
Beberapa jam berpikir, akhirnya Fang Lin dapat menemukan solusi untuk mengalahkan Shinwa. Ia kembali mengeluarkan Pedang Raja Neraka dan Pedang Raja Surgawi dari inventory, kemudian melenyapkan penghalang es yang melindunginya.
Ketika melihat itu Shinwa ingin menyerangnya tetapi Fang Lin sudah menghilang, ia mengerutkan alisnya dan tiba-tiba saja terpental ke bawah.
Bam!
Shinwa buru-buru menyeimbangkan ketika tubuhnya sedang terpental, tetapi tubuhnya kembali terpental ketika menerima serangan Laser Pembunuh.
Boom!
Sosok berzirah tersebut terpental terus menerus, sampai akhirnya dia lolos dan mendapati ratusan orang yang memiliki wujud sama seperti Fang Lin.
"Sialan, teknik pembelah diri?" Shinwa mengeluarkan kedua pedangnya yang diletakkan di belakang punggung.
Raut wajahnya berubah menjadi serius dan dalam sekejap Shinwa menghilang dari sana, di detik selanjutnya semua sosok yang memiliki wujud Fang Lin ditebas olehnya.
Ratusan sosok itu menghilang dan tersisa satu orang yang kini sedang Shinwa serang.
Rentetan serangan dari Shinwa tidak pernah berhenti, sedangkan Fang Lin hanya bisa berdecak kesal ketika dirinya berada dalam posisi terpojok.
Fang Lin berteriak semangat dan seketika itu juga kecepatan serangan meningkat beberapa puluh kali lipat.
Pertarungan keduanya mulai seimbang dan mengeluarkan teknik pedang masing-masing, tidak ada yang memberi celah sedetikpun.
Fang Lin mengeluarkan beberapa jurusnya yang memiliki daya serangan kuat, tetapi sayangnya dapat ditahan oleh Shinwa.
Tidak hanya itu saja, Shinwa melancarkan serangan yang membuat Fang Lin terpental jauh ke belakang sampai memuntahkan air mancur darah.
Fang Lin juga membalasnya tetapi perbedaan kekuatan mereka berbeda cukup jauh, ia bisa seimbang melawan Shinwa karena memang dirinya unggul dalam kemampuan bertarungnya.
.......
Berbulan-bulan telah Fang Lin lewati dan ia masih bertarung melawan sosok berzirah di depannya yang tidak lain adalah Shinwa.
Tanpa Fang Lin sadari tingkat tubuhnya meningkat dan juga kemampuan bertarungnya semakin baik dari sebelumnya, tidak hanya itu saja tetapi kecepatan juga meningkat ratusan kali lipat dari sebelumnya.
"Kau sudah berkembang sangat pesat... Melihatmu yang sekarang, kau pasti dapat menyelamatkan roh Gurumu." Ucap Shinwa di sela-sela pertarungan.
Fang Lin mengerutkan alisnya dan ia terdiam sejenak untuk berpikir, "Apakah Yue yang memberitahumu?" Tanyanya penasaran.
Shinwa tersenyum dan menjawab, "Memangnya siapa lagi? Dia saja yang memanggilku ke Dimensi ini."
Fang Lin tidak mengatakan apapun setelah mendapatkan jawaban dari Shinwa, ia kembali fokus bertarung dan ingin buru-buru menyelesaikannya.
........
7 Minggu Telah Berlalu.
Shinwa terpental jauh ke belakang ketika terkena serangan Fang Lin, ia tak sengaja melepas pedang petir merah di tangan kirinya.
Ketika Shinwa ingin mengambilnya, Fang Lin kembali menyerangnya dan membuatnya gagal mengambil pedang itu.
Fang Lin menyerang dengan sangat cepat dengan kedua pedangnya, berbagai aura menyelimuti kedua pedang tersebut.
Shinwa sendiri mulai kesulitan menahan seluruh serangan Fang Lin, ia kemudian membuat tubuhnya menjadi tidak padat dan membuat pria tampan berjubah hitam itu menjauh.
"Pintar juga kau langsung menjauh..." Shinwa berkata dan sebuah pedang yang tercipta dari petir semesta muncul di tangan kirinya.
"Nah, dengan ini kit-" Kata-kata Shinwa terhenti ketika Fang Lin menyerangnya secara brutal dan juga cepat.
