System Sang Immortal

System Sang Immortal
Cerita Liu Ryu


Tang Bu yang mendengar cerita anak-nya hanya bisa menahan amrah-nya dan menunggu anak-nya selesai bercerita.


Bagaimana mungkin diri-nya tidak marah? Putri-nya sengaja memakai tampilan jelek layak-nya pengemis agar ditangkap oleh orang yang suka menjual budak, Dia melakukan hal tersebut karena penasaran dengan tempat yang disebut 'Pasar Budak'.


Namun rasa amarah-nya perlahan mengurang ketika putri-nya mulai menceritakan sosok misterius yang membunuh manajer dan bawahan penjual budak lalu membawa sebagian budak di sana.


Mata Tang Bu melebar dan jantung-nya seakan berhenti ketika Tang Liu Ryu menceritakan ciri dari sosok misterius tersebut di akhir cerita.


Reaksi dari ketiga patriak juga tidak beda jauh dari reaksi Tang Bu saat ini, Mereka bertiga tidak tau dari mana sosok ini berasal, Namun jika apa yang di ceritakan Tang Liu Ryu adalah kebenaran maka kekuatan yang dimiliki sosok tersebut adalah hal yang tidak pernah mereka bayangkan sebelum-nya.


Di sisi lain, Liu Ryu yang melihat reaksi ayah-nya dan para patriak menjadi keheranan, "Kenapa reaksi kalian terkejut seperti itu?" Tanya Liu Ryu dengan nada heran.


Tang Bu yang mendengar perkataan putri-nya langsung tersadar dari lamunan-nya, Ia lalu menatap putri-nya dengan tatapan serius sambil memegang pundak putri-nya, "Nak... Permintaan-mu yang satu itu tidak dapat ayah kabul-kan, Ayah takut orang yang kau ceritakan akan tersinggung dan membuat kekaisaran Tang dalam bahaya" Ucap Tang Bu dengan nada serius. Ia berharap agar putri-nya mengerti dengan situasi saat ini.


Liu Ryu memiringkan kepala-nya sedikit mendengar ayah-nya yang begitu serius, "Ayah... Apakah kamu tidak becanda? Lagipula bukan-kah membunuh orang lain dalam sekejap itu adalah hal biasa?" Tanya Liu Ryu dengan nada heran. Ia berkata seperti itu karena salah satu jendral ayah-nya pernah bercerita kalau dia dapat membunuh banyak orang dengan mudah.


Liu Ryu memang-lah anak yang polos, Dia akan percaya jika orang yang dia kenal dengan dekat menceritakan sesuatu hal yang di luar nalar, Namun di satu sisi Liu Ryu memiliki sifat yang serius, Seperti sebelum-nya dia membawa keluar para budak dari penginapan 'Para Dewa'.


Mendengar perkataan putri-nya, Tang Bu menghela nafas panjang, "Nak... Orang yang kau ceritakan itu, Memiliki kekuatan yang dapat menghancurkan benua ini, Bahkan menurut ayah, Dia adalah orang yang terkuat di Alam Ini"


"Jadi ayah tidak dapat menyelidiki-nya, Karena ayah tidak ingin orang tersebut tersinggung" Ucap Tang Bu panjang lebar.


Melihat ayah-nya yang begitu serius dengan ucapan-nya, Liu Ryu hanya bisa menghela nafas pasrah, "Haah... Baiklah kalau begitu ayah, Aku ingin beristirahat dulu" Jawab Liu Ryu dengan nada kecewa sambil berdiri dari duduk-nya.


Liu Ryu lalu membalik-kan badan-nya ke arah pintu keluar dan mulai berjalan. Di sisi lain, Tang Bu yang melihat anak-nya yang kecewa hanya bisa menggelengkan kepala-nya pelan, "Maafkan ayah..." Batin Tang Bu yang merasa bersalah karena tidak dapat menuruti kemauan putri-nya.


Beberapa saat kemudian, Tang Bu melihat kalau putri-nya sudah keluar dari ruangan, Ia lalu menyuruh prajurit untuk menutup pintu-nya kembali lalu mengalihkan pandangan-nya ke arah para patriak.


"Kalian dengar cerita anak-ku? Orang itu sudah mulai berkeliaran di wilayah Tang, Aku takut dia akan melakukan sesuatu pada kekaisaran ini" Ucap Tang Bu dengan nada cemas.


