System Sang Immortal

System Sang Immortal
Menyembuhkan Phoenix Api


Fang Lin menyodorkan pil kehidupan ke dalam mulut Phoenix Api, Ia berharap Phoenix itu dapat mengerti kalau pil yang dia berikan adalah pil yang dapat menyembuhkan-nya.


Phoenix Api sendiri yang melihat manusia memasuk-kan sesuatu ke dalam mulut-nya hanya diam, Ia merasakan kalau manusia tersebut memiliki niat yang baik dan menatap-nya seolah mengatakan 'Telan-lah pil itu"


Phoenix Api buru-buru menelan-nya, Ia memejam-kan mata-nya dan memfokuskan diri-nya untuk menyerap pil tersebut.


Tak lama setelah Phoenix Api menelan pil yang Fang Lin berikan, Di tubuh Phoenix Api mengeluarkan cahaya putih yang cukup terang dan membuat semua orang yang ada disana terdiam sambil memerhatikan-nya.


Beberapa saat kemudian, Cahaya putih tersebut mulai meredup dan disaat yang bersamaan bulu-bulu Phoenix Api yang tadi-nya gelap kini berubah menjadi merah terang.


Phoenix Api membuka mata-nya perlahan, Saat ini diri-nya sedang berada di pangkuan pria bertopeng hitam itu, Ia dengan segera berdiri dan langsung terbang memutari kepala Fang Lin.


~KIAAKKKK~


Phoenix kecil tersebut memekik kegirangan saat memutari kepala Fang Lin, Ia saat ini sudah sangat merasa sehat dan segar, Bahkan kekuatan-nya sudah pulih sepenuh-nya.


Fang Lin sendiri hanya tersenyum saat melihat Phoenix tersebut mengelilingi kepala-nya, Ia kemudian mengangkat tangan-nya di depan dada dan seketika burung Phoenix tersebut mendarat di tangan-nya.


"Mulai sekarang, Nama-mu adalah Fang Ji" Ucap Fang Lin sambil mengelus kepala Phoenix menggunakan 2 jari-nya.


Phoenix Api mengangguk-kan kepala-nya seakan mengerti dengan apa yang dikatakan Fang Lin.


Di sisi lain, Semua orang yang ada di sana hanya bisa membelalak-kan mata mereka ketika melihat hal tersebut.


"B-bagaiman mungkin dia menyembuh-kan Phoenix itu?!"


"Pil yang dia pegang tadi, Sepertinya dia menggunakan pil itu!"


"Benar aku juga melihat-nya, Pantas saja dia ingin buru-buru mengambil Phoenix itu"


Para peserta lelang kembali bergemuruh membicarakan Fang Lin, Beberapa dari mereka mulai berencana untuk mengambil Phoenix Api dari tangan Fang Lin, Sedangkan yang lain-nya hanya diam dan memerhatikan Fang Lin.


Mereka tidak berani untuk mencari masalah dengan Fang Lin, Karena dilihat dari aura membunuh yang dia keluarkan saja mereka yakin kalau Fang Lin sudah membunuh ribuan nyawa bahkan bukan hal yang tidak mungkin ratusan ribu nyawa direnggut-nya.


Manajer A menepuk kedua pipi-nya agar tersadar dari lamunan-nya, Ia lalu berdehem pelan dan menyuruh algojo untuk membawa penjara besi di belakang panggung yang di-isi oleh budak terakhir.


"Sekarang, Siap-kan uang yang kalian miliki! Jangan ragu untuk menawar karena budak ini adalah budak paling spesial diantara budak lain-nya!" Ucap Manajer A dengan lantang dan membuat perhatian peserta lelang kembali kepada diri-nya.


Para peserta lelang langsung menepuk tangan meriah dan disaat yang bersamaan seorang algojo sedang berjalan ke tengah panggung sambil membawa penjara besi yang cukup besar.


"Ini dia!! Wanita yang pandai dalam sihir dan juga memiliki rupa layak-nya dewi!!!" Ucap Manajer A sambil menunjuk ke arah penjara besi yang sudah di taruh didekat-nya.


Para peserta lelang kembali menepuk tangan-nya dan beberapa bangsawan penuh nafsu langsung berdiri dari duduk-nya saat melihat kecantikan gadis yang berada di dalam penjara besi itu.


"Aku pasti akan membeli-nya!"


"Itu tidak akan terjadi gendut! Aku-lah yang akan membeli-nya"


Beberapa bangsawan yang penuh nafsu itu mulai sedikit bertengkar, Karena masing-masing dari mereka tidak ingin mengalah untuk memperjuangkan budak wanita itu.


Di sisi lain, Fang Lin tersenyum tipis saat melihat penjara besi di atas panggung, "Sylvia, Aku akan menyelamatkan-mu dari para bajingan itu" Gumam Fang Lin pelan lalu mengelus Phoenix Api yang sedang berada di pangkuan-nya.


Manajer A yang melihat keributan dari para bangsawan penuh nafsu itu hanya menggelengkan kepala-nya pelan, "Tenang-lah!!! Aku akan mulai melelang-nya sekarang!" Ucap Manajer A dengan lantang.


Seketika kericuhan yang dibuat oleh para bangsawan itu langsung berhenti, Mereka langsung terdiam karena tidak ingin dikeluarkan dari pelelangan ini.


Melihat para peserta lelang sudah mulai tenang, Manajer A menghirup nafas-nya cukup dalam, "Kalau begitu, Aku akan memulai-nya dengan harga 100.000 Koin Emas!!!" Ucap Manajer A sambil tersenyum lebar.


"200.000!"


"400.000!"


Seketika tawaran terus menerus meningkat dengan cepat, Bahkan tidak ada satupun dari peserta lelang yang ingin mengalah.


Fang Lin yang melihat mereka menawar seperti orang gila hanya berdecak pelan, "Dasar bangsawan... Mereka dengan mudah-nya memakai uang yang di dapat dari pajak, Aku yakin mereka membuat pajak yang tinggi untuk memeras uang para rakyat" Gumam Fang Lin menggelengkan kepala-nya pelan. Ia lalu kembali mengamati pelelangan sambil mengelus kepala Phoenix Api yang berada di pangkuan-nya.


......


"1.700.000!"


"1.800.000!"


"Wuahh... Bangsawan gila, Mereka mengeluarkan uang hanya untuk membeli seorang wanita"


"Hahaha... Kau tidak perlu terkejut, Karena hal itu sudah menjadi ciri khas bagi para bangsawan penuh nafsu seperti mereka"


Para bangsawan yang mendengar ejekan dari peserta lelang lain-nya hanya diam, Mereka harus sabar setidak-nya hingga pelelangan ini berakhir.


Penawaran terus berlanjut hingga cukup lama. Beberapa bangsawan mulai menyerah dan pergi dari sana, Mereka marah bercampur malu karena tidak dapat menawar dengan harga yang lebih tinggi lagi.


"3.900.000!"


"4.000.000!"


Hening...


Para peserta lelang lain-nya kini hanya bisa terkejut dengan tawaran dibuat oleh seorang Kultivator yang duduk di kelas 1, Bagaimana tidak? 4 Juta Koin emas hanya untuk membeli seorang gadis yang pandai dalam menggunakan sihir? Itu gila!.


Meskipun gadis tersebut dapat menggunakan sihir, Akan tetapi mereka semua tidak tau apakah gadis itu memiliki sihir yang berguna atau tidak.


Dengan 4 juta koin emas, Mereka dapat merekrut banyak kultivator kuat yang bahkan bisa lebih berguna dari wanita tersebut.


Sedangkan Manajer A hanya tersenyum lebar lalu melirik ke arah para peserta lelang, "Sudah tidak ada yang ingin menawar lagi?" Tanya Manajer A sambil mempertahankan senyum lebar-nya.


Hening Kembali...


Tidak ada yang menjawab ucapan Manajer A dan membuat-nya menghela nafas pelan, Ia dengan segera mengangkat palu kayu-nya lalu mengetuk-nya ke arah meja sebanyak 3x.


~TOK~


~TOK~


~TOK~


Usai mengetuk meja Manajer A langsung menunjuk ke arah peserta no.01 di kursi kelas 1, "Selemat kepada peserta no.01! Anda telah mendapatkan budak terakhir di pelelangan ini!" Ucap Manajer A dengan lantang dan disambut meriah oleh tepuk tangan.


Manajer A kemudian menyuruh algojo untuk memindahkan seluruh budak yang telah dilelang ke ruang pembayaran.


Sang algojo yang mendapatkan perintah dari Manajer A langsung mengangguk mengerti, Ia kemudian membawa penjara besi yang berada di tengah panggung ke ruang pembayaran.


Di sisi lain, Fang Lin langsung berdiri dari duduk-nya ketika mengetahui kalau pelelangan ingin berakhir, Ia tidak begitu berminat untuk melihat basa-basi Manajer A sampai akhir.


Fang Lin langsung berjalan menuju ke arah pintu keluar bersama dengan Phoenix Api yang sedang singgah di pundak kanan-nya.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.