Shinwa tidak sempat bereaksi dan membuatnya terpojok, ia kemudian meningkat kecepatannya beberapa kali lipat dan membuat pertarungan keduanya menjadi seimbang kembali.
Fang Lin yang mengetahuinya hanya berdecak kesal, berbagai serangan miliknya dapat ditahan oleh sosok di depannya, sulit mengalahkannya jika tidak memakai Elemen Es Suci.
"Sudahlah, aku akan memakainya... Sudah terlalu lama aku disini." Batin Fang Lin serius. Karena setelah ini, akan ada tahap penerobosan dan tentu hal tersebut memakan banyak waktu, jadi ia akan akhir ini sesegera mungkin.
Ketika Fang Lin ingin menciptakan Domain miliknya, tiba-tiba saja bilah pedang Raja Neraka patah dan membuatnya terkejut.
Trangg!
Tanpa banyak bicara, Fang Lin langsung melepaskannya dan menciptakan pedang simpel dari elemen es suci.
Fang Lin hampir saja terpojok karena kehilangan satu pedangnya selama beberapa saat, ia kemudian menciptakan domain Penjara Es Suci.
Whoom!
Dalam sekejap Fang Lin dan Shinwa berada di ruangan yang tercipta oleh Es saja.
Shinwa tentu mengetahuinya tetapi ia tidak bereaksi banyak dan terus menyerang Fang Lin.
Pertarungan keduanya berlangsung selama beberapa jam, hingga beberapa saat kemudian muncul rantai pengikat dari bawah kaki Shinwa.
Tetapi rantai tersebut tidak dapat menangkapnya karena pergerakan Shinwa semakin cepat, kecepatannya luar biasa yang kemungkinan ribuan kali lebih cepat dari cahaya.
Fang Lin berdecak kesal ketika seluruh jebakan yang ia buat di dalam domainnya tidak bisa menjebak Shinwa.
"Aku harus memakai cara lain, jika terus begini akan sulit untuk memenangkan pertarungan ini." Batin Fang Lin di sela-sela pertarungan dan berpikir keras untuk mencari solusinya.
Beberapa jam kembali berlalu, Fang Lin akhirnya memiliki suatu ide agar Shinwa terkena jebakan.
Pertama-tama Fang Lin akan memojokkan Shinwa sampai ke dinding domainnya, melakukan hal tersebut memakan waktu yang lama karena dia suka sekali berpindah-pindah.
Setelah Fang Lin melakukannya, ia langsung menciptakan banyak rantai yang memenugi di dinding domain.
Kejadian tersebut berlangsung dengan sangat cepat, Shinwa tidak bisa fokus melarikan diri karena harus menghadapi Fang Lin juga.
Saat ini Shinwa telah terkurung di sebuah ruangan kecil yang hanya cukup untuk satu orang saja dengan kaki tangan yang terikat rantai es.
"Sial, jadi aku terjebak. Haiss... Aku menjadi semakin lengah ya, karena sudah sekian lama tidak bertarung." Shinwa menggelengkan kepalanya pelan ketika mengatakan itu.
"Bagaimana cara mengalahkanmu?" Tanya Fang Lin tanpa basa-basi.
Shinwa tersenyum tipis, "Apakah kau tidak salah, menanyakan hal tersebut kepada lawanmu."
"Ayolah... Aku sudah melakukan banyak cara, tetapi sulit sekali untuk mengalahkanmu."
Shinwa tertawa pelan dan kemudian menjelaskan, "Kau tidak akan bisa mengalahkanmu dengan kekuatanmu yang sekarang. Gelombang ini adalah ujian untukmu dan kau sudah pantas untuk menerobos ke ranah selanjutnya, jadi..."
"Eh?" Pandangan Fang Lin tiba-tiba saja memudar dan disaat yang bersaman wilayah domainnya lenyap.
Fang Lin terjatuh dan pandangannya sudah menggelap.
Shinwa yang melihatnya langsung menangkap Fang Lin, ia tersenyum tipis lalu meletakkannya di lantai kekosongan.
"Kau sudah lulus tes... Aku harap di masa depan kau dapat berhasil mengalahkannya." Shinwa tersenyum tipis dan dalam sekejap dia menghilang dari sana.
***
Di Hamparan Padang Rumput.
Fang Lin yang sedang tertidur perlahan membuka matanya, ia bangun lalu bangkit berdiri, "Dimana ini?" Gumamnya bertanya-tanya lalu mengedarkan pandangannya.
Tatapan Fang Lin berhenti ketika mendapati sebuah Gazebo mewah, di sana ia mendapati sepasang kekasih yang memiliki wajah rupawan di luar nalar.
Mereka berdua sedang bersantai sembari menatap melihat layar yang ada di depan mereka.
Fang Lin mengerutkan alisnya, "Bukankah itu Bola Film yang kubeli dari System Shop? Kenapa mereka memilikinya?" Gumam Fang Lin bertanya-tanya.
Sesaat setelah mengatakan hal tersebut, tiba-tiba saja muncul bola cahaya berwarna putih di dekat sepasang kekasih itu.
Pria tampan yang sedang duduk langsung berdiri, dia berbicara seolah sedang mengobrol dengan bola cahaya, perbincangan mereka tidak dapat Fang Lin dengarkan meskipun ia sudah mengusahakannya.
Tidak lama setelahnya, langit yang sebelumnya cerah mendadak menjadi gelap gulita.
Pria tampan tersebut berjalan keluar dari Gazebo lalu mengerutkan alisnya ketika menatap langit gelap, wanita yang sedang duduk di Gazebo ikut berdiri dan berjalan mendekati sang pria.
Wanita tersebut mengobrol dengan pria yang berada di sebelahnya, dan ruang tiba-tiba saja menjadi retak.
Keretakan tersebut menghancurkan ruang itu dan membuat mereka berempat termasuk Fang Lin pindah ke dalam kekosongan tanpa batas.
"Apa-apaan ini? Apakah aku terjebak dalam ilusi?" Fang Lin bertanya-tanya, ia mencoba menggunakan teknik pelepas ilusi tetapi tidak ada yang terjadi.
Fang Lin mengerutkan alisnya, "Kalau bukan ilusi, artinya ini adalah mimpi atau ingatan tentang orang lain." Batinnya lalu menyaksikan adegan di depannya.
Ketika sepasang kekasih dan bola cahaya itu berada di kekosongan, di depan mereka muncul seorang manusia yang seluruh tubuhnya berwarna putih.
Dia tidak memiliki mata, wajah, hidung atau anggota tubuh yang lainnya, hanya memiliki bentuk manusia saja.
Dia mengobrol dengan sepasang kekasih itu, dan tidak lama kemudian gelombang cahaya keluar dari manusia yang tidak memiliki rupa itu sampai menghempaskan sepasang kekasih serta bola cahaya yang ada di sana.
Saat Fang Lin menyaksikan itu semua, ia sedikit merasa ngeri dengan gelombang cahaya yang dikeluarkan olehnya, ia yakin daya serang dari gelombang tersebut dapat menghancurkan multiverse sekalipun.
Sepasang kekasih itu bertarung melawan sosok manusia tanpa rupa, sedangkan bola cahaya yang tadi ikut terpental menghilang tanpa jejak.
Baru saja beberapa menit Fang Lin menyaksikan pertarungan menakjubkan yang diluar nalar itu, tiba-tiba saja pandangannya menggelap.
Bersambung....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
NOTE: Multiverse adalah kumpulan dari seluruh Alam Semesta.
Numpang Promosi Novel! Mulai Update Januari Nanti!
Novel: Legenda Raja Kultivator.
Keabadian? Bukanlah Tujuan Utamaku.
Kekayaan dan Kekuasaan? Itu juga bukan tujuanku.
Tujuanku yang sebenarnya adalah Kekuatan!
Menjadi yang terkuat hingga dijuluki Raja Kultivator adalah suatu kepuasan bagi seorang kultivator bernama Xiao Chen.
Namun kekuatannya yang sekarang bagaikan semut yang bahkan tidak pantas dipandang oleh kultivator-kultivator kuat dari berbagai macam Dunia.
Hingga akhirnya dia tersadar setelah kematian menghampirinya.
Xiao Chen bertekad dalam hatinya untuk menjadi yang terkuat dan melampaui semua orang, namun untuk menjadi apa yang diinginkannya tidaklah mudah.
Banyak jalan berduri dan lautan darah yang harus dilewatinya!
Akankah Xiao Chen berhasil melewati itu semua? Dan menjadi yang terkuat di Alam Semesta?