System Sang Immortal

System Sang Immortal
Bertemu Gu Yu Fan


Gu Yu Fan, seorang Dewa Ruang dan Waktu yang mengatur serta menjaga aliran waktu semesta ini. Dia memiliki wujud kakek tua dengan janggut putih yang panjang namun tidak memiliki kumis sama sekali.


Saat ini Gu Yu Fan sedang bermeditasi di Aula Ruang dan Waktu. Ia melayang di udara bersama dengan matras emas yang didudukinya, jubah hijaunya bersinar terang dan sesekali tubuhnya mengeluarkan suara mendesing.


Ia membuka matanya perlahan dan beberapa puluh meter dihadapannya terdapat sosok yang cukup familiar baginya. Dia memiliki wajah tampan serta sorot mata yang tajam, jubah hitam mewah yang dia kenakan membuatnya terlihat elegan sekaligus mendominasi.


Tatapan keduanya bertemu dan Gu Yu Fan menatapnya dengan tatapan senang sekaligus sedih, "Apa kabar nak?" Tanya Gu Yu Fan sembari tersenyum tipis.


Fang Lin berjalan mendekati kakek tua tersebut dan menangkupkan tangannya, "Lama tidak berjumpa senior..." Ucap Fang Lin lalu menimpalinya, "Saya baik-baik saja, terima kasih karena telah menanyakan hal tersebut. Disini saya ma-"


"Apakah kau ingin menyelamatkan gurumu?" Tanya Gu Yu Fan memotong, di setiap kata-katanya terkandung kesedihan yang mendalam.


"Benar... Aku kemari ingin meminta lokasi guruku." Jawab Fang Lin cepat.


Gu Yu Fan menghela nafas panjang dan menggelengkan kepalanya, "Maafkan aku nak... Gurumu... Dia telah lama dieksekusi..." Balasnya dengan berat hati.


Mata Fang Lin langsung melebar ketika mendengarnya, jantungnya berdegup kencang seolah-olah bisa meledak kapan saja. Tanpa sadar aura membunuhnya merembes keluar dari tubuhnya dan membuat Demi-God yang ada di sana terkejut.


"Aku benar-benar minta maaf nak... Aku-" Ucapan Gu Yu Fan terhenti ketika melihat sosok yang tiba-tiba muncul di dekatnya.


Sosok tersebut meninju Fang Lin dan membuatnya terpental jauh ke belakang.


"Apa yang telah kau lakukan? Wahai Dewa Kera, Sun Wukong." Tanya Gu Yu Fan dengan nada tenang.


Sun Wukong menoleh ke arah pria tua di sampingnya dan tersenyum tipis, "Bukankah aku yang harus bertanya seperti itu tua bangka? Membiarkan seorang buronan tingkat SSS mengobrol santai di Alam Dewa? Kau melanggar peraturan..." Ucapnya dengan nada santai.


Gu Yu Fan berdecak pelan mendengarnya, sedangkan Sun Wukong langsung melesat cepat ke arah Fang Lin.


Fang Lin sendiri terpental hingga menabrak pintu gerbang aula Ruang dan Waktu yang sedang tertutup.


Ia tidak terluka sama sekali dan hanya jubahnya saja yang rusak, "Dasar bajingan licik..." Tentu Fang Lin sudah mengetahui kalau yang menyerangnya barusan adalah Sun Wukong sang Dewa Kera.


Kejadian tersebut membuat Demi-God yang ada di aula Ruang dan Waktu terkejut sekaligus bingung, namun beberapa saat setelah itu mereka semua langsung berpindah ke tempat yang berbeda dan membuat mereka semakin bingung.


"Oho... Ternyata kau tidak terluka setelah terkena tinjuku? Cukup mengagumkan..." Ucap Sun Wukong dengan nada antusias ketika sampai di dekat Fang Lin.


"Tinjumu saja yang lemah..." Fang Lin tersenyum mengejek lalu menimpalinya, "Kau benar-benar tidak pantas menjadi pilar semesta dengan tinju seperti itu."


"Hoo... Sungguh berani." Sun Wukong tersenyum tipis mendengarnya.


Fang Lin melesat ke arah Sun Wukong sembari mengeluarkan Pedang Raja Surgawi dan Pedang Totshuka. Ia menyerang sosok kera itu dengan penuh niat membunuh.


Sun Wukong sendiri langsung menghindari seluruh serangan Fang Lin dengan serius, ia tak menyangka kalau manusia setengah dewa dihadapannya ini memiliki kecepatan serangan yang melampaui cahaya.


Whooosh!


Whooosh!


