelah kepergian wanita cantik tersebut, Yue yang berada tidak jauh dari Fang Lin langsung menarik lengan jubah pria itu, "Tuan, apakah anda benar-benar yakin dengan perkataan barusan? Tidakkah anda memiliki kekhawatiran padanya?"


"Tentu saja aku khawatir dengannya, namun aku sedang malas berdebat. Jadi, kamu yang akan melindunginya, tidak perlu ikut campur dengan pertempuranku dan fokus untuk melindungi Shui Ru..." Ucap Fang Lin lalu menimpali, "Jika ada sesuatu yang terjadi kepadaku, bawalah semua orang yang ada di sana untuk pergi dari Dunia Abyss. Hiduplah dengan tenang di Alam yang sudah dikuasai oleh Diablo dan juga Fei Yulan."


***


Alam Flowling, Istana Shadow Monarch.


Selama sepuluh tahun terakhir, Diablo dan Fei Yulan sudah menguasai beberapa alam tinggi dan selama itu juga mereka masih mencari sosok yang dimaksud oleh ketiga pengkhianat di Alam Longxu.


Mereka berdua sama sekali tidak menemukan jejak sedikitpun dari sosok tersebut, seolah-olah keberadaannya tidak pernah ada dan hanya sebatas karangan saja.


Diablo sekarang sedang menunggu kondisi Alam ini membaik dan akan menguasai Alam Tinggi lainnya. Setiap alam sudah dikuasai oleh Diablo, dia akan langsung membuat pengumuman tentang pencarian ketiga calon istri tuannya, tentu saja ia akan menjanjikan hadiah menggiurkan jika ada yang menemukan salah satu dari mereka.


Pada saat Diablo dan Fei Yulan duduk di samping singgasana yang kosong, Fang Lin tiba-tiba saja muncul dihadapan mereka berdua. Tentu saja kehadirannya membuat orang-orang kuat yang kebetulan di dalam ruangan tersebut mengepungnya sembari mengacungkan senjata masing-masing.


"Tuan! Hey, kalian! Jangan lancang! Dia adalah tuanku!" Diablo berdiri dan berteriak dengan lantang.


Pernyataan yang dilakukan oleh Diablo membuat jantung orang-orang yang mengepung Fang Lin berhenti selama beberapa saat. Mereka langsung membuang senjata mereka dan bersujud sembari mejedotkan kepala masing-masing dengan keras.


"Hentikan. Aku tidak menyukainya..." Ucap Fang Lin dan dalam sekejap mereka semua berhenti melakukannya.


Fang Lin kemudian menatap Diablo lalu Fei Yulan yang berada di sebelahnya, "Xu Yuan melakukan serangan untuk kedua kalinya, aku minta kalian untuk bergabung." Ucapnya dengan suara tenang.


Pria berkemeja hitam itu melebarkan matanya, reaksi dari wanita cantik di sebelahnya tidak jauh berbeda, "Kami siap dibawa kapan saja tuan!" Serempak keduanya berkata.


"Bagus. Omong-omong kalian sudah menemukannya?"


"Ah... Maafkan kami tuan. Selama sepuluh tahun terakhir, kami berdua tidak menemukan jejaknya seolah keberadaannya tidak pernah ada." Jawab Diablo cepat.


Fang Lin mengelus dagunya pelan, "Lalu, apakah kalian menemukan sesuatu saat proses pencariannya?"


"Kami hanya menemukan satu saja, tuan. Dia adalah makhluk bayangan, persis seperti milik anda..." Fei Yulan kali ini yang menjawab.


Fang Lin terdiam sejenak untuk memikirkannya. Beberapa saat kemudian, ia menghela nafas pendek, "Ya sudahlah... Tidak perlu memusingkannya. Kita harus bersiap karena peperangan melawannya bisa terjadi kapan saja."


"Baik tuan!" Jawab keduanya lantang.


Fang Lin mengangguk lalu menghilang dari sana dalam sekejap bersama dengan Diablo dan Fei Yulan. Kepergian mereka tentu membuat suasana ruangan tersebut menjadi hening, hingga akhirnya mereka keluar dari sana tanpa mengatakan sepatah katapun.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.