
Dunia Abyss, Kota Fang.
Di depan gerbang Kota Fang, Terlihat Fang Lin dan beberapa orang terdekat-nya yang sudah keluar dari bola energi transparan sebelum-nya.
"Fang Gege... Dimana ini?" Tanya Mue Lian dengan nada penasaran saat melihat gerbang hitam di depan-nya.
Fang Lin tersenyum tipis mendengar itu dan mengatakan, "Saat ini kita berada di Kota Tang, Kota yang baru kubuat kemarin" Ucap Fang Lin dan tentu membuat semua orang yang ada di sana terkejut.
"A-apakah kau serius nak?" Tanya Fang Qin dengan nada tidak percaya.
"Tentu saja aku serius ayah... Tidak mungkin aku mengaku-ngaku kota orang sebagai kota-ku" Jawab Fang Lin dan membuat Fang Qin mengangguk-kan kepala-nya.
Fang Qin seharusnya sadar kalau anak-nya ini sangat-lah misterius, Jadi sesuatu yang tidak mungkin di lakukan orang lain bisa jadi mungkin oleh anak-nya.
Melihat keterkejutan mereka semya Fang Lin hanya tertawa pelan, "Hahaha... Berhenti-lah membuat ekspresi terkejut seperti itu" Ucap Fang Lin lalu mulai masuk ke kota Fang.
Beberapa orang yang sedang larut dalam keterkejutan-nya langsung tersadar dan mulai mengikuti Fang Lin dari belakang.
~Kriieeettt~
Ketika gerbang hitam terbuka, Orang-orang terdekat Fang Lin hanya bisa berdecak kagum ketika melihat ramai-nya rumah-rumah dan kios mewah.
"Astaga... Apakah benar kota ini dibuat dalam semalam?" Tanya Shui Ru dengan nada kagum sambil melihat ke sekitarnya.
Mue Lian yang mendengar itu ikut mengangguk-kan kepala-nya, "Aku juga hampir tidak percaya dengan dengan itu, Tetapi jika Fang Gege yang mengatakan-nya maka itu bukan suatu hal yang tidak mungkin bagi-nya" Jawab Mue Lian dan diangguki benar oleh Shui Ru.
Selama dirinya berada di sisi Fang Lin, Ia sudah melihat banyak hal yang menakjubkan dan beberapa kejadian di luar nalar, "Aku adalah wanita beruntung karna bisa menjadi suami Fang Gege" Batin Shui Ru sambil tersenyum melihat Fang Lin di depan-nya.
Fang Lin yang melihat rasa antusias mereka semua diam-diam tersenyum, Ia saat ini sudah cukup bahagia dapat melihat mereka semua senang dan antusias seperti itu, "Aku berjanji akan melindungi mereka meskipun nyawa-ku yang akan menjadi taruhan" Batin Fang Lin diam-diam berjanji sambil menatap langit.
.....
20 menit kemudian.
Fang Lin dan beberapa orang terdekat-nya sudah sampai di depan mansion yang akan di tinggali ayah-nya, "Hey Fan'er... Sudah saatnya untuk keluar" Ucap Fang Lin dan beberapa saat kemudian terdengar sebuah suara anak kecil.
"Baik guru! Aku akan keluar"
Mendengar kata 'Guru' semua orang yang ada di sana terkejut, Mereka semua lalu menatap Fang Lin dengan tatapan yang berbeda-beda.
"Nak, Apakah itu murid baru-mu?" Tanya Fang Qin memastikan.
Fang Lin yang mendengar itu langsung mengangguk-kan kepalanya, "Benar ayah... Kemarin aku sempat ke Kekaisaran Tang di Tanah Kultivator lalu..." Fang Lin langsung menceritakan kejadian diri-nya bertemu dengan Li Fan kepada ayah-nya.
.....
Fang Qin mengangguk-kan kepalanya pelan mendengar cerita anak-nya, "Hmm... Bolehkah anak itu tinggal bersama ayah? Setidaknya dia bisa menemani-ku agar tidak terlalu bosan" Pinta Fang Qin dan membuat Fang Lin tersenyum.
"Tentu... Setidaknya ada yang menggantikan diriku yang sering berpergian ini" Jawab Fang Lin mengizinkan.
Beberapa setelah itu terdengar sebuah teriakan anak kecil, "Guru! Aku datang" Ucap Li Fan dan membuat semua orang melihatnya.
Menyadari itu Li Fan sedikit menunduk-kan kepalanya malu lalu bersembunyi di badang Fang Lin, "Guru... Apakah mereka orang-orang yang guru bilang tadi malam" Tanya Li Fan memastikan.
"Benar, Jadi kau tidak perlu malu karena mereka semua adalah orang baik" Jawab Fang Lin sambil mengusap kepala Li Fan.
Li Fan yang mendengar itu hanya mengangguk-kan kepalanya, Ia lalu menghadap ke mereka dan langsung memperkenalkan dirinya.
Semua orang yang mendengar perkenalan diri Li Fan langsung menanggapi-nya dengan baik dan saling berkenalan ke Li Fan.
.....
Beberapa saat kemudian setelah mereka semua memperkenalkan diri dan mengobrol sebentar. Fang Lin langsung mengatur mansion yang akan di tinggali oleh bawahan-nya.
Para bawahan-nya hanya mengangguk mengerti dan langsung menuju mansion yang dimaksud tuan-nya keculia Naga Hitam dan Bai Hu.
Menyadari mereka berdua tidak pergi Fang Lin sedikit menaik-kan alisnya, "Kenapa kalian tidak ikut mereka?" Tanya Fang Lin dengan nada heran.
"Tuan... Bisakah saya mencari tempat tinggal di luar kota saja? Saya tidak begitu nyaman jika tinggal di dalam rumah" Ucap Naga Hitam dan diangguki setuju oleh Bai Hu.
Fang Lin yang mendengar itu hanya mengeluskan dagu-nya, Ia sedikit mengerti kalau mereka berdua sudah terbiasa tinggal di alam liar daripada dalam rumah, "Baik-lah aku mengerti, Kalian dapat tinggal di mana saja" Jawab Fang Lin menyetujui.
Naga Hitam dan Bai Hu tersenyum lebar mendengar itu, Mereka langsung menunduk terima kasih lalu mula melesat pergi dari sana.
Melihat kepergian mereka berdua, Fang Lin langsung mengalihkan pandangan-nya ke arah orang-orang terdekat-nya, "Kalau begitu kalian masuk mansion masing-masing, Karena aku masih mempunyai beberapa urusan yang harus ku-lakukan" Ucap Fang Lin pelan.
Orang-orang terdekat-nya hanya bisa mengangguk paham dan mulai masuk ke mansion masing-masing kecuali murid-nya.
"Guru, Kapan kita akan mulai latihan? Aku sudah tidak sabar untuk melakukan-nya" Tanya Li Fan dengan nada antusias.
Fang Lin yang mendengar itu kembali mengeluskan dagu-nya, "Hmm... Kita akan melakukan-nya besok, Karena hari ini aku akan membeli beberapa budak terlebih dahulu" Jawab Fang Lin sambil tersenyum.
Li Fan yang mendengar jawaban guru-nya langsung menggaruk-kan kepalanya yang tidak gatal, "Budak? Kenapa guru ingin membeli mereka" Tanya Li Fan dengan nada penasaran.
"Karena guru ingin menjadi-kan mereka sebagai murid sekte yang guru buat, Tentu dirimu akan merasa sepi bukan? Jika tidak mempunyai teman sebaya?" Jawab Fang Lin sambil mengusap kepala Li Fan.
Li Fan yang mendengar itu langsung mengangguk kepalanya paham, "Baiklah guru... Kalau begitu aku pamit dulu" Ucap Li Fan sambil menunduk-kan kepalanya.
Fang Lin mengangguk-kan kepalanya dan menjawab, "Tentu"
Li Fan langsung pergi dari sana ketika mendapatkan jawaban dari guru-nya. Sedangkan Fang Lin yang melihat murid-nya sudah masuk kedalam mansion langsung teleportasi ke Kota Tang Zhuwan.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.