System Sang Immortal

System Sang Immortal
Menembus Ranah Dewa Surgawi


Dunia Abyss, Gua di sebuah Gunung.


Fang Lin melakukan posisi bersila lalu mengeluarkan sepuluh Cairan Penyerapan Surgawi yang baru saja dibelinya. Ia meminum kesepuluh botol tersebut dalam beberapa detik, dan sebelum berkultivasi menggunakan Pernafasan Naga, dirinya menciptakan kubah es disekelilingnya untuk menghindari suasana lembab serta tumbuhan parasit yang muncul.


Perkiraan Fang Lin untuk menembus Dewa Surgawi kurang lebih 6 tahun lagi, tetapi ia akan berkultivasi selama 10 tahun untuk berjaga-jaga jika perkiraan kasarnya salah.


***


Alam Longxu, Istana Shadow Monarch.


Diablo dan Fei Yulan secara diam-diam membunuh dua dari ketiga orang yang berpotensi untuk berkhianat, mereka menyisakan satu orang untuk diinterogasi lebih lanjut.


Di sebuah ruangan gelap. Seorang pria berusia 25-an terikat di sebuah kursi kayu dalam keadaaan pingsan, tepat dihadapannya seorang pria dan wanita sedang berdiri mengamatinya.


"Hey, baca ingatannya sekarang. Jika dia sadar, kemungkinan besar dia akan bunuh diri." Pinta Fei Yulan.


Diablo hanya mengangguk, ia menempatkan tangan kanannya di atas kepala pria yang ada di depannya, lalu memejamkan matanya. Beberapa saat kemudian, alisnya mengerut dan perlahan membuka matanya kembali.


"Aku tidak dapat melihat sosok itu dengan jelas, dia selalu berada di balik bayangan saat bertemu dengan pria ini." Ucap Diablo memberitahu.


Fei Yulan terdiam sejenak sambil memegang dagunya seperti orang yang sedang berpikir, "Dia sudah mengantisipasinya... Orang yang sangat berhati-hati. Aku yakin sulit untuk menemukannya dalam waktu dekat."


Diablo mengangguk setuju, "Ah, dan juga aku menemukan satu hal yang tidak asing." Ucapnya dan membuat Fei Yulan penasaran, "Aura yang dikeluarkan olehnya mirip seperti makhluk bayangan milik tuan. Kau tau bukan, aura hitam pekat yang dilapisi dengan aura biru."


Fei Yulan cukup terkejut mendengarnya, ia tidak mengatakan apa-apa hingga menyadari sesuatu, "Jika dipikirkan berulang kali, di Alam Semesta ini kita hanya tau dua orang yang mempunyai kemampuan menghidupkan kembali makhluk mati, dan mereka adalah..."


"Tuan dan Xu Yuan..." Timpal Diablo cepat.


"Benar. Namun kita tidak bisa asal menyimpulkan, kita tidak tau jumlah orang yang dapat membangkitkan orang mati di Alam Semesta ini." Fei Yulan berkata dengan raut wajah serius.


Diablo menghela nafas panjang, "Baiklah. Kita sudahi pembicaraan ini, aku harus mencari bukti kuat untuk memastikan keberadaan sosok itu..."


Fei Yulan hanya mengangguk dan seketika Diablo menghilang dari sampingnya tanpa jejak. Sekarang yang tersisa di ruangan tersebut hanyalah Fei Yulan dan orang itu.


Fei Yulan sendiri menjentikkan jarinya dan dalam sekejap orang yang ada di depannya terbakar hingga menjadi serpihan abu.


Setelah itu, Fei Yulan pergi dari sana menggunakan teleportasi.


***


Dunia Abyss.


10 Tahun Berlalu.


Fang Lin yang sedang berkultivasi di dalam Gua menghembuskan nafas panjang dari mulutnya, matanya perlahan terbuka dan memperlihatkan pupil mata berwarna biru safir yang indah.


"Aku sudah mencapai ranah Dewa Surgawi level 2. Kekuatanku benar-benar sudah meningkat pesat dari sebelumnya...." Fang Lin bangkit berdiri, ia menjentikkan jarinya dan perlahan kubah es disekelilingnya mencair dengan cepat.


Fang Lin kemudian keluar dari Gua tersebut dan mendapati cuaca mendung, "Tampaknya hujan akan turun..." Gumamnya dengan suara pelan.


Ketika Fang Lin ingin teleportasi ke dalam Dunia Jiwanya, dia terhenti saat mendapati telepati dari salah satu komandan pasukan bayangan. Dia adalah Xiao Chen.


"Ada apa? Kenapa suaramu terdengar panik?"