Sun Wukong tidak pernah menahan serangan yang dilancarkan oleh Fang Lin karena ia tau kalau dirinya akan terluka karna itu.


Di sisi lain, Gu Yu Fan hanya bisa berdecak kagum ketika melihat kemampuan Fang Lin, "Kekuatannya sudah jauh melebihi Yuan Zhong... Bagaimana bisa dia berkembang secepat itu?" Batinnya dengan perasaan takjub sekaligus iri. Bahkan seorang Dewa sepertinya merasa iri dengan kecepatan perkembangan yang melewati nalar itu.


"Tapi... Dia tidak akan bisa mengalahkan Sun Wukong hanya dengan kekuatan seperti itu." Ucap Gu Yu Fan pelan dan beberapa detik selanjutnya sebuah aura keemasan keluar dari tubuh Sun Wukong sampai membuat aula Ruang dan Waktu bergetar hebat.


Fang Lin sendiri berdecak kesal ketika mendengarnya, "Jangan pernah menyebut nama guruku dengan mulut kotormu itu!!!" Fang Lin berteriak marah dan dirinya mengeluarkan 80% kemampuan aslinya.


Mata Sun Wukong terbelalak ketika melihat kemampuan Fang Lin meningkat drastis begitu juga dengan Gu Yu Fan.


Tak lama setelah itu ia terpental ke belakang ketika dua tebasan mengenai dadanya.


Brughh!


Puff!


Sun Wukong menabrak dinding aula hingga hancur dan mengeluarkan darah emas dari mulutnya, ia dengan segera bangun lalu tertawa lantang, "PUAHAHAHAHAHAHAHAHA..... Hebat!!! Sungguh Hebat!!!" Teriak Sun Wukong dan seketika luka di dadanya sembuh seperti tidak ada yang terjadi.


"Aku Sun Wukong!!! Mendapatkan luka dari seorang Demi-God!!! HAHAHAHAHA.... Benar-benar mengagumkan!!!" Sun Wukong kembali bersuara lantang dan membuat aula Ruang dan Waktu bergetar hebat.


"BAGUS! Hey, tua bangka! Pindahkan aku dengannya ke tempat itu!" Sun Wukong kembali berteriak dan membuat Gu Yu Fan terkejut.


Gu Yu Fan terdiam sesaat lalu menatap ke arah Fang Lin.


Fang Lin sendiri menganggukkan kepalanya setuju dengan sorot mata yang tidak sabar untuk membunuh.


Gu Yu Fan menghela nafas panjang dan menjentikkan jarinya.


Klik.


Dan dalam sekejap ketiganya menghilang di aula Ruang dan Waktu.


***


Mereka bertiga kembali muncul di sebuah padang rumput tanpa ujung.


Fang Lin langsung mengedarkan pandangannya namun ia sama sekali tidak melihat keanehan, matanya kemudian tertuju ke atas langit dan betapa terkejutnya dia melihat sesuatu yang gila.


Matanya melebar dan jantungnya seakan berhenti ketika melihat puluhan ribu Dewa dan Dewi yang mengelilinginya di atas langit.


Mereka adalah Dewa-Dewi yang penting untuk mengatur semesta ini, aura mereka semua berbeda-beda dan begitu mendominasi.


Mata Fang Lin kemudian melihat sosok yang begitu agung dengan jubah emas yang dikenakannya. Ia yakin kalau sosok tersebut adalah Kaisar Dewa.


Di dekat sosok tersebut terdapat Shen Liang yang sedang menatapnya dengan tatapan dingin.


Fang Lin tersenyum kecut melihatnya lalu mengalihkan pandangannya ke arah Sun Wukong yang tidak jauh darinya, "Jadi ini rencanamu? Menghajarku bersama dengan mereka? Hahahaha... Kau benar-benar pengecut..." Fang Lin tertawa dan benar-benar tidak percaya kalau sosok yang dulu pernah ia idolakan melakukan hal semacam ini.


Sun Wukong tersenyum tipis mendengarnya, "Tentu tidak... Aku akan melawanmu dan mengeksekusimu secara personal..." Ucap Sun Wukong lalu menatap ke arah langit, "Bukankah begitu? Wahai Kaisar Dewa?"


"Ya... Aku perintahkan kepada Sun Wukong sang Dewa Kera untuk mengeksekusi mati Fang Lin. Gurunya telah melanggar perintah dan berkhianat, dan muridnya akan ikut dieksekusi sebab dia menyembunyikan binatang surgawi meskipun mengetahui kebenarannya..." Suara yang begitu agung keluar dari mulut Kaisar Dewa.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


Mampir ke Novel sebelah: Legenda Raja Kultivator.