
Di Alam Tanah Monster, Wilayah Domain Shen Liang.
Fang Lin yang melihat Shen Liang sedang menatapnya dalam diam menjadi sedikit keheranan, "Apa yang dia lakukan?" Batin Fang Lin bertanya-tanya.
Di sisi lain, Shen Liang langsung tersenyum lebar setelah mendapatkan izin dari Yuan Zhong, Lalu ia melihat Fang Lin dengan serius, "Hey nak... Apakah kau ingin berlatih denganku? Aku akan menjadikan dirimu yang terkuat diantara DemiGod yang lain"
Fang Lin yang mendengar itu mau tak mau menjadi terkejut, "Melatihku? Kau ingin menjadikan ku sebagai murid mu?" Tanya Fang Lin dengan nada kebingungan.
"Tentu saja... Dan Yuan Zhong juga sudah mengizinkan hal itu, Akan tetapi itu semua tergantung keputusanmu" Jawab Shen Liang.
Fang Lin yang mendengar itu menjadi bimbang, Dia ingin menjadi murid dari Dewa Naga Emas, Akan tetapi dirinya juga sudah berjanji kepada Mue Lian dan yang lainnya untuk segera kembali setelah membantai para monster di Alam Tanah Monster.
Di sisi lain, Shen Liang yang melihat keraguan di wajah Fang Lin segera menimpali perkataannya, "Pikirkan hal itu dan ada satu hal lagi, Kalau aku ini berkali-kali lipat lebih kuat dari Yuan Zhong yang sekarang"
Fang Lin yang mendengar itu hanya sedikit tersentak, Dari awal dirinya juga tau kalau Dewa didepannya ini lebih kuat dari Yuan Zhong, "Yue, Bagaimana pendapatmu tentang ini?" Tanya Fang Lin meminta saran ke Yue.
[Yue sarankan untuk tuan menerima hal itu, Karena kekuatan dan pengalaman dari Dewa Naga Emas sangat berguna untuk tuan pelajari dan untuk masalah janji tuan, Yue sarankan untuk membicarakannya lewat cermin penghubung]
Fang Lin yang mendengar itu langsung menaikkan satu alisnya, "Cermin penghubung? Apa itu?" Tanya Fang Lin keheranan.
[Cermin penghubung dapat digunakan untuk berinteraksi langsung dengan seseorang yang ingin tuan hubungi]
Fang Lin yang mendengar penjelasan dari Yue hanya menganggukkan kepalanya paham, Ia lalu menatap Shen Liang dengan serius, "Baiklah, Tetapi bisakah aku menghubungi orang-orang terdekatku di setiap sela-sela latihan?" Tanya Fang Lin.
Mendengar itu membuat Shen Liang kembali tersenyum lebar lalu berdiri dari duduknya, "Tentu saja boleh, Asalkan kau tidak boleh menghubungi orang-orang terdekatmu setiap hari, Karena itu akan mengganggu latihanmu" Jawab Shen Liang dengan nada antusias.
Fang Lin hanya tersenyum mendengar itu, Ia lalu menangkupkan tangannya sambil menundukkan kepalanya hingga setengah badan "Salam kepada Guru ke-2, Saya Fang Lin akan terus mematuhi perintah dari guru"
Shen Liang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya pelan, "Mulai sekarang Fang Lin adalah murid pertamaku, Jadi jangan pernah mengecewakan gurumu ini" Ucap Shen Liang sambil tersenyum.
"Baik Guru"
Shen Liang hanya menganggukkan kepalanya sekali lagi lalu melenyapkan kursi Qi yang dibuatnya, "Mungkin agar lebih cepat, Aku akan memberikan satu teknik tempurku melewati transfer ingatan. Tetapi kau jangan senang dulu, Karena aku hanya memberikan ingatan itu layaknya buku yang harus kau pelajari dari 0" Jelas Shen Liang lalu mengangkat satu jarinya, Tiba-tiba muncul bola kecil berwarna putih di atas jari telunjuk Shen Liang.
Di sisi lain, Fang Lin diam-diam tertawa dalam hati ketika mendengar itu, "Bukankah hal ini akan lebih mudah? Aku dapat menggunakan poin pemahaman untuk mempelajari teknik yang diberikan" Batin Fang Lin dengan senang.
Fang Lin hanya diam saat jari telunjuk Shen Liang menyentuh dahinya, Beberapa saat kemudian ingatan-ingatan asing muncul di kepalanya, "Hmm? Kenapa kepalaku tidak sakit sama sekali?" Gumam Fang Lin keheranan saat tidak merasakan apapun setelah ingatan-ingatan asing muncul dikepalanya.
"Tentu saja tidak sakit, Bukankah sudah kubilang sebelumnya kalau Ingatan yang kuberikan seperti buku yang harus kau pelajari dari 0, Berbeda jika kau menerima ingatan yang dapat kau ingat 50% nya" Ucap Shen Liang menjelaskan.
Fang Lin yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya berkali-kali, "Aku mengerti, Jadi yang harus kulakukan saat ini hanya mempelajari teknik yang guru berikan bukan?" Tanya Fang Lin memastikan.
"Itu benar, Tetapi sebelum kau mempelajarinya, Kita akan berpindah tempat terlebih dahulu" Ucap Shen Liang lalu memegang pundak Fang Lin.
~Whooosshh~
Beberapa saat kemudian Wilayah Domain yang dibuat Shen Liang hancur dan terlihat beberapa hewan suci mengamati Wilayah Domain yang hancur tersebut dari jarak jauh.
"Kemana manusia itu?" Tanya Phoenix Api dengan heran.
"Kau pikir aku tau? Kesadaran yang kumiliki saja bahkan tidak bisa menembus Wilayah Domain itu" Balas Satu kepala dari ular berkepala 4.
"Abaikan saja dia memang bodoh" Timpal kepala satunya lagi dan membuat kepala yang lainnya tertawa.
Phoenix Api yang mendengar itu langsung melancarkan niat membunuh yang kuat, "Kau hanya sedikit lebih kuat dariku, Tetapi jangan pernah merendahkan diriku" Geram Phoenix Api dengan kesal.
"Hooh... Apakah burung kecil ini ingin bertarung?" Tanya salah satu kepala dengan nada mengejek.
"Ayo bertarung! Biar kujadikan kepala kalian menjadi sate!" Jawab kesal Phoenix Api lalu menyerang Ular berkepala 4 didekatnya dengan brutal.
Ular berkepala yang mendapatkan serangan tersebut hanya menghindarinya dengan baik, Kini pertarungan antara hewan suci dimulai.
Di sisi lain, Elang Merah yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya pelan, "Seperti biasa... Jika mereka bertemu pasti akan ada keributan, Lebih baik aku pergi sebelum terkena serangan dari mereka" Ucap Elang Merah pelan lalu terbang menjauh dari arena pertarungan itu.
Phoenix Api langsung mengeluarkan api panas dari kedua sayapnya dan mengarahkannya ke ular berkepala 4.
~Whoosshhh~
Ular berkepala 4 yang melihat itu hanya tertawa pelan dan menggunakan elemen tanah dari 1 kepalanya, "Walaupun tanah itu tidak bisa memadamkannya, Setidaknya itu bisa memperlambat serangan api phoenix" Ucap Kepala Tanah lalu menghindari serangan Phoenix Api.
Ular berkepala 4 memiliki 4 elemen dan disetiap kepalanya memiliki elemen yang berbeda-beda, Yaitu Elemen Api, Air, Udara dan tanah.
Melihat serangannya dihindari Phoenix Api langsung berdecak kesal, "Apa kau menjadi lebih lemah? Menangkis seranganku saja tidak bisa!" Ucap Phoenix Api yang mencoba memprovokasi.
Mendengar itu membuat Ular berkepala 4 tertawa, "Lemah? Atau bidikanmu yang payah?" Tanya ular kepala air dengan nada mengejek.
~KIAKKKKK~
Phoenix Api meraung marah ketika mendengar itu, Bukannya dia yang memprovokasi lawan akan tetapi dirinya lah yang terprovokask saat ini.
Phoenix Api langsung mengeluarkan api yang sangat panas dari mulutnya dan mengarahkan ke arah ular berkepala 4 dengan cepat.
Api panas tersebut memiliki jangkauan yang sangat luas dan panas, Tidak mungkin untuk dihindari bagi ular berkepala 4, Mau tak mau mereka langsung mengeluarkan elemen masing-masing dan mengarahkannya ke serangan api phoenix itu.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
Note: 200 Like Up. Agak kesel gimana gitu, Bagi yang baca, Apa kalian gak bisa mencet likenya? Padahal itu gratis loh gak bayar sama sekali, Tapi udah 10 jam yang like cuma 150an, Bukannya gak bersyukur atau gimana tapi apa susahnya buat like? View tiap harinya juga sampe 3k an.