Ketiga patriak itu hanya bisa menghela nafas panjang, Mereka bertiga sebenar-nya ingin membantu akan tetapi mereka juga takut dengan kekuatan yang dimiliki orang tersebut.


"Kaisar... Kupikir kita biarkan saja sosok tersebut berkeliaran di kekaisaran Tang, Memang itu adalah hal yang beresiko namun jika kita menyelediki-nya lebih lanjut, Aku takut dia akan merasa tersinggung dan membantai kita semua" Ucap Xiao Bai menyarankan.


Saran dari Xiao Bai juga disejui oleh kedua patriak lain-nya, Mereka juga memberikan saran untuk tidak memancing amarah sosok seperti itu.


Tang Bu yang mendengar saran dari ketiga patriak hanya bisa menghela nafas panjang, "Kupikir tahun ini akan menjadi tahun yang buruk" Gumam Tang Bu pelan sambil menggelengkan kepala-nya pelan.


Tang Bu mau tak mau harus mengikuti saran dari ketiga patriak, Ia tidak ingin rasa penasaran-nya akan menjadi malapetaka bagi penduduk kekaisaran Tang.


Akhirnya mereka mulai mengganti topik yang lain, Seperti masalah politik, Keamanan, Sumber daya dan lain-lain.


***


Gang Kecil, Kota Tang Zhuwan.


"Hachiimm!!" Suara bersin tiba-tiba keluar dari mulut pemuda tampan berjubah biru.


Saat ini Fang Lin sudah berada di gang sebelum-nya, Karena mulai sekarang gang yang dia pijaki saat ini akan menjadi tempat teleportasi yang aman bagi-nya.


Fang Lin lalu berjalan keluar dari gang dan belok ke arah kanan, Ia kini akan ke sebuah bar yang menjual banyak budak.


.....


10 Menit Kemudian.


Fang Lin sudah cukup lama berjalan, Kini diri-nya sudah sampai di depan bar yang sangat lusuh, Namun dibalik itu semua banyak sekali aura-aura yang cukup kuat yang berada di dalam bar tersebut.


"Menarik..." Gumam Fang Lin tersenyum lalu mulai memasuki bar tersebut.


.....


Di dalam bar, Fang Lin langsung menjadi pusat perhatian semua orang, Dikarenakan pakaian yang dia pakai sangat-lah mewah.


Meskipun begitu perhatian semua orang hanya sebentar saja dan Fang Lin yang mengetahui itu hanya diam, Ia lalu berjalan ke arah meja bar lalu duduk di kursi yang sudah disediakan.


"Pesan-kan 1 gelas bir besar dengan kandungan 80% alkohol" Ucap Fang Lin pelan.


Bartender yang mendengar hal tersebut sedikit menaik-kan alis-nya, Ia lalu mengalihkan pandangan-nya ke arah pria bertopeng tersebut, "Baik-lah... Jangan salah-kan aku jika kau mati karena terlalu mabuk" Ucap bartender lalu mulai meracik minuman yang pria bertopeng hitam itu ingin-kan.


Sedangkan Fang Lin yang mendengar-nya hanya tertawa pelan, "Mabuk? Bahkan 100% alkohol tidak dapat membuat-ku mabuk" Batin Fang Lin menggelengkan kepala-nya.


Beberapa Detik Kemudian.


Sang bartender langsung menyuguhi gelas besar ke arah meja Fang Lin, Setelah itu dia langsung pergi dari sana dan mengurusi orang lain.


Fang Lin langsung mengambil gelas tersebut dan melihat isi air bir tersebut, Ia kembali tertawa pelan ketika melihat racun yang tidak berasa maupun tak berbau tercampur ke dalam bir tersebut.


Fang Lin mengalihkan pandangan-nya ke arah bartender yang memberikan bir ini dan melihat bartender tersebut masuk ke dalam sebuah ruangan.


"Seperti-nya di sana adalah jalan menuju ke tempat penjualan para budak" Batin Fang Lin sambil membuka sedikit topeng-nya lalu mulai meminum bir tersebut.


~Glekkk~


~Glekkk~


Dalam beberapa tarikan napas bir tersebut langsung habis di minum oleh Fang Lin, Ia kembali memasang topeng-nya dengan benar kemudian berjalan pelan dan menuju ke arah tempat yang dimasuki bartender sebelum-nya.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.