System Sang Immortal

System Sang Immortal
Aula Ruang Dan Waktu II


Fang Lin terus memutar otaknya, Namun dia tidak bisa menemukan cara untuk kembali, Ia hanya bisa pasrah dengan keadaannya dan langsung berkultivasi.


"Tunggu, Kenapa energi disini sangat berbeda?" Ucap Fang Lin bingung sambil mengerutkan keningnya. Dirinya tidak bisa menyerap energi yang berada disini, Ia juga tidak bisa merasakan yang namanya energi alam, Yang dirinya rasakan adalah sebuah energi kuat yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.


"Apakah Dewa Perang tidak memberitahumu tentang energi yang ada di Ruangan ini?" Terdengar suara yang familiar ditelinga Fang Lin.


"Eh? Ini suara Pak tua tadi?" Tanya Fang Lin sedikit ragu.


"Kau cepat tanggap juga nak" Tiba-tiba muncul sesosok kakek tua didepan Fang Lin.


Fang Lin sedikit terkejut dengan kehadiran pak tua didepannya, Namun ia tidak mengekspresikan keterkejutannya dan hanya bersikap biasa saja.


"Senior... Apakah saya boleh tau energi apa ini?" Tanya Fang Lin tanpa basa-basi sambil menangkupkan tangannya.


"Hahahaha, aku sungguh terkejut kau tidak pernah gugup walaupun bertemu dengan dewa" Ucap Gu Yu Fan tertawa lantang.


Fang Lin mendengar itu hanya tersenyum kecut, Bukan karena ia tidak bisa gugup akan tetapi semenjak dirinya mempunyai system entah kenapa ia terlihat biasa saja bahkan jika bertemu dengan seorang dewa sekalipun, Jika saja dikehidupan sebelumnya mungkin Fang Lin dari dulu sudah mati karena terkejut.


Sebab keberadaan Alam Dewa hanyalah sebuah rumor, Walaupun para kultivator sudah mengetahui keberadaan para dewa karena kejadian perebutan 'Cawan Suci' namun sebagian dari mereka ada yang tidak percaya dengan keberadaan dewa, Sebagian orang mempercayai bahwa ada seseorang yang sangat kuat dari alam lebih tinggi turun ke alam rendah dan membuat daratan yang luas menggunakan Artefak Kuno dan membiarkan para kultivator bertarung mati-matian untuk merebut 'Cawan Suci' agar jumlah kultivator berkurang dan memudahkan orang yang berasal dari alam lebih tinggi mengambil 'Cawan Suci' tersebut dengan mudah.


"Hahaha, Bukan begitu senior" Tawa hambar Fang Lin sambil menggarukan kepalanya yang tidak gatal.


Gu Yu Fan hanya menggelengkan kepalanya pelan dan menjelaskan. "Apa kau tau? Di semesta ini ada bermacam-macam energi, Dan energi biasanya disebut dengan Qi" Ucap Gu Yu Fan yang membuat Fang Lin bingung.


"Bukankah Qi di dunia ini hanya ada 2 jenis? Qi Alam dan Qi Iblis?" Ucap Fang Lin.


"Ckck kau masih awam tentang semesta ini, Qi di dunia ini sangat banyak seperti Energi alam, Langit dan Bumi, Iblis, Dewa, Cahaya, Kegelapan dan masih banyak lagi dan diruangan ini adalah Energi Dewa atau biasa disebut Qi Dewa" Jelas Gu Yu Fan.


Fang Lin mengangguk paham, Ia sadar pengetahuannya tentang dunia ini amat lah dikit bahkan seperti serpihan pasir di pantai yang luas.


"Kenapa hanya di ruangan ini terdapat Qi Dewa? Saat aku berada di kediaman paman Zhong aku bisa merasakan energi alam yang sangat pekat?" Tanya Fang Lin heran.


"Hahahaha, Dewa Perang juga tidak menjelaskan tentang perbedaan Alam Dewa dengan Alam Lainnya?" Tanya Gu Yu Fan sambil tertawa.


Fang Lin mendengar itu kebingungan dan menggelengkan kepalanya.


Melihat Fang Lin menggelengkan kepalanya membuat Gu Yu Fan mengumpat kebodohan Dewa Perang. "Dasar bocah bodoh itu"


"Biar kujelaskan, Alam Dewa ini memiliki keunikan tersendiri, Alam Dewa seperti gedung bertingkat namun memiliki daratan yang luas, Di setiap tingkat adalah wilayah seorang Dewa, Semisalkan kediaman Dewa Perang berada dilantai 10 dan dia ingin mengunjungi lantaiku di lantai 15, Maka dia harus berteleportasi agar dapat mengunjungi lantaiku" Ucap Gu Yu Fan menjelaskan.


"Dan jika dewa tersebut berada di wilayahnya, Maka dia bebas mengganti energi yang berada di wilayahnya asalkan Dewa tersebut memiliki energi yang ingin digantinya" Lanjut Gu Yu Fan menjelaskan.


Mendengar penjelasan tentang Gu Yu Fan membuat Fang Lin terkejut, Jadi energi alam yang dia serap berasal dari Yuan Zhong? Dan terlebih lagi keunikan tentang Alam Dewa membuatnya makin terkejut.


Sekali lagi Fang Lin menggelengkan kepalanya, Yuan Zhong tidak pernah memberikannya darah dewa dan memang dirinya juga tidak terlalu mengerti tentang itu.


"Bocah bodoh" Umpat Gu Yu Fan ke Yuan Zhong dalam hati.


Gu Yu Fan memejamkan matanya dan merasakan Yuan Zhong masih berada di wilayahnya. Ia merasakan bahwa saat ini Yuan Zhong sedang menggoda wanita cantik di sebuah toko obat.


"Bocah sialan, Bisa-bisanya dia menggoda seorang wanita saat pewarisnya melongo seperti orang bodoh" Batin Gu Yu Fan kesal lalu menjentikkan jarinya.


"Eh?!" Terdengar suara laki-laki.


"Paman Zhong?" Ucap Fang Lin terkejut melihat Yuan Zhong muncul tiba-tiba.


"Bocah lin? Bukankah disini ruang hampa?" Tanya Yuan Zhong mengedarkan pandangannya.


"Kau kakek tua! Kenapa kau memindahkan ku?!" Ucap Yuan Zhong dengan nada kesal ketika melihat Gu Yu Fan, Dirinya sedikit lagi bisa mendapatkan wanita yang ia goda namun gagal sebab dirinya tiba-tiba terpindah.


Mata Gu Yu Fan berkedut mendengar ocehan Yuan Zhong. "Bocah sialan! Ini karena kau tidak menjelaskan tentang informasi Alam Dewa dan tidak memberikan darahmu kepada pewarismu!" Balas Gu Yu Fan dengan kesal.


Yuan Zhong tersentak mendengar itu, Dirinya langsung menengok ke arah Fang Lin, Ia langsung menepuk tangannya ke jidat seakan teringat sesuatu.


"Hahaha... Maafkan aku" Tawa bodoh Yuan Zhong sambil menggarukkan kepalanya yang tidak gatal.


Gu Yu Fan mendengus kesal sedangkan Fang Lin hanya menatap datar kebodohan Yuan Zhong.


Yuan Zhong langsung melambaikan tangannya dan mengeluarkan sebuah botol kecil yang berisi sebuah cairan emas.


"Ini minumlah, Rasanya tidak amis atau pahit soalnya sudah kutambahkan rasa anggur" Ucap Yuan Zhong tersenyum dan memberikan botol kecil tersebut ke Fang Lin.


"Rasa anggur?" Ucap Gu Yu Fan heran sambil menaikkan alisnya, Dia tidak pernah tau jika darah dewa bisa diberikan rasa yang berbeda.


Sedang Fang Lin biasa saja mendengar itu dan meraih botol yang berada di tangan Yuan Zhong.


"Tentu saja, Aku selalu bereksperimen agar pengetahuanku menjadi luas, Kau pikir aku malas dan tidur setiap hari?" Ucap Yuan Zhong menyindir sambil tersenyum tipis.


Gu Yu Fan yang merasa tersindir menjadi kesal. "Cih aku ini berkultivasi, Lagi pula biarpun aku bermalas-malasan setidaknya aku bukan Dewa yang pelupa" Ucap Gu Yu Fan menyindir balik Yuan Zhong.


Yuan Zhong yang disindir menjadi kesal, Dirinya langsung membalas sindiran Gu Yu Fan. Kedua Dewa tersebut langsung berdebat dan membuat Fang Lin menggelengkan kepalanya melihat itu


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.