System Sang Immortal

System Sang Immortal
Bertemu Ayah Kembali


"Kau terlalu percaya diri pak tua" Ucap Fang Lin sambil melepaskan genggamannya dari kepala pria paruh baya yang sudah mati tersebut.


Pi Yu dan Ji Xi merinding seketika saat melihat tuannya menghancurkan jiwa pria paruh baya tersebut, Mereka berdua bahkan lebih memilih mati dengan rasa yang menyakitkan dari pada jiwa mereka dihancurkan.


Di sisi lain Fang Lin yang melihat raut wajah merinding dari kedua bawahannya hanya tersenyum tipis, "Ini aneh... Kenapa mereka tidak langsung menyerang atau mengambil alih desa ini saja? Kenapa mereka lebih memilih mencari-cari informasi terlebih dahulu?" Gumam Fang Lin seraya mengeluskan dagunya seperti sedang berfikir.


Beberapa menit berpikir namun tidak dapat menemukan jawabannya, Fang Lin hanya mengangkat pundaknya, "Sudahlah itu tidak penting... Selama ada aku disini, Tidak akan ada yang bisa membantai desa" Ucap Fang Lin kemudian berjalan santai menuju desanya.


Melihat tuannya pergi, Pi Yu dan Ji Xi langsung mengekori tuannya, Saar berjalan santai mereka berdua mengobrol ringan tentang tuannya ataupun masing-masing masa lalu mereka.


Fang Lin yang melihat kedua bawahannya sudah akrab hanya tersenyum tipis, Dia lalu fokus berjalan ke depan, Dirinya kini dapat melihat desanya setelah keluar dari pepohonan yang cukup lebat.


"Seperti biasanya, Selalu ramai ketika siang hari" Ucap Fang Lin yang melihat banyak warga desa sedang berlalu lalang.


"Tuan... Apakah ini tempat tinggal tuan?" Tanya Pi Yu dari belakang Fang Lin.


"Iya... Kenapa? Belum pernah melihat orang kuat berasal dari desa kecil?" Jawab Fang Lin yang masih menatap ke depan tanpa melirik ke bawahannya.


"Em, Begitulah... Sangat jarang orang sekuat tuan lebih memilih tinggal di desa dari pada di tempat yang megah" Ucap Pi Yu dan diangguki oleh Ji Xi.


"Benar apa yang dikatakan Saudara Pi Yu, Bukankah hal yang mudah bagi tuan untuk mengambil alih sebuah kekaisaran untuk dijadikan sebuah tempat tinggal?" Ucap Ji Xi yang ikut bertanya.


Fang Lin yang mendengar perkataan dari kedua bawahannya hanya tertawa kecil kemudian dirinya melirik kedua bawahannya, "Memang tinggal di kekaisaran itu enak, Tetapi aku baru saja meninggalkan desa ini 1 tahunan dan saat itu aku baru berumur 12 tahun, Bagaimana aku bisa menjelaskan jika aku sudah tinggal di kekaisaran?" Ucap Fang Lin santai kemudian kembali melihat ke depan lagi.


Pi Yu dan Ji Xi terkejut mendengar ucapan tuannya, Mereka sangat terkejut dengan ucapan tuannya yang baru meninggalkan desanya setahun lalu di umur 12, "Tuan ku memang sangat hebat, Aku yakin kelak dia akan menjadi orang yang akan dikenal oleh seluruh alam di semesta ini" Batin Pi Yu memuji sambil menatap tuannya dengan tatapan kagum.


"Mendapatkan kekuatan dalam setahun? Itu sangat hebat!, Sepertinya aku akan rela mati ditangan tuan baruku ini" Batin Ji Xi sambil berdecak kagum.


.....


Beberapa menit berjalan santai menuju desanya, Kini dia dan bawahannya sudah sampai di desanya, Para warga desa yang sedang beraktivitas seketika berhenti saat melihat Fang Lin dan dua orang lainnya.


"Siapa itu? Dia sangat tampan!"


"Apakah dia berasal dari keluarga bangsawan? Atau berasal dari kerajaan?"


"Wah... Sepertinya mereka seorang bangsawan"


Ucapan demi ucapan dari warga desa terdengar di telinga Fang Lin dan bawahannya, "Haish... Aku sungguh malas menjadi pusat perhatian" Gumam Fang Lin kemudian mempercepat langkahnya.


Di sisi lain Pi Yu dan Ji Xi yang melihat tuannya mempercepat langkahnya menjadi sedikit heran, "Ada apa dengan tuan?" Batin mereka berdua bertanya-tanya.


Fang Qin yang sedang bersantai di depan rumahnya seketika mengerutkan kedua alisnya saat melihat ada tiga orang dewasa yang sedang berjalan mengarahnya, "Siapa mereka? Baju mereka sangat mewah... Apakah mereka bangsawan?" Batin Fang Qin bertanya-tanya kemudian berdiri dari duduknya.


Saat Fang Lin sudah beberapa langkah di depan ayahnya, Fang Lin langsung membuka mulutnya namun terhenti dengan ucapan Fang Qin, "Siapa anda?" Tanya Fang Qin dengan formal.


"Apakah ayah melupakan ku?" Tanya Fang Lin sambil tersenyum lembut.


"Eh? Fang'er?!" Ucap Fang Qin dengan nada terkejut saat mendengar suara anaknya keluar dari mulut pemuda didepannya, Ia tidak langsung percaya begitu saja dan memegang wajah Fang Lin untuk memeriksa apakah pemuda didepannya adalah anaknya atau bukan.


Fang Lin yang melihat ayahnya terkejut sambil memegang wajahnya hanya diam, Hingga beberapa saat Fang Qin Langsung memeluk anaknya, "Astaga... Kau benar-benar anakku" Ucap Fang Qin memeluk erat anaknya.


"Bagaimana bisa kau tumbuh secepat ini? Bahkan ayahmu saja hampir tidak bisa mengenalimu" Ucap Fang Qin sambil melepaskan pelukannya.


"Ceritanya sedikit panjang, Ayo kita masuk terlebih dahulu" Ucap Fang Lin dan diangguki oleh Fang Qin.


Fang Qin dan Fang Lin langsung memasuki rumahnya dan diikuti oleh kedua bawahan Fang Lin.


Di dalam rumah, Fang Qin langsung menyambut Pi Yu dan Ji Xi dengan baik, Dia mengira jika mereka berdua adalah tetua dan kakak seperguruan Fang Lin di sebuah sekte.


"Astaga... Silahkan duduk, Apakah kedua tuan ini adalah guru dan kakak seperguruan anak saya?" Tanya Fang Qin sambil mempersilahkan keduanya duduk di sebuah kursi kayu.


Pi Yu dan Ji Xi tersentak mendengar itu, Mereka ingin menolak perkataan ayah dari tuannya namun terhenti karena Fang Qin yang terlalu bersemangat.


"Hahahaha... Maafkan saya jika anakku ini merepotkan kalian di sekte" Ucap Fang Qin sambil menepuk punggung Fang Lin yang ada disebelahnya berkali-kali.


Sedangkan Fang Lin hanya tersenyum kecut ketika melihat ayahnya yang terlalu bersemangat, Mungkin ayahnya akan mati terkejut jika kedua orang didepannya ini adalah bawahannya terlebih lagi masing-masing dari mereka mempunyai kekuatan yang mampu menghancurkan kekaisaran.


"Sepertinya anda salah paham tuan, Kita berdua adalah bawahan dari tuan muda" Ucap Pi Yu tersenyum kecut sambil menggarukan kepalanya yang tidak gatal.


Fang Qi terdiam beberapa saat untuk mencerna apa yang dikatakan kakek tua didepannya, Hingga beberapa saat Fang Qin membuka suara, "Apakah telingaku tidak salah dengar?" Tanya Fang Qin dengan heran, Dirinya tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh kakek tua didepan.


"Saya tidak salah ucap tuan, Kita berdua memang benar-benar bawahan dari tuan muda" Jawab Pi Yu sambil menunjuk Ji Xi dan Ji Xi hanya mengangguk membenarkan perkataan Pi Yu.


Mulut Fang Qin terbuka mendengar itu, Ia langsung menatap anaknya dengan tatapan meminta penjelasan, Di sisi lain Fang Lin yang ditatap seperti itu hanya mengangguk sambil tersenyum kemudian dia menjelaskan apa yang terjadi.


Bersambung....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.