"Sekarang saya sedang bertarung dengan makhluk bayangan milik Xu Yuan, saya tidak dapat pergi dari sini karena terkurung di dalam Array!"


Fang Lin sedikit melebarkan matanya, ia mencoba memanggil paksa Xiao Chen namun tidak terjawab, "Kirimkan koordinatmu..." Ucapnya dengan suara tenang.


Telepati keduanya terputus sesaat setelah Fang Lin mengatakan itu, ia langsung mendongakkan kepalanya ke atas ketika merasakan serangan sedang mengarah ke dirinya.


Bam!


Ratusan laser pembunuh yang sangat dahsyat mengenai Fang Lin, suara yang memekakkan telinga terjadi dan membuat lokasi disekitar rata dengan tanah.


Fang Lin tergeletak di dalam kawah yang tercipta dari serangan barusan. Beberapa saat kemudian, dia bangkit berdiri lalu mengeluarkan pedang Raja Surgawi dari inventorynya.


"Sial, itu serangan yang kuat. Aku merasa tubuhku mati rasa hanya karena menahannya..." Fang Lin membatin dengan raut wajah serius.


Fang Lin langsung terbang melesat ke atas langit dan disaat yang bersamaan menyebarkan Kesadaran Spiritualnya sejauh yang dia bisa.


Alisnya mengerut ketika mendapati siapapun selain hewan liar. Keanehan terjadi ketika serangan kembali muncul dari berbagai arah. Fang Lin yang mengetahuinya langsung menciptakan perisai disekelilingnya dari Elemen Es Suci.


Tentu saja semua Laser Pembunuh tersebut tidak dapat menembusnya dan hanya menghasilkan getaran saja. Fang Lin cukup terkejut mengetahuinya, ini kesekian kalinya elemen Es Sucinya dapat digetarkan oleh orang lain.


"Wah, wah. Elemen es yang sangat kuat, aku takjub dengan daya tahannya." Tiba-tiba saja seorang pria mengenakan armor hitam mewah muncul tepat di depan penghalang Fang Lin.


Pupil matanya berwarna oranye terang dan rambut panjang sebahu, wajahnya tampan serta tatapannya yang mendominasi. Dia adalah Xu Yuan, sang Raja Kegelapan sekaligus musuh terakhir Fang Lin di dalam turnamen semesta.


"Jadi kau adalah Xu Yuan. Aku akan mengingatnya..." Fang Lin tersenyum tipis dan aura naga keluar dari tubuhnya.


"Hahahaha... Tidak perlu repot-repot. Kau sebentar lagi akan mati, jadi sia-sia jika kau berusaha mengingat wajahku." Xu Yuan tersenyum sinis, "Omong-omong, tidak perlu susah payah mengeluarkan auramu yang mengerikan itu, karena sama sekali tidak berpengaruh padaku."


Fang Lin tidak berkata apa-apa mendengarnya, ia sedikit jengkel dengan ucapan Xu Yuan barusan, "Dia tidak berbohong... Auraku sama sekali tidak berpengaruh." Batinnya dengan raut wajah serius lalu kembali menarik aura naganya.


"Jadi, apa yang kau lakukan kepada semua makhluk bayanganku?" Tanya Fang Lin dengan suara tenang.


Semenjak telepatinya dengan Xiao Chen terputus, Fang Lin sama sekali tidak bisa merasakan koneksi dengan para komandan pasukan bayangan, seolah mereka sudah tidak terhubung dengannya.


Xu Yuan mempertahankan senyum sinisnya, "Berterima kasihlah padaku, aku sudah melenyapkan mereka yang lemah dan kau tidak berjumpa dengan mereka lagi." Jawabnya dengan nada yang sedikit tinggi.


Fang Lin berdecak pelan mendengarnya, ia menciptakan armor dari Elemen Es Suci dan kemudian mengeluarkan pedang Totshuka.


"Oh, kedua pedangmu cukup bagus. Baiklah... Sudah kuputuskan, aku akan mengambil kedua pedang itu dari mayatmu." Ucap Xu Yuan lalu mengeluarkan dua belati mewah.


"Xu Yuan... Kau terlalu banyak bicara. Aku tau, kau mencoba memprovokasiku agar aku keluar dari penghalang es ini." Ucap Fang Lin sambil tersenyum tipis, "Bertingkah sombong dan sok kuat, padahal sebenarnya kau tidak dapat menembus penghalang ini."


Xu Yuan berhenti tersenyum, "Yah... Kau benar. Jadi, keluarlah dari sana dan berhenti bersembunyi layaknya tikus ketakutan." Ucapnya dengan aura gelap yang keluar dari tubuhnya.


Bersambung....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.