System Sang Immortal

System Sang Immortal
Asosiasi Bunga Emas


Kesembuhan Lu Xian tentu menjadi berita bahagia bagi anggota Klan Lu. Lu Qin Shan dengan penuh semangat mengumumkan kalau malam ini akan ada pesta yang meriah.


Para anggota klan merasa antusias ketika mendengarnya. Mereka semua kemudian bekerja sama untuk mendekorasi area Klan Lu untuk pesta nanti malam.


Di sisi lain, Lu Ning saat ini sedang duduk di samping tempat tidur anaknya, ia mengusap pipi Lu Xian yang lembut lalu mengalihkan pandangannya ke arah Lu Tong, "Jagalah adikmu... Jika ada sesuatu yang terjadi padanya, panggil ibu." Ucap Lu Ning lalu bangkit berdiri.


"Memangnya ibu ingin kemana?"


"Mengobrol dengan ayahmu... Kita harus mencari tau identitas asli orang itu." Jawab Lu Ning dengan nada serius lalu keluar dari ruangan tersebut.


Lu Tong terdiam, dia kemudian duduk di sebelah adiknya dan menghela nafas panjang, "Sungguh beruntung... Membantu orang yang ternyata dapat menyembuhkan adikku." Gumamnya dan diam-diam tersenyum tipis.


Lu Tong menatap wajah cantik adiknya yang tertidur dan tidak sabar untuk melihatnya bangun. Sejak kecil, ia bisa dibilang sangat cuek kepada adiknya, karena ia merasa iri dengannya yang selalu di spesialkan oleh kedua orang tuanya.


Namun ketika mengetahui kalau umur adiknya tidak akan mencapai 25 tahun karena suatu penyakit membuatnya terkejut sekaligus sadar. Sejak saat itu, ia mulai mendekati adiknya secara perlahan dan bermain dengannya, ia juga tak menyangka kalau adiknya mempunyai sifat baik dan juga periang.


***


Kota Muxiao, adalah kota yang Fang Lin tempati saat ini.


Kota ini sangatlah luas dan banyak sekali kultivator yang singgah disini.


Fang Lin saat ini sedang berada di sebuah Gang sempit, ia baru saja membantu seorang anak kecil pria dari gangguan teman sebayanya.


"Kau dapat berdiri?" Tanyanya ketika melihat anak kecil di depannya terluka parah.


Anak kecil tersebut menganggukkan kepalanya pelan dan berusaha bangkit berdiri, namun mau berapa kali pun mencobanya ia selalu terjatuh.


Fang Lin yang melihatnya langsung menggelengkan kepalanya pelan, "Telan pil ini dan kau akan sembuh..." Fang Lin mengulurkan tangannya yang terdapat sebuah pil hijau.


Anak kecil tersebut menolaknya karena takut pil itu mengandung racun atau semacamnya.


Melihatnya tak percaya, Fang Lin langsung menaruh pil itu di tanah, "Aku pergi dulu... Jika kau tidak ingin berada disini semalaman, telanlah pil penyembuh itu."


Fang Lin langsung berjalan menuju jalan keluar dari Gang sempit


Di sisi lain, anak kecil tersebut kembali mencoba untuk bangun, tetapi ia terus-menerus gagal. Ia kemudian bersender di dinding lalu melamun.


Beberapa saat kemudian, ia menghela nafas panjang dan kemudian menoleh ke arah pil yang ada di dekatnya, "Aku harus kembali pulang..." Gumamnya sambil meraih pil hijau tersebut.


Ia menatap pil hijau di depannya lalu menelannya dengan cepat.


Sesaat setelah menelannya, luka di tubuhnya mengeluarkan asap dan membuatnya panik, namun setelah diperhatikan selama beberapa saat ia menyadari kalau lukanya perlahan sembuh.


"Ini... Benar-benar menyembuhkanku?" Ucapnya dengan nada terkejut. Ia kemudian mencoba untuk berdiri dan alhasil dia dapat bangun dengan mudah tanpa ada rasa sakit sedikitpun.


"Aku sembuh..." Gumamnya dan tersenyum, "Aku akan mengingat ini!"


Anak kecil tersebut kemudian berlari ke luar Gang dan kembali ke tempat dirinya tinggal.


***


Saat ini tepat di depan Fang Lin, terdapat sebuah gedung bertingkat yang sangat luas. Gedung Asosiasi Bunga Emas, sebuah tempat yang menjual berbagai macam buku bela diri, senjata dan obat-obatan.


Fang Lin berjalan memasuki gedung tersebut dan ia langsung mendapati suasana yang ramai, "Sepertinya pengunjung di tempat ini lebih dari 100 orang..." Fang Lin membatin lalu mengedarkan kesadarannya.


Dalam sekejap ia langsung mengetahui interior dari bangunan ini.


"Tuan, ada yang bisa saya bantu?" Seorang pelayan perempuan datang dan bertanya dengan senyum ramah.


Fang Lin sendiri menganggukkan kepalanya dan bertanya, "Apakah aku bisa menjual pil yang kubuat?"


"Tentu bisa tuan... Memangnya anda ingin menjual pil tingkat berapa?"


"Beberapa pil tingkat 5 dan ratusan pil tingkat 3 dan 4."


Tentu ucapan Fang Lin mengejutkan pelayan perempuan tersebut, disaat ia ingin meminta bukti atas perkataannya, Fang Lin lebih dulu mengeluarkan tabung kaca yang berisi 10 pil tingkat 5.


"Apa segini sudah termasuk bukti yang cukup?" Tanya Fang Lin dan diangguki cepat olehnya.


Pelayan tersebut meminta Fang Lin untuk menunggu, sedangkan dia akan melaporkan hal ini pada manajernya.


Fang Lin mengiyakannya dan dengan segera pelayan tersebut pergi.


Beberapa menit kemudian, seorang kakek tua berlari ke arah Fang Lin dan dibelakangnya terdapat pelayan perempuan tadi.


Ketika sampai, kakek tua tersebut langsung memperkenalkan dirinya sebagai Ji Hoon. begitu juga Fang Lin, ia memperkenalkan dirinya dengan ramah.


"Mari obrolkan tentang pil yang ingin anda jual di tempat yang lebih tertutup, tuan Lin." Ji Hoon langsung berjalan ketika Fang Lin mengiyakannya, ia menuntun pria berjubah hitam mewah itu ke ruang pribadinya.


***


Ruang Manajer Ji Hoon.


Ji Hoon menyuruh penjaga untuk keluar dari sana, ia kemudian meminta Fang Lin duduk di salah satu kursi panjang, begitu juga dengannya.


"Baiklah tuan, mari kita bicarakan. Namun pertama-tama, bisakah saya pil tingkat 5 milik anda?" Tanya Ji Hoon dengan nada sopan.


Fang Lin menganggukkan kepalanya, ia melambaikan tangannya ke samping dan muncul sebuah tabung kaca yang berisi pil tingkat 5 di atas meja.


Mata Ji Hoon melebar ketika melihatnya, ia meraih tabung kaca tersebut dan mengangkatnya ke atas, "Ini... Benar-benar pil tingkat 5!" Ji Hoon tidak bisa untuk tidak takjub, ini adalah ketiga kalinya dalam seumur hidupnya ia melihat pil tingkat 5.


"Sangat indah... Apakah anda yakin ingin menjual semua pil ini?" Tanyanya penasaran. Tentu pil tingkat 5 sangatlah berharga, dan harganya pun juga tidak main-main, ia sendiri tidak yakin dapat membeli semuanya meskipun ia menjual cepat seluruh asetnya.


"Memangnya kau sanggup membeli semuanya? Aku sendiri tidak yakin kau dapat membeli setengahnya..." Fang Lin berkata dengan nada santai.


Mendengar itu membuat Ji Hoon terdiam, perkataan Fang Lin ada benarnya juga.


"Aku memiliki saran. Bagaimana jika aku menjual seluruh pilnya di pelelanganmu, sebagai gantinya kau harus memberikan 50% saham Asosiasi Bunga Emas, dan kau akan mendapatkan 15% dari hasil penjualan semua pil tingkat 5 milikku."


Ji Hoon yang mendengarnya langsung terkejut, "Maaf tuan Lin, tetapi saya saja hanya memiliki 40% saham Asosiasi ini, bagaimana mungkin saya memberikan 50% sahamnya pada anda?"


Fang Lin sedikit menaikkan alisnya dan bertanya, "Lalu siapa orang yang mempunyai 60% saham Asosiasi Bunga Emas?"


Ji Hoon terdiam dan raut wajahnya terlihat ragu untuk menjawabnya. Beberapa saat kemudian, ia menghela nafas panjang dan berkata, "Dia adalah pemimpin dari organisasi Bunga Hitam..."


"Organisasi Bunga Hitam? Tunggu... Bukankah itu organisasi pembunuh bayaran kelas atas?" Tanya Fang Lin memastikan. Di kehidupan sebelumnya, organisasi Bunga Hitam sangatlah misterius, hanya orang-orang besar dan berpengaruh saja yang mengetahui tentang organisasi tersebut.


Fang Lin mengetahui tentang mereka karena salah satu teman yang ia kenal dekat menjadi salah satu pembunuh di sana